Doa Memakai Pakaian Baru Arab Latin dan Artinya, Lengkap Adab dan Hikmahnya

3 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Membaca doa memakai pakaian baru sangat dianjurkan dalam Islam. Doa ini merupakan merupakan bentuk syukur dan pengakuan atas nikmat yang Allah berikan.

Pakaian tidak hanya berfungsi sebagai penutup aurat dan perhiasan, tetapi juga sebagai perlindungan bagi manusia. Dengan berdoa, kita mengingat bahwa segala sesuatu, termasuk sandang, adalah pemberian Allah semata.

Merujuk skripsi berjudul "Model, Warna dan Bahan Pakaian Nabi dalam Al-Kutub al-Sittah" oleh Nadia Khairiyah, UIN Jakarta, hal ini sejalan dengan prinsip bahwa pakaian Nabi SAW mengajarkan bahwa pakaian bukan sekadar bagian dari budaya, namun di dalamnya terdapat nilai-nilai spiritual yang patut diteladani.

Berikut ini adalah doa memakai pakaian baru, tata cara, adab berpakaian hingga hikmahnya. Disisipkan pula tips ulama agar hisab pakaian baru sebagai bagian dari harta, diringankan di akhirat kelak.

Doa Memakai Pakaian Baru

Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, bab Dzikir ketika memakai pakaian baru. Berikut ini adalah doa memakai pakaian baru, arab latin dan artinya.

Doa Memakai Pakaian Baru

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Latin: Allāhumma laka al-ḥamdu, anta kasautanīhi, as’aluka khairahu wa khaira mā ṣuni‘a lah, wa a‘ūdzu bika min sharrihi wa sharri mā ṣuni‘a lah.

Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau yang telah memberikan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari tujuan dibuatnya pakaian ini, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan dari tujuan dibuatnya pakaian ini.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

bersumber dari hadis sahih dalam Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dikutip ulang oleh ulama besar seperti Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar sebagai doa sunnah ketika mengenakan pakaian baru.

Imam an-Nawawi menegaskan bahwa disunnahkan (mustahabb) bagi setiap muslim untuk membaca doa ini ketika mengenakan pakaian baru, baik berupa gamis, sorban, selimut, atau jenis pakaian lainnya.

Selain doa ini, terdapat doa memakai pakaian yang bisa diamalkan sehari-hari.

Doa Mengenakan Pakaian Sehari-hari

Mengutip ebook Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag Jatim dan Buku Pintar Berdoa karya Utsadz Umar LR, berikut ini adalah doa mengenakan pakaian sehari-hari.

Doa Memakai Pakaian Sehari-hari

بِسْمِ اللَّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

Latin: Bismillāh, Allāhumma innī as’aluka min khairihi wa khairi mā huwa lah, wa a‘ūdzu bika min sharrihi wa sharri mā huwa lah.

Artinya: Dengan nama Allah, Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini, dan kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan sesuatu yang ada di pakaian ini"

Doa ini bersumber hadis riwayat Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata:

Artinya: “Rasulullah ﷺ apabila memakai pakaian baru, beliau menyebut namanya, seperti baju atau sorban, kemudian beliau berdoa: ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau yang telah memberiku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari tujuan dibuatnya, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan dari tujuan dibuatnya.’” (HR. Abu Dawud, no. 4020; At-Tirmidzi, no. 1767 – At-Tirmidzi berkata: hadis hasan.)

Tata Cara Saat Memakai Pakaian Baru

Berdasar sumber-sumber di atas, berikut ini adalah cara mengenakan pakaian dalam Islam:

1. Memulai dengan Membaca Basmalah

Sebelum mengenakan pakaian, disunnahkan membaca bismillāh agar berpakaian menjadi ibadah dan terhindar dari gangguan setan.

2. Mendahulukan Anggota Tubuh Kanan

Disunnahkan memakai pakaian dari bagian kanan terlebih dahulu, seperti lengan kanan atau kaki kanan.

3. Membaca Doa Saat Memakai Pakaian Baru

Membaca doa sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Memohon agar pakaian membawa keberkahan, digunakan untuk kebaikan, dan dijauhkan dari kesombongan serta maksiat.

4. Bersyukur kepada Allah atas Nikmat Pakaian

Menyadari bahwa pakaian adalah karunia Allah, bukan hasil kemampuan semata.

5. Tidak Berlebihan atau Sombong dalam Berpakaian

Islam melarang berpakaian untuk pamer, menyombongkan diri, atau menarik perhatian secara berlebihan. Memakai pakaian baru dengan niat bersyukur dan menutup aurat, bukan untuk riya.

6. Mendoakan Orang Lain yang Memakai Pakaian Baru

Jika melihat saudara muslim mengenakan pakaian baru, disunnahkan mengucapkan:

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللَّهُ

Artinya: “Semoga engkau mengenakannya sampai usang dan semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik.”

7. Memilih Pakaian yang Sopan dan Syar’i

Hal ini berdasar hadis: "Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud).

Contohnya mengenakan pakaian yang tidak ketat atau transparan, tidak menyerupai pakaian lawan jenis, tidak menyerupai simbol orang kafir.

Adab Berpakaian Sesuai Islam

Merujuk Skripsi Berjudul Model, Warna dan Bahan Pakaian Nabi dalam Al-Kutub al-Sittah, oleh Nadia Khairiyah berikut ini adalah adab berpakaian dalam Islam.

Fungsi utama pakaian adalah menutup aurat sesuai ketentuan syariat. Bagi laki-laki antara pusar dan lutut, sedangkan bagi perempuan seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.

2.    Sebagai Perhiasan

Pakaian berfungsi sebagai perhiasan yang menampilkan keindahan. Dianjurkan untuk memakai pakaian yang bagus, terutama ketika hendak menunaikan ibadah seperti salat.

3.    Menjaga Identitas

Pakaian harus mencerminkan identitas sebagai muslim. Dilarang menyerupai pakaian lawan jenis atau meniru gaya berpakaian orang-orang kafir.

4.    Sederhana dan Tidak Berlebihan

Nabi berpakaian rapi dan pantas tanpa berlebihan. Kesederhanaan dalam berpakaian mencerminkan tawadhu' dan menghindari kesan sombong.

5.    Memilih Warna yang Pantas

Nabi mengenakan pakaian dengan berbagai warna seperti putih, hitam, merah, dan hijau. Warna putih paling dianjurkan, tetapi warna lain juga boleh selama pantas dan tidak mencolok.

6.    Bahan yang Halal dan Pantas

Bahan pakaian harus halal dan sesuai, seperti wol atau bulu. Nabi menghindari sutra bagi laki-laki dan pakaian yang menimbulkan bau tidak sedap.

7.    Menghindari Gambar Makhluk Bernyawa

Nabi pernah mengganti pakaiannya karena bergambar saat salat. Dianjurkan memilih pakaian tanpa gambar makhluk bernyawa untuk menjaga kekhusyukan ibadah.

8.    Pakaian adalah Budaya, Bukan Ibadah Wajib

Model pakaian Nabi merupakan bentuk adaptasi terhadap budaya zamannya. Yang diwajibkan dalam syariat adalah menutup aurat, bukan mengkhususkan model atau warna tertentu.

hikmah Berdoa Memakai Pakaian Baru

Berdoa ketika memakai pakaian baru bukan sekadar sunnah lisan, melainkan pengingat spiritual agar setiap nikmat digunakan dengan syukur, rendah hati, dan sesuai dengan tujuan syariat. Doa tersebut menjadi sarana menyucikan niat dan menjadikan pakaian sebagai sarana ibadah, bukan kesombongan. Berikut ini adalah hikmah berdoa memakai pakaian baru:

1. Sebagai Ungkapan Syukur kepada Allah

Doa ini mengingatkan bahwa pakaian adalah nikmat dan karunia dari Allah, bukan semata hasil usaha manusia. Dengan memuji Allah (الحمد لله) dalam doa, seorang muslim menunjukkan rasa terima kasih dan kesadaran bahwa segala rezeki berasal dari-Nya.

2. Menanamkan Tawadhu’ (Rendah Hati) dan Menghindari Kesombongan

Dengan berdoa, seseorang diingatkan bahwa pakaian bukan untuk pamer atau kesombongan, tetapi untuk menutup aurat dan beribadah.

3. Memohon Keberkahan dan Kebaikan dari Pakaian

Doa berpakaian berisi permohonan agar pakaian baru membawa kenyamanan, keselamatan, dan keberkahan dalam hidup.

4. Mengingatkan Tujuan Syariat dalam Berpakaian

Islam mengajarkan berpakaian bukan hanya penampilan lahiriah, tetapi juga bagian dari adab dan ibadah. Dengan berdoa, seseorang disadarkan bahwa pakaian baru hendaknya digunakan sesuai syariat: menutup aurat, menjaga kehormatan, dan tidak meniru gaya hidup yang dilarang.

Membaca doa saat berpakaian menumbuhkan perasaan ridha dan cukup dengan rezeki yang diberikan Allah, tanpa iri terhadap penampilan orang lain. Hal ini menjaga hati dari sifat berlebihan dan konsumerisme yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Tips UAH Agar Pakaian Baru Hisabnya Ringan di Akhirat

Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga penceramah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan tips menarik agar hisab pakaian baru ringan di akhirat kelak. Menurut dia, segala harta termasuk pakaian akan diperhitungkan pada hari kiamat.

Mengutip artikel berjudul 'Mau Hisab di Akhirat Ringan? Ikuti Cara Sederhana Ustadz Adi Hidayat Ini' di kanal Islami Liputan6.com, UAH menjelaskan bahwa cara terbaik untuk memulai penggunaan pakaian baru adalah dengan memakainya terlebih dahulu untuk sholat.

Menurut UAH, langkah sederhana ini bukan hanya bentuk kesopanan berbusana, tetapi juga cara menanamkan nilai ibadah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal berpakaian.

Beliau menuturkan bahwa setiap pakaian yang dikenakan akan menjadi saksi amal perbuatan manusia di hadapan Allah kelak. Jika pakaian itu pertama kali dipakai untuk ibadah, maka ia akan menjadi saksi kebaikan di hari perhitungan (hisab).

“Kita tidak pernah tahu pakaian mana yang akan menjadi pakaian terakhir kita. Maka pastikan setiap pakaian yang kita miliki pernah dipakai untuk ibadah," demikian ungkap UAH.

Pertanyaan Seputar Topik

1. Apa doa memakai pakaian baru?

Bacaan Doa Memakai Baju Baru

“Allahumma lakal hamdu anta kasautanihi, as-aluka khairahu wa khaira ma shni'a lahu wa a'udzu bika min syarrihi wa syarri ma shuni'a lahu.”

2. Doa memakai pakaian agar dijaga Allah?

Allahumma lakal hamdu anta kasautaniihi, as'aluka khairahu wa khaira ma suni'a lah, wa a'uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni'a lahu. “Semoga engkau bisa mengenakannya sampai lusuh, dan semoga Allah memberimu ganti.” Doa ini singkat, tetapi sarat makna.

3. Apa niat ketika memakai pakaian?

Bagaimana Bunyi Doa Berpakaian? Artinya yaitu: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada di dalamnya.”

4. Apa doa membuka baju agar tidak dilihat jin?

Doa agar tidak dilihat jin saat melepas pakaian adalah dengan mengucapkan "Bismillah" atau bacaan yang lebih lengkap "Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa". Terdapat juga doa yang lebih panjang, yaitu "Allaahummanza\' \'annii robqo- tan nifaaqi wa tsabbitnii \'alal iimaan" yang artinya "Ya Allah, lepaskanlah dariku ikatan sifat munafik dan tetapkanlah aku pada keimanan".

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |