Liputan6.com, Jakarta - Doa menjaga hati dari iri dan dengki menjadi amalan penting bagi setiap muslim agar terhindar dari penyakit hati yang dapat merusak ketenangan jiwa. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat iri dan dengki sering kali muncul tanpa disadari, terutama ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat atau keberhasilan.
Islam mengajarkan agar umatnya selalu membersihkan hati dari sifat-sifat tercela tersebut dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu cara efektif adalah dengan memperbanyak doa menjaga hati dari iri dan dengki agar hati tetap bersih dan tenang.
Hati yang bersih menjadi sumber dari segala kebaikan. Sebaliknya, hati yang dipenuhi iri dan dengki akan menimbulkan kebencian dan memutus tali silaturahmi antar sesama. Rasulullah SAW pun memperingatkan bahaya penyakit hati yang dapat menghancurkan amal baik seseorang.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari).
Hati sebagai Cermin Iman
Penyakit iri dan dengki bukan hanya persoalan perasaan, tetapi juga mencerminkan kualitas keimanan seseorang. Hati yang dipenuhi iri sulit menerima ketetapan Allah SWT dan sering kali merasa tidak puas dengan takdir-Nya.
Oleh karena itu, menjaga hati merupakan bagian dari menjaga iman. Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syams ayat 9–10:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Qad aflaha man zakkāhā, wa qad khāba man dassāhā
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
Maka, salah satu cara mensucikan jiwa adalah dengan memohon perlindungan melalui doa menjaga hati dari iri dan dengki.
Doa dalam Al-Qur’an
Salah satu doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an untuk menghindari penyakit hati terdapat dalam QS. Al-Hasyr ayat 10:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Rabbana ighfir lana wa li ikhwanina alladzina sabaquna bil imani wa la taj‘al fi qulubina ghillan lilladzina amanu, rabbana innaka ra‘ufur rahim.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
Doa ini menjadi pedoman bagi umat Islam agar selalu menjaga hati dari rasa iri terhadap orang lain.
Bahaya Iri dan Dengki
Iri dan dengki termasuk penyakit hati yang dapat merusak amal. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
Sifat iri membuat seseorang tidak bahagia dengan keberhasilan orang lain. Lebih buruk lagi, jika rasa iri berubah menjadi dengki yang berharap nikmat itu hilang dari orang lain.
Langkah Membersihkan Hati
Membersihkan hati dari iri dan dengki tidak mudah, namun bisa dilakukan dengan latihan spiritual. Mulailah dengan introspeksi diri, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan tentunya berdoa menjaga hati dari iri dan dengki.
Dzikir membantu menenangkan batin dan menumbuhkan rasa syukur. Dengan begitu, hati akan terbiasa melihat kebaikan orang lain tanpa merasa terganggu.
Amalan Doa Harian
Dalam kitab Online Terus Bersama Allah dan Rasul-Nya karya Nasrullah Nurdin disebutkan, doa dari QS. Al-Hasyr ayat 10 tadi sangat baik diamalkan setiap selesai sholat fardhu. Selain itu, doa bisa dibaca ketika muncul perasaan iri.
Selain doa tersebut, umat Islam juga dapat membaca doa berikut untuk menenangkan hati:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْغِلِّ وَالْحَسَدِ
Allahumma thahhir qalbi minal ghilli wal hasadi.Artinya: “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari rasa benci dan dengki.”
Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam menjaga hati. Beliau tidak pernah menyimpan dendam, bahkan kepada orang yang menyakitinya. Sikap ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki hati yang bersih dan lapang.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman. Dengan doa menjaga hati dari iri dan dengki, seorang muslim dapat melawan bisikan setan yang menanamkan kebencian.
Hikmah Menjaga Hati
Menjaga hati dari iri dan dengki akan membuka jalan menuju kedamaian hidup. Hati yang bersih memancarkan ketenangan, memudahkan seseorang untuk bersyukur dan berprasangka baik kepada Allah SWT.
Selain itu, seseorang yang terbebas dari penyakit hati akan mudah bersikap ikhlas dan dermawan. Ia tidak merasa terganggu dengan kebahagiaan orang lain, justru turut bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada sesamanya.
Doa Sebagai Terapi Spiritual
Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’, doa dan dzikir adalah terapi paling mujarab bagi penyakit hati. Karena hati yang sakit tidak bisa disembuhkan dengan logika semata, melainkan dengan pendekatan spiritual.
Ibnul Qayyim menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah syifa’ (penyembuh) yang paling ampuh bagi segala penyakit, termasuk iri dan dengki.
Setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa menjaga hati dari iri dan dengki agar hidupnya dipenuhi ketenangan dan dijauhkan dari perasaan buruk terhadap sesama.
Doa bukan hanya ucapan, melainkan bentuk pengendalian diri dan pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang mampu membersihkan hati manusia dari segala penyakit batin.
Dengan membiasakan diri membaca doa menjaga hati dari iri dan dengki setiap hari, seorang muslim akan lebih mudah menerima takdir, bersyukur atas nikmat, dan memandang kehidupan dengan hati yang damai.
Bagaimana cara agar tidak iri pada orang lain?→ Dengan memperbanyak dzikir, introspeksi diri, dan membaca doa menjaga hati dari iri dan dengki secara rutin.
People Also Talk:
1. Apa manfaat membaca doa menjaga hati dari iri dan dengki? Membantu membersihkan hati, menumbuhkan rasa syukur, dan mencegah timbulnya kebencian.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa menjaga hati dari iri dan dengki? Setelah sholat fardhu atau saat muncul rasa iri terhadap orang lain.
3. Mengapa iri dan dengki disebut penyakit hati? Karena merusak ketenangan batin dan menjauhkan seseorang dari rasa syukur.
4. Apakah doa bisa menyembuhkan penyakit hati? Ya, dengan kesungguhan hati dan keyakinan kepada Allah SWT, doa menjadi penyembuh paling efektif.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








