Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan seorang anak, tak ada yang lebih besar jasanya selain kedua orang tua. Lewat kasih sayang, perjuangan, dan pengorbanan merekalah seseorang dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Karenanya, membaca doa mohon ampun untuk kedua orang tua menjadi amalan penting bagi setiap muslim, baik orang tua masih hidup maupun telah tiada.
Doa mohon ampun untuk kedua orang tua lengkap tidak hanya menjadi wujud bakti, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur dan pengharapan agar Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan ampunan kepada mereka. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa anak saleh yang ditujukan untuk orang tuanya akan terus mengalirkan pahala, bahkan setelah keduanya meninggal dunia.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:"Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Oleh karena itu, penting bagi setiap anak untuk senantiasa memanjatkan doa terbaik, agar kedua orang tua mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT.
Keutamaan Mendoakan Kedua Orang Tua
Mendoakan orang tua termasuk salah satu bentuk birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan manusia untuk menghormati mereka sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra ayat 23–24.
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Wa qaḍā rabbuka allā ta‘budū illā iyyāhu wa bil-wālidayni iḥsānā
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu." (QS. Al-Isra: 23).
Ayat ini menegaskan bahwa berbuat baik dan mendoakan orang tua menjadi kewajiban setiap anak. Bahkan setelah mereka tiada, doa tetap menjadi bentuk pengabdian yang paling luhur.
Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan,
هَدَايَا الْأَحْيَاءِ لِلْأَمْوَاتِ الدُّعَاءُ وَالْإِسْتِغْفَارُ
Hadāyā al-aḥyā’i lil-amwāti ad-du‘ā’u wal-istighfāru
“Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan permohonan ampunan kepada Allah (istighfar) untuk mereka.”
Contoh Doa dari Al-Qur’an
Salah satu doa paling dikenal untuk kedua orang tua terdapat dalam Al-Qur’an, yakni QS. Al-Isra ayat 24:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”
Doa ini mencakup permohonan ampunan sekaligus kasih sayang kepada orang tua. Bacaan ini bisa dilantunkan setelah sholat atau kapan pun saat mengingat jasa mereka.
Doa untuk Orang Tua dan Kaum Muslimin
Selain doa khusus, umat Islam juga disarankan membaca doa umum untuk seluruh mukmin, termasuk orang tua, guru, dan semua yang berjasa dalam kehidupan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
Latin: Allāhumma ighfir lil-muslimīna wal-muslimāt, wal-mu’minīna wal-mu’mināt, al-aḥyā’i minhum wal-amwāt
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum Muslimin dan Muslimat, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.”
Dalam doa tersebut, terdapat penekanan khusus kepada orang tua, guru, dan mereka yang memiliki jasa terhadap diri kita.
Doa Rahmat dan Syafaat
Sebagai tambahan, doa berikut dapat dibaca untuk memohon rahmat dan syafaat bagi kedua orang tua dan kaum mukminin yang telah berpulang.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ
Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa‘fu ‘anhum.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah mereka, kasihilah mereka, sehatkanlah mereka, dan maafkanlah kesalahan mereka.”
Doa ini biasanya dibaca setelah pemakaman atau dalam majelis tahlil. Namun, tidak ada batasan waktu untuk memanjatkan doa tersebut karena setiap doa kebaikan akan diterima oleh Allah SWT.
Doa Penutup untuk Kedua Orang Tua
Penutup dari rangkaian doa ini adalah doa sapu jagad yang menjadi kesimpulan permohonan kebaikan di dunia dan akhirat.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār.
Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa tersebut dapat ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah untuk mengiringi pahala doa kepada kedua orang tua.
Pentingnya Istiqamah dalam Berdoa
Doa untuk orang tua tidak cukup hanya dibaca sesekali. Istiqamah dalam mendoakan mereka menunjukkan ketulusan dan rasa terima kasih yang dalam. Rasulullah SAW juga mencontohkan agar umat Islam senantiasa menjaga hubungan spiritual dengan orang tuanya melalui doa.
Dengan istiqamah, doa yang dipanjatkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Sebagaimana disebutkan, “Barang siapa berbakti kepada orang tuanya, maka anak-anaknya kelak akan berbakti kepadanya.”
Menghadiahkan Doa untuk Orang Tua
Menghadiahkan doa bukanlah sekadar ritual, melainkan simbol kasih yang tak terputus. Dalam ajaran Islam, setiap amalan kebaikan yang diniatkan untuk orang tua dapat sampai kepada mereka di alam kubur.
Bahkan ulama menegaskan, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan zikir dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada orang tua adalah amalan yang berpahala besar.
Doa Sebagai Tanda Cinta yang Hakiki
Doa merupakan bentuk cinta yang tidak lekang oleh waktu. Ketika seseorang memanjatkan doa dengan tulus, ia sebenarnya tengah mengikat hubungan ruhani yang abadi dengan orang tuanya.
Kasih sayang orang tua mungkin telah berhenti di dunia, namun cinta anak melalui doa akan terus mengalir hingga di akhirat.
Selain doa, terdapat beberapa amalan pelengkap yang dapat dihadiahkan untuk orang tua, antara lain:
1. Membaca Al-Qur’an dengan niat menghadiahkan pahala.
2. Bersedekah atas nama mereka.
3. Menyambung silaturahmi dengan sahabat orang tua.
4. Melanjutkan perjuangan dan kebaikan yang pernah mereka lakukan.
Semua itu menjadi bentuk nyata dari doa yang diwujudkan dalam amal perbuatan.
Doa Mohon Ampun untuk Kedua Orang Tua Lengkap bukan sekadar rangkaian kata, tetapi wujud cinta, penghormatan, dan pengabdian seorang anak kepada orang tuanya. Melalui doa, hubungan antara anak dan orang tua tetap terjaga, meskipun jarak dunia dan akhirat memisahkan.
Sebagaimana disebut dalam hadis, “Barang siapa berbakti kepada kedua orang tuanya, maka Allah akan panjangkan umurnya dan berkahi kehidupannya.”
Oleh karena itu, jangan pernah berhenti untuk memanjatkan Doa Mohon Ampun untuk Kedua Orang Tua Lengkap, agar mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kita pun mendapatkan keberkahan dalam hidup.
People Also Talk:
1. Apa manfaat membaca doa untuk orang tua setiap hari?Membaca doa setiap hari menjadi bentuk birrul walidain yang mendatangkan keberkahan dan pahala berlipat.
2. Apakah doa anak dapat sampai kepada orang tua yang sudah wafat?Ya, doa anak saleh adalah amal yang pahalanya tetap mengalir kepada orang tuanya.
3. Kapan waktu terbaik membaca doa untuk kedua orang tua?Setelah sholat, terutama selepas sholat Subuh dan Isya, serta setiap kali teringat kepada mereka.
4. Apakah boleh membaca doa dengan bahasa sendiri selain bahasa Arab?Boleh, karena Allah memahami setiap bahasa dan isi hati hamba-Nya.
5. Apa yang bisa dilakukan selain berdoa untuk orang tua yang telah meninggal?Selain doa, bisa bersedekah atas nama mereka, membaca Al-Qur’an, dan melanjutkan amal kebaikannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









