Doa Mohon Keteguhan Iman, Penjaga Hati agar Tetap Istiqamah di Jalan Allah

3 months ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Doa mohon keteguhan iman menjadi amalan penting yang sebaiknya tidak pernah terlewat dari lisan seorang Muslim. Hati manusia begitu mudah berubah, mudah tergoyahkan oleh keadaan dan hawa nafsu. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon kepada Allah agar hati tetap teguh di atas agama-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ujian keimanan datang tanpa disangka-sangka. Ada kalanya seseorang kuat beribadah, namun di waktu lain merasa lemah dan jauh dari semangat spiritual. Di sinilah doa mohon keteguhan iman berperan penting sebagai penjaga hati agar tidak berpaling dari kebenaran.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Hati itu ibarat satu lembar bulu di atas tanah yang kosong, ia terombang-ambing oleh angin sehingga mudah terbolak-balik.” (HR Ahmad). Ungkapan ini menggambarkan betapa rapuhnya hati manusia tanpa bimbingan Allah.

Karena itu, Rasulullah SAW sendiri sering membaca doa agar hatinya tidak tergelincir dari ketaatan. Ia mengajarkan doa ini kepada para sahabatnya untuk diamalkan setiap saat.

Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW

Doa yang paling dikenal dalam permohonan keteguhan iman adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala dinik.

Artinya: “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Doa ini diriwayatkan dalam banyak hadis sahih, dan menjadi doa yang sering Rasulullah SAW panjatkan bahkan ketika imannya paling kuat. Ini menunjukkan bahwa tidak ada jaminan seseorang tetap beriman tanpa pertolongan Allah.

Rasulullah juga membaca doa dari Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 8 sebagai bentuk permohonan agar hati tetap lurus.

Doa dalam Al-Qur’an tentang Keteguhan Iman

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena Engkau Maha Pemberi Karunia.” (QS Ali Imran: 8)

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya memohon agar hati tidak menyimpang setelah mendapatkan hidayah. Hidayah bisa hilang jika manusia lalai menjaga imannya.

Doa Versi Lain dari Rasulullah SAW

Selain doa tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan bacaan lain yang memiliki makna serupa.

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ

Allahumma musharrifal qulub sharrif qulubana ila tha‘atika.

Artinya: “Ya Allah, Zat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.” (HR Muslim)

Doa ini sangat relevan dibaca ketika seseorang merasa ragu, galau, atau mudah tergoda oleh dunia. Sebab, hanya Allah yang dapat menenangkan hati manusia dan mengarahkannya pada kebaikan.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka seluruh tubuh menjadi baik, namun bila ia rusak maka seluruh tubuh menjadi rusak. Daging itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim).

Karena itu, menjaga hati adalah menjaga seluruh amal perbuatan. Dengan doa mohon keteguhan iman, hati akan lebih mudah dikendalikan dan dijauhkan dari sifat sombong, iri, dan dengki.

Keutamaan Membaca Doa Keteguhan Iman

Membaca doa mohon keteguhan iman bukan hanya permohonan biasa, tetapi bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan membutuhkan pertolongan Allah. Rasulullah SAW menjadikan doa ini bagian dari rutinitasnya.

Dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin dijelaskan, doa ini menunjukkan rasa tunduk hamba kepada Tuhannya. Hati manusia tidak dapat kuat tanpa izin Allah.

Pentingnya Istiqamah dalam Iman

Istiqamah berarti teguh dan konsisten dalam keimanan. Tidak mudah goyah walau ada cobaan. Doa keteguhan iman menjadi kunci agar istiqamah tetap terjaga.

Istiqamah juga menjadi tolak ukur akhir kehidupan seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Amal tergantung pada penutupnya.” (HR Bukhari). Maka siapa yang istiqamah di akhir hayat, insya Allah wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Ini

Doa mohon keteguhan iman dapat dibaca kapan saja. Namun, waktu paling utama adalah setelah sholat fardhu, terutama setelah Subuh dan Isya, ketika hati sedang tenang.

Selain itu, doa ini juga sangat dianjurkan ketika seseorang merasa gundah, bingung dalam mengambil keputusan, atau sedang menghadapi ujian hidup.

Cara Menguatkan Iman Lewat Doa

Doa adalah penghubung langsung antara hamba dan Tuhannya. Membaca doa keteguhan iman dengan hati yang khusyuk dapat menguatkan batin.

Selain berdoa, seseorang juga harus berusaha memperbanyak amal saleh seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berzikir. Semua itu membantu menumbuhkan keimanan yang kokoh.

Hati dan Pengaruh Lingkungan

Lingkungan sangat berpengaruh pada kekuatan iman. Jika seseorang berada di lingkungan yang baik, maka doanya akan lebih mudah terkabul karena didukung amal saleh di sekitarnya.

Sebaliknya, lingkungan yang buruk bisa melemahkan iman. Karena itu, menjaga pergaulan juga bagian dari doa mohon keteguhan iman agar hati tidak tergoda.

Hati yang Terguncang Perlu Disembuhkan

Ketika seseorang mengalami kekecewaan, kehilangan, atau kesedihan mendalam, hatinya mudah terguncang. Pada saat seperti ini, doa keteguhan iman menjadi penenang jiwa.

Dengan doa, seorang Muslim belajar menyerahkan segala urusan kepada Allah dan percaya bahwa setiap ujian pasti ada hikmahnya.

Manfaat Spiritual Membaca Doa Keteguhan Iman

Selain menenangkan hati, doa ini menumbuhkan rasa tawakal dan optimisme. Orang yang rajin membacanya lebih tenang menghadapi masalah hidup.

Ketika iman kuat, seseorang tidak mudah iri, marah, atau sombong. Sebaliknya, ia akan lebih ikhlas menerima takdir Allah.

Doa yang Dapat Diamalkan Bersama

Tidak hanya individu, doa ini juga bisa dibaca bersama keluarga agar seluruh anggota rumah tangga diberi keteguhan iman.

Rasulullah SAW mencontohkan untuk saling mendoakan sesama Muslim agar selalu mendapat rahmat dan hidayah.

Doa Penutup yang Dianjurkan

Setelah membaca doa mohon keteguhan iman, dianjurkan menutup dengan memuji Allah dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad.”

Dengan penutup ini, doa menjadi lebih sempurna dan penuh berkah.

Keteguhan Iman sebagai Rahmat Allah

Hati yang teguh bukan hasil kekuatan diri, melainkan rahmat dari Allah SWT. Maka, doa ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa pertolongan-Nya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Anfal ayat 2, orang beriman adalah mereka yang hatinya bergetar ketika disebut nama Allah. Itu tanda hati yang lembut dan teguh.

Doa Mohon Keteguhan Iman di Akhir Zaman

Di era modern yang penuh godaan, doa ini semakin relevan. Dunia yang serba cepat dan digital membuat hati mudah lalai. Dengan doa mohon keteguhan iman, seorang Muslim menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Doa ini menjadi tameng dari fitnah zaman dan pengingat bahwa keimanan sejati adalah keteguhan hati dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Tema Keteguhan Iman

1. Apa itu doa mohon keteguhan iman?Doa ini adalah permohonan agar hati tetap teguh di atas agama Allah dan tidak mudah tergoda oleh kesesatan.

2. Mengapa Rasulullah SAW sering membaca doa ini?Karena hati manusia mudah berubah, bahkan Nabi sendiri memohon agar hatinya selalu teguh dalam keimanan.

3. Kapan waktu terbaik membaca doa keteguhan iman?Bisa kapan saja, namun paling utama setelah sholat fardhu, terutama setelah Subuh dan Isya.

4. Apa manfaat membaca doa ini setiap hari?Menumbuhkan ketenangan, menghindarkan dari kemunafikan, dan meneguhkan keyakinan kepada Allah.

5. Apakah doa ini bisa dibaca bersama keluarga?Ya, sangat dianjurkan agar seluruh anggota keluarga diberi keteguhan iman dan hidup dalam keberkahan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |