Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan yang semakin penuh cobaan, Doa Mohon Perlindungan dari Kezaliman menjadi salah satu amalan penting yang seharusnya tak pernah lepas dari lisan setiap muslim. Doa ini bukan sekadar permohonan keselamatan fisik, tetapi juga benteng spiritual dari sikap aniaya, iri, dan zalim yang bisa datang dari siapa pun.
Kezaliman, dalam makna luasnya, mencakup semua bentuk penindasan — baik yang dilakukan terhadap orang lain, maupun terhadap diri sendiri. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berulang kali mengingatkan umat manusia untuk menjauhi sifat zalim dan selalu memohon perlindungan dari akibatnya. Karena itu, Doa Mohon Perlindungan dari Kezaliman menjadi salah satu bentuk kesadaran bahwa kekuatan sejati hanyalah milik Allah SWT.
Keberadaan orang-orang zalim bukan hanya membawa penderitaan sosial, tetapi juga menjadi tanda lemahnya rasa takut kepada Allah. Nabi Muhammad SAW mengingatkan dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim).
Umat Islam diajarkan untuk tidak tinggal diam ketika dizalimi, melainkan bersandar sepenuhnya kepada Allah melalui doa. Banyak ayat dan hadits yang memberikan tuntunan doa bagi orang yang ingin dijauhkan dari kezaliman manusia maupun penguasa.
Doa-Doa yang Dianjurkan untuk Perlindungan
Salah satu doa yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 47 menjadi rujukan utama:
۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj‘alnā ma‘al-qaumiẓ-ẓālimīn
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.”
Doa ini menggambarkan rasa takut seorang mukmin agar tidak menjadi bagian dari kaum zalim, baik secara sengaja maupun tidak.
Selain itu, Nabi Musa AS juga mencontohkan doa dalam situasi ketakutan dan ketidakadilan. Saat melarikan diri dari Mesir, ia berdoa sebagaimana tertulis dalam surat Al-Qashash ayat 21:
فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Fa kharaja minhā khā’ifan yatarraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”
Perlindungan dari Penguasa Zalim
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW juga berdoa agar dijauhkan dari pemimpin yang zalim:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ.
Allāhumma man waliya min amri hādzihī ummatī syai’an fara faq bihim farfiq bih, wa man syaqqa ‘alaiha fasyaqq ‘alaihi.
Artinya: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin urusan umatku ini lalu ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia.” (HR. Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa doa bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga senjata spiritual untuk menegakkan keadilan di tengah masyarakat.
Ulama menjelaskan bahwa doa ini menjadi pengingat agar seorang pemimpin tak berbuat zalim terhadap rakyatnya, sebab kezaliman penguasa akan menimbulkan murka Allah dan kehancuran sebuah negeri.
Menghindari Dosa Karena Membalas Kezaliman
Salah satu hikmah dari Doa Mohon Perlindungan dari Kezaliman adalah menjaga hati agar tidak membalas keburukan dengan keburukan. Al-Qur’an menegaskan, “Balaslah kejahatan dengan yang lebih baik.” (QS. Fushshilat: 34).
Karena itu, orang beriman seharusnya menjadikan doa sebagai jalan keluar dari dendam. Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa pendek tapi sarat makna:
اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ
Allahumma ikfinīhim bimā syi’ta
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dari mereka dengan cara yang Engkau kehendaki.”
Doa ini menjadi bentuk penyerahan total kepada Allah agar kezaliman yang menimpa seseorang tidak mengarah pada kebencian, melainkan ketenangan hati.
Doa dari Al-Qur’an dan Sunnah
Selain doa Nabi Musa dan doa dalam Al-A’raf, umat Islam dianjurkan membaca surah Al-Falaq dan An-Naas untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Artinya: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh.”
Dua surat pendek ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain, yaitu bacaan perlindungan yang mampu menolak sihir, kebencian, dan kezaliman manusia.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang diriwayatkan Abu Dawud:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ، وَنَدْرَأُ بِكَ فِي نُحُورِهِمْ
Allahumma innā na‘ūdzu bika min syurūrihim, wa nadra’u bika fī nuḥūrihim
Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka, dan kami memohon perlindungan-Mu dari serangan mereka.”
Keutamaan Membaca Doa Ini Setiap Hari
Banyak ulama berpendapat bahwa doa ini hendaknya dibaca setiap pagi dan malam. Selain menumbuhkan ketenangan, juga menjadi pengingat bahwa manusia tidak pernah lepas dari potensi kezaliman, baik kecil maupun besar.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, kezaliman bisa muncul dari sikap sombong, tidak amanah, atau menolak kebenaran. Karenanya, memohon perlindungan kepada Allah adalah langkah pencegahan terbaik.
Hikmah dan Manfaat Spiritual
Doa Mohon Perlindungan dari Kezaliman tidak hanya melindungi dari kejahatan luar, tapi juga membersihkan hati dari keinginan untuk menindas. Ia mendidik jiwa agar tetap rendah hati dan pasrah kepada ketentuan Allah.
Ketika seseorang membaca doa ini dengan penuh keyakinan, Allah akan menenangkan hatinya dan menegakkan keadilan-Nya, sebagaimana janji-Nya dalam QS. Asy-Syura: 42, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
Dalam dunia yang sarat ketidakadilan, Doa Mohon Perlindungan dari Kezaliman menjadi pelindung sejati. Setiap kalimat doa yang terucap adalah pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menjaga kita dari segala bentuk kezaliman.
Karena itu, jadikan doa ini amalan harian, bukan hanya ketika terzalimi. Sebab, orang yang senantiasa berdoa memohon perlindungan, akan dijaga oleh Allah di dunia dan akhirat dari segala bentuk kezaliman manusia.
People Also Talk
1. Apa manfaat membaca Doa Mohon Perlindungan dari Kezaliman?Doa ini membantu menjaga diri dari kejahatan, iri, dan fitnah yang bisa menjerumuskan seseorang dalam dosa.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa ini?Dianjurkan setiap pagi, setelah sholat, dan ketika merasa takut terhadap kezaliman seseorang.
3. Apakah doa ini bisa dibaca dalam bahasa Indonesia?Boleh, asalkan dibaca dengan penuh khusyuk dan keyakinan kepada Allah SWT.
4. Apakah doa ini hanya untuk orang yang sedang dizalimi?Tidak. Doa ini juga penting dibaca agar kita tidak menjadi orang zalim kepada orang lain.
5. Mengapa kezaliman disebut kegelapan di hari kiamat?Karena kezaliman menghapus cahaya amal dan menutupi kebenaran, sehingga pelakunya akan hidup dalam kegelapan abadi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









