Liputan6.com, Jakarta - Utang piutang dalam kehidupan sehari-hari lumrah terjadi dan diperbolehkan dalam Islam. Namun, tak jarang terjadi kendala sehingga seseorang kesulitan melunasinya. Maka itu, sebagai bagian dari ikhtiar, penting bagi umat Islam untuk mengetahui doa pelunas hutang cepat dan berkah.
Y Sonafist dalam jurnal Utang Piutang dalam Perspektif Fiqih menjelaskan, dalam fiqih utang piutang bukan sekadar transaksi pinjam-meminjam, tetapi merupakan kewajiban hukum yang memiliki aturan detail mengenai keabsahan, pengalihan, dan penyelesaiannya. Hukum membayar utang merupakan kewajiban syar'i, termasuk dalam hak adami (hak manusia) yang harus diselesaikan.
Cukup banyak dalil mengenai kewajiban membayar utang. Di antaranya dalam hadis mengenani jiwa mukmin yang tertahan karena utang. Nabi SAW bersabda: "Jiwa seorang mukmin tertahan dengan utangnya hingga dilunasi." (HR. Ahmad, Tirmidzi).
Doa pelunas hutang menjadi ikhtiar bathin agar rezeki mengalir deras dan menjadikan kita dimudahkan membayar utang dan menyelesaikan masalah.
Doa Pelunas Hutang Cepat dan Berkah
Amalan doa pelunas utang cukup banyak diajarkan Nabi SAW dan para ulama berdasar Al-Qur'an dan sunnah. Berikut ini adalah kumpulan doa agar hutang cepat lunas, merujuk Fadhâ'ilul Qur’ân karya Ja’far bin Muhammad al-Mustaghfiri, Syarah Muslim dan Buku Induk Doa 'Al-Adzkar' karya Imam An-Nawawi, Hisnul Muslim, Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Doa-Doa Penting Sehari-Hari Terbitan Kemenag Jatim, Risalah Tuntunan Sholat Lengkap Dzkir dan Doa Mustajab karya, Ustadz Abu Quro dan Majmu Syarif Qolbu karya Ahmad Fahmi Kamil.
1. Doa Rasulullah Riwayat Muadz RA
Nabi Muhammad SAW mengajari Mu’adz untuk membaca Surat Ali Imran ayat 26-27 dan sebaris doa berikut:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ. (26). [آل عمران 26-27]. أَنْتَ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، تُؤْتِي مِنْهُمَا مَا تَشَاءُ وَتَمْنَعُ مِنْهُمَا مَا تَشَاءُ، فَقْضِ عَنِّي دَيْنِيْ
Latin: Qulillāhumma Mālika al-Mulk, tu’tī al-mulka man tasyā’u, wa tanzi‘u al-mulka mimman tasyā’u, wa tu‘izzu man tasyā’u, wa tudhillu man tasyā’u, biyadikal-khayr, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.Tūliju al-layla fī an-nahār, wa tūliju an-nahāra fī al-layl, wa tukhriju al-hayya mina al-mayyit, wa tukhriju al-mayyita mina al-hayy, wa tarzuqu man tasyā’u bighayri hisāb.
Anta Rahmāna ad-dunyā wal-ākhirah wa Rahīmahumā, tu’tī minhumā mā tasyā’u, wa tamna‘u minhumā mā tasyā’u, faqḍi ‘annī dainī.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Kauberikan kekuasaan kepada siapapun yang Kaukehendaki, dan Kaucabut kekuasaan dari siapa pun yang Kaukehendaki. Kau muliakan siapapun yang Kaukehendaki dan Kauhinakan siapapun yang Kaukehendaki. Di dalam kekuasaan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (27) Kaumasukkan malam ke dalam siang dan Kaumasukkan siang ke dalam malam; Kaukeluarkan yang hidup dari yang mati dan Kaukeluarkan yang mati dari yang hidup; dan Kauberikan rezeki kepada siapa yang Kaukehendaki tanpa perhitungan.” (Surat Ali Imran :26-27).
Engkau adalah Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan di akhirat. Engkau berikan apa yang Kaukehendaki dari keduanya, dan Engkau cegah apa yang Kaukehendaki dari keduanya, karenanya lunasilah utangku.'”
Diriwayatkan, suatu hari sahabat Mua’adz bin Jabal tidak hadir dalam shalat Jumat. Usut punya usut ternyata ia bersembunyi di dalam rumah karena ada orang yang hendak menagih utang kepadanya. Rasulullah kemudian mengajarkan amalan agar Muadz terbebas dari jeratan utang tersebut, sebagaimana disebut di atas.
Di akhir riwayat, Nabi saw menegaskan ulang: “Andaikan kamu punya utang emas sepenuh bumi, niscaya Allah akan melunasinya darimu.” (Ja’far bin Muhammad al-Mustaghfiri, Fadhâ'ilul Qur’ân, Beirut, Dârul Kutubil ‘Ilmiyah), halaman 216).
2. Doa Pelunas Hutang dari Rasulullah
Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad kepada Mu’adz Selain riwayat al-Mustaghfiri tersebut, juga terdapat riwayat lain dari ijazah doa pelunas utang dari Nabi Muhammad saw kepada Mu’adz bin Jabal ra, di mana Mu’adz ra disarankan untuk membaca doa:
اَللَّهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ وَكَاشِفَ الْكَرْبِ مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، اِرْحَمْنِي فِي قَضَاءِ دَيْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ
Latin: Allāhumma fārijal-hammi wa kāsyifal-karbi, mujība da‘watil-muḍṭarri, raḥmāna ad-dunyā wal-ākhirah wa raḥīmahumā, irḥamnī fī qaḍā’i dainī raḥmatan tugh'nīnī bihā ‘an raḥmati man siwāk.
Artinya: “Ya Allah Zat yang membukakan (solusi) keprihatinan, yang membukakan (solusi) kesusahan, yang mengabulkan doa orang yang terdesak, Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan di akhirat, belaskasihilah aku dalam melunasi hutangku, dengan belas kasih yang dengannya aku tidak membutuhkan belas kasih selain dari-Mu.”
Di akhir riwayat Mu’adz kemudian berkata: “Lalu aku terus-menerus membaca doa itu, kemudian lunaslah utangku.” (Muhammad bin Abdullah al-Jardani, al-Jawâhir al-Lu’lû’iyyah fi Syarhil Arba’în an-Nawawiyyah, [Manshurah, Maktabah al-Îman], halaman 160).
3. Doa Pelunas Hutang Sebelum Tidur
Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Latin: Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
Artinya:“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.
4. Doa Pelunas Hutang yang Diajarkan kepada Ali RA
Doa pelunas utang Rasulullah SAW ini diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allāhumma-kfinī bihalālika 'an harāmika wa aghninī bifadhlika 'amman siwāk
Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi No. 3563, Kitab Sunan At-Tirmidzi, Bab DoaStatus Hadis: Hasan).
Doa ini diajarkan Nabi SAW untuk meminta kecukupan rezeki halal dan terhindar dari yang haram, termasuk sebagai perlindungan dari keterpaksaan berutang atau tidak mampu melunasinya.
Dari sahabat ‘Ali bin Abi Thalib r.a., yang berkata:
“Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku beberapa kalimat agar aku membacanya ketika menghadapi suatu perkara.” Lalu beliau membaca doa ini. Hadis ini dinilai hasan oleh Imam At-Tirmidzi dan diperkuat oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah (no. 266).
4. Doa Agar Diberi Kemudahan Urusan
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Latin: Allāhumma lā sahla illā mā ja'altahu sahlā, wa anta taj'alul hazna idzā syi'ta sahlā
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan) jika Engkau kehendaki menjadi mudah." (Ibnu Hibban No. 2427Kitab Shahih Ibnu Hibban Penulis: Al-Hafizh Ibnu Hibban).
Ulama menyebut doa ini sering dibaca oleh Rasulullah ﷺ ketika menghadapi urusan berat, seperti belajar, menulis, berperang, atau menghadapi keputusan besar.
5. Doa Nabi Ayyub Saat Sakit dan Kesulitan
أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Latin: Annī massaniyadh-dhurru wa anta arhamur rāhimīn
Artinya: "Sesungguhnya aku telah ditimpa bahaya (kesulitan) dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang." (QS. Al-Anbiyā’ ayat 83).
Doa ini dipanjatkan Nabi Ayub AS ketika menghadapi ujian berat, termasuk kehilangan harta dan kesehatan. Sangat tepat untuk yang sedang terpuruk secara finansial.
Doa ini sangat dianjurkan untuk orang yang sakit, tertekan batin, atau dalam kesulitan ekonomi. Dibaca dengan penuh keyakinan dan ketenangan hati, terutama setelah sholat, di waktu sahur, atau ketika sujud terakhir.
6. Doa Kelapangan Rezeki
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24).
Doa ini diucapkan oleh Nabi Musa عليه السلام setelah beliau melarikan diri dari Mesir karena tanpa sengaja membunuh seorang Qibthi (kaum Fir’aun) yang sedang bertengkar dengan seorang Bani Israil.
Beliau tiba di negeri Madyan dalam keadaan, lapar, tanpa bekal dan tempat tinggal, sendirian di negeri asing.
Doa ini dianjurkan dibaca ketika menghadapi kesulitan rezeki, mencari pekerjaan atau jalan keluar hidup, merasa tidak berdaya dan membutuhkan pertolongan Allah.
Bacalah dengan penuh keyakinan dan rasa butuh sejati, seperti Musa yang duduk sendiri di bawah pohon, tanpa daya selain berharap kepada Tuhannya.
7. Doa Kanzul 'Arasy
Doa kanzul 'arasy diibaratkan sebagai lampu yang sangat terang di dunia. Barangsiapa yang membaca doa ini, insyaAllah seluruh keperluan di dunia dan akhiratnya akan terpenuhi. Berikut doa yang dapat diamalkan.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ الْمَنَّانُ يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَاالْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ وَبِقُوَّتِكَ الَّتِي قَهَرْتَ بِهَا كُلَّ شَيْءٍ وَخَضَعَ لَهَا كُلُّ شَيْءٍ وَبِجَلالِكَ الَّذِي لَا يَرْدَى لَهُ ثَنَاءٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَنْ تُرْزِقَنِيْ فَضْلًا مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَةً مِنْ رَحْمَتِكَ وَأَنْ تُهْدِيَنِيْ بِهَا أَقْوَامًا بِالشَّفَاعَةِ وَالرِّضْوَانِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Allahumma inni as'aluka bi-anna lakal hamd, la ilaha illa anta wahdaka la sharika laka, al-mannanu ya badi'as-samawati wal-ardhi ya dhal-jalali wal-ikrami, ya hayyu ya qayyumu, inni as'aluka bi-rahmatika allati wasi'at kulla shay'in, wa bi-quwwatika allati qaharta biha kulla shay'in wa khada'a laha kulla shay'in, wa bi-jalalika alladi la yuraddu lahu thana'un, an tusal-lia 'ala Muhammadin wa ali Muhammad, wa an turziqani fadlan min fadlika wa rahmatan min rahmatika, wa an tuhdiyani biha aqwaman bil syafaa'ati war-ridhwani, innaka 'ala kulli shay'in qadeer.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan segala puji bagi-Mu. Tidak ada Tuhan selain dari-Mu yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu. Engkaulah Dzat yang Maha Pemberi kebaikan, wahai Pencipta langit dan bumi yang Maha Mulia dan Maha Pemurah, ya Tuhan yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri.
Aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu dan dengan kekuatan-Mu yang menundukkan segala sesuatu. Engkaulah yang Maha Mulia dan tiada sesuatu pun yang dapat menyamai-Mu.
Aku memohon kepada-Mu untuk memberikan sholawat atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, memberikan keutamaan dari keutamaan-Mu, rahmat dari rahmat-Mu, dan memberikan aku petunjuk kepada kebaikan dan keselamatan. Semoga Engkau mengarahkan segala urusanku kepada orang-orang yang mendapat syafaat dan keridhaan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Amalan-Amalan Agar Utang Cepat Lunas
Amalan untuk mempercepat pelunasan utang mencakup dua sisi utama, yaitu usaha spiritual yang memperkuat hubungan dengan Allah, dan usaha lahiriah yang menunjukkan tanggung jawab moral.
1. Memperbanyak Istighfar
Istighfar merupakan amalan utama yang membuka pintu rezeki dan melancarkan urusan hidup, termasuk dalam pelunasan utang. Dengan memperbanyak memohon ampunan kepada Allah, seseorang membersihkan diri dari penghalang keberkahan yang berasal dari dosa.
Para ulama menjelaskan bahwa dosa dapat menutup pintu rezeki, sedangkan istighfar membuka jalan keluarnya. Selain itu, istighfar menenangkan hati dan menumbuhkan optimisme spiritual — sehingga seseorang menjadi lebih lapang dalam berusaha dan berdoa.
2. Membaca Doa Pelunas Utang
Doa adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah yang Mahakuasa atas segala rezeki dan kemudahan. Dalam konteks utang, doa menjadi ikhtiar ruhani yang memperkuat usaha lahiriah. Beberapa doa yang dikenal sebagai pelunas utang mengandung makna permohonan agar Allah mencukupkan kebutuhan dengan rezeki yang halal, menjauhkan dari hal yang haram, serta mengkayakan seseorang dengan karunia-Nya.
Ulama mengajarkan agar doa semacam ini dibaca dengan keyakinan penuh dan kesadaran bahwa pertolongan hanya datang dari Allah, bukan dari kemampuan diri sendiri.
3. Bersedekah Meski dalam Kesempitan
Sedekah termasuk amalan yang mengandung rahasia besar dalam urusan rezeki. Ulama menjelaskan bahwa sedekah bukanlah mengurangi harta, melainkan memurnikan dan menambah keberkahan di dalamnya. Orang yang memiliki utang tetap dianjurkan bersedekah, walau kecil, karena Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih luas.
Sedekah juga melatih hati untuk tidak terikat pada harta dan menumbuhkan keyakinan bahwa Allah-lah pemilik segalanya.
Sholat sunnah seperti Dhuha dan Hajat sangat dianjurkan bagi orang yang memiliki beban utang. Dhuha membuka pintu rezeki di waktu pagi, sedangkan Hajat adalah sarana memohon kemudahan urusan tertentu kepada Allah. Ulama menilai bahwa salat sunnah memperkuat hubungan dengan Allah dan menenangkan batin, membuat seseorang lebih mudah menemukan jalan keluar dari kesulitan finansial.
5. Menjaga Kejujuran dan Niat Melunasi
Ulama menegaskan bahwa orang yang jujur dan sungguh-sungguh berniat melunasi utang akan dibantu Allah dengan cara yang tidak terduga. Kejujuran adalah pondasi keberkahan dalam setiap usaha. Orang yang menipu atau mengabaikan tanggung jawab terhadap utang justru akan dijauhkan dari pertolongan.
Niat yang baik dan komitmen untuk melunasi utang mencerminkan kesungguhan hati, dan ini termasuk amal yang dicintai Allah.
6. Mengatur Keuangan dan Menahan Gaya Hidup
Banyak ulama menekankan pentingnya hidup sederhana dan menghindari pemborosan sebagai bentuk ikhtiar melunasi utang. Mengatur pengeluaran dengan cermat, mendahulukan kebutuhan pokok, dan menunda hal yang tidak penting akan mempercepat proses pelunasan.
Selain itu, menghindari riba dan transaksi tidak halal menjaga keberkahan rezeki agar tidak cepat habis atau hilang manfaatnya.
7. Membaca Zikir dan Wirid yang Melapangkan Rezeki
Beberapa zikir tertentu, seperti mengucapkan La ilaha illallah, Subhanallah wa bihamdih, dan Alhamdulillah, merupakan bentuk pujian yang mendatangkan kebaikan. Ulama menjelaskan bahwa zikir yang dilakukan terus-menerus melapangkan hati, menenangkan pikiran, dan memudahkan datangnya pertolongan.
Zikir juga membuat seseorang merasa dekat dengan Allah, sehingga tidak mudah gelisah meski beban utang masih ada.
8. Membaca Doa Para Nabi dalam Kesulitan
Doa-doa yang pernah diucapkan oleh para nabi — seperti doa Nabi Yunus ketika dalam kesempitan atau doa Nabi Musa ketika dalam keadaan fakir — memiliki kekuatan spiritual tinggi. Membacanya dengan kesadaran dan keyakinan menumbuhkan rasa tawakal dan harapan yang kuat. Ulama menilai bahwa doa-doa tersebut bukan hanya permohonan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kelemahan diri dan kebergantungan penuh kepada Allah.
9. Memperbanyak Amal Baik dan Menolong Sesama
Salah satu cara Allah melunaskan utang seseorang adalah melalui amal baik yang dilakukannya terhadap orang lain. Menolong, mempermudah urusan, atau memberi pinjaman tanpa riba termasuk amalan yang sangat besar nilainya.
Ulama menjelaskan bahwa siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat — termasuk urusan utang.
10. Bersabar dan Yakin pada Allah
Utang tidak selalu bisa lunas dalam waktu singkat. Namun keyakinan kepada waktu terbaik menurut Allah adalah bagian dari keimanan. Ulama menasihati agar orang yang berutang tetap sabar, terus berdoa, berusaha, dan tidak berputus asa.
Kesabaran yang disertai amal saleh akan mendatangkan pertolongan secara bertahap, hingga akhirnya Allah membuka jalan yang paling tepat untuk melunasi utang.
People Also Talk:
1. Baca doa apa agar hutang cepat lunas?
MUDAH LUNASI HUTANG SEPENUH GUNUNG DENGAN DOA INI Hidup dalam ..."Allahumma inni a'udzu bika minal ma'tsami wal maghram." Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya utang." (HR Bukhari: 2397 dan Muslim: 5). Doa-doa tersebut melatih hati kita untuk senantiasa berserah diri kepada Allah.
2. Apa doa yang ampuh untuk hapus hutang?
Saya seorang desainer interior yang selalu siap membantu Anda di masa depan Bapa Surgawi, aku mohon pengampunan dosa yang supernatural. Bukalah pintu rezeki, kebaikan, dan kebijaksanaan finansial. Hapuskan setiap beban dosa dan biarkan aku bebas, berkelimpahan, dan damai sejahtera, agar hidupku memuliakan-Mu. Amin.
3. Bagaimana cara melunasi hutang tapi tidak punya uang?
Untuk melunasi utang saat tidak punya uang, Anda perlu membuat anggaran, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, mencari penghasilan tambahan, dan bernegosiasi dengan kreditur. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan aset yang ada untuk dijual atau menggunakan metode pelunasan utang yang terstruktur seperti snowball atau avalanche.
4. Apa doa pelunas hutang dari Rasulullah?
Allahumak-finii bi halaalika 'an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika 'amman siwaak. Artinya: "Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu."

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









