Liputan6.com, Jakarta Puasa Arafah adalah ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji. Dalam menjalankan Puasa Arafah ini, salah satu yang harus dilakukan adalah melafalkan doa Puasa Arafah.
Doa Puasa Arafah sendiri bisa dibaca baik pada malam hari sebelum melakukan puasa, maupun pada siang hari hingga waktu zuhur jika lupa membacanya ketika malam hari. Selain bacaan doa Puasa Arafah, tata cara dan dasar dibaliknya juga penting untuk diketahui.
Untuk itu berikut ini, akan Liputan6 bahas secara lengkap mengenai doa Puasa Arafah beserta bacaannya dalam Arab, latin dan artinya, serta pelaksanaan Puasa Arafah, pada Selasa (4/11).
Doa Puasa Arafah Lengkap
Niat adalah ruh dari sebuah ibadah dalam Islam, hal ini termasuk dalam ibadah Puasa Arafah. Dimana bagian doa atau niat ini merupakan syarat sah dalam setiap ibadah. Doa dan niat Puasa Arafah dapat dibaca dalam dua waktu yang berbeda, yaitu pada malam hari sebelum puasa atau pada siang hari jika lupa membacanya pada malam hari.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi bagi yang lupa membaca niat di malam hari, masih ada kesempatan lagi untuk membacanya pada siang hari hingga waktu zuhur. Kemudahan ini menunjukan bahwa Islam selalu memberi ruang dan kemudahan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah meski ada kelalaian. Berikut ini bacaan doanya:
1. Doa Puasa Arafah Malam Hari
Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin: Nawaitu shauma yauma 'arafata sunnata-lillâhi ta'ala
Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Doa Puasa Arafah Siang Hari
Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ."
Hukum dan Tata Cara Puasa Arafah
Pengertian, hukum dan tata cara Puasa Arafah juga merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum melaksanakan ibadah ini. Puasa Arafah merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan wukuf di padang Arafah oleh jamaah haji. Puasa Arafah ini adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena jatuh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan merupakan hari mulia.
Allah SWT berfirman dan menegaskan kemulian hari-hari ini dalam Al-Qur'an Surat Al-Fajr ayat 1-2, yang berbunyi:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh."
Sedangkan hukum Puasa Arafah sunnah muakkad yang artinya ibadah ini sangat dianjurkan namun tidak wajib untuk dilakukan. Sehingga bagi umat muslim yang tidak melaksanakannya tidak berdosa, dan mereka yang melaksanakannya akan mendapat pahala yang sangat besar. Namun terdapat pengecualian khusus bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah.
Dalam riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Abbas ra, juga berbunyi:
“Nabi SAW tidak berpuasa ketika di Arafah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, dan beliau meminumnya." (HR. Tirmidzi)
Sedangkan bagi mereka yang melaksanakan bisa melakukan Puasa Arafah bisa melaksanakannya mengikuti tata cara puasa pada umumnya, namun dengan kekhususan karena dilaksanakan pada hari yang sangat mulia.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membaca niat dan doa Puasa Arafah dengan penuh keyakinan, baik dimalam hari sebelum puasa atau pada siang hari jika terlupa. Meskipun tidak ada ketentuan khusus, sahur juga sangat dianjurkan untuk dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW berikut ini:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
"Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan" (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan dan Amalan Lain Selama Puasa Arafah
Puasa Arafah juga memiliki keistimewaan dari segi keutamaannya yang luar biasa, keutamaan ini dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW, dimana keutamaan utama dari puasa Arafah adalah menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
"Puasa di hari Arafah di sisi Allah, menghapus (dosa-dosa) setahun yang lampau dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)
Selain itu, Puasa Arafah yang dilaksanakan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga merupakan hari dimana amal saleh sangat dicintai oleh Allah SWT. Sehingga Puasa Arafah juga bisa menjadi sebab seseorang dibebaskan dari siksa neraka dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
Selain puasa, hari Arafah juga merupakan hari yang baik untuk memperbanyak berbagai amalan-amalan sunnah lainnya. Mengingat hari Arafah adalah waktu mustajab untuk berdoa, sehingga sangat dianjurkan untuk memohon ampunan dan berbagai hajat kepada Allah SWT.
Memperbanyak mengucapkan istighfar dan tasbih juga adalah amalan tambahan yang sangat dianjurkan di hari Arafah. Dimana Allah menjanjikan pengampunan bagi hamba Nya yang beristighfar dengan sungguh-sungguh. Selain itu, berbagi kepada sesama dengan sedekah dan memberi bantuan pada orang yang membutuhkan juga bisa menambah pahala di hari yang penuh berkah ini.
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang memiliki keutamaan yang luar biasa dan dapat menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan memahami niat, tata cara dan doa Puasa Arafah yang benar, serta keutamaannya, diharap setiap muslim bisa memaksimalkan pahala dan keberkahan hari yang mulia ini.
Tanya Jawab (QnA)
Q: Bolehkah jamaah haji yang sedang di Arafah melaksanakan puasa Arafah?
A: Tidak dianjurkan bagi jamaah haji untuk berpuasa di hari Arafah karena dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi dan stamina dalam melaksanakan wukuf. Rasulullah SAW sendiri tidak berpuasa ketika berada di Arafah saat haji wada'.
Q: Kapan waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Arafah?
A: Niat puasa Arafah sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum puasa (setelah maghrib). Namun, jika lupa, masih boleh dibaca pada siang hari hingga waktu Zuhur dengan niat yang berbeda.
Q: Apakah ada perbedaan tata cara puasa Arafah dengan puasa sunnah lainnya?
A: Secara teknis, tata cara puasa Arafah sama dengan puasa sunnah lainnya (menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari imsak hingga maghrib). Perbedaannya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya yang khusus pada 9 Dzulhijjah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








