PENELITI permainan tradisional dari Institut Seni Budaya Indonesia atau ISBI Bandung, M. Zaini Alif, menyelidiki dugaan permainan papan atau boardgame kuno yang terdapat di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Permainan itu terletak di relief Jataka yang berada di lantai bawah.
Kajian studi permainan yang dimulai pada 2025 itu berawal dari informasi kolega peneliti permainan tradisional di Belanda tentang indikasi boardgame di relief Candi Borobudur. “Kolega di luar negeri menyebutnya sebagai Borobudur Game tapi mereka tidak tahu cara mainnya seperti apa,” kata Zaini kepada Tempo, Selasa 14 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Semula pencarian menyasar ke relief Karangbangga yang juga mengisahkan 16 permainan larangan Budha karena dapat mengganggu konsentrasi para biksu, di antaranya permainan papan astapada, dasapada, permainan garis yang tidak boleh diinjak, melempar tumpukan batu, termasuk permainan yang menggunakan dadu.
Berbekal informasi dari Balai Konservasi Borobudur, pencarian beralih ke relief Jataka hingga akhirnya ditemukan ukiran boardgame yang dicari sesuai gambar kiriman kolega Zaini di Belanda. Pada relief itu digambarkan dua orang kesatria yang duduk berhadapan bersama istri dan pengawalnya masing-masing. Di tengah keduanya terdapat bidang persegi memanjang tegak yang kedua sisinya agak cekung seperti jam pasir.
Rekonstruksi gambar yang diduga boardgame kuno pada relief Candi Borobudur. Foto: Zaini Alif
Pada bagian dalam bidang itu dibuat garis-garis mendatar hingga 10 tingkat yang diselingi gambar bunga di bagian tengah. “Ada juga dua dadu dan enam pion, beberapa pemikiran menduga ini permainan judi di kalangan atas,” kata Zaini.
Karena tidak menemukan keterangan dari naskah kuno maupun tulisan prasasti tentang indikasi permainan papan pada relief tersebut, pendiri dan pegiat Komunitas Hong di Bandung itu mencarinya ke sumber lain.
Kolega Zaini di Belanda dan Jerman memasok data 1.640 jenis boardgame di dunia, kemudian Zaini memilah sesuai masa pendirian Candi Borobudur pada kisaran abad ke-8 hingga 9 Masehi. Setelah itu bentuk gambar permainannya disortir untuk mencari yang mirip.
Hasilnya, ditemukan tiga boardgame kuno, yaitu Pachisi dari India yang berumur sekitar 1.100-800 Sebelum Masehi (SM), Liubo dari Cina sekitar 200 SM. “Kemudian permainan di zaman Firaun yang dinamakan Senet pada 3.500 SM,” ujar Zaini.
Zaini mengatakan penelitian yang masih berlanjut sampai sekarang itu menggunakan analisis multidisipliner dengan menggabungkan pendekatan arkeologi, ikonografi, sejarah permainan, hingga rekonstruksi eksperimental.
Melalui analisis morfologi, peneliti mengidentifikasi pola lintasan dan kemungkinan jumlah petak pada papan permainan. Kajian ikonografis kemudian digunakan untuk membaca simbol-simbol di sekitar adegan, termasuk kemungkinan makna sosial dan spiritual dari permainan tersebut.
Selanjutnya komparasi dengan temuan permainan di berbagai peradaban kuno memperkuat hipotesis bahwa permainan Borobudur itu merupakan bagian dari jaringan pertukaran budaya global yang terjadi melalui jalur perdagangan dan penyebaran agama.
Zaini mengatakan relief Candi Borobudur juga menggambarkan sejumlah permainan fisik. Namun, dalam bentuk papan permainan baru ditemukan satu permainan itu untuk dikaji. “Mungkin ada lagi, tapi saya mau teliti ini dulu sampai lengkap,” katanya.
Boardgame itu ditaksir telah dimainkan pada abad ke-6 hingga 8 Masehi. Sambil riset berlangsung, Zaini dan tim melakukan rekonstruksi eksperimental boardgame Borobudur itu yang mengarah ke permainan strategi dan balapan. Simulasi permainannya melibatkan tamu undangan dan pengunjung Candi Borobudur.
Permainannya melibatkan dua orang yang masing-masing memiliki tiga poin. Setiap pemain menggerakkan pionnya berdasarkan angka dari kocokan tiga dadu. Hasil angka dari satu dadu untuk gerakan satu pion. “Strateginya ketika pemain memilih pion mana yang mau dijalankan dari hasil dadu,” kata Zaini.
Pion-pion itu bergerak meniti 11 kolom tingkat yang dipisah garis vertikal dan bagian tengahnya menyempit. Pemain bisa membuat lawan harus meniti langkah dari awal ketika posisi pionnya sejajar dengan pion lawan.
Pemenang dari permainan itu adalah pemain yang pionnya paling cepat mencapai tingkat teratas. Namun, sebelum itu pemain harus memiliki angka enam dari kocokan dadu. “Angka enam itu perlambang kesempurnaan untuk bisa keluar dari tantangan menuju pencerahan,” kata Zaini.
Dari hasil simulasi, permainan berlangsung sekitar 7-10 menit. Nama sementara untuk permainan itu ada beberapa, seperti Lintasan Dharma, Borobudur Game, atau “Journey to Enlightenment". Rencananya permainan itu akan dibuat dalam bentuk fisik dan digital.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446684/original/008166500_1765938578-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-17T092732.158.jpg)