Dzikir Harian Agar Hati Tidak Mudah Lelah Secara Batin, Riyadhah Ketenangan Jiwa

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Dalam dinamika kehidupan modern, kelelahan batin atau mental fatigue sering kali menjadi momok. Islam menawarkan solusi preventif dan kuratif melalui konsep riyadhah jiwa untuk mencapai kesehatan, baik jiwa maupun raga.

Dr. Hardisman, MHID, PhD dalam 'Buku Riyadhah Jiwa Menyehatkan Raga' menjelaskan, jiwa manusia tidak selalu berada dalam kondisi stabil. Adakalanya bersih, namun sering kali kotor atau sakit dan lelah akibat tekanan hidup. Untuk itu umat Islam umat Islam perlu mengetahui dzikir harian agar hati tidak mudah lelah secara batin. 

Hal ini sejalan dengan firmal Allah SWT: “.. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra‘d [13]: 28). Dalam Tafsir Al-Mishbah, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa ketenteraman hati (ithmi’nān al-qulūb) yang dimaksud dalam ayat ini bukan sekadar ketenangan psikologis sementara, melainkan ketenangan batin yang mendalam.

Merujuk Buku Riyadhah Jiwa dan Jurnal Pengaruh Zikir Terhadap Ketenangan dan Kebahagiaan Manusia Perspektif Qur'ani, oleh Mohammad Bisri, yang ini mengutip berbagai literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah dzikir harian agar hati tidak mudah lelah secara batin.

Kedua sumber menyebutkan, agar jiwa tenang, amalan dzikir tersebut harus dilakukan secara kontinu (istiqamah). Rasulullah SAW bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.

Berikut ini adalah dzikir harian agar hati tidak mudah lelah secara batin:

1. Fase Pembersihan (Qiyamullail & Istighfar)

Memulai hari dengan bangun di akhir malam (Qiyamullail) untuk shalat tahajud dan memperbanyak istighfar menjelang fajar. Secara medis, ini berfungsi sebagai mekanisme regulasi stres sebelum menghadapi aktivitas duniawi.

Berikut ini bacaannya:

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Astaghfirullah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

2. Fase Proteksi (Dzikir Lisan)

Dzikir lisan mencakup pembacaan asma Allah, tasbih, tahmid, dan takbir yang dilakukan setelah shalat serta di waktu pagi dan petang. Ini bertindak sebagai tameng batin agar emosi tetap stabil sepanjang hari.

Dzikir Lisan (Tasbih, Tahmid, Takbir)

Dzikir ini merupakan "energi proteksi" yang dilakukan setelah shalat fardhu serta di waktu pagi dan petang untuk menjaga stabilitas emosi.

Tasbih:

سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah) – "Maha Suci Allah."

Tahmid:

الْحَمْدُ للهِ (Alhamdulillah) – "Segala puji bagi Allah."

Takbir:

اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) – "Allah Maha Besar."

3. Fase Integrasi (Wudhu dan Dzikir Rutin)

Wudhu sebagai Terapi Menyempurnakan wudhu bukan sekadar syarat sah ibadah, tetapi juga pembersih dosa secara spiritual dan memberikan manfaat jasmaniah. Bekas wudhu diyakini memancarkan cahaya yang menenangkan jiwa.

Di lain sisi, mengutip anjuran dr. Hardisman, menjaga dzikir di dua waktu ini sangat penting bagi kesehatan holistik agar jiwa tidak "layu".

Berikut ini dzikir yang dapat dibaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai-in qadir.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."Dengan mengamalkan rangkaian dzikir ini secara istiqamah (konsisten), kelelahan batin dapat diminimalisir melalui regulasi stres spiritual yang berdampak langsung pada kesehatan raga.

4. Dzikir Jahar dan Khofi

Mohammad Bisri, mengutip pemikiran Syeh Ahmad Shohibul Wafa Tajul 'Arifin (Abah Anom) dari TQN Suryalaya dalam kitab Miftahus Shudur, menjelaskan dua teknik dzikir untuk menjaga kebahagiaan batin:

Zikir Jahar (Lisan)

Mengucapkan kalimat tauhid "Laa ilaha illallah" dengan suara keras yang diarahkan pada titik-titik spiritual (tengah dada, dahi, atas kepala, hingga dada kiri). Fungsinya adalah untuk menghancurkan energi negatif yang menyesakkan dada.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Laa ilaha illallah

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."

Zikir Khofi (Qolbu)

Mengingat Allah dalam hati tanpa suara (Allahu Allah). Dzikir ini tidak dibatasi waktu dan tempat, berfungsi sebagai energi pendamping yang menjaga batin tetap "terhubung" meski raga sedang sibuk. Dzikir ini merupakan teknik pembersihan jiwa yang paling efektif menurut Mohammad Bisri (mengutip pandangan TQN Suryalaya).

Dibaca dengan suara keras dan diarahkan pada titik-titik spiritual (tengah dada, dahi, atas kepala, hingga dada kiri bawah). Zikir ini dilakukan di dalam hati tanpa suara lahiriah untuk menjaga kebahagiaan batin tetap stabil sepanjang waktu, bahkan saat sedang beraktivitas fisik.

 اللهُ اللهُ

Latin: Allahu Allah

Artinya: "Allah, Allah."

Mengingat asma Allah di dalam hati (qalbu) secara terus-menerus tanpa batas waktu.

Manfaat Dzikir

Berdasarkan jurnal "Pengaruh Zikir Terhadap Ketenangan dan Kebahagiaan Manusia, Perspektif Qurani" oleh Mohammad Bisri, manfaat dzikir untuk mencegah kelelahan hati dan mencapai ketenangan dapat dirinci sebagai berikut:

1. Sebagai Instrumen Penentu Kebahagiaan yang Paling Mudah

Dzikir dijelaskan sebagai faktor yang memiliki pengaruh paling menentukan terhadap kebahagiaan manusia dibandingkan faktor lain (seperti zakat atau haji) karena dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam lingkungan apa pun. Dzikir menjadi kunci agar kebahagiaan tidak "ditarik" dari dalam dada manusia.

2. Penghancur "Energi Syaithoniyah" yang Menyesakkan Dada

Dalam jurnal tersebut, khususnya pada bagian yang mengutip teknik dari TQN Suryalaya, dzikir (terutama Zikir Jahar) berfungsi untuk menghancurkan energi negatif atau "energi syaithoniyah" yang bersifat panas. Energi negatif inilah yang sering kali menyebabkan hati terasa lelah, berat, dan dada terasa sesak. Dengan hancurnya energi ini, beban batin berkurang secara signifikan.

3. Mencegah "Kesempitan Hidup"

Dengan berdzikir, seseorang terhindar dari rasa sedih yang tiba-tiba, perasaan dada yang sempit, dan hilangnya makna hidup yang merupakan ciri utama kelelahan batin.

4. Mencapai Ketenangan Hati yang Hakiki (Itmi’nan al-Qalb)

Merujuk pada QS. Ar-Ra'du [13]: 28, jurnal menekankan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Dzikir berfungsi sebagai nutrisi spiritual yang langsung menenangkan gejolak emosi dan keresahan jiwa, sehingga hati tidak mudah lelah menghadapi tekanan eksternal.

5. Menjaga Stabilitas Kebahagiaan melalui Zikir Khofi

Untuk menjaga agar status kebahagiaan tetap stabil (tidak naik-turun secara drastis), manusia perlu mengamalkan Zikir Khofi (dzikir dalam hati). Manfaatnya adalah memberikan perlindungan batin yang kontinu. Memastikan hati tetap terhubung dengan sumber ketenangan (Allah) bahkan saat raga sedang sibuk bekerja, sehingga tidak mudah mengalami burnout secara spiritual.

6. Memberikan Makna pada Eksistensi Kehidupan

Seseorang yang berhenti berdzikir akan merasa hidupnya tidak berarti. Dzikir memberikan perspektif baru bagi jiwa sehingga setiap beban yang diterima tidak dirasakan sebagai penderitaan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan spiritual, yang secara otomatis mencegah kelelahan mental.

People also Ask:

Zikir apa untuk menenangkan hati dan pikiran?

Zikir penenang hati dan pikiran meliputi zikir tasbih (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar), tahlil (La ilaha illallah), istighfar (Astaghfirullah), serta doa-doa khusus seperti memohon perlindungan dari kesusahan (Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal huzni) dan doa memohon kelapangan dada (Robbi ishrh li shadri) yang semuanya bertujuan membersihkan hati, menenangkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Membaca apa agar hati tenang?

Untuk menenangkan hati, bacalah doa-doa seperti "Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kegelisahan), "Rabbi ishrah li sadri" (Ya Tuhanku, lapangkan dadaku), atau doa dari Surah Al-Baqarah ayat 286. Selain itu, dzikir seperti "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar" juga sangat dianjurkan, serta membaca ayat-ayat Al-Qur'an seperti Al-Fatihah.

Zikir apa yang paling dahsyat?

7 Dzikir Pendek yang Dahsyat, Pahalanya Berlimpah dan Akan ...Dzikir paling dahsyat adalah yang paling dicintai Allah dan memiliki pahala luar biasa, seperti "Lā ilāha illallāh" (Tahlil), yang menjadi kunci surga dan inti keimanan, serta empat kalimat tasbih, tahmid, takbir, tahlil ("Subhanallah, Alhamdulillah, Lā ilāha illallāh, Allahu Akbar") yang sangat disukai Allah. Dzikir lain yang juga dahsyat adalah "Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil Azhim", yang ringan namun berat timbangannya, dan "Lā hawla wa lā qūwata illā billāh" (Hawqolah).

Ayat zikir menenangkan hati?

5 Bacaan Zikir Penenang HatiAyat utama tentang dzikir membuat hati tenang adalah QS. Ar-Ra'd ayat 28: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ). Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan hakiki ditemukan melalui mengingat Allah (dzikrullah) melalui lisan, hati, dan perbuatan, yang menghilangkan kegelisahan dan membawa kedamaian batin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |