Liputan6.com, Jakarta - Dzikir Jalalah merupakan amalan untuk mengingat Allah SWT dengan memuji dan menyebut nama-Nya secara berulang. Asal-usul dzikir ini diajarkan oleh para ulama dan wali.
Salah satu versi populer dari lafal Dzikir Jalalah berkaitan dengan mimpi Habib Abu Bakar As-Segaf yang disebut telah mendapatkan talqin dari Nabi Muhammad SAW.
Dalam kisah yang diceritakan Abu Bakar As-Segaf, Rasulullah SAW mengajarkan dzikir tersebut kepadanya secara langsung dan menegaskan ini dapat mengantarkan seorang mukmin mati dalam keadaan yang baik atau husnul khotimah.
Berikut Liputan6.com ulas bacaan dzikir lengkapnya, Rabu (12/11/2025).
Dzikir Jalalah Lengkap
Mengutip dari scribd dengan dokumen berjudul Bacaan Dzikir Jalalah yang diunggah oleh Akhmad Kursani.
الْمَوْجُودَ فِي كُلِّ زَمَانٌ
Al-Maujud Fi Kulli Zaman
Artinya: Dzat yang selalu ada, di setiap masa
الْمَعْبُودُ فِي كُلِّ مَكَانَ
Al-Ma'bud Fi Kulli Makan
Artinya: Dzat yang selalu disembah, di setiap tempat
المذكور بكل لسان
Al-Madzkur Bi Kulli Lisaan
Artinya: Dzat yang selalu disebut bagi setiap lisan
الْمَعْرُوف بالإحسان
Al-Ma'ruf Bil Ihsan
Artinya: Dzat yang terkenal, dengan kebaikan
كُلِّ يَوْمٍ هو في شأن
Kulla Yaumin Huwa Fii Sya'an
Artinya: Dzat yang setiap hari berada di dalam kekuasaannya
الأمان الأمان مِنْ زَوال الإيمان
Al-Aman Al-Aman Min Zawaalil liman
Artinya: Berilah kami keamanan dan keselamatan daripada
hilangnya iman
لا إله إلا الله
Laa Ilaaha Illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah لا إله إلا الله
Laa Ilaaha Illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah
لا إله إلا الله
Laa Ilaaha Illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah
لا إله إلا الله
Laa Ilaaha Illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah
لا إله إلا الله
Laa Ilaaha Illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah
لا إله إلا الله
Laa Ilaaha Illallah.
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah
ومن فتنه الشيطان يا قديم الإحسان كم لك علينا من إحسان إحسانك الْقَدِيمُ يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ يَا رَحِيمُ يَا رَحْمَنْ يَا غَفُورُ يَا غَفَّارُ إِغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ وَصلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ حَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينِ
Latinnya:
Wamin Fithnatis Syaithon, Yaa Qodiimal Ihsan Kam Laka 'Alaina Min Ihsan, Ihsaanukal Qodiim Yaa Hannan Yaa Mannan, Yaa Rohiim Yaa Rohmaan Yaa Ghoofur Yaa Ghoffar, Ighfirlanaa Warhamnaa Wa Anta Khoirur Roohimin Washollallahu 'Alaa Sayyidina Muhammadin Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wasallam Walhamdu Lillahi Robbil Aalamin
Terjemahannya:
“Dan daripada fitnah syaitan, wahai dzat yang tidak mempunyai permulaan, di dalam kebaikannya, berapa banyak dari-Mu kepada kami dari pada kebaikan-kebaikan. Sesungguhnya kebaikan-Mu tidak berawal, wahai dzat yang maha pengasih dan pemurah, wahai dzat yang mempunyai sifat kasih dan sayang, wahai dzat yang maha pengampun dan pemaaf, ampunilah bagi kami dan sayangilah kami, dan sesungguhnya engkau paling baiknya dzat yang menyayangi. Dan semoga tambahan rahmat ta'zim Allah tercurahkan kepada junjungan kami nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan atas keluarga serta para sahabatnya dan juga tambahan kesejahteraan dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam.”
Tujuan Dzikir Jalalah
Mengamalkan dzikir ini harus didasari dengan tujuan yang kuat. Jangan beramal hanya karena ikut-ikutan, karena setiap ibadah itu dinilai Allah SWT dari niatnya.
Siswaya dalam bukunya berjudul 40 Quotes Motivasi Islami Untuk Hidup Lebih Bermakna, menerangkan niat ikhlas menjadi kunci utama yang membedakan sebuah perbuatan itu bernilai ibadah atau tidak.
Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayat Iamam Bukhari dan Muslim, juga menegaskan amalan-amalan seseorang sangat bergantung pada niatnya. Selain itu, setiap dari mereka akan memperoleh sesuai dengan yang diniatkan.
"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Merangkum dari berbagai sumber, tujuan Dzikir Jalalah adalah sebagai berikut:
- Dzikir ini dibaca untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di dalam dzikir, terdapat kalimat tauhid “Laa Ilaaha Illallah” yang terus diulang-ulang.
- Menjadi sebuah permohonan agar dapat memperoleh perlindungan dari-Nya.
- Sebuah dzikir untuk memohon agar bisa mati dalam keadaan husnul khotimah (akhir kehidupan baik).
- Selain itu, Dzikir ini juga bertujuan untuk menguatkan keimanan dan keyakinan seseorang akan kebesaran Allah SWT.
- Dzikir ini merupakan bentuk permohonan perlindungan dari segala keburukan dan berbagai gangguan yang mencelakakan di dunia dan akhirat.
Waktu Tepat Mengamalkan Dzikir Jalalah
Seorang mukmin harus memahami kapan waktu yang tepat untuk mengamalkan Dzikir Jalalah. Sama seperti lafal dzikir pada umumnya, Dzikir Jajalah dapat diamalkan secara rutin setelah ibadah sholat fardhu lima waktu.
Selain itu, Allah SWT pun menegaskan dalam Al-Qur’an surat Qaf ayat 39-40, dzikir sejatinya dapat dilakukan kapan saja bahkan sepanjang hari, terutama setelah ibadah sholat.
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوْبِ ٣٩
Latin: Fashbir 'alā mā yaqūlūna wa sabbih biḥamdi rabbika qabla thulū'isy-syamsi wa qablal-ghurūb
Terjemahan: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari”
وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ ٤٠
Latin: Wa minal-laili fa sabbih-hu wa adbāras-sujūd
Terjemahan: “Dan bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai sholat”
Berikut praktik yang bisa dilakukan:
- Membacanya setelah ibadah sholat fardhu.
- Melafalkannya di waktu pagi.
- Mengamalkannya di waktu sore menjelang ibadah sholat Maghrib.
- Membacanya di sela-sela aktivitas harian.
- Melafalkannya sebelum tidur.
- Membacanya setelah qira'ah Al-Qur’an.
FAQ
1. Apa itu Dzikir Jalalah?
Dzikir Jalalah merupakan amalan untuk mengingat Allah SWT dengan memuji dan menyebut nama-Nya secara berulang.
2. Apa tujuan utama Dzikir Jalalah?
Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat iman, dan memohon husnul khotimah.
3. Kapan waktu terbaik membaca Dzikir Jalalah?
Waktu terbaik ialah setelah sholat fardhu, pagi, sore, dan sebelum tidur.
4. Siapa yang pertama kali mengajarkan Dzikir Jalalah?
Dzikir ini dikaitkan dengan mimpi Habib Abu Bakar As-Segaf yang mendapat talqin dari Nabi Muhammad SAW.
5. Apa manfaat mengamalkan Dzikir Jalalah secara rutin?
Mendatangkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, serta memperoleh perlindungan dari segala keburukan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









