Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ritme hidup yang serba cepat, dzikir ringan tapi pahalanya besar untuk muslim sibuk menjadi solusi spiritual yang relevan dan realistis untuk tetap terhubung dengan Allah tanpa harus mengorbankan produktivitas. Dzikir tidak selalu menuntut waktu lama atau kondisi khusus, sebab Islam justru memberi ruang luas bagi umatnya untuk mengingat Allah di sela aktivitas harian. Dari sinilah konsep dzikir ringan tapi pahalanya besar untuk muslim sibuk menjadi amalan yang layak dirawat secara konsisten.
Kesibukan kerja, tanggung jawab keluarga, dan tuntutan sosial kerap membuat sebagian muslim merasa kekurangan waktu beribadah secara maksimal. Namun Islam menghadirkan banyak amalan sederhana yang bisa dilakukan sambil berjalan, duduk, bahkan saat berpikir sejenak di antara aktivitas. Karena itu, dzikir ringan tapi pahalanya besar untuk muslim sibuk bukan sekadar anjuran, melainkan bentuk rahmat Allah bagi hamba-Nya.
Dzikir ringan pada dasarnya adalah amalan lisan dan hati yang tidak menguras tenaga, tetapi bernilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas. Rasulullah SAW sendiri mencontohkan berbagai dzikir singkat yang memiliki timbangan pahala luar biasa. Inilah yang membuat dzikir menjadi pintu amal yang ramah bagi siapa pun, termasuk mereka yang super sibuk.
Bagi muslim yang aktivitasnya padat dari pagi hingga malam, dzikir bisa menjadi jeda spiritual yang menenangkan batin. Ucapan sederhana yang diulang dengan penuh kesadaran mampu menjaga hati tetap hidup dan terarah. Dari sinilah keseimbangan antara dunia dan akhirat perlahan terbentuk.
Keutamaan Dzikir dalam Kehidupan Sehari-hari
Dzikir menjadi amalan yang paling mudah dijangkau oleh siapa pun tanpa memandang usia, profesi, maupun kondisi fisik. Islam tidak membatasi dzikir pada waktu tertentu saja, sehingga setiap momen bisa berubah menjadi ladang pahala. Bahkan dalam kondisi lelah sekalipun, lisan masih bisa bergerak mengingat Allah.
Rasulullah SAW menyebutkan adanya dua kalimat dzikir yang sangat ringan diucapkan, namun berat di timbangan amal. Kalimat ini menjadi bukti bahwa kualitas pahala tidak selalu sebanding dengan beratnya usaha. Inilah kemurahan Allah kepada hamba-Nya.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil ‘aẓīm
Artinya: Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.
Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menegaskan bahwa dzikir singkat bisa bernilai besar jika dilakukan dengan istiqamah. Bagi muslim sibuk, dzikir ini bisa dilafalkan sambil bekerja, berkendara, atau menunggu antrean. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatannya.
Dzikir juga berfungsi membersihkan hati dari kegelisahan akibat tekanan hidup. Ketika lisan terbiasa menyebut nama Allah, hati akan lebih mudah tenang menghadapi persoalan. Inilah efek nyata dzikir dalam kehidupan modern.
Dzikir Pagi dan Keberkahan Aktivitas
Salah satu waktu emas untuk dzikir adalah setelah sholat Subuh, terutama bagi mereka yang memulai aktivitas sejak pagi. Dzikir di waktu ini memberi energi spiritual yang kuat untuk menjalani hari. Bahkan Rasulullah SAW menjanjikan pahala besar bagi yang menjaga amalan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang sholat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir hingga matahari terbit dan sholat dua rakaat akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna. Amalan ini tampak ringan, tetapi ganjarannya sangat besar. Bagi muslim sibuk, meluangkan waktu pagi untuk dzikir bisa menjadi investasi akhirat yang bernilai tinggi.
Dzikir pagi juga membantu mengarahkan niat kerja agar bernilai ibadah. Ketika hari dimulai dengan mengingat Allah, aktivitas duniawi tidak lagi terasa kosong. Semua menjadi bagian dari pengabdian.
Konsistensi menjadi kunci utama dalam dzikir pagi. Meski hanya beberapa menit, kebiasaan ini mampu membentuk karakter spiritual yang kuat. Dari sinilah keberkahan waktu sering kali dirasakan.
Dzikir di Tempat Umum dan Ruang Publik
Islam tidak melarang dzikir dilakukan di tempat umum, bahkan menganjurkannya dalam kondisi tertentu. Salah satunya adalah dzikir ketika masuk pasar atau pusat aktivitas ekonomi. Tempat yang sering melalaikan justru dianjurkan untuk diisi dengan ingat kepada Allah.
Rasulullah SAW mengajarkan dzikir khusus ketika memasuki pasar, yang pahalanya sangat besar hingga dicatat sejuta kebaikan. Dzikir ini menjadi pelindung hati dari keserakahan dan kelalaian. Bagi muslim sibuk yang sering berada di ruang publik, amalan ini sangat relevan.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu, yuḥyī wa yumīt wa huwa ḥayyul lā yamūt
Artinya: Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya.
Dzikir ini menanamkan kesadaran tauhid di tengah hiruk-pikuk dunia. Dengan mengucapkannya, muslim sibuk tetap terjaga secara spiritual. Inilah bukti bahwa dzikir bisa menyatu dengan aktivitas apa pun.
Menghidupkan Dzikir Saat Adzan
Adzan adalah panggilan suci yang sering terdengar di sela kesibukan. Islam mengajarkan agar umat Islam tidak mengabaikannya, meski sedang bekerja. Mengikuti lafaz muazin menjadi dzikir ringan yang berpahala besar.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya menirukan ucapan muazin, lalu bershalawat dan memohon wasilah untuk Nabi. Amalan ini tidak memerlukan waktu lama, tetapi bernilai tinggi. Bahkan dijanjikan syafaat kelak di hari kiamat.
Dzikir setelah adzan juga memperkuat ikatan batin dengan sholat. Bagi muslim sibuk, momen adzan bisa menjadi alarm spiritual di tengah rutinitas. Dengan begitu, kesibukan tidak sepenuhnya melalaikan.
Kebiasaan ini jika dijaga akan membentuk kesadaran waktu sholat yang lebih baik. Dzikir dan sholat pun menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian.
Doa Setelah Adzan dan Nilai Syafaat
Setelah adzan selesai, ada doa khusus yang dianjurkan Rasulullah SAW. Doa ini sangat singkat, tetapi memiliki keutamaan besar berupa syafaat Nabi Muhammad SAW. Inilah bentuk dzikir dan doa ringan yang sering terlewatkan.
اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ
Allāhumma rabba hādzihid da‘watit tāmah wash-shalātil qā’imah
Artinya: Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan.
Doa ini bisa dibaca sambil tetap melanjutkan aktivitas ringan. Tidak ada alasan untuk melewatkannya, karena waktunya sangat singkat. Bagi muslim sibuk, inilah contoh amalan efisien bernilai tinggi.
Dengan rutin membaca doa ini, hubungan spiritual dengan Rasulullah SAW pun terjaga. Inilah bentuk cinta yang sederhana namun bermakna.
Dzikir Setelah Wudu dan Kebersihan Hati
Wudu bukan hanya membersihkan anggota badan, tetapi juga membuka pintu pahala besar jika ditutup dengan dzikir. Rasulullah SAW mengajarkan doa setelah wudu yang menjanjikan terbukanya delapan pintu surga. Amalan ini sangat ringan dan mudah dihafal.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh
Artinya: Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Dzikir ini bisa dibaca dalam hitungan detik, tetapi pahalanya luar biasa. Bagi muslim sibuk, menutup wudu dengan dzikir adalah kebiasaan kecil yang berdampak besar. Konsistensi menjadi kuncinya.
Dengan wudu dan dzikir, kesucian lahir dan batin terjaga. Inilah fondasi ibadah yang kokoh meski di tengah kesibukan.
Dzikir Kolektif dalam Sholat Berjamaah
Dalam sholat berjamaah, ada dzikir ringan yang sering dianggap sepele, yaitu mengucapkan “aamiin” bersama imam. Padahal Rasulullah SAW menyebutkan keutamaannya yang besar. Jika ucapan aamiin bersamaan dengan malaikat, dosa-dosa masa lalu diampuni.
Ucapan ini sangat singkat, tetapi bernilai besar. Bagi muslim sibuk yang berusaha menjaga sholat berjamaah, ini adalah bonus pahala yang mudah diraih. Kesadaran akan hal ini membuat sholat lebih hidup.
Dzikir kolektif seperti ini juga memperkuat rasa kebersamaan dalam ibadah. Dari masjid, energi spiritual itu dibawa ke aktivitas harian. Inilah keindahan Islam dalam mengatur keseimbangan hidup.
Pada akhirnya, dzikir ringan tapi pahalanya besar untuk muslim sibuk adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang realistis dan penuh kasih sayang. Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan, bahkan memberi banyak pintu pahala lewat amalan sederhana. Tinggal bagaimana seorang muslim mau memanfaatkannya.
Dengan menjadikan dzikir sebagai kebiasaan, kesibukan tidak lagi menjadi penghalang untuk dekat dengan Allah. Justru di tengah aktivitas padat, dzikir menjadi penopang ketenangan dan keberkahan. Inilah makna sejati dzikir ringan tapi pahalanya besar untuk muslim sibuk yang layak diamalkan setiap hari.
People Also Talk
1. Apakah dzikir harus dilakukan di tempat sepi?Tidak, dzikir bisa dilakukan di mana saja selama menjaga adab dan kesadaran hati.
2. Apakah dzikir lisan tanpa konsentrasi tetap berpahala?Tetap berpahala, namun pahala akan lebih besar jika disertai kesadaran dan keikhlasan.
3. Berapa kali idealnya membaca dzikir ringan setiap hari?Tidak ada batasan baku, yang terpenting adalah konsistensi meski sedikit.
4. Apakah dzikir bisa menggantikan ibadah wajib?Tidak, dzikir adalah pelengkap, bukan pengganti ibadah wajib seperti sholat.
5. Bagaimana cara membiasakan dzikir di tengah kesibukan?Mulailah dari dzikir singkat yang diulang pada waktu-waktu tetap dalam aktivitas harian.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4149262/original/024042800_1662520111-kristina-flour-BcjdbyKWquw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1466583/original/069253100_1483997181-Siluet-muslimah-berdoa-Fatimah-N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097042/original/053429500_1737040385-Ustadz_Adi_Hidayat_atau_UAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5051035/original/015160000_1734203284-Pekerja_Rokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114402/original/060368300_1588065766-4107b6e0063ede472b30ad899d7c6341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3113951/original/072628100_1588047593-shutterstock_430633753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082484/original/092438300_1736234505-1736231602601_apa-itu-tawakal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2994222/original/071529300_1576134424-20191212-Berburu-Diskon-di-Harbolnas-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023773/original/077949500_1732613119-quote-islam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4700453/original/094011300_1703750925-Ilustrasi_malam_pergantian_tahun__perayaan_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)











