Dzikir Saat Bekerja, Cara Sederhana Menjaga Hati Tetap Ingat Allah

5 days ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Dzikir saat bekerja agar hati tetap ingat Allah menjadi kebutuhan penting bagi Muslim di tengah ritme kerja yang semakin cepat dan penuh tekanan target. Kesibukan mencari nafkah sering membuat fokus tertuju pada hasil, deadline, dan tanggung jawab, hingga hati perlahan jauh dari kesadaran akan Allah. Karena itu, menghadirkan dzikir dalam aktivitas kerja menjadi cara sederhana agar hati tetap hidup dan terjaga.

Dalam Islam, dzikir saat bekerja agar hati tetap ingat Allah bukanlah sesuatu yang sulit atau memberatkan, karena bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Bekerja dipandang sebagai bagian dari ibadah selama diniatkan untuk mencari rezeki halal dan dijalani dengan cara yang benar. Dzikir membuat pekerjaan tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga bernilai akhirat.

Dzikir berarti mengingat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan dalam setiap keadaan. Saat bekerja, dzikir tidak harus dilakukan dengan ritual khusus atau suara keras yang mengganggu aktivitas. Justru, dzikir yang menyatu dengan rutinitas kerja menunjukkan kedewasaan spiritual seorang Muslim.

Banyak orang mengira dzikir hanya dilakukan di masjid atau majelis ilmu, padahal Islam mengajarkan fleksibilitas dalam beribadah. Kesibukan kerja bukan alasan untuk melupakan Allah, karena dzikir bisa hadir dalam bentuk paling sederhana. Kesadaran inilah yang menjadikan pekerjaan terasa lebih ringan dan bermakna.

Kesadaran Bekerja sebagai Ibadah

Bekerja dalam Islam bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari tanggung jawab hidup yang bernilai ibadah. Niat yang lurus menjadikan setiap usaha, sekecil apa pun, dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah. Dzikir berfungsi menjaga niat agar tidak melenceng pada ambisi dunia semata.

Ketika seseorang menyadari bahwa pekerjaannya selalu diawasi oleh Allah, ia akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan mengambil keputusan. Dzikir menumbuhkan rasa muraqabah, yakni kesadaran bahwa Allah mengetahui setiap perbuatan lahir dan batin. Dari sinilah lahir etos kerja yang jujur dan amanah.

Kesadaran bekerja sebagai ibadah juga membuat seseorang lebih sabar menghadapi tekanan pekerjaan. Masalah dan kegagalan tidak langsung disikapi dengan emosi berlebihan, tetapi dengan sikap tawakal. Dzikir membantu hati tetap stabil di tengah dinamika kerja.

Dengan dzikir yang menyertai, pekerjaan tidak lagi terasa hampa secara batin. Ada rasa cukup dan syukur meskipun hasil belum maksimal. Inilah buah dari hati yang senantiasa terhubung dengan Allah.

Bentuk Dzikir yang Mudah Dilakukan Saat Bekerja

Dzikir lisan yang ringan menjadi cara paling mudah dilakukan saat bekerja. Lafadz seperti Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar bisa diucapkan perlahan atau dalam hati. Kebiasaan ini tidak mengganggu konsentrasi, tetapi menenangkan jiwa.

Istighfar juga sangat dianjurkan untuk dibiasakan di sela-sela aktivitas kerja. Kalimat Astaghfirullah mengingatkan manusia akan keterbatasan diri dan kebutuhan akan ampunan Allah. Istighfar menjaga hati dari kesombongan atas pencapaian dunia.

Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW bisa menjadi dzikir yang menyertai rutinitas harian. Membaca sholawat menghadirkan keberkahan dan ketenangan batin. Sholawat dapat dibaca kapan saja tanpa terikat waktu tertentu.

Dzikir dalam hati menjadi solusi bagi mereka yang berada di lingkungan kerja yang menuntut keheningan atau komunikasi intens. Mengingat Allah secara batin tetap bernilai ibadah dan berpahala. Bahkan, dzikir hati sering kali lebih ikhlas karena tersembunyi dari pandangan manusia.

Landasan Al-Qur’an tentang Perintah Berdzikir

Allah memerintahkan orang beriman untuk banyak berdzikir dalam setiap kondisi kehidupan. Perintah ini menegaskan bahwa dzikir bukan amalan terbatas pada waktu tertentu saja. Al-Qur’an menjadi pedoman utama dalam memahami urgensi dzikir.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikran kaṡīrā, wa sabbiḥūhu bukratan wa aṣīlā

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42).

Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir tidak dibatasi oleh situasi tertentu. Pagi, petang, bahkan saat bekerja sekalipun, dzikir tetap dianjurkan. Kesibukan bukan penghalang untuk mengingat Allah.

Dengan menjadikan ayat ini sebagai pedoman, seorang Muslim diajak menjadikan dzikir sebagai bagian dari ritme hidup. Pekerjaan dan ibadah tidak dipisahkan, tetapi berjalan seiring. Inilah konsep keseimbangan dalam Islam.

Dzikir dan Ketenangan Hati di Tempat Kerja

Salah satu manfaat terbesar dzikir adalah menghadirkan ketenangan dalam hati. Tekanan kerja, target, dan konflik sering menjadi sumber kegelisahan batin. Dzikir menjadi penawar yang menenangkan jiwa.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Alā biżikrillāhi taṭma’innul qulūb

Artinya: “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan sejati tidak bergantung pada kondisi eksternal. Lingkungan kerja yang sibuk tetap bisa dijalani dengan damai jika hati selalu ingat Allah. Dzikir memperkuat jiwa dalam menghadapi tantangan.

Tanpa dzikir, hati mudah kosong dan lelah secara batin. Pekerjaan yang seharusnya bernilai ibadah justru berubah menjadi sumber stres. Karena itu, dzikir menjadi kebutuhan spiritual bagi setiap pekerja.

Teladan Rasulullah tentang Keutamaan Dzikir

Rasulullah SAW banyak menjelaskan keutamaan dzikir dalam hadits-haditsnya. Salah satunya menyebutkan bahwa orang yang banyak berdzikir memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Hal ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ

Para sahabat bertanya, “Siapa mereka wahai Rasulullah?”Beliau menjawab:

الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ

Artinya: “Laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa keutamaan tidak diukur dari jabatan atau harta. Konsistensi dalam berdzikir menjadi pembeda utama di sisi Allah. Pekerja yang berdzikir memiliki keunggulan spiritual.

Rasulullah juga mengibaratkan orang yang berdzikir seperti orang hidup, sedangkan yang lalai seperti orang mati. Perumpamaan ini menunjukkan betapa vitalnya dzikir bagi kehidupan hati. Tanpa dzikir, jiwa kehilangan cahaya.

Dzikir Perbuatan dalam Etika Kerja

Dzikir tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga tercermin dalam sikap kerja sehari-hari. Kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab merupakan bentuk dzikir perbuatan. Sikap ini lahir dari kesadaran akan pengawasan Allah.

Bekerja dengan amanah berarti mengingat Allah melalui tindakan nyata. Setiap keputusan yang mempertimbangkan halal dan haram bernilai ibadah. Inilah dzikir yang hidup dalam perbuatan.

Dzikir perbuatan melatih keikhlasan dalam bekerja. Hasil bukan satu-satunya tujuan, melainkan ridha Allah. Dengan begitu, hati tetap tenang dalam kondisi apa pun.

Kesadaran ini membuat seseorang lebih mudah bersyukur atas rezeki yang diterima. Sedikit atau banyak tetap disikapi dengan lapang dada. Dzikir menjaga hati dari keluh kesah dan iri hati.

Rasulullah SAW mengajarkan doa agar dimudahkan dalam berdzikir:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allāhumma a‘innī ‘alā żikrika, wa syukrika, wa ḥusni ‘ibādatika

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

Dengan membiasakan dzikir saat bekerja agar hati tetap ingat Allah, setiap aktivitas dunia berubah menjadi ladang pahala. Hati yang hidup dengan dzikir tidak mudah rapuh oleh tekanan dan godaan. Dzikir saat bekerja agar hati tetap ingat Allah menjadi bekal utama agar hidup berjalan seimbang antara dunia dan akhirat.

People Also Talk 

1. Apakah dzikir harus bersuara saat bekerja?Tidak harus, dzikir bisa dilakukan dengan lisan pelan atau dalam hati sesuai kondisi kerja.

2. Apakah dzikir dalam hati tetap berpahala?Ya, dzikir dalam hati tetap sah dan berpahala sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.

3. Bagaimana jika pekerjaan menuntut konsentrasi penuh?Dzikir hati menjadi solusi agar tetap ingat Allah tanpa mengganggu fokus.

4. Apakah bekerja tanpa dzikir menghilangkan pahala?Tidak, tetapi dzikir menyempurnakan nilai ibadah dan menenangkan hati.

5. Dzikir apa yang paling mudah dilakukan saat bekerja?Istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan sholawat adalah dzikir yang ringan dan mudah dibiasakan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |