Liputan6.com, Jakarta - Dzikir setelah sholat fardhu lengkap menjadi salah satu amalan penting yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setiap kali seorang muslim menunaikan kewajiban lima waktu, dzikir menjadi penyempurna sekaligus penguat hubungan dengan Allah SWT.
Selepas sholat, waktu tersebut tergolong mustajab untuk berdoa. Karena itu, dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap menjadi momen untuk memohon ampunan, ketenangan hati, serta curahan rahmat Allah SWT.
Dalam berbagai hadits disebutkan, dzikir setelah sholat tidak sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pengingat diri agar hati tetap lembut dan terhubung dengan Sang Pencipta.
Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang paling dekat dengan dikabulkan adalah di waktu tengah malam dan setelah sholat lima waktu (HR Tirmidzi).
Makna Dzikir Setelah Sholat
Para ulama sepakat bahwa dzikir setelah sholat fardhu hukumnya sunnah muakkadah, yakni sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir selepas sholat merupakan bentuk kesempurnaan ibadah dan tanda syukur kepada Allah SWT.
Umamah RA meriwayatkan, ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang paling dikabulkan, beliau menjawab, “Di akhir malam dan setelah sholat maktubah (fardhu)” (HR Tirmidzi).
Dengan berdzikir, seorang muslim tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga menghidupkan kembali makna keikhlasan setelah menyembah Allah SWT.
Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu
Menurut kitab Doa dan Wirid karya Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, urutan dzikir setelah sholat fardhu memiliki makna tersendiri di setiap bacaan.
Pertama, dimulai dengan istighfar dan doa salam yang menenangkan hati dan menutup ibadah dengan pengakuan atas dosa.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِأَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Astaghfirullah (3x). Allahumma anta as-salaam wa minka as-salaam, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.”
Dzikir Kedua dan Doa Penutup Rezeki
Dzikir kedua berisi kalimat tauhid yang menunjukkan keesaan Allah serta pengakuan atas kekuasaan-Nya.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir, Allahumma laa maani‘a limaa a‘thaita wa laa mu‘thiya limaa mana‘ta wa laa yanfa‘u dzal-jaddi minka al-jaddu.Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Setelah membaca kalimat tauhid, dzikir dilanjutkan dengan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali.
سُبْحَانَ اللهِ (٣٣×) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (٣٣×) اللهُ أَكْبَرُ (٣٣×)
Subhaanallah (33x), Alhamdulillah (33x), Allahu akbar (33x).Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar.”
Bacaan ini disebut dzikir Fatimah, karena diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada putrinya, Fatimah az-Zahra RA.
Lafaz Dzikir Penutup
Terakhir dalam urutan dzikir umum setelah sholat adalah kalimat tauhid berikut.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Surah-Surah Pendamping Dzikir
Setelah dzikir, dianjurkan membaca tiga surah pendek, yakni Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwallāhu aad.Artinya: “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.”
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq.Artinya: “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai fajar.”
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِArab latin: Qul a‘ūdzu birabbin-naas.Artinya: “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia.”
Ayat Kursi sebagai Penutup Utama
Bacaan paling utama setelah dzikir dan surah pendek adalah Ayat Kursi yang memiliki keutamaan luar biasa.
اَللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ۚلَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚلَهُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗمَنْ ذَا الَّذِىْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ إِلَّا بِإِذْنِهٖ ۗيَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖوَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ إِلَّا بِمَا شَاۤءَ ۚوَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ ۖوَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚوَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ۔
Allāhu lā ilāha illā huwa al-hayyu al-qayyūm,lā ta’khudzuhu sinatun wa lā nawm,lahu mā fī as-samāwāti wa mā fī al-ard,man dhā alladhī yashfa‘u ‘indahu illā bi-idznih,ya‘lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum,wa lā yuḥīṭūna bi-shay’in min ‘ilmihi illā bimā shā’,wasi‘a kursiyyuhu as-samāwāti wa al-ardwa lā ya’ūdahu hifduhumā,wa huwa al-‘aliyyu al-‘azīm.
Artinya:
“Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).Tidak mengantuk dan tidak tidur.Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi.Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka,dan mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki.Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya.Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”uk-Nya)...”
Membaca Ayat Kursi setelah sholat fardhu dipercaya dapat menjaga seseorang dari gangguan setan hingga waktu sholat berikutnya.
Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap
Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap bukan hanya rutinitas, tapi juga bentuk ibadah hati yang menghidupkan ruhani.
Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.” (HR Bukhari)
Dengan berdzikir, seorang muslim menjaga hatinya tetap hidup dan terjaga dari lalai dalam mengingat Allah.
Amalan sederhana ini juga menjadi jalan pembuka rezeki dan penenang pikiran di tengah rutinitas dunia.
Dzikir yang Dianjurkan Setiap Hari
Selain setelah sholat fardhu, dzikir juga dianjurkan dilakukan pagi dan petang sebagaimana yang termaktub dalam Hisnul Muslim.
Namun, dzikir setelah sholat fardhu memiliki waktu paling spesial karena langsung menyambung dari ibadah wajib.
Banyak ulama menekankan pentingnya membaca dzikir ini secara konsisten tanpa terburu-buru meninggalkan tempat sholat.
Sebab, dzikir menjadi penutup sempurna dari setiap rukun dan gerakan sholat yang telah dilakukan dengan khusyuk.
Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap adalah bekal hati bagi setiap muslim. Ia menenangkan jiwa, memperkuat iman, dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bacaan dzikir ini meliputi istighfar, tahmid, takbir, tahlil, hingga surah pendek dan Ayat Kursi, yang masing-masing mengandung nilai spiritual tinggi.
Dengan melazimkan dzikir, seorang muslim menjaga hubungannya dengan Allah agar senantiasa terarah dalam setiap langkah hidup.
Semoga setiap kita istiqamah mengamalkan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap setiap hari hingga akhir hayat.
Pertanyaan Seputar Dzikir Setelah Sholat Fardhu
1. Apa manfaat dzikir setelah sholat fardhu?Menentramkan hati, menghapus dosa kecil, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Apakah dzikir harus dibaca dengan suara keras?Tidak wajib, bisa dengan suara lirih atau di dalam hati sesuai adab masing-masing.
3. Kapan waktu terbaik berdzikir?Setelah sholat fardhu dan di waktu pagi serta petang.
4. Mengapa dianjurkan membaca Ayat Kursi setelah sholat?Karena Rasulullah SAW menjanjikan perlindungan bagi siapa yang membacanya setiap selesai sholat fardhu.
5. Apakah boleh berdzikir sambil beraktivitas?Boleh, selama tetap menjaga adab dan kekhusyukan dalam mengingat Allah SWT.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









