Dzikir yang Dibaca Saat Petir Melanda Sesuai Ajaran Rasulullah SAW: Pahami Keutamaannya untuk Ketenangan Hati

3 months ago 45

Liputan6.com, Jakarta Petir atau guntur yang muncul saat hujan seringkali membuat sebagian orang merasa takut karena suara gemuruhnya yang keras dan kilatan listriknya yang menyilaukan. Dalam Islam, terdapat dzikir yang dibaca saat petir melanda sebagai bentuk perlindungan dan pengingat akan kebesaran Allah SWT.

Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya untuk membaca dzikir khusus ketika melihat kilatan petir dan mendengar suara guruh. Dzikir yang dibaca saat petir melanda bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga mengandung makna penghambaan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

Melansir dari Kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, terdapat riwayat sahih yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu membaca dzikir tertentu saat mendengar petir dan bahkan meninggalkan pembicaraannya untuk segera berdzikir. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/11/2025).

Dzikir Utama Saat Petir: Arab, Latin, dan Terjemah

Dzikir yang paling dianjurkan untuk dibaca ketika melihat petir dan mendengar suara gemuruhnya adalah bacaan yang berasal dari surah Ar-Ra'd ayat 13. Rasulullah SAW secara konsisten membaca dzikir ini setiap kali menyaksikan fenomena alam tersebut.

Melansir dari Kitab al-Muwatha' karya Imam Malik, Abdullah bin Zubair RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu membaca dzikir berikut:

Teks Arab: سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Tulisan Latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.

Terjemahan: "Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya."

Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk membaca dzikir ini sebanyak tiga kali berturut-turut. Beliau menjanjikan bahwa siapa saja yang membaca dzikir tersebut akan mendapatkan perlindungan dari bahaya petir dan rasa takut yang ditimbulkannya. Dzikir ini merupakan kutipan langsung dari firman Allah dalam Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 13, yang menjelaskan bahwa petir dan malaikat senantiasa bertasbih memuji kebesaran Allah.

Doa Kedua Ketika Mendengar Petir: Arab, Latin, dan Terjemah

Selain dzikir utama yang berasal dari surah Ar-Ra'd, terdapat doa lain yang juga dianjurkan untuk dibaca saat mendengar petir. Doa ini lebih bersifat permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari murka dan azab-Nya.

Teks Arab: اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Tulisan Latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

Terjemahan: "Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu."

Doa ini mencerminkan kesadaran seorang muslim bahwa petir adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang dapat menjadi peringatan bagi manusia. Melansir dari Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, doa ini merupakan bentuk tawadhu' (kerendahan hati) dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Makna Petir dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an menyebutkan petir secara khusus dalam surah Ar-Ra'd ayat 13, yang memberikan pemahaman mendalam tentang fenomena alam ini dari perspektif keimanan. Ayat tersebut berbunyi:

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

Artinya: "Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya."

Ayat ini menjelaskan bahwa petir adalah makhluk Allah yang senantiasa bertasbih dan memuji kebesaran-Nya. Para malaikat pun bertasbih karena rasa takut dan takzim kepada Allah SWT. Petir bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan memiliki dimensi spiritual sebagai bukti kekuasaan Allah.

Melansir dari Tafsir Ibnu Katsir, petir merupakan salah satu ayat kauniyah (tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta) yang seharusnya membuat manusia semakin tunduk dan takut kepada-Nya. Suara gemuruh petir yang menakutkan adalah pengingat bagi manusia akan kebesaran Sang Pencipta. Allah dapat menurunkan petir kepada siapa saja yang Dia kehendaki, sehingga manusia harus senantiasa waspada dan bertaubat.

Dalam ayat tersebut juga disebutkan bahwa ada orang-orang yang tetap membantah kekuasaan Allah meskipun menyaksikan kebesaran-Nya melalui petir dan fenomena alam lainnya. Ini menjadi peringatan keras bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya bagi mereka yang ingkar.

Hikmah dan Keutamaan Membaca Dzikir Saat Petir

Membaca dzikir ketika petir melanda memiliki berbagai hikmah dan keutamaan yang sangat berharga bagi kehidupan seorang muslim. Berikut adalah beberapa hikmah dan keutamaan tersebut:

  • Perlindungan dari Bahaya Petir

Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa saja yang membaca dzikir petir sebanyak tiga kali akan mendapatkan perlindungan dari bahaya sambaran petir dan rasa takut yang ditimbulkannya.

  • Mengingat Kebesaran Allah

Petir adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang sangat nyata, sehingga dengan berdzikir saat itu, seorang muslim diingatkan kembali akan kebesaran Sang Pencipta.

  • Menghilangkan Rasa Takut

Dzikir dapat menenangkan hati dan menghilangkan rasa takut yang muncul akibat suara gemuruh petir yang keras dan menakutkan.

  • Menambah Ketakwaan

Kebiasaan berdzikir di setiap kesempatan, termasuk saat melihat petir, akan menambah ketakwaan dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

  • Meneladani Rasulullah SAW

Dengan membaca dzikir saat petir, seorang muslim menjalankan sunnah Rasulullah SAW yang selalu berdzikir dalam berbagai kondisi.Mendapatkan Pahala Setiap dzikir yang dibaca dengan ikhlas akan mendatangkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

  • Pengingat untuk Bertaubat

Petir dapat menjadi peringatan bagi manusia untuk segera bertaubat karena merupakan tanda dari kekuasaan Allah yang dapat mendatangkan azab.

Melansir dari c karya Sayyid Sabiq, dzikir-dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW memiliki makna mendalam dan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk membiasakan diri membaca dzikir dalam berbagai situasi, termasuk saat menyaksikan fenomena alam seperti petir.

FAQ

1. Apa dzikir yang dibaca saat mendengar petir? Dzikir yang dibaca adalah "Subhaanal ladzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih" yang berasal dari surah Ar-Ra'd ayat 13.

2. Berapa kali dzikir petir harus dibaca? Dzikir petir dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali berturut-turut sesuai sunnah Rasulullah SAW.

3. Apakah ada doa lain selain dzikir utama saat petir? Ya, ada doa "Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika" yang memohon perlindungan dari murka Allah.

4. Apa hikmah membaca dzikir saat petir? Hikmahnya adalah mendapat perlindungan dari bahaya petir, mengingat kebesaran Allah, dan menghilangkan rasa takut.

5. Apakah boleh membaca dzikir petir dalam hati saja? Boleh, namun lebih utama dibaca dengan suara pelan yang dapat didengar oleh diri sendiri sesuai sunnah.

6. Bagaimana jika lupa membaca dzikir saat mendengar petir? Tidak apa-apa, namun sebaiknya dibiasakan agar menjadi kebiasaan baik yang mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

7. Apakah petir adalah tanda azab Allah? Petir adalah tanda kekuasaan Allah yang dapat menjadi peringatan dan rahmat, tergantung kehendak Allah SWT.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |