Filipina Minta Izin AS untuk Beli Lebih Banyak Minyak Rusia

3 hours ago 4

FILIPINA sedang menunggu tanggapan Amerika Serikat untuk membeli minyak lebih banyak lagi dari Rusia, kata Menteri Energi Sharon Garin kepada wartawan di Manila, Selasa.

“Kami telah berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri (AS) untuk mendapatkan kesempatan lagi atau perpanjangan pencabutan embargo,” kata Garin seperti dilansir CNA.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengatakan Filipina sangat optimistis akan permintaan yang telah secara resmi diajukan ke Washington, sebagai upaya menangani darurat energi di negara Asia Tenggara itu.

Garin menambahkan meski pemerintah optimistis untuk memperpanjang dispensasi yang berakhir pada 11 April, tetapi sedang mempersiapkan pengaturan pasokan alternatif jika permintaan tersebut ditolak.

Filipina sedang melakukan diversifikasi sumber energi dan pilihan pasokan tidak terbatas pada Rusia. Garin mengatakan pemerintah Filipina juga mengincar produsen di Amerika Selatan, termasuk Kolombia dan Argentina, serta Kanada dan AS.

"Kami ingin membuka jendela Rusia karena kami menginginkan lebih banyak pilihan. Kami membutuhkan diversifikasi," katanya.

Jose Manuel Romualdez, duta besar Filipina untuk AS, mengatakan bahwa "kami kemungkinan besar akan mendapatkannya", merujuk pada perpanjangan tersebut. Ia menambahkan bahwa negara-negara lain juga telah meminta perpanjangan yang sama.

"Kami hanya perlu memberikan informasi kepada Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Keuangan AS tentang kuantitas dan durasinya," katanya.

Bulan lalu ia mengatakan bahwa Manila sedang bekerja sama dengan AS untuk mengamankan keringanan dan pengecualian yang akan memungkinkan Filipina untuk mendapatkan minyak dari negara-negara yang dikenai sanksi AS.

Di tengah perang dengan Iran, AS telah memberikan pengecualian 30 hari untuk pembelian minyak Rusia secara internasional, yang dikenai sanksi oleh Washington dan sekutunya di Barat karena perang di Ukraina.

Darurat Energi

Filipina adalah negara pertama di dunia yang memberlakukan keadaan darurat energi untuk mengatasi kekurangan minyak akibat perang AS dan Israel melawan Iran.

Pada Maret, Filipina membeli total 2,48 juta barel minyak mentah Rusia.

Negara Asia Tenggara ini mengimpor 90 persen minyaknya dari Asia Barat (Timur Tengah) dan membayar US$16 miliar atau sekitar Rp274,03 triliun untuk minyak pada 2024.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada Senin menangguhkan pajak cukai atas minyak tanah dan gas minyak cair setelah Kongres memberinya wewenang darurat untuk menyesuaikan tarif pajak bahan bakar.

Tim pengelola ekonominya menentang penangguhan pajak cukai atas solar dan bensin.

Menteri Keuangan Frederick Go pada Selasa mengatakan Komite Koordinasi Anggaran Pembangunan, yang terdiri atas para pengelola ekonomi tersebut, "telah menetapkan bahwa penangguhan pajak cukai atas solar dan bensin kemungkinan tidak akan memberikan bantuan yang berarti, karena setiap pengurangan harga eceran di SPBU akan bersifat marginal dan sebagian besar diimbangi oleh dinamika pasar yang berlaku".

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |