Liputan6.com, Jakarta - Di era digital 2025 ini, masyarakat sering kali terjebak dalam pusaran konsumerisme yang melelahkan. Fenomena "hedonisme" yang mengutamakan kesenangan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan telah menjadi beban psikologis bagi banyak orang, terutama kalangan mahasiswa dan profesional muda.
Maka itu, kaum muda perlu memahami konsep gaya hidup islami minimalis yang menenangkan jiwa. Sebab, Islam melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW sebenarnya telah menawarkan solusi melalui konsep hidup sederhana yang kini makin populer.
Di tengah gempuran tren konsumerisme dan gaya hidup hedonis, gaya hidup minimalis ala Rasulullah SAW itu menjadi sebagai jawaban sekaligus antitesa. Lebih dari 1.400 tahun lalu, Rasulullah SAW telah meletakkan fondasi gaya hidup sederhana yang menenangkan.
Gaya hidup minimalis bukanlah lambang kemiskinan, tapi meletakkan segala sesutu pada prioritas dan porsinya. Dengan begitu, tercipta keseimbangan pemenuhan kebutuhan lahir dan batin, sehingga tercipta ketenangan jiwa.
Prinsip Keseimbangan (Moderasi-Iqtishad)
Minimalisme islami bukan berarti memilih hidup miskin, melainkan prinsip "pertengahan" dalam mengelola harta dan keinginan. Berdasarkan kajian dalam Jurnal Al-Munqidz, Al-Qur'an meletakkan fondasi hidup sederhana pada sikap moderat.
Hal ini diperkuat dengan dalil Al-Qur'an, yang artinya: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67).
Dalam kitab Shafwah al-Tafasir, Muhammad Ali al-Shabuni menjelaskan bahwa ayat ini mendefinisikan sifat Ibadurrahman (hamba Allah yang Maha Pengasih) sebagai mereka yang mengambil jalan tengah.
Mereka tidak melakukan tabdzir (pemborosan pada hal yang sia-sia), namun juga tidak bakhil. Inilah kunci ketenangan, tidak terbeban oleh utang akibat keinginan, dan tidak cemas karena ketamakan.
Mengatur Pola Konsumsi
Salah satu sumber kecemasan modern adalah keinginan untuk mengonsumsi segala hal melampaui kebutuhan. Islam menyebut perilaku ini sebagai Israf.
Perilaku yang diajarkan Nabi SAW adalah jawaban sekaligus praktik anti-israf atau anti-pemborosan. Hal ini berdasar ayat Al-Qur'an, yang artinya: “...makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A'raf: 31).
Ahmad Mustafa Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi menekankan bahwa perintah ini adalah kaidah dasar bagi kesehatan jasmani dan ketenteraman ruhani.
Jika seseorang mampu membatasi konsumsinya hanya pada apa yang bermanfaat, jiwanya akan lebih ringan dan terhindar dari penyakit hati yang muncul akibat kompetisi materi yang tidak ada habisnya.
Rasulullah: Ikon Minimalisme Sejati
Dalam Ebook Kepribadian Rasulullah SAW, Faraj Hadi mengulas bagaimana Rasulullah SAW mempraktikkan hidup sederhana tanpa kehilangan kewibawaan. Beliau adalah sosok yang mandiri: menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya, dan membantu urusan rumah tangga tanpa merasa rendah diri.
Minimalisme islami sangat berkaitan erat dengan sifat tawadhu (rendah hati). Rasulullah SAW menjauhkan diri dari segala bentuk keterpaksaan (takalluf) dan kepura-puraan dalam berpenampilan.
Faraj Hadi mengutip penjelasan para ulama bahwa sifat tawadhu adalah bukti keindahan akhlak. Dalam kitab At-Tamhid, Ibnu Abdil Barr menjelaskan bahwa kesederhanaan Rasulullah adalah pilihan sadar (zuhud), bukan karena keterpaksaan.
Hal ini memberikan pelajaran bahwa ketenangan jiwa tidak didapat dari tumpukan barang mewah, melainkan dari kemerdekaan hati dari kepemilikan dunia.
Melawan Hedonisme
Menurut penelitian Ai Nurasyiah dkk. dalam Jurnal Tashdiq, penerapan gaya hidup minimalis ala Rasulullah sangat efektif untuk menangkal "virus" hedonisme di kalangan mahasiswa maupun generasi muda secara umum. Maka itu, perlu resolusi dalam untuk mengubah mindset pola konsumsi.
Misalnya, membeli barang hanya karena fungsi dan manfaat ibadah, bukan untuk pamer (riya) atau sekadar mengikuti tren media sosial yang memicu FOMO (Fear of Missing Out).
Dengan mengurangi fokus pada "apa yang tidak kita miliki", seseorang akan lebih mudah bersyukur atas "apa yang sudah ada". Hal itu akan menghindarkan seseorang dari gangguan kesehatan mental (mental health) sehingga jiwa lebih tenang.
Sikap syukur inilah yang secara ilmiah terbukti menurunkan tingkat stres. Hidup minimalis memudahkan seseorang untuk tidak berjalan dengan angkuh di muka bumi, karena ia tidak lagi menilai harga dirinya berdasarkan merek pakaian atau tipe kendaraan, sebagaimana disinggung QS. Luqman: 18-19:
"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri,".
Contoh Praktis Sehari-hari di Lingkungan
Gaya hidup minimalis islami adalah tentang intentional living—hidup dengan penuh kesadaran. Dengan mengurangi "kebisingan" materi, kita memberikan ruang lebih besar bagi jiwa untuk tenang dan fokus pada hal yang esensial.
1. Pola Konsumsi Moderat (Smart Shopping)
Di era e-commerce dan diskon besar-besaran, godaan untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan sangat tinggi.
Contoh Praktis: Menerapkan prinsip belanja berbasis fungsi, bukan gengsi.
2. Budaya Repair and Reuse (Slow Fashion)
Tren fast fashion mendorong orang untuk terus berganti pakaian. Rasulullah SAW mengajarkan nilai yang berbeda melalui kemandirian.
Contoh Praktis: Menjahit kembali pakaian yang robek kecil atau memperbaiki sepatu yang rusak daripada langsung membeli baru. Menggunakan barang hingga habis masa pakainya (mindful consumption).
3. Manajemen Piring Makan (Zero Food Waste)
Masalah food waste menjadi isu global yang serius saat ini. Contoh Praktis: Mengambil porsi makan yang pasti bisa dihabiskan dan tidak menyisakan butiran nasi di piring. Membagi porsi perut: sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara.
4. Digital Minimalism & Rendah Hati di Media Sosial
Di zaman flexing (pamer) di media sosial, menjaga hati tetap tenang adalah tantangan. Contoh praktis: Tidak mengunggah konten yang bertujuan memamerkan kemewahan demi validasi orang lain. Menggunakan gadget sesuai kebutuhan fungsional tanpa harus selalu mengejar seri terbaru jika tidak mendesak.
5. Fokus pada Kualitas Hubungan, Bukan Status Sosial
Fenomena hedonisme mahasiswa sering kali dipicu oleh tekanan pertemanan (peer pressure). Contoh praktis: Memilih lingkaran pertemanan yang saling mendukung dalam kebaikan daripada sekadar mengejar "nongkrong" mewah yang menguras kantong dan waktu.
People also Ask:
Cara hidup tenang dan bahagia dalam Islam?
Kunci hidup tenang dan bahagia menurut Islam adalah dengan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah (salat, zikir, membaca Al-Qur'an), tawakal (berserah diri), bersyukur (qana'ah/merasa cukup), dan beramal saleh, serta menjaga hati dari sifat tercela seperti iri dan dengki, dengan keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diiringi kemudahan dari-Nya.
Apakah umat Islam menganut gaya hidup minimalis?
Bagi umat Islam, minimalisme bukanlah tren baru, melainkan nilai yang tertanam dalam iman . Al-Qur'an dan Sunnah secara konsisten menekankan keseimbangan, kesederhanaan, dan rasa syukur. Islam mendorong umat Islam untuk hidup rendah hati, beramal, dan menghindari pemborosan (israf).
Bagaimana cara Islam menjaga jiwa?
Menjaga Jiwa - Ahlulbait IndonesiaUntuk menjaga jiwa dalam Islam, lakukan amalan spiritual seperti shalat, zikir, dan membaca Al-Qur'an, tanamkan sikap sabar dan syukur, bangun hubungan sosial yang positif (silaturahmi), kelola keseimbangan hidup (bekerja dan istirahat), serta jaga kesehatan fisik dengan makanan halal dan olahraga, dan jangan ragu mencari bantuan profesional jika perlu, karena semua ini adalah ikhtiar menjaga amanah Allah.
Cara hidup sederhana Menurut Islam?
Cara hidup sederhana menurut Islam adalah menjalani hidup tanpa berlebihan (israf), bersyukur (qanaah), mengutamakan akhirat, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta meneladani Rasulullah SAW dalam makan, berpakaian, dan bersikap, yaitu secukupnya, tidak pamer, dan fokus pada ibadah serta keridhaan Allah, bukan pujian dunia. Ini bukan berarti miskin, tetapi hidup hemat, bijak, dan tidak membanggakan harta.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4149262/original/024042800_1662520111-kristina-flour-BcjdbyKWquw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1466583/original/069253100_1483997181-Siluet-muslimah-berdoa-Fatimah-N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097042/original/053429500_1737040385-Ustadz_Adi_Hidayat_atau_UAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5051035/original/015160000_1734203284-Pekerja_Rokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114402/original/060368300_1588065766-4107b6e0063ede472b30ad899d7c6341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3113951/original/072628100_1588047593-shutterstock_430633753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082484/original/092438300_1736234505-1736231602601_apa-itu-tawakal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2994222/original/071529300_1576134424-20191212-Berburu-Diskon-di-Harbolnas-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023773/original/077949500_1732613119-quote-islam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4700453/original/094011300_1703750925-Ilustrasi_malam_pergantian_tahun__perayaan_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)











