Hati-Hati, Perbuatan Dosa Ini Dapat Mendatangkan Tiga Murka Allah Sekaligus Kata Buya Yahya

1 month ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Dalam menjalani kehidupan, kita pasti dihadapkan dengan berbagai ujian dan cobaan yang dapat memengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam hubungan keluarga.

Salah satu hal yang sering kali menjadi sumber perdebatan adalah masalah harta warisan. Walaupun seharusnya warisan menjadi hak yang dibagi dengan adil, kenyataannya hal ini bisa menimbulkan perselisihan dan merusak hubungan antar saudara. 

Menurut pandangan Islam, perebutan harta warisan bisa mengarah pada perilaku yang sangat tercela dan bahkan membawa seseorang kepada dosa besar.

Buya Yahya, dalam hal ini memberi peringatan akan bahaya dari berebut warisan, terutama jika perasaan iri dan ego menguasai hati.

Beliau menyebutkan jika tindakan ini tidak hanya sekedar masalah harta, tetapi juga dapat mengundang murka Allah.

Saksikan Video Pilihan ini:

Beroperasi akhir Tahun, Ini Keunikan Jalan Bung Karno Purwokerto, Banyumas

Dosa Berebut Harta Warisan

Berebut warisan bukan hanya sekadar perselisihan harta, tetapi juga bisa menjadi pintu gerbang dosa besar yang mengarah pada kesengsaraan.

"Kalau ada orang berebut waris, ketahuilah dia telah melakukan tiga dosa besar. Satu saja dosa sudah cukup untuk masuk ke dalam neraka Jahannam, apalagi jika tiga dosa dilakukan bareng-bareng. Orang yang berebut waris, kalau Anda ingin melihat siapakah orang yang ahli neraka yang berjalan di atas bumi, cukup tengoklah orang yang berebut waris," ucapnya dikutip dari YouTube Buya Yahya.

Dalam pandangan Islam, hal ini melibatkan tiga dosa besar yang dapat menghancurkan hubungan antara saudara, bahkan hubungan dengan orangtua.

"Orang yang berebut waris melakukan tiga dosa besar sekaligus. Yang pertama adalah menyakiti orang tuanya. Karena dia telah menyakiti adiknya, berarti dia telah menyakiti orangtuanya. Yang kedua adalah mengambil hak saudaranya dengan cara yang haram. Yang ketiga adalah memutus tali persaudaraan," jelasnya. 

Perlu diingat bahwa urusan warisan bukanlah soal nilai besar atau kecilnya harta. Tidak ada kaitannya dengan apakah seseorang itu kaya atau miskin. 

Jangan pula merasa aman hanya karena seseorang adalah fakir atau ustadz. Setan tidak peduli dengan status sosial atau ilmu agama. Setan akan selalu berusaha menanamkan permusuhan, mengajarkan sifat saling berebut dan benci di antara sesama saudara.

Bahaya yang Mengancam Persaudaraan dan Akhirat

Dalam urusan warisan, setan sering kali memanfaatkan kesempatan untuk memecah belah keluarga, menciptakan kebencian, dan mendorong perselisihan.

"Awas semuanya harus merasa waspada ini. Tidak mandang apakah itu orang kaya atau orang melarat. Setan akan menanamkan, mengajarkan permusuhan di antara kalian, karena setan cari kawan sebanyak-banyaknya," tuturnya.

"Bahkan kadang orang yang berebut waris itu orang paling pinter di antara saudara-saudaranya, yang paling pandai berdalil, pandai berhujjah, bahkan mungkin orang yang paling banyak beribadah," sambungnya.

Buya Yahya memperingatkan agar kita jangan sampai meremehkan masalah ini. Setan bisa menggoda siapa saja, termasuk orang-orang yang dianggap alim.

Inilah tugas bagi setiap orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka mengenai pentingnya menjaga hubungan baik antar saudara dan keluarga.

"Maka dari itu, wahai para orangtua, didik anakmu agar benar mengerti makna ukhuwah, persaudaraan yang sesungguhnya. Jangan sampai kita mati, anak kita berebut waris," tegasnya.

Perebutan warisan bukan hanya sekedar persoalan harta, tetapi juga tentang moral dan spiritual. Tindakan ini dapat membawa seseorang pada kebinasaan di akhirat.

"Dan kita pun, jangan berebut waris, karena itu adalah neraka. Kalau di rumahmu ada berebut waris, maka hendaknya engkau jangan yang merebut, biarkan hartamu direbut, karena itu menjadi pahala untukmu. Pokoknya jangan sampai menjadi orang yang zalim," jelasnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |