Liputan6.com, Jakarta Hukum menyindir orang di media sosial menjadi hal yang penting dipahami oleh setiap Muslim. Fenomena menyindir orang di media sosial kini semakin marak terjadi di kalangan pengguna internet. Praktik ini seringkali dilakukan secara halus namun menyakitkan, bahkan tanpa menyebut nama langsung.
Banyak yang menganggap sindiran di media sosial adalah hal sepele dan biasa saja. Padahal, dalam perspektif Islam, perbuatan ini memiliki konsekuensi spiritual yang serius dan perlu dipahami secara mendalam. Melansir dari buku Akhlak Islam karya Dr. Yusuf Qardhawi, menyindir atau mengejek orang lain termasuk dalam kategori perbuatan yang dilarang keras dalam Islam karena merendahkan martabat sesama muslim.
Para ulama sepakat bahwa sindiran yang menyakiti hati orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial, termasuk dalam perbuatan dosa besar yang harus dihindari. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/11/2025).
Hukum Menyindir Orang di Media Sosial dalam Islam
Hukum menyindir orang di media sosial dalam Islam adalah haram dan termasuk dosa besar. Media sosial sebagai ruang publik digital tidak mengubah esensi larangan dalam ajaran Islam mengenai perbuatan menyakiti sesama.
Sindiran di media sosial bahkan bisa lebih berbahaya karena dampaknya dapat menyebar luas dan permanen. Setiap postingan yang berisi sindiran dapat dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang, sehingga memperbesar dosa pelakunya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang melarang kaum mukmin untuk saling mengolok-olok karena bisa jadi orang yang diolok-olok lebih baik di sisi Allah.
Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial, menyebarkan konten yang mengandung fitnah, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), bullying, dan hoaks adalah haram hukumnya. Sindiran yang menyakiti hati orang lain termasuk dalam kategori perbuatan yang dilarang tersebut.
Para ulama kontemporer juga menegaskan bahwa hukum menyindir orang di media sosial sama dengan menyindir secara langsung, bahkan lebih berat dosanya. Hal ini karena jejak digital akan terus tersimpan dan dapat diakses kapan saja, sehingga keburukan yang disebarkan akan terus berdampak negatif.
Dosa menyindir di media sosial tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga kepada mereka yang ikut menyebarkan, memberikan like, atau berkomentar mendukung sindiran tersebut. Setiap orang yang berkontribusi dalam penyebaran konten negatif akan turut memikul dosa atas perbuatan tersebut hingga si korban memaafkan.
Dalil Al-Quran tentang Larangan Menyindir
Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa menyindir termasuk dalam penyakit hati yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Sindiran adalah bentuk kepura-puraan dalam berkomunikasi, dimana seseorang tidak berani berkata terus terang namun ingin menyampaikan celaan kepada orang lain. Perbuatan ini mencerminkan kelemahan akhlak dan ketidakberanian untuk bersikap jujur.
Menyindir berbeda dengan kritik membangun yang disampaikan secara langsung dan konstruktif. Kritik yang baik bertujuan untuk perbaikan dan disampaikan dengan cara yang santun serta bijaksana, sedangkan sindiran bertujuan untuk menjatuhkan dan merendahkan orang lain. Islam mengajarkan umatnya untuk berkata jujur dan terbuka, bukan melalui sindiran yang menyakitkan hati.
Al-Quran memberikan peringatan tegas mengenai larangan menyindir dan mengolok-olok sesama muslim melalui beberapa ayat yang jelas.
1. QS. Al-Hujurat Ayat 11
Allah SWT berfirman yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." Ayat ini secara eksplisit melarang perbuatan mengolok-olok yang mencakup sindiran, ejekan, dan cemoohan dalam bentuk apapun.
2. QS. Al-Humazah Ayat 1
Dalam surah ini, Allah mengancam dengan kecelakaan bagi setiap pengumpat dan pencela. Pengumpat (humazah) adalah orang yang mencela dengan isyarat dan perbuatan, termasuk sindiran, sedangkan pencela (lumazah) adalah yang mencela dengan lisan secara langsung.
3. QS. An-Nur Ayat 19
Allah memperingatkan orang-orang yang suka menyebarkan berita bohong atau perbuatan keji di kalangan orang beriman akan mendapat siksa yang pedih. Sindiran di media sosial yang menyebar luas termasuk dalam kategori ini karena dapat merusak nama baik seseorang.
4. QS. Al-Hujurat Ayat 12
Ayat ini melarang ghibah (menggunjing) yang disebutkan dengan perumpamaan seperti memakan daging saudara sendiri yang sudah mati. Sindiran termasuk dalam kategori ghibah karena menyebutkan keburukan seseorang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
5. QS. Al-Qalam Ayat 10-11
Allah melarang untuk mentaati setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, suka mencela, dan yang kian kemari menghambur fitnah. Orang yang suka menyindir dan mencela termasuk dalam karakter yang dicela dalam ayat ini.
Menurut kitab Tafsir Ibnu Katsir, ayat-ayat di atas menunjukkan betapa seriusnya larangan Allah terhadap perbuatan yang merendahkan orang lain. Para mufassir sepakat bahwa sindiran, ejekan, dan cemoohan adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah karena merusak persaudaraan dan menciptakan perpecahan di kalangan umat Islam.
Perbedaan Sindiran dengan Nasihat dalam Islam
Islam mendorong umatnya untuk saling menasihati namun melarang keras perbuatan menyindir yang menyakitkan. Nasihat dalam Islam adalah bentuk kepedulian untuk kebaikan orang lain yang disampaikan dengan cara bijaksana, rahasia, dan bertujuan perbaikan.
Sindiran sebaliknya, dilakukan untuk merendahkan, menyakiti, dan seringkali disampaikan secara terbuka di hadapan orang lain atau melalui media sosial yang bisa dibaca banyak orang. Perbedaan mendasar terletak pada niat, cara penyampaian, dan tujuan akhir dari perbuatan tersebut.
Berikut beberapa hal yang membedakan antara nasihat dan sindiran yang penting untuk diketahui:
1. Niat
Nasihat bertujuan untuk kebaikan dan perbaikan, sedangkan sindiran bertujuan untuk melampiaskan emosi, menjatuhkan, atau membalas dendam. Niat adalah kunci pembeda antara perbuatan yang bernilai ibadah dan dosa.
2. Cara Penyampaian
Nasihat disampaikan secara tertutup dan pribadi untuk menjaga kehormatan, sementara sindiran sering dilakukan secara terbuka dan publik. Media sosial membuat sindiran menjadi lebih berbahaya karena dapat menyebar ke banyak orang.
3. Bahasa yang Digunakan
Nasihat menggunakan bahasa yang lembut, santun, dan penuh empati. Sindiran menggunakan bahasa yang menyinggung, sarkastik, dan cenderung kasar meski terselubung.
4. Dampak pada Penerima
Nasihat membuat penerima merasa dihargai dan termotivasi untuk berubah lebih baik. Sindiran membuat korban merasa tersinggung, marah, dendam, dan kehilangan kepercayaan diri.
5. Konteks dan Timing
Nasihat mempertimbangkan waktu dan situasi yang tepat agar diterima dengan baik. Sindiran seringkali dilontarkan tanpa mempertimbangkan perasaan dan kondisi orang yang dituju.
Etika Bermedia Sosial Menurut Islam
Media sosial adalah alat komunikasi modern yang jika digunakan dengan baik dapat menjadi sarana dakwah dan silaturahmi, namun jika disalahgunakan dapat menjadi sumber fitnah dan permusuhan. Setiap muslim harus memahami bahwa aktivitas di media sosial tetap terikat dengan hukum syariat Islam, dan setiap postingan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
1. Jaga Lisan Digital
Setiap tulisan di media sosial adalah bentuk perkataan yang akan dicatat oleh malaikat. Pastikan setiap postingan mengandung kebaikan atau minimal tidak menyakiti orang lain.
2. Verifikasi Informasi
Jangan langsung menyebarkan informasi tanpa verifikasi terlebih dahulu. Islam mengajarkan untuk melakukan tabayyun (klarifikasi) sebelum mempercayai atau menyebarkan berita.
3. Hindari Ghibah dan Fitnah
Jangan memposting atau menyebarkan konten yang mengandung gunjingan, fitnah, atau informasi negatif tentang orang lain. Media sosial bukan tempat untuk mencuci keburukan orang lain.
4. Berbagi Konten Positif
Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, ilmu bermanfaat, dan dakwah. Setiap share konten positif dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
5. Jaga Privacy Orang Lain
Hormati privasi orang lain dengan tidak membagikan informasi pribadi, foto, atau video mereka tanpa izin. Setiap orang memiliki hak untuk menjaga privasi kehidupan pribadinya.
6. Santun dalam Berdiskusi
Ketika berdiskusi atau berdebat di media sosial, gunakan bahasa yang santun dan hindari kata-kata kasar. Perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun harus disampaikan dengan adab yang baik.
7. Jangan Provokasi dan Hujatan
Hindari postingan yang bersifat provokatif, menyulut emosi, atau mengajak permusuhan. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pembawa kedamaian, bukan perpecahan.
FAQ
1. Apakah menyindir orang di media sosial termasuk dosa besar?
Ya, menyindir orang di media sosial termasuk dosa besar karena melanggar kehormatan sesama muslim dan dapat menyebar luas.
2. Bagaimana cara bertaubat dari dosa menyindir di media sosial?
Bertaubat dengan menyesali perbuatan, menghapus konten sindiran, meminta maaf kepada korban, dan beristighfar kepada Allah.
3. Apakah hukumnya sama jika menyindir tanpa menyebut nama?
Ya, hukumnya tetap haram meskipun tidak menyebut nama karena maksud sindiran dapat dipahami dan tetap menyakiti korban.
4. Bolehkah memberikan like pada postingan sindiran orang lain?
Tidak boleh, karena memberikan like berarti mendukung dan ikut menyebarkan perbuatan dosa tersebut.
5. Apakah sindiran termasuk dalam kategori ghibah?
Ya, sindiran termasuk bentuk ghibah karena menyebutkan keburukan orang lain meskipun secara tidak langsung.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)