PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memilih diam jika Iran menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington.
“Saya pikir kami sudah terlalu banyak bicara, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya. Saya pikir diam akan sangat baik,” kata Trump kepada NBC News pada Senin 1 Juni 2026 seperti dikutip Anadolu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Trump menyebut bahwa jeda dalam negosiasi tidak selalu berarti dimulainya kembali serangan secara langsung. Namun, ia menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku.
Trump mengatakan AS akan membiarkan Iran menunggu “selama yang mereka inginkan” karena Teheran sangat dirugikan atas blokade tersebut.
Pernyataan Trump disampaikan menyusul laporan dari kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, bahwa Teheran menghentikan pembicaraan damai melalui mediator sebagai protes atas serangan Israel di Libanon.
Tasnim mengatakan tim negosiasi Iran akan menghentikan "pembicaraan dan pertukaran teks melalui mediator" sampai tuntutan mereka terkait Gaza dan Libanon dipenuhi.
Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan selanjutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Kendati demikian, upaya untuk solusi terus berlanjut sejak saat itu.
AS juga menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Pentagon mengatakan pasukannya telah mengalihkan 121 kapal komersial dan melumpuhkan lima kapal hingga saat ini.
Salah satu syarat Iran untuk kesepakatan yang mengakhiri perang dengan AS secara permanen adalah penghentian pertempuran di semua lini, termasuk di Libanon.
Perundingan Terancam
Secara terpisah, Trump mengatakan kepada CNBC bahwa, “Saya tidak peduli jika negosiasi perdamaian dengan Iran berakhir."
“Saya benar-benar tidak peduli. Saya sama sekali tidak peduli,” kata Trump ketika ditanya tentang laporan bahwa negosiator Iran akan menghentikan komunikasi dengan AS karena operasi militer Israel di Libanon.
Meski demikian, Trump mengatakan “akan bertanya” kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “apa yang terjadi dengan Libanon.”
Menurut media Israel, Trump dan Netanyahu melakukan panggilan telepon pada Senin. Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan.
Menurut CNBC, Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang harga minyak yang melonjak. Ini setelah laporan di media pemerintah Iran bahwa Teheran berjanji untuk “sepenuhnya memblokir” Selat Hormuz selain menghentikan negosiasi.
“Saya pikir harga minyak akan turun drastis dalam waktu dekat, Anda tahu, dalam waktu yang sangat dekat,” kata Trump.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)


















