Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 23 Februari 2026, Panduan Lengkap Sahur dan Berbuka

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah tiba, membawa berkah dan kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah. Bagi warga Kota Surabaya, Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 23 Februari 2026 menjadi panduan esensial dalam menjalankan ibadah puasa. Informasi ini krusial untuk mengatur waktu sahur dan berbuka puasa dengan tepat.

Tanggal 23 Februari 2026 sendiri bertepatan dengan hari ke-5 Ramadan 1447 H, setelah penetapan awal Ramadan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada Kamis, 19 Februari 2026. Ketersediaan jadwal yang akurat sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap ibadah puasa, mulai dari sahur hingga berbuka, dilaksanakan sesuai waktunya. Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan.

Jadwal Imsakiyah ini memuat waktu-waktu penting seperti Imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib (berbuka puasa), dan Isya, yang umumnya dirilis secara resmi oleh Kemenag RI. Penting bagi masyarakat khususnya warga Surabaya untuk merujuk pada sumber terpercaya agar ibadah berjalan akurat.

Rincian Jadwal Imsakiyah Kota Surabaya 23 Februari 2026

Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah secara resmi telah ditetapkan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 oleh Kemenag RI, menjadikan 23 Februari 2026 sebagai hari kelima pelaksanaan ibadah puasa. Ketetapan ini menjadi dasar bagi umat Muslim untuk memulai rangkaian ibadah di bulan yang penuh berkah.

Untuk warga Kota Surabaya, berikut adalah rincian waktu penting pada 23 Februari 2026 atau 5 Ramadan 1447 H:

  • Imsak pada pukul 04:08 WIB
  • Subuh pukul 04:18 WIB
  • Terbit pukul 05:31 WIB
  • Duha pukul 05:58 WIB
  • Zuhur pukul 11:46 WIB
  • Asar pukul 14:52 WIB
  • Magrib (berbuka puasa) pukul 17:54 WIB
  • Isya pukul 19:04 WIB

Jadwal ini menjadi panduan vital untuk mengatur aktivitas ibadah harian. Informasi jadwal Imsakiyah untuk Kota Surabaya, termasuk tanggal 23 Februari 2026, dapat diakses melalui situs resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI atau melalui Liputan6.com yang telah menerbitkan jadwal lengkap. Memastikan akurasi jadwal adalah kunci untuk menjalankan ibadah puasa dengan tertib dan tepat waktu.

Metode Resmi Penentuan Awal Ramadan dan Jadwal Imsakiyah

Di Indonesia, penentuan awal Ramadan dan jadwal Imsakiyah merupakan tanggung jawab pemerintah melalui Kemenag. Proses ini melibatkan dua metode utama, yaitu hisab atau perhitungan astronomi, serta rukyatul hilal yang berarti pengamatan hilal atau bulan sabit muda secara langsung.

Sidang Isbat menjadi forum resmi yang diselenggarakan Kemenag untuk menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, dengan mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) juga menjadi acuan, di mana hilal dianggap sah jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Meskipun Kemenag/NU menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026, terdapat perbedaan dengan Muhammadiyah yang memulai puasa sehari lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Perbedaan ini menunjukkan dinamika dalam penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia.

Urgensi Jadwal Imsakiyah dalam Ibadah Puasa

Jadwal Imsakiyah adalah panduan krusial bagi umat Muslim selama bulan Ramadan untuk menjalankan ibadah puasa dengan tertib dan tepat waktu. Tabel jadwal ini memuat waktu-waktu penting seperti Imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya, yang menjadi acuan harian.

Waktu Imsak berfungsi sebagai peringatan sekitar 10 menit sebelum Subuh, menandakan agar segera menghentikan makan dan minum, meskipun batas sahur yang sebenarnya adalah saat azan Subuh berkumandang. Subuh menandai dimulainya waktu puasa harian, sementara Magrib adalah waktu yang dinanti untuk berbuka puasa.

Perbedaan letak geografis di setiap daerah menyebabkan waktu Subuh, Imsak, dan Magrib tidak sama, sehingga jadwal Imsakiyah yang spesifik per kota sangat dibutuhkan. Hal ini memastikan bahwa setiap umat Muslim dapat melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan waktu yang akurat di lokasi mereka.

Tradisi Khas Ramadan Masyarakat Surabaya

Masyarakat Kota Surabaya memiliki beberapa tradisi unik yang telah lama diwariskan dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadan. Tradisi ini tidak hanya memperkaya nilai spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Salah satu tradisi populer adalah "Megengan", yang biasanya digelar sehari sebelum Ramadan. Dalam acara ini, warga berkumpul untuk selamatan, menikmati hidangan khas seperti kue apem dan jajanan tradisional, serta sering diisi dengan doa bersama dan tahlil untuk mendoakan leluhur. Tradisi ini menjadi simbol berbagi rezeki dan kebahagiaan.

Selain Megengan, tradisi ziarah kubur juga umum dilakukan menjelang Ramadan di Surabaya. Kegiatan ini merupakan momen untuk mengunjungi makam keluarga, mendoakan mereka, serta sebagai bentuk refleksi diri dan pengingat akan kehidupan akhirat, memperkuat ikatan spiritual dan kekeluargaan.

Panduan Mengakses Jadwal Imsakiyah yang Akurat

Untuk mendapatkan jadwal Imsakiyah yang akurat, umat Muslim dapat memanfaatkan beberapa sumber resmi dan terpercaya. Situs web resmi Kemenag RI, melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), menyediakan fasilitas digital agar masyarakat dapat memantau waktu imsak, buka puasa, dan jadwal salat lima waktu secara real-time.

Selain itu, portal berita nasional seperti Liputan6.com secara rutin mengunggah jadwal Imsakiyah harian untuk berbagai kota di Indonesia, termasuk Surabaya. Liputan6.com memiliki halaman khusus untuk informasi Ramadan yang memudahkan akses bagi pembaca.

Berbagai aplikasi Islami di ponsel pintar juga menjadi alternatif praktis, menyediakan notifikasi waktu Imsak dan berbuka secara otomatis sesuai lokasi pengguna. Penting untuk selalu merujuk pada jadwal yang spesifik untuk kota atau kabupaten agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan tepat waktu, mengingat adanya perbedaan waktu akibat letak geografis.

5 Pertanyaan dan Jawaban (People Also Ask)

1. Kapan 1 Ramadan 1447 H dimulai menurut pemerintah?

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 berdasarkan hasil Sidang Isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal.

2. Jam berapa waktu imsak dan berbuka di Surabaya pada 23 Februari 2026?

Pada 23 Februari 2026 atau 5 Ramadan 1447 H di Surabaya, waktu imsak pukul 04.08 WIB dan waktu Magrib atau berbuka puasa pukul 17.54 WIB sesuai jadwal resmi yang dirilis pemerintah.

3. Mengapa jadwal imsakiyah berbeda di setiap kota?

Perbedaan jadwal imsakiyah terjadi karena letak geografis dan posisi matahari di tiap daerah tidak sama, sehingga waktu Subuh dan Magrib di setiap kota memiliki selisih menit yang harus disesuaikan secara lokal.

4. Apa perbedaan metode penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah?

Pemerintah melalui Kemenag menggunakan kombinasi hisab dan rukyat dengan kriteria MABIMS, sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal sehingga dalam beberapa tahun bisa terjadi perbedaan awal puasa.

5. Di mana bisa melihat jadwal imsakiyah Surabaya yang resmi dan akurat?

Jadwal imsakiyah resmi dapat diakses melalui situs Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, serta portal berita nasional seperti Liputan6.com yang rutin mempublikasikan jadwal Ramadan untuk berbagai kota.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |