CANTIKA.COM, Jakarta - Kekerasan dalam hubungan, baik fisik, emosional, maupun psikologis, masih menjadi isu serius yang sering luput dari perhatian. Banyak korban memilih diam karena takut, merasa bersalah, atau khawatir tidak dipercaya. Padahal, kehadiran orang terdekat yang suportif bisa menjadi langkah awal yang sangat berarti dalam proses pemulihan mereka.
Jika kamu memiliki teman, keluarga, atau orang terdekat yang mengalami kekerasan dalam hubungan, berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pertolongan dengan aman, empatik, dan bertanggung jawab.
1. Dengarkan dengan Empati dan Percaya pada Cerita Mereka
Langkah pertama dan terpenting adalah mendengarkan tanpa menyela atau menghakimi. Ketika korban berani bercerita, itu berarti mereka sedang membuka diri dalam kondisi yang sangat rentan. Sikap percaya dari orang terdekat dapat membantu mereka merasa diakui dan tidak sendirian.
Hindari kalimat yang bernada menyalahkan seperti mempertanyakan alasan mereka bertahan dalam hubungan tersebut. Sebaliknya, tegaskan bahwa apa yang mereka alami bukan kesalahan mereka.
2. Ciptakan Ruang Aman Tanpa Tekanan
Korban kekerasan sering hidup dalam tekanan dan rasa takut yang berkepanjangan. Memberi mereka ruang aman, baik secara emosional maupun fisik, sangat penting agar mereka bisa berbicara dengan jujur dan nyaman.
Ruang aman berarti mendengarkan tanpa memaksakan solusi, tidak menghakimi keputusan mereka, dan menghormati batasan yang mereka tetapkan. Dalam banyak kasus, kehadiran yang konsisten jauh lebih bermakna daripada nasihat yang berlebihan.
3. Bantu Akses Informasi dan Dukungan Profesional
Meskipun dukungan personal sangat penting, korban kekerasan juga membutuhkan bantuan profesional. Kamu bisa membantu dengan memberikan informasi tentang layanan konseling, hotline bantuan, atau lembaga pendamping yang relevan.
Pastikan kamu menyampaikan informasi tersebut sebagai pilihan, bukan paksaan. Biarkan korban menentukan kapan dan bagaimana mereka ingin mencari bantuan lebih lanjut sesuai kesiapan mereka.
4. Bersabar dan Tetap Konsisten Mendukung
Proses keluar dari hubungan yang penuh kekerasan tidak selalu cepat atau mudah. Banyak korban membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan karena faktor emosional, ekonomi, atau keamanan.
Di sinilah peran kesabaran menjadi sangat penting. Tetap hadir, menjaga komunikasi, dan menunjukkan kepedulian secara konsisten bisa membantu korban merasa memiliki sandaran yang aman, bahkan ketika mereka belum siap mengambil langkah besar.
5. Tawarkan Bantuan Praktis yang Aman
Selain dukungan emosional, bantuan praktis juga dapat sangat membantu korban. Bentuknya bisa sederhana, seperti menemani mereka mencari informasi, membantu menyusun rencana keselamatan, atau menyediakan tempat aman untuk berbicara.
Namun, pastikan semua bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan korban. Jangan mengambil tindakan yang berpotensi membahayakan mereka, terutama jika pelaku masih berada di sekitar atau mengawasi.
Memberikan pertolongan pada korban kekerasan dalam hubungan bukan berarti mengambil alih kendali hidup mereka. Justru sebaliknya, dukungan terbaik adalah yang membantu korban merasa lebih berdaya, didengar, dan memiliki pilihan.
Sikap empatik, kesabaran, serta kemauan untuk terus hadir bisa menjadi langkah awal yang sangat berarti dalam perjalanan korban menuju hubungan yang lebih sehat dan kehidupan yang lebih aman.
Pilihan Editor: Mengenal Child Grooming dan Deretan Artis Indonesia yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Hubungan
HEALTHLINE | VERYWELL MIND | PSYCHOLOGY TODAY
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)








