KOMISI pemilihan umum Peru mengumumkan pada Senin 29 Juni 2026 bahwa kandidat dari kubu sayap kanan, Keiko Fujimori, telah memenangkan pemilihan presiden.
Fujimori, berjanji untuk memulihkan "ketertiban dan harapan." Pernyataan ini dilontarkan perempuan berusia 51 tahun tersebut seperti dilansir Le Monde setelah hasil akhir menunjukkan Fujimori menang tipis dalam pemilihan umum pada Senin—sebuah kemenangan terbaru bagi kebangkitan kembali kubu kanan di Amerika Latin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Kami semakin dekat untuk menapaki jalan menuju ketertiban dan harapan bagi seluruh rakyat Peru," kata Fujimori dalam sebuah unggahan di media sosial seperti dilansir Al Jazeera.
Fujimori memenangkan putaran kedua pemilihan presiden pada 7 Juni dengan selisih suara yang sangat tipis. Ia mengungguli kandidat berhaluan kiri, Roberto Sanchez, dengan selisih kurang dari 50.000 suara, dari total lebih dari 18 juta suara yang masuk menurut hasil akhir.
Putaran kedua pemilihan antara Fujimori dan Sanchez merupakan salah satu pemilihan paling sengit di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir.
Dewan Pemilihan Umum Nasional Peru (JNE) dijadwalkan secara resmi mengumumkan pemenang pada 3 Juli, menyusul proses penghitungan suara yang berlarut-larut selama berminggu-minggu.
Namun, hasil putaran kedua pemilihan umum pada 7 Juni tersebut tampaknya tidak akan mengakhiri krisis politik yang telah melanda Peru selama bertahun-tahun. Sembilan presiden menjabat dalam kurun waktu hanya 10 tahun sebelum akhirnya lengser atau dicopot dari jabatannya.
Sanchez menolak mengakui hasil pemilihan umum tersebut, dengan alasan adanya berbagai kejanggalan dan kecurangan.
Meskipun tidak menyertakan bukti atas klaim-klaimnya, ia telah menyerukan aksi protes untuk "mempertahankan suara" dan menyatakan akan mengajukan gugatan hukum untuk menyanggah pengumuman resmi hasil pemilu.
Krisis Politik
Fujimori memikul tugas memimpin negara yang dilanda oleh kelompok kejahatan terorganisasi yang kuat dan ketidakstabilan politik kronis, mengingat negara itu telah berganti presiden sebanyak delapan kali dalam satu dekade terakhir.
Kemenangannya juga menandai kembalinya nama Fujimori ke istana kepresidenan, lebih dari dua dekade setelah jatuhnya mendiang ayahnya yang memerintah dengan tangan besi, Alberto Fujimori. Rekam jejak dan warisan sang ayah—termasuk hukuman penjara akibat kejahatan hak asasi manusia—masih memecah belah negara tersebut.
Putri mendiang Fujimori yang berusia 51 tahun itu berhasil meraih jabatan tertinggi tersebut pada upaya pencalonannya yang keempat.
Pemilihan umum ini diwarnai oleh isu meningkatnya angka kejahatan dan ketidakstabilan politik kronis, yang paling nyata terlihat dari fenomena pergantian presiden yang terus-menerus. Di tengah maraknya geng pemerasan dan pembunuhan bayaran, Fujimori berjanji akan mengambil tindakan tegas, layaknya gaya kepemimpinan ayahnya yang otoriter.
Alberto Fujimori, yang memerintah dari 1990-2000, mendapat pujian karena menumpas pemberontak Maois dan menjinakkan hiperinflasi. Namun, ia kemudian dipermalukan, diasingkan, dan dipenjara karena korupsi dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan atas nama memerangi apa yang dianggapnya sebagai terorisme.
Kenangan Kelam
Fujimori akan menjabat pada 28 Juli untuk masa jabatan lima tahun. Ia adalah pemimpin Amerika Latin terbaru yang memanfaatkan gelombang sentimen sayap kanan dan kemarahan atas meningkatnya kejahatan untuk menduduki jabatan tertinggi di negara mereka – negara-negara lain termasuk Kolombia, Bolivia, Ekuador, dan Chile.
Fujimori mengakui pada Senin bahwa negaranya terbelah secara mendalam. "Kami memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan kedua belah pihak. Pintu dialog terbuka lebar," ujarnya, merujuk pada Sanchez dan pihak-pihak lain dari kubu kiri.
Meski lama dipandang sebagai sosok yang konfrontatif, ia berupaya keras selama masa kampanye untuk melunakkan citranya.
Ia tampil tenang dan elegan—kerap mengenakan setelan celana panjang dan senyum yang terlatih—serta tumbuh besar di lingkungan para kepala negara.
Ia menjadi Ibu Negara pada usia 19 tahun setelah ibunya secara terbuka memutuskan hubungan dengan Fujimori, dan ia menempuh pendidikan administrasi bisnis di Amerika Serikat.
Selama beberapa dekade, nama besar Fujimori menjadi keuntungan sekaligus hambatan baginya. Nama tersebut memberinya pengakuan instan, basis pemilih setia, dan jaringan politik yang luas, tetapi juga mendatangkan banyak kritik.
Jutaan warga Peru menyimpan kenangan kelam akan masa pemerintahan ayahnya dan menolak memberikan suara kepada siapa pun yang bernama Fujimori. Ini sebuah sikap yang telah tiga kali menghalangi langkahnya menuju kursi kepresidenan.
Para pengkritik juga menyalahkan dirinya dan partainya atas sebagian besar ketidakstabilan politik di Peru, dengan menyoroti besarnya pengaruh serta praktik kesepakatan politik yang dilakukan Fuerza Popular di Kongres.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518326/original/022972500_1772505463-bantuan_bibit_ayam_-klaim_link_pendaftaran.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523086/original/018748500_1772788951-cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)