Keutamaan Doa Rabbana Atina Fiddunya, Kunci Kebaikan Dunia dan Akhirat

3 months ago 92

Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan doa rabbana atina fiddunya perlu diketahui umat Islam mengingat cakupannya yang meliputi kebaikan di dunia dan akhirat. Maka itu, doa ini sering juga disebut sebagai doa sapu jagat.

Adapun lafal lengkapnya adalah "Rabbana Atina Fiddunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah, Wa Qina 'Adzaban Nar", yang artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka". 

Doa ini bersumber dari QS Al-Baqarah ayat 201, yang secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat. ""Dan di antara mereka ada yang berdoa: 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka'.".

Merujuk Jurnal Keseimbangan Kehidupan Dunia dan Akhirat, Mahmudatun Fudhla dkk yang mengutip QS Al-Qashash ayat 77, Islam mengajarkan prinsip keseimbangan dunia dan akhirat. Muslim diperintahkan untuk tidak melupakan bagiannya di dunia sambil tetap mengejar kebahagiaan akhirat.

1. Merangkum Seluruh Kebaikan Dunia dan Akhirat

Merujuk Doa Kebaikan Dunia dan akhirat: Keunggulan dan Kemuliaannya oleh Jannah Lukman, Konsep Doa dalam Perspektif Islam, oleh Zhila Jannati dan Muhammad Randicha Hamandia dan Jurnal Keseimbangan Kehidupan Dunia dan Akhirat dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis oleh Mahmudatun Fudhla, dkk berikut ini adalah keutamaan doa rabbana atina fiddunya yang perlu diketahui.

Merangkum Seluruh Kebaikan Dunia dan Akhirat

Doa ini merupakan permohonan yang sangat lengkap karena mencakup semua aspek kebutuhan manusia, baik yang bersifat material dan spiritual di dunia, maupun keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.

Doa tersebut berisikan untuk kaum muslimin agar ditunjukkan jalan yang benar dan dijauhkan dari jalan yang batil.

Ini menunjukkan bahwa doa ini bukan hanya meminta keselamatan, tetapi juga hidayah dan kebaikan komprehensif.

2. Mencerminkan Sikap Hidup Seimbang (Tawazun)

Doa ini adalah implementasi langsung dari prinsip keseimbangan yang diajarkan Islam, sebagaimana tercantum dalam QS Al-Qashash: 77.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia." (QS Al-Qashash: 77)

Dengan membaca doa ini, seorang Muslim mengakui bahwa dunia adalah ladang amal untuk akhirat, namun tetap berhak dan perlu menikmati kebaikan dunia dengan cara yang halal dan diridhai.

3. Bentuk Pengakuan Ketergantungan kepada Allah

Doa ini mengajarkan sikap tawadhu' dan pengakuan bahwa hanya Allah sumber segala kebaikan. Doa merupakan tanda bahwa manusia sangat membutuhkan Allah swt. dalam setiap nafas yang ditarik.

Dengan membaca "Rabbana" (Wahai Tuhan kami), hamba menyadari posisinya sebagai makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan-Nya.

4. Perlindungan dari Azab Neraka

Bagian terakhir doa, "Wa Qina 'Adzaban Nar", adalah permohonan perlindungan dari siksa terberat di akhirat. Ini menunjukkan kesadaran akan konsekuensi dosa dan pentingnya meminta perlindungan Allah.

"Doa dapat menjadi tabungan amal di akhirat dan dapat menghapus dosa." demikian Zhila menjelaskan dalam jurnalnya.

5. Doa yang Diajarkan dan Dicontohkan Nabi

Doa ini termasuk dalam doa-doa yang sering dibaca Rasulullah SAW. Melihat bahwa doa ini sering dibacakan dalam khutbah Jumat menunjukkan urgensi doa ini bagi seorang muslim. seperti yang diamati dalam penelitian perbandingan NU dan Muhammadiyah.

Hal itu menunjukkan bahwa doa ini memiliki landasan sunnah yang kuat dan dicontohkan langsung oleh Nabi SAW.

6. Tidak Terjebak Materialisme

Dengan memohon 'Hasanah' (kebaikan) di dunia, bukan sekadar kekayaan atau jabatan, doa ini mengajak kita untuk mendefinisikan ulang kesuksesan duniawi. "Hasanah" bisa mencakup:

  • Ketenangan hati,
  • Keluarga sakinah,
  • Ilmu yang bermanfaat,
  • Rezeki yang halal dan barokah.

7. Mengingatkan pada Tujuan Akhir Penciptaan

Doa ini secara implisit mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhiratlah tujuan abadi.

"Dunia itu fana, seperti halnya sebuah kesenangan palsu... sedangkan kesenangan akhirat itu jauh lebih baik dan kekal abadi," demikian Jurnal "Keseimbangan Kehidupan" menjelaskan Penjelasan QS Al-A'la).

Pernyataan yang dikutip dari Jurnal Keseimbangan Kehidupan' dalam penjelasan QS Al-A'la (87:16-17), merangkum inti perbandingan fundamental antara hakikat kehidupan dunia dan akhirat dalam perspektif Islam.

Artinya, dunia adalah jembatan, bukan tujuan; adalah ladang, bukan panen. Dengan pemahaman ini, seorang Muslim akan mampu menjalani hidup secara seimbang: menikmati dunia dengan syukur, sambil terus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Doa Orang Beriman

Melansir artikel berjudul Tafsir Doa Sapu Jagat oleh Syamsul Yakin Dosen Magister KPI FIDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Penulis Buku “Milir, doa rabbana aatina fiddunya yang berasal dari QS. al-Baqarah/2: 201 ini dikatakan sebagai doa sapu jagat karena menyangkut dua permohonan, yakni dunia dan akhirat.

Secara historis, doa ini sebenarnya terkait dengan ibadah haji. Allah SWT berfirman, “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu” (QS. al-Baqarah/2: 200).

Jalaluddin al-Suyuthi dalam Asbab al-Nuzul, mengutip Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas ihwal latar belakang turunnya al-Baqarah/2 ayat 200. Ibnu Abbas berkata, “Pada masa jahiliah, pada saat musim haji orang-orang berdiri, lalu ada di antara mereka yang berkata, “Dulu ayah saya memberi makan, membantu membawakan beban dan membayar diyat”.

Menurut Ibnu Abbas, yang mereka lakukan hanyalaha menyebut-nyebut kebaikan yang telah dilakukan ayah-ayah mereka. Oleh karena itu, Allah SWT menurunkan ayat, “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah dengan menyebut Allah” di atas. Inilah usai haji yang dilakukan oleh orang-orang jahiliah di Mekah.

Kendati mereka berdoa, mereka hanya meminta dunia. Kebaikan dunia yang mereka pinta, diberikan oleh Allah SWT dengan beragam rupa. Hal itu berbeda dengan orang-orang beriman yang datang kemudian. Mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. al-Baqarah/2: 201).

Dalam Tafsir Jalalain, dua karakter ini merupakan lukisan orang-orang musyrik dan orang-orang beriman.

"Tampak orang-orang beriman itu visioner, tidak hanya berpikir kini di sini tapi juga nanti di sana. Allah SWT juga sangat cepat mengabulkan doa, seperti lanjutan ayat ini, “Dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya”," demikian tulis Syamsul, dikutip dari uinjkt.ac.id.

Relevansi dengan Kehidupan Modern

Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan kompetisi dan tekanan, doa "Rabbana Atina" mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam materialisme, mengutamakan nilai-nilai ukhrawi dan enjaga keseimbangan antara ambisi duniawi dan tujuan akhirat. Fudhla dkk. menyimpulkan:

"Keseimbangan hidup adalah inti dari ajaran Islam yang dapat membawa hidup manusia menuju keharmonisan, keberkahan, dan makna kehidupan yang lebih dalam," tulis Fudhla dkk.

Doa Rabbana Atina Fiddunya Hasanah bukan sekadar untaian kata, tetapi merupakan manifestasi dari sikap hidup seorang Muslim yang seimbang. Doa menggabungkan harapan akan kebahagiaan dunia dengan keselamatan di akhirat, serta perlindungan dari azab neraka.

Melalui doa ini, seorang hamba mengakui kelemahannya dan menyadari bahwa hanya Allah-lah yang dapat memberikan kebaikan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan berdoa, kehidupan akan penuh dengan harapan kepada Allah swt. sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Doa ini adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang lengkap, mengatur segala aspek kehidupan manusia dengan prinsip tawazun.

Pertanyaan Seputar Doa Rabbana Atina Fiddunya

1. Apa keutamaan dan keistimewaan doa Rabbana atina fiddunya hasanah?

Rasulullah SAW menjadikan doa ini sebagai wirid utama dalam berbagai kesempatan, termasuk saat thawaf dan sujud. Ini menunjukkan bahwa doa ini memiliki kedudukan tinggi dalam panduan ibadah Nabi. Doa ini memohon perlindungan dari siksa api neraka, baik dari dosa-dosa kecil maupun besar.

2. Apa keutamaan doa sapu jagat?

Mendapatkan Ketentraman Hidup

Dengan membaca doa sapu jagad, kita bisa mengharapkan agar Allah memberi kita ketenangan jiwa dan kebahagiaan dalam kehidupan. Ketentraman hidup sangat penting agar kita bisa menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan kepuasan, meskipun dalam kondisi apapun.

3. Makna doa Rabbana atina?

Lengkap Doa Rabbana Atina Fid Dunya (Al-Quran 2:201)Arti doa rabbana atina adalah "Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka". Doa ini sering disebut sebagai "doa sapu jagat" karena mencakup permohonan kebaikan yang sangat luas untuk kehidupan di dunia dan di akhirat.

4. Apa manfaat doa Rabbana?

Doa Rabbana adalah doa yang dimulai dengan kata "Rabbana" (Tuhan kami), yang ditujukan langsung kepada Allah dan memohon rahmat, bimbingan, dan pertolongan-Nya. Doa-doa ini merupakan permohonan yang kuat yang membantu umat beriman terhubung dengan Allah dan mencari pertolongan-Nya dalam segala aspek kehidupan, baik itu pengampunan, kesuksesan, maupun perlindungan dari bahaya .

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |