Kisah 8 Dirham Nabi Muhammad SAW: Pahami Hikmah Dibalik Cerita Ini

3 months ago 48

Liputan6.com, Jakarta Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang hidup sederhana namun memiliki hati yang sangat dermawan. Kisah 8 dirham Nabi Muhammad menggambarkan bagaimana beliau rela mengorbankan kebutuhan pribadinya demi menolong orang lain yang membutuhkan.

Dalam riwayat yang terkenal, Rasulullah SAW membawa uang 8 dirham untuk berbelanja keperluan rumah tangga, namun semua uang tersebut habis untuk membantu sesama. Kisah 8 dirham Nabi Muhammad ini menjadi teladan mulia tentang kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi.

Melansir dari buku 115 Kisah Menakjubkan Dalam Hidup Rasulullah karya Fuad Abdurrahman, peristiwa ini menunjukkan kedermawanan luar biasa Rasulullah SAW yang mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas kebutuhannya sendiri. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (3/11/2025).

Kisah Lengkap 8 Dirham Rasulullah SAW

Suatu hari, Rasulullah SAW berencana pergi ke pasar untuk membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Beliau membawa bekal uang sebanyak delapan dirham, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pada masa itu. Perjalanan beliau ke pasar ini kemudian menjadi kisah yang penuh hikmah dan pelajaran berharga.

Sebelum tiba di pasar, Rasulullah SAW melihat seorang budak wanita sedang menangis. Dengan penuh kepedulian, beliau menghampiri dan menanyakan penyebab kesedihannya. Wanita tersebut mengaku telah kehilangan uang dua dirham milik majikannya dan sangat takut akan dihukum. Tanpa ragu, Rasulullah memberikan dua dirham dari uang belanjaannya kepada budak wanita tersebut. Kini uang beliau tinggal enam dirham.

Melanjutkan perjalanan dengan enam dirham yang tersisa, Rasulullah berhasil membeli sebuah gamis di pasar. Namun, ketika hendak pulang, beliau mendengar seorang laki-laki tua berteriak memohon pakaian. Pakaian yang dikenakan laki-laki tersebut compang-camping dan tidak layak pakai. Melihat kondisi itu, Rasulullah SAW dengan ikhlas memberikan gamis yang baru dibelinya kepada orang tua tersebut.

Belum berakhir, budak wanita yang ditolong sebelumnya kembali menemui Rasulullah SAW. Ia mengaku takut pulang ke rumah majikannya karena terlambat dan khawatir akan dihukum. Pada masa itu, hukuman fisik terhadap budak adalah hal yang lazim. Rasulullah SAW kemudian mengantarkan budak wanita itu ke rumah majikannya untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya.

Setibanya di rumah tersebut, Rasulullah SAW mengucapkan salam sebanyak tiga kali sebelum dijawab. Penghuni rumah menjelaskan bahwa mereka sengaja menunda jawaban karena ingin mendapat keberkahan doa dari salam Rasulullah.

Beliau kemudian menjelaskan keadaan budak wanita tersebut dan bahkan menawarkan diri untuk menerima hukuman jika diperlukan. Mendengar ketulusan Rasulullah SAW, pemilik budak sangat terharu dan memutuskan untuk memerdekakan budak wanita tersebut karena Allah SWT.

Rasulullah SAW kemudian bersyukur dan berkata bahwa tidak ada delapan dirham yang lebih berkah daripada uang yang telah beliau keluarkan itu. Dengan uang tersebut, Allah SWT telah memberikan rasa aman kepada orang yang ketakutan, memberi pakaian kepada yang membutuhkan, dan membebaskan seorang budak dari perbudakan.

Hikmah dari Kisah 8 Dirham Nabi Muhammad SAW

Dirham adalah mata uang yang digunakan pada masa Rasulullah SAW dan memiliki nilai yang cukup signifikan untuk kehidupan sehari-hari. Delapan dirham pada zaman itu setara dengan kemampuan untuk membeli beberapa keperluan dasar seperti pakaian, makanan, dan peralatan rumah tangga sederhana.

Kisah 8 dirham Nabi Muhammad mengandung banyak pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah-hikmah ini tidak hanya relevan pada masa Rasulullah, tetapi juga sangat kontekstual dengan kondisi zaman modern.

1. Mengutamakan Kebutuhan Orang Lain

Rasulullah SAW menunjukkan sikap altruisme yang luar biasa dengan rela mengorbankan kebutuhan pribadinya untuk membantu orang lain. Meskipun beliau juga memerlukan pakaian dan peralatan rumah tangga, kepedulian terhadap penderitaan sesama lebih diutamakan. Ini mengajarkan kita untuk tidak egois dan selalu peka terhadap kondisi orang di sekitar.

2. Keikhlasan dalam Berbagi

Setiap pertolongan yang diberikan Rasulullah SAW dilakukan dengan tulus dan ikhlas, tanpa mengharap imbalan atau pujian. Beliau tidak merasa rugi kehilangan uang belanjaannya, justru bersyukur karena dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Keikhlasan seperti ini adalah kunci dari amal yang diterima Allah SWT.

3. Kepedulian terhadap Kaum Lemah

Dalam kisah ini, Rasulullah SAW menunjukkan perhatian khusus kepada kelompok yang rentan seperti budak dan orang tua yang tidak mampu. Beliau tidak membeda-bedakan status sosial dalam memberikan pertolongan. Ini mengajarkan pentingnya empati dan keadilan sosial tanpa memandang latar belakang seseorang.

4. Keberkahan dalam Sedekah

Meskipun uang 8 dirham habis tanpa membeli barang yang direncanakan, Rasulullah SAW justru merasakan keberkahan yang jauh lebih besar. Ucapan beliau tentang tidak ada uang yang lebih berkah menunjukkan bahwa nilai sejati dari harta bukan pada akumulasinya, tetapi pada manfaat yang diberikan kepada orang lain.

5. Kepemimpinan yang Humanis

Tindakan Rasulullah SAW yang mengantarkan budak wanita dan bahkan menawarkan diri menerima hukuman menunjukkan kepemimpinan yang melindungi dan membela yang lemah. Ini adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin harus turun langsung memastikan keadilan dan kesejahteraan setiap individu dalam masyarakat.

6. Syukur dalam Segala Kondisi

Meskipun pulang dengan tangan hampa, Rasulullah SAW tetap bersyukur dan melihat sisi positif dari kejadian tersebut. Sikap ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun dan melihat hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Perbedaan Sedekah Biasa dan Sedekah Berkah

Dalam buku Keajaiban Sedekah karya Ustaz Yusuf Mansur (2013), dijelaskan bahwa sedekah yang dilakukan dengan hati yang penuh keikhlasan akan memancarkan energi positif, membuka pintu rezeki, dan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam pada diri pemberinya.

Tidak semua sedekah memiliki dampak yang sama. Ada sedekah yang dilakukan karena kewajiban atau rutinitas, dan ada sedekah yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan kepekaan terhadap kebutuhan mendesak orang lain. 

1. Sedekah yang Tepat Sasaran

Rasulullah SAW memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan segera: budak wanita yang kehilangan uang dan takut dihukum, serta orang tua yang pakaiannya tidak layak. Ini mengajarkan pentingnya memahami konteks kebutuhan sebelum memberikan bantuan.

2. Sedekah yang Menyelesaikan Masalah

Bukan hanya memberikan uang kepada budak wanita, Rasulullah SAW juga mengantarkannya pulang dan memastikan ia tidak dihukum. Ini adalah bentuk bantuan komprehensif yang tidak hanya mengatasi gejala tetapi juga akar permasalahan.

3. Sedekah yang Melahirkan Sedekah

Tindakan Rasulullah SAW menginspirasi pemilik budak untuk memerdekakan budaknya. Ini menunjukkan bahwa sedekah yang ikhlas dapat menciptakan efek domino kebaikan yang meluas.

4. Sedekah dengan Pengorbanan Pribadi

Rasulullah SAW memberikan uang yang sebenarnya dibutuhkan untuk keperluan pribadinya. Ini adalah tingkat tertinggi dari kedermawanan, di mana seseorang rela berkorban meskipun dirinya juga membutuhkan.

5. Sedekah yang Disertai Doa dan Kepedulian

Rasulullah SAW tidak hanya memberikan bantuan material tetapi juga memberikan perhatian emosional dan spiritual kepada orang yang dibantu. Ini membuat sedekah menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati.

FAQ

1. Apa isi kisah 8 dirham Nabi Muhammad? 

Kisah ini menceritakan Rasulullah SAW yang menghabiskan 8 dirham uang belanjaannya untuk membantu budak wanita, memberi pakaian orang tua, dan mengantarkan budak tersebut pulang hingga ia dimerdekakan.

2. Apa hikmah utama dari kisah 8 dirham?

Hikmah utamanya adalah mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi dan keikhlasan dalam berbagi akan mendatangkan keberkahan yang jauh lebih besar.

3. Berapa nilai 8 dirham pada masa Rasulullah?

Delapan dirham pada masa itu cukup untuk membeli beberapa keperluan dasar seperti pakaian dan peralatan rumah tangga sederhana.

4. Mengapa Rasulullah mengantarkan budak wanita tersebut?

Rasulullah SAW mengantarkan budak wanita tersebut untuk memastikan ia tidak dihukum oleh majikannya karena terlambat pulang, menunjukkan kepedulian yang menyeluruh.

5. Apa yang dilakukan pemilik budak setelah mendengar penjelasan Rasulullah?

Pemilik budak sangat terharu dan memutuskan untuk memerdekakan budak wanita tersebut karena Allah SWT.

6. Bagaimana perasaan Rasulullah setelah menghabiskan 8 dirham tersebut?

Rasulullah SAW sangat bersyukur dan menyatakan tidak ada uang yang lebih berkah daripada 8 dirham tersebut karena telah memberi keamanan, pakaian, dan kebebasan kepada orang lain.

7. Apa pelajaran yang bisa diterapkan dari kisah ini di era modern?

Pelajaran yang dapat diterapkan adalah kepedulian sosial, kedermawanan yang ikhlas, dan mengutamakan kemanusiaan di atas kepentingan material dalam kehidupan sehari-hari. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |