Kisah Cicak dan Nabi Ibrahim AS: Pelajaran Berharga dari Peristiwa Api Namrud

3 months ago 43

Liputan6.com, Jakarta Kisah cicak dan nabi ibrahim merupakan salah satu cerita yang jarang diketahui namun menyimpan banyak hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa cicak memiliki keterkaitan dengan peristiwa besar di masa Nabi Ibrahim AS saat dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud.

Dikisahkan bahwa berbagai hewan berusaha membantu Nabi Ibrahim saat kobaran api menyala. Namun, cicak justru meniup api agar semakin membara dan memihak kepada Raja Namrud yang zalim.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk membunuh cicak karena perannya dalam kisah nabi ibrahim ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (3/11/2025).

Kisah Cicak dan Nabi Ibrahim: Peristiwa Api Namrud

Kisah cicak dan nabi ibrahim bermula ketika Nabi Ibrahim menghadapi perlawanan dari Raja Namrud, seorang penguasa yang menolak ajaran tauhid dan mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

Raja Namrud merasa terganggu oleh dakwah Nabi Ibrahim yang mengajak manusia untuk menyembah Allah semata. Dengan kekuasaannya yang besar, Raja Namrud memerintahkan agar Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam kobaran api yang sangat besar. Api tersebut dinyalakan dengan sangat dahsyat hingga bahkan orang yang mendekatinya pun bisa terbakar.

Namun, dengan izin Allah SWT, kobaran api tersebut tidak mampu membakar Nabi Ibrahim AS. Allah berfirman dalam Al-Quran memerintahkan api untuk menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim. Mukjizat ini menjadi bukti kekuasaan Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Di balik peristiwa luar biasa ini, terdapat beberapa jenis hewan yang disebut-sebut terlibat, yaitu cicak, semut, dan burung. Hewan-hewan tersebut menunjukkan sikap yang berbeda-beda terhadap Nabi Ibrahim. Semut berusaha membantu dengan membawa setetes air di mulutnya untuk memadamkan api, meskipun ukurannya kecil dan tidak mungkin berpengaruh secara signifikan.

Hadis tentang Cicak dan Perintah Membunuhnya

Melansir dari Syarah Sahih Muslim karya Imam Nawawi, cicak termasuk dalam kategori hewan fasiq, yaitu hewan yang menimbulkan dampak negatif dan mengganggu manusia. Karena tindakannya dalam kisah cicak dan nabi ibrahim, para ulama menetapkan bahwa membunuh cicak memiliki hukum sunah.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk membunuh cicak, dan ada pahala bagi orang yang melakukannya dengan cepat dan efektif. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, dijelaskan bahwa Aisyah RA meriwayatkan perintah Nabi SAW untuk membunuh cicak karena perannya dalam meniup api yang membakar Nabi Ibrahim AS.

Selain karena perannya dalam kisah Nabi Ibrahim, cicak juga dianggap sebagai hewan yang membawa banyak bakteri berbahaya bagi manusia. Cicak sering ditemukan di dinding-dinding rumah dan dapat mencemari makanan serta minuman yang terbuka.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa membunuh cicak termasuk perbuatan yang dianjurkan dalam Islam. Bahkan, terdapat pahala yang dijanjikan bagi orang yang membunuh cicak, dengan kadar pahala yang berbeda-beda tergantung seberapa cepat cicak tersebut dibunuh. Semakin cepat membunuhnya, semakin besar pahalanya.

Mukjizat Nabi Ibrahim dalam Api Namrud

Peristiwa Nabi Ibrahim yang selamat dari kobaran api merupakan salah satu mukjizat terbesar yang tercatat dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 69, yang artinya: "Kami berfirman: Hai api, jadilah kamu dingin dan keselamatan bagi Ibrahim."

Mukjizat ini terjadi sebagai bukti kebenaran dakwah Nabi Ibrahim AS terhadap kaumnya. Raja Namrud dan kaumnya telah menyiapkan api yang sangat besar, bahkan tidak ada seorang pun yang berani mendekati api tersebut karena panasnya yang luar biasa. Mereka menggunakan alat pelontar khusus untuk melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam api.

Namun, dengan kehendak Allah, api yang seharusnya membakar justru menjadi dingin dan tidak menyakiti Nabi Ibrahim sama sekali. Beliau duduk di tengah kobaran api dengan tenang, seolah-olah sedang berada di taman yang sejuk. Mukjizat ini membuat banyak orang terkagum-kagum, meskipun tidak semua dari mereka beriman.

Dalam kisah cicak dan nabi ibrahim, peristiwa ini menjadi latar belakang mengapa sikap cicak yang meniup api dianggap sebagai tindakan yang buruk. Cicak seolah-olah berusaha menggagalkan mukjizat Allah dengan membuat api semakin besar, meskipun pada akhirnya usahanya sia-sia karena Allah telah menetapkan keselamatan bagi Nabi Ibrahim AS.

Peran Hewan Lain dalam Peristiwa Nabi Ibrahim

Di samping cicak, beberapa hewan lain juga disebutkan memainkan peran penting dalam peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim AS. Kehadiran hewan-hewan ini memberikan dimensi tambahan pada kisah cicak dan Nabi Ibrahim AS, menunjukkan beragamnya respons makhluk terhadap kebenaran dan kezaliman. Hewan-hewan tersebut menunjukkan sikap yang berbeda-beda terhadap Nabi Ibrahim.

Semut adalah salah satu hewan yang paling menonjol dalam narasi ini. Meskipun ukurannya sangat kecil, semut digambarkan sebagai makhluk yang penuh empati dan berusaha keras untuk membantu Nabi Ibrahim. Dengan membawa setetes air di mulutnya, semut berusaha memadamkan kobaran api, meskipun usahanya mungkin terlihat sia-sia secara fisik. Niat baik semut ini menjadi teladan.

Selain semut, ada pula seekor burung yang disebutkan dalam beberapa riwayat. Burung ini meragukan tindakan semut dan menganggap usahanya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap api yang begitu besar. Namun, niat baik semut tetap menjadi teladan bagi setiap makhluk yang ingin berbuat kebaikan, tanpa memandang besar kecilnya dampak.

Kisah ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi kezaliman, setiap makhluk, bahkan yang paling kecil sekalipun, memiliki pilihan untuk bertindak. Baik itu mendukung kebaikan, mencoba membantu, atau bahkan memperburuk keadaan. Peran hewan-hewan ini memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas moral dalam menghadapi ujian keimanan.

FAQ

1. Apa kisah cicak dan Nabi Ibrahim? Kisah cicak dan Nabi Ibrahim adalah peristiwa ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud, dan cicak meniup api agar semakin membara, sementara hewan lain berusaha membantu memadamkannya.

2. Mengapa cicak meniup api yang membakar Nabi Ibrahim? Cicak meniup api sebagai bentuk dukungan kepada Raja Namrud yang zalim, memilih berpihak kepada kezaliman daripada kebenaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS.

3. Apakah boleh membunuh cicak dalam Islam? Ya, membunuh cicak hukumnya sunah (dianjurkan) dalam Islam karena cicak termasuk hewan fasiq yang mengganggu dan membawa bakteri berbahaya bagi manusia.

4. Apa hikmah dari kisah cicak dan Nabi Ibrahim? Hikmah utamanya adalah pelajaran tentang pentingnya memilih berpihak kepada kebenaran, konsekuensi dari pilihan yang salah, dan kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu.

5. Hewan apa saja yang terlibat dalam peristiwa api Namrud? Hewan yang disebutkan dalam riwayat adalah semut yang berusaha membantu memadamkan api, burung yang meragukan usaha semut, dan cicak yang meniup api agar semakin besar.

6. Apakah ada pahala membunuh cicak? Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ada pahala bagi orang yang membunuh cicak, dengan pahala yang lebih besar jika membunuhnya dengan cepat dan efektif.

7. Mengapa Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api? Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim sebagai mukjizat dan bukti kebenaran dakwahnya, serta untuk menunjukkan kekuasaan Allah yang tidak terbatas kepada Raja Namrud dan kaumnya. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |