Kisah Ummu Sulaim, Wanita Salihah dengan Mahar Paling Mulia

3 months ago 43

Liputan6.com, Jakarta - Kisah Ummu Sulaim adalah kisah luar biasa tentang keimanan, keteguhan hati, dan cinta sejati yang berlandaskan tauhid. Dari sekian banyak teladan para sahabiyah, Kisah Ummu Sulaim menjadi salah satu yang paling menginspirasi karena keberaniannya menolak pinangan lelaki kaya hanya demi mempertahankan imannya.

Dalam Kisah Ummu Sulaim, kita mengenal seorang wanita cerdas, berakhlak tinggi, dan sangat teguh dalam keyakinannya. Ia adalah sosok yang menolak kenikmatan dunia untuk memperoleh ridha Allah SWT, bahkan menjadikan keislaman calon suaminya sebagai mahar pernikahan.

Ummu Sulaim memiliki nama lengkap Ar-Rumaisha binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Harâm bin Najjar al-Anshariyyah al-Khazrajiyyah. Ia berasal dari golongan Anshar di Madinah dan dikenal karena kecantikan, kecerdasan, serta keimanannya yang kuat.

Sebelum masuk Islam, Ummu Sulaim menikah dengan sepupunya, Malik bin Nadhr, dan memiliki anak bernama Anas bin Malik. Setelah Islam datang ke Madinah, cahaya hidayah pun masuk ke dalam hatinya.

Awal Perjalanan Iman

Ummu Sulaim memutuskan memeluk Islam tanpa ragu. Keputusannya ini justru membuat suaminya marah besar. Malik bin Nadhr tidak dapat menerima bahwa istrinya mengikuti ajaran Muhammad SAW yang saat itu banyak ditentang.

Kemarahannya semakin besar ketika Ummu Sulaim juga mengajarkan Islam kepada putranya, Anas. Ia pun pergi meninggalkan keluarga menuju negeri Syam, namun tidak pernah kembali karena meninggal di perjalanan.

Setelah kepergian suaminya, Ummu Sulaim tidak larut dalam kesedihan. Ia justru memperkuat tekad untuk mendidik Anas bin Malik dengan ajaran Islam yang benar dan penuh kasih sayang.

Kemudian, ia membawa Anas kecil kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, jadikanlah anak ini pelayanmu.” Rasulullah pun menerimanya, dan sejak saat itu Anas menjadi salah satu sahabat terdekat beliau.

Lamaran Abu Thalhah

Kecantikan dan akhlak Ummu Sulaim membuat banyak lelaki terpikat, termasuk Abu Thalhah, seorang bangsawan kaya dari suku Khazraj yang masih musyrik. Ia datang untuk melamar Ummu Sulaim dengan membawa mahar yang besar.

Namun Ummu Sulaim menolak dengan lembut namun tegas. Ia berkata, “Wahai Abu Thalhah, aku tidak akan menikah dengan lelaki musyrik.” Ucapan itu membuat Abu Thalhah terdiam.

Ummu Sulaim kemudian mengingatkan, “Tidakkah engkau malu menyembah berhala yang dibuat oleh manusia? Tidakkah engkau ingin beriman kepada Allah yang Maha Esa?”

Abu Thalhah tercengang mendengar kata-kata itu. Ia lalu bertanya, “Apa yang engkau inginkan sebagai mahar?” Ummu Sulaim menjawab, “Aku hanya menginginkan engkau masuk Islam.”

Mahar Paling Mulia

Ucapan tersebut menggetarkan hati Abu Thalhah. Ia pun merenung dan berkata, “Siapa yang bisa membawaku kepada Islam?” Ummu Sulaim menjawab, “Rasulullah.”

Tanpa ragu, Abu Thalhah segera menemui Rasulullah SAW. Ketika melihatnya datang, Rasulullah bersabda kepada para sahabat:“Abu Thalhah datang kepada kalian dengan cahaya Islam di kedua matanya.”

Sejak saat itu, Abu Thalhah memeluk Islam dan menikah dengan Ummu Sulaim. Maharnya bukan emas atau perak, melainkan keimanan. Rasulullah SAW bersabda bahwa pernikahan mereka adalah salah satu pernikahan paling mulia.

Anas bin Malik kemudian berkata, “Aku tidak pernah mendengar seorang wanita pun yang mendapat mahar lebih berharga daripada Ummu Sulaim. Maharnya adalah Islam.”

Teladan Keimanan

Kisah Ummu Sulaim memberikan pelajaran besar tentang nilai iman dalam pernikahan. Ia menunjukkan bahwa cinta sejati bukan sekadar perasaan, melainkan keyakinan yang menuntun menuju Allah.

Pernikahan Ummu Sulaim dan Abu Thalhah menjadi simbol cinta karena Allah. Mereka hidup bahagia dalam keimanan dan menjadi pasangan teladan bagi umat Islam.

Dari rumah tangga inilah lahir generasi saleh seperti Anas bin Malik, sahabat yang terkenal dengan kesetiaan dan ilmunya dalam meriwayatkan hadis.

Keteguhan Hati Seorang Ibu

Selain sebagai istri salehah, Ummu Sulaim dikenal sebagai ibu yang tabah. Ia mendidik Anas dengan kasih sayang dan keteladanan, menjadikannya pelayan Rasulullah yang dipercaya.

Bahkan ketika anaknya meninggal, Ummu Sulaim tetap sabar dan tidak mengeluh. Ia hanya mengucapkan,

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Rasulullah SAW sangat memuji kesabarannya dan mendoakan agar keluarga itu diberi keberkahan.

Keberanian dan Dakwah

Ummu Sulaim juga dikenal aktif dalam dakwah. Ia tidak hanya menyampaikan Islam kepada keluarganya, tetapi juga kepada masyarakat sekitar. Keberaniannya menjadi inspirasi bagi banyak wanita Madinah kala itu.

Dalam perang Uhud dan Hunain, Ummu Sulaim bahkan ikut membantu di medan perang dengan menyiapkan air dan mengobati para pejuang yang terluka.

Keimanannya yang kuat membuat Rasulullah SAW sering memujinya sebagai wanita ahli surga.

Cinta Karena Allah

Pernikahan Ummu Sulaim dan Abu Thalhah adalah contoh bahwa cinta sejati hanya akan langgeng bila berlandaskan iman. Ia menolak kemewahan dunia, memilih cinta yang membawa keduanya menuju surga.

Keduanya hidup dalam keberkahan hingga akhir hayat. Cinta mereka menjadi kisah abadi tentang kekuatan iman dan keteguhan prinsip seorang wanita muslimah.

Warisan Keteladanan

Kisah Ummu Sulaim kini menjadi bagian dari sejarah besar Islam. Ia adalah contoh bagi setiap muslimah untuk menjadikan iman sebagai panduan utama dalam kehidupan, terutama dalam memilih pasangan hidup.

Namanya tercatat dalam banyak kitab hadis dan sejarah sebagai wanita yang menjadikan keislaman seseorang lebih berharga dari segala harta di dunia.

Keberanian, kecerdasan, dan keimanannya menjadi warisan moral yang tak lekang oleh waktu.

Kisah Ummu Sulaim bukan hanya tentang pernikahan, tetapi juga tentang kekuatan iman, cinta, dan prinsip hidup. Ia menunjukkan bahwa kemuliaan seorang wanita terletak pada keteguhan hatinya terhadap Allah SWT.

Kisahnya mengajarkan bahwa cinta sejati adalah yang mampu menuntun pada keimanan, bukan sekadar kenikmatan duniawi. Ummu Sulaim telah membuktikan bahwa Islam adalah mahar paling mulia dalam sejarah manusia.

People Also Talk

1. Siapa nama asli Ummu Sulaim?Nama aslinya adalah Ar-Rumaisha binti Milhan al-Anshariyyah.

2. Apa keistimewaan Kisah Ummu Sulaim dibanding sahabiyah lain?Karena ia menjadikan keislaman sebagai mahar, bukan harta dunia.

3. Siapa suami Ummu Sulaim sebelum Abu Thalhah?Suami pertamanya adalah Malik bin Nadhr, ayah Anas bin Malik.

4. Apa pelajaran utama dari Kisah Ummu Sulaim?Bahwa iman dan prinsip hidup harus lebih diutamakan daripada harta atau status.

5. Bagaimana Rasulullah memuji Ummu Sulaim?Rasulullah SAW menyebutnya sebagai wanita ahli surga karena keteguhan dan kesabarannya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |