Liputan6.com, Jakarta - Doa agar cepat dapat jodoh menjadi bagian ikhtiar untuk mendapatkan pasangan hidup terbaik. Dalam pandangan Islam, jodoh bukan sekadar pasangan hidup di dunia, tetapi juga bagian dari takdir (qadar) yang telah ditetapkan Allah SWT bagi setiap manusia, sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 49).
Merujuk jurnal 'Konsep Jodoh dalam Perspektif Tafsir al-Ibriz' karya Lutfi Dewi Safitri dkk (2023), KH. Bisri Mustofa menjelaskan bahwa meskipun jodoh merupakan takdir Allah, manusia tidak boleh pasif menunggunya. Ia harus berusaha dan berdoa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d [13]: 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Dengan demikian, jodoh termasuk takdir yang perlu dijemput melalui ikhtiar yang benar, bukan hanya menunggu tanpa usaha.
1. Doa Nabi Zakaria Memohon Jodoh dan Keturunan Terbaik
Berikut ini adalah rangkuman doa agar cepat dapat jodoh, merujuk berbagai sumber:
رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Latin: Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn
Artinya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik." (QS. Al-Anbiya: 89).
Dalam kerangka tafsir al-Ibriz, ayat ini dipahami secara sufistik dan sosial:
Sufistik, karena menunjukkan adab berdoa, memohon dengan lembut, penuh keyakinan, dan disertai keikhlasan menerima ketentuan Allah. Sosial, karena keinginan Nabi Zakariya bukan sekadar untuk pribadi, tetapi agar dakwah dan nilai-nilai agama tetap hidup melalui keturunan yang saleh.KH. Bisri Mustofa mengaitkannya dengan pesan moral:
Barangsiapa ingin mendapat keturunan yang baik, hendaknya memperbaiki niat dan amalnya, sebab anak adalah cerminan dari kesucian doa dan usaha orang tuanya.
2. Doa Meminta Pasangan dan Keturunan yang Shalih
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Latin: Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74).
Dalam Tafsir Al-Ibriz, KH. Bisri Mustofa menjelaskan bahwa doa ini bukan sekadar permintaan duniawi untuk mendapatkan keluarga bahagia, tetapi permohonan spiritual agar keluarga menjadi jalan menuju surga. Dalam tafsirnya beliau menulis makna tersiratnya:
“Bojo lan anak kang maringi kabungahan iku dudu sing ayu utawa sugih, nanging sing bisa nuntun marang taqwa.”Dengan kata lain, pasangan dan anak yang saleh adalah cermin dari amal dan iman seseorang. Karena itu, sebelum meminta keluarga yang baik, seseorang harus memperbaiki dirinya terlebih dahulu.
3. Doa Meminta Jodoh untuk Laki-laki
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجَةً طَيِّبَةً أَخْطُبُهَا وَأَتَزَوَّجُ بِهَا وَتَكُوْنُ صَاحِبَةً لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَةِ
Latin: Robbi hab lii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakuunu shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh
Artinya: "Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."
Dalam kitab Ad-Da’ wa ad-Dawā’ Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa doa ini termasuk doa yang sangat baik untuk meminta jodoh yang saleh atau salehah.
Beliau menegaskan bahwa doa ini sebaiknya dibaca dengan hati yang ikhlas dan keyakinan penuh, sebab jodoh yang ṭayyibah hanya akan diberikan kepada orang yang juga ṭayyib, sesuai firman Allah dalam QS. An-Nur [24]: 26.
4. Doa Meminta Jodoh untuk Perempuan
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة
Latin: Robbi hab lii milladunka zaujan thoyyiban, wayakuunu shoohiban, lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh
Artinya: "Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."
Merujuk sumber di atas, doa ini bukan ayat Al-Qur’an maupun hadis Nabi SAW. Doa ini dikenal luas dalam tradisi ulama salaf sebagai permohonan adab dan ruhani untuk mendapatkan jodoh saleh atau salehah.
5. Doa Nabi Musa saat Meminta Jodoh
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin: Rabbi, innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr
Artinya: "Ya Tuhanku, sungguh aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24).
Menurut KH. Bisri Mustofa, ayat ini diucapkan Nabi Musa setelah beliau dalam konteks melarikan diri dari Mesir karena membunuh seorang Qibthi secara tidak sengaja, dalam keadaan lapar, kehausan, dan tidak memiliki harta atau keluarga, baru saja menolong dua perempuan di sumur Madyan.
Dalam kondisi itu, Nabi Musa tidak meminta secara spesifik, tetapi hanya menyampaikan kerendahan hati dan kebutuhan mutlaknya kepada Allah.
6. Doa Istikharah untuk Jodoh
Mengutip artikel 'Doa Istikharah agar Dapat Jodoh yang Terbaik' oleh Ustadz Muhammad Aiz Luthfi, Pengajar di Pesantren Al-Mukhtariyyah Al-Karimiyyah Subang, Jawa Barat, Imam Ath-Thabrani dalam Kitabub Du‘a (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 1413 H/390) meriwayatkan sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah khusus bagi mereka yang menginginkan jodoh terbaik. Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa sebelum membaca doa ini, langkah yang harus dilakukan adalah sebagaimana berikut:
- Menyucikan diri dengan cara berwudu secara sempurna,
- Melaksanakan shalat, dan
- Mengucapkan pujian kepada Allah, misalnya dengan ucapan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin atau sejenisnya.
Setelah tiga langkah tersebut selesai dilaksanakan, langkah berikutnya adalah berdoa kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan, adapun doanya sebagaimana berikut. Doa seorang laki-laki untuk calon istrinya:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانَةْ خَيْرٌ (وَسَمِّهَا بِاسْمِهَا) فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهَا لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهَا خَيْرًا لِي فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهَا وَقَدِّرْهَا لِي
Latin: Allâḫumma anta taqdîru wa lâ aqdiru wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu wa anta ‘allâmul ghuyûb, Allâhumma in kâna lî fî fulânah (sebutkan nama calon istri) khairun fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdirhâ lî wa in kâna ghairahâ khairal lî fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdli lî bihâ wa qaddirhâ lî
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang gaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulanah (sebutkan nama calon istri) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku.” Doa seorang perempuan untuk calon suaminya:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانٍ خَيْرٌ (وَسَمِّهِ بِاسْمِهِ) فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهُ لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهُ خَيْرًا لِي فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهِ وَقَدِّرْهُ لِي
Latin: Allâḫumma anta taqdîru wa lâ aqdiru wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu wa anta ‘allâmul ghuyûb, Allâhumma in kâna lî fî fulân (sebutkan namanya) khairun fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdirhu lî wa in kâna ghairuhu khairal lî fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdli lî bihi wa qaddirhu lî.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang gaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulan (sebutkan nama calon suami) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku.”
Amalan dan Ikhtiar dalam Mencari Jodoh
Berdasarkan tafsir dan kajian dalam jurnal tersebut, ada empat langkah utama dalam menjemput jodoh yang baik, yaitu:
1. Niat (النية)
Niat menjadi pondasi utama dalam mencari jodoh. Segala usaha harus diniatkan untuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT. Tanpa niat yang ikhlas, ikhtiar akan menjadi sia-sia, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Furqan [25]: 23.
2. Muhasabah Diri (Introspeksi dan Perbaikan Diri)
Sebelum menuntut jodoh yang baik, seseorang harus memperbaiki diri agar pantas bagi pasangan yang diharapkan. QS. An-Nur [24]: 26 menjelaskan bahwa “wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya,” menunjukkan bahwa jodoh adalah cerminan diri.
3. Menghiasi Diri dengan Ilmu dan Akhlak
Ilmu agama dan akhlak yang baik menjadi magnet bagi jodoh yang saleh atau salehah. Menurut KH. Bisri Mustofa, seseorang yang menuntut ilmu dan memperindah budi pekertinya sejatinya sedang memperbaiki takdir jodohnya.
4. Menjaga Silaturahmi dan Lingkungan Sosial
Silaturahmi membuka jalan bagi pertemuan jodoh. Jaringan sosial yang luas dan hubungan baik dengan orang saleh akan memperbesar kemungkinan bertemu dengan pasangan yang baik pula.
5. Ibadah dan Doa
Dalam penjelasan KH Bisri Musthafa siapa pun yang ingin memiliki pasangan dan keturunan yang menenangkan hati harus memperbaiki diri dan memperbanyak ibadah, sebab kebaikan keluarga adalah refleksi dari kebaikan pribadi.
People also Ask:
1. Apa doa agar cepat dapat jodoh?
Dzikir agar Cepat Dapat Jodoh. اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي حِكْمَتَكَ وَأَنشُرْ عَلَيَّ مِنْ خُزَائِنِ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .
Artinya: "Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Pengasih dan Penyayang."
2. Agar cepat dapat jodoh baca surat apa?
Untuk mempercepat mendapatkan jodoh, beberapa surat dalam Al-Qur'an yang bisa dibaca adalah Surat Al-Furqan ayat 74, Surat Al-Anbiya ayat 89, dan Surat Al-Qasas ayat 24. Selain itu, Surat Yusuf ayat 4 juga sering diamalkan untuk tujuan ini.
4. Apa doa minta jodoh dengan menyebut namanya?
Doa Meminta Jodoh dengan Menyebut Namanya
Allahumma sakhirli ... (sebut nama orang dimaksud, misal fulan bin fulan)... kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda.2 Nov 2024
5. Kapan doa jodoh dibaca?
Doa Minta Jodoh yang Sesuai Keinginan
Doa ini bisa kamu lantunkan ketika selesai shalat wirid, supaya Allah SWT bisa mengijabah keinginan kamu untuk mendapatkan seorang pasangan yang ideal, dan sehidup sesurga.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








