Kumpulan Doa Pembuka Pintu Rezeki sebelum Berangkat Kerja, Makin Berkah dan Melimpah

23 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Doa pembuka pintu rezeki sebelum berangkat kerja menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim yang akan mencari nafkah. Bekerja untuk memperoleh rezeki yang halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga termasuk bentuk ibadah yang bernilai pahala.

Dalam Islam, rezeki tidak hanya ditentukan oleh kerja keras semata, tetapi juga merupakan karunia dari Allah SWT. Sebesar apa pun usaha yang dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surat At-Thalaq ayat 2-3, "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menghimpun berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW, di antaranya doa ketika keluar rumah yang berisi permohonan perlindungan, kemudahan, dan keberkahan.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Fiqih Doa & Dzikir menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan rezeki yang halal, berkah, dan mencukupi, sehingga tidak bergantung kepada selain-Nya.

Dengan membiasakan membaca doa sebelum berangkat kerja, seorang muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa setiap ikhtiar akan lebih bernilai ketika disertai tawakal dan harapan penuh kepada Allah SWT.

1. Doa Sebelum Berangkat Kerja

Doa ini adalah doa utama yang diajarkan Rasulullah SAW ketika hendak keluar rumah untuk mencari rezeki. Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA dan tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.

Tulisan Arab: بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

Latin: Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta‘jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang rida (menerima) atas ketetapan-Mu serta berkahilah aku atas rezeki yang Engkau tentukan, sehingga aku tidak tergesa-gesa meminta sesuatu yang Engkau tunda atau menunda-nunda sesuatu yang Engkau hendak segerakan."

Doa ini mengandung tiga elemen penting. Pertama, "Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî"—mengawali perjalanan dengan menyebut nama Allah sebagai bentuk perlindungan atas diri, harta, dan agama. Kedua, "radhdhinî bi qadhâ’ika"—memohon keridaan dan ketenangan hati menerima segala ketetapan Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar. Ketiga, "bârik lî fîmâ quddira lî"—memohon keberkahan atas rezeki yang telah ditentukan, serta dijauhkan dari sifat tergesa-gesa yang sering menjadi sumber kegelisahan dalam mencari nafkah.

2. Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam kitab Ad-Du'â dan sangat dianjurkan dibaca sebelum bekerja.

Tulisan Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا

Latin: Allâhumma innî as'aluka min fadhlika wa 'athâ'ika rizqan thayyiban mubârakan.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari keutamaan dan pemberian-Mu rezeki yang baik lagi penuh berkah."

Doa ini mengandung permohonan rezeki dengan dua sifat utama: thayyib (baik/ halal) dan mubârak (penuh berkah). Imam Ath-Thabrani meriwayatkan doa ini dengan tambahan pengakuan bahwa Allah telah memerintahkan doa dan menjanjikan pengabulannya. Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr juga mengutip doa serupa yang dibaca beliau setiap usai salat Subuh: "Allâhumma innî as'aluka 'ilman nâfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima).

3. Doa Keluar Rumah (Doa Umum)

Sebelum membaca doa-doa khusus di atas, seorang muslim dianjurkan terlebih dahulu membaca doa keluar rumah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Tulisan Arab: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin: Bismillâhi tawakkaltu 'alallâhi wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."

Doa keluar rumah ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i. Doa ini mengandung dua unsur utama: tawakal (berserah diri kepada Allah) dan pengakuan bahwa segala daya dan kekuatan berasal dari Allah semata. Rasulullah SAW menjamin bahwa siapa yang membaca doa ini saat keluar rumah akan dijaga dan dilindungi oleh Allah.

4. Doa Memohon Kelapangan Dada dan Kemudahan

Doa ini dianjurkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin dan bersumber dari Al-Qur'an Surat Al-Kahfi ayat 10 serta Surat Thaha ayat 25-26.

Tulisan Arab: رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Latin: Rabbanâ âtinâ min ladunka rahmatan, wa hayyi' lanâ min amrinâ rasyadan. Rabbisyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku."

Fadhilah Doa Pembuka Pintu Rezeki Sebelum Berangkat Kerja

1. Mendapatkan Perlindungan dan Penjagaan Allah

Dengan membaca doa sebelum berangkat kerja, seorang muslim berada dalam lindungan Allah sepanjang perjalanan dan aktivitasnya. Doa "Bismillâhi 'ala nafsî wa mâlî wa dînî" menjadi benteng perlindungan atas diri, harta, dan agama dari segala marabahaya.

2. Mendapatkan Keberkahan dalam Rezeki

Doa "rizqan thayyiban mubârakan" adalah permohonan agar rezeki yang diperoleh tidak sekadar halal, tetapi juga penuh keberkahan. Keberkahan berarti rezeki tersebut mendatangkan ketenangan, kecukupan, dan manfaat yang luas bagi kehidupan.

3. Menumbuhkan Sikap Rida dan Tawakal

Doa "radhdhinî bi qadhâ'ika" mengajarkan seorang muslim untuk menerima segala ketetapan Allah dengan lapang dada. Sikap rida ini menghilangkan kecemasan dan kegelisahan dalam mencari nafkah, serta menumbuhkan ketenangan batin di tengah kondisi finansial yang sulit.

4. Dihindarkan dari Sifat Tergesa-gesa

Doa "lâ uhibba ta‘jîla mâ akhkharta" memohon agar dijauhkan dari sifat tergesa-gesa yang sering menjadi sumber kesalahan dan kegelisahan. Dengan doa ini, seorang muslim diajarkan untuk bersabar dan percaya bahwa rezeki telah diatur oleh Allah pada waktu yang tepat.

5. Mendapatkan Kemudahan dalam Setiap Urusan

Doa "rabbisyrah lî shadrî wa yassir lî amrî" memohon kelapangan dada dan kemudahan dalam setiap urusan pekerjaan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menganjurkan doa ini karena ia mengandung permohonan ketenangan hati dan kemudahan dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.

Pertanyaan Seputar Doa Sebelum Berangkat Kerja

1. Apakah doa sebelum berangkat kerja harus dibaca setiap hari?

Sangat dianjurkan untuk dibaca setiap hari sebelum berangkat kerja sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. Doa ini menjadikan aktivitas bekerja bernilai ibadah dan mendatangkan ketenangan batin.

2. Bagaimana urutan doa sebelum berangkat kerja yang benar?

Urutan yang dianjurkan adalah: membaca doa keluar rumah (Bismillâhi tawakkaltu 'alallâhi), kemudian doa berangkat kerja khusus (Bismillâhi 'ala nafsî wa mâlî wa dînî), dan jika diinginkan ditambah dengan doa memohon rezeki halal serta doa kelapangan dada.

3. Apakah doa sebelum bekerja bisa dibaca dalam bahasa Indonesia?

Boleh. Doa dapat dipanjatkan dalam bahasa apa pun karena Allah Maha Mendengar segala bahasa. Namun, membaca doa dalam bahasa Arab sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW memiliki keutamaan tersendiri karena sesuai dengan sunnah dan lafaz yang diajarkan langsung oleh beliau.

4. Apa perbedaan doa keluar rumah biasa dengan doa keluar rumah untuk rezeki?

Doa keluar rumah biasa berisi permohonan perlindungan umum. Sementara doa keluar rumah untuk rezeki—sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA—memiliki tambahan permohonan keridaan atas ketetapan Allah dan keberkahan atas rezeki yang ditentukan. Doa ini sangat dianjurkan ketika rezeki sedang seret dan penghidupan terasa sempit.

5. Apakah doa saja cukup untuk mendapatkan rezeki?

Tidak. Dalam ajaran Islam, usaha (ikhtiar) dan doa adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Doa harus diiringi dengan kerja keras, profesionalisme, dan kejujuran dalam bekerja. Doa adalah senjata spiritual, sementara kerja adalah ikhtiar lahiriah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |