Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang pasti pernah merasakan sakit, baik fisik maupun psikis. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, Islam mengajarkan praktik ruqyah, yaitu penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an atau doa-doa kepada Allah. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui doa ruqyah penyembuh penyakit yang mudah diamalkan secara mandiri.
Praktik ruqyah bukanlah hal baru dalam Islam. Rasulullah SAW mengajarkan dan mempraktikkan ruqyah untuk berbagai macam penyakit, sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadis sahih. Doa-doa ruqyah yang diajarkan oleh beliau sangat sederhana, pendek, dan mudah dihafal, sehingga dapat diamalkan oleh siapa saja, termasuk mereka yang baru pertama kali belajar ruqyah.
Mengutip Ibnu Hajar, Firanda Andirja dalam ebook Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah mengungkapkan para ulama telah sepakat bahwa ruqyah diperbolehkan jika memenuhi tiga syarat utama; Ruqyah dengan firman Allah atau dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, ruqyah dengan bahasa Arab atau jika selain bahasa Arab maka harus dipahami maknanya, dan meyakini bahwa ruqyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya, melainkan kembali kepada Allah SWT.
Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah kumpulan doa ruqyah penyembuh penyakit yang mudah diamalkan.
Doa-Doa Ruqyah Penyembuh Penyakit yang Mudah Diamalkan
Berikut adalah kumpulan doa ruqyah yang dapat diamalkan secara mandiri untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Doa-doa ini bersumber dari Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih, dengan tuntunan dari ulama.
1. Doa Ruqyah Jibril untuk Kesembuhan
Doa ini dibacakan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW ketika beliau sakit. Doa ini tergolong pendek dan mudah dihafal, sangat cocok untuk diamalkan secara mandiri.
Arab: بِسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
Latin: Bismillahi yubrika wa min kulli da-in yasyfika wa min syarri hasidin iza hasada wa syarri kulli zi a’inin
Artinya: "Dengan nama Allah Dia menyembuhkanmu, dan dari setiap penyakit Dia menyembuhkanmu, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia mendengki, serta dari kejahatan semua pemilik mata."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sayyidah Aisyah radhiallahu 'anha. Dalam kitab Abwabul Faraj, Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki menyebutkan doa ini sebagai salah satu doa ruqyah yang dibaca Nabi SAW ketika sedang sakit. Doa ini mencakup perlindungan dari tiga jenis gangguan: penyakit fisik, hasad (dengki), dan 'ain (pandangan mata jahat).
2. Doa Penghilang Rasa Sakit (Allahumma Rabban Naas)
Doa ini adalah salah satu doa ruqyah yang paling masyhur dan sering diamalkan. Rasulullah SAW membacakan doa ini untuk orang yang sedang sakit.
Arab: اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allahumma rabban naasi, adzhibil ba'sa, isyfihi wa antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqaman
Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah dia dan Engkaulah Asy-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah, Ustadz DR. Firanda Andirja mencantumkan doa ini sebagai salah satu bacaan ruqyah dari hadis. Keistimewaan doa ini terletak pada pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang Maha Menyembuhkan, sehingga menumbuhkan ketawakkalan yang sempurna kepada-Nya.
3. Doa Perlindungan dari Penyakit dan Kekhawatiran
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Utsman bin Abil 'Ash Ats-Tsaqafi yang mengeluhkan rasa sakit di tubuhnya sejak masuk Islam.
Arab: بِسْمِ اللَّهِ (×3)
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (×7)
Latin: Bismillah (3x). A'udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)
Artinya: "Dengan nama Allah (3x). Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan aku khawatirkan (7x)."
Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih. Rasulullah SAW memerintahkan Utsman untuk meletakkan tangannya pada bagian tubuh yang sakit, membaca Bismillah tiga kali, kemudian membaca doa ini sebanyak tujuh kali. Cara ini sangat praktis untuk diamalkan secara mandiri karena hanya dengan meletakkan tangan di area yang sakit dan membacakan doa.
4. Doa Perlindungan dengan Kalimat Allah yang Sempurna
Doa ini memohon perlindungan kepada Allah melalui kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari segala gangguan.
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: A'udzu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammatin
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua gangguan setan, binatang yang mengganggu, dan pandangan mata yang jahat."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah, Ustadz DR. Firanda Andirja menjelaskan bahwa "kalimat-kalimat Allah yang sempurna" berarti kalam Allah yang penuh keberkahan, mencukupi, dan tidak ada di dalamnya aib ataupun kekurangan. Doa ini sangat baik dibaca untuk perlindungan diri dari gangguan jin dan hasad.
5. Doa dengan Debu Tanah dan Air Liur
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk orang yang sakit, dengan cara mencampurkan sedikit air liur dengan debu tanah lalu mengusapkannya ke bagian yang sakit.
Arab: بِسْمِ اللَّهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا
Latin: Bismillah, turbatu ardhinaa, biriiqoti ba'dhinaa, yusyfaa saqiimunaa, bi-idzni rabbinaa
Artinya: "Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, disembuhkan orang yang sakit di antara kami, dengan izin Rabb kami."
Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA. Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan caranya: mengambil air liur dengan jari telunjuk, meletakkannya di tanah hingga sebagian tanah menempel, lalu mengusapkannya pada bagian yang sakit sambil mengucapkan doa tersebut. Metode ini menunjukkan bahwa ruqyah dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
6. Doa Nabi Yunus 'alaihissalam
Doa ini adalah doa yang dibaca oleh Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan paus. Doa ini sangat dianjurkan bagi orang yang tertimpa kesulitan, termasuk penyakit.
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illa anta, subhaanaka. Innii kuntu minazh-zhaalimiin
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang aniaya."
Doa ini disebutkan dalam buku Ruqyah Sihir & Terapinya karya Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah sebagai salah satu doa yang dianjurkan untuk diperbanyak selama menjalani proses pengobatan, khususnya pada kasus sihir. Doa ini mengajarkan pengakuan dosa dan ketundukan total kepada Allah, yang merupakan kunci kesembuhan spiritual.
7. Doa Hasbunallah wa Ni'mal-Wakil
Doa ini adalah ungkapan tawakkal yang sangat kuat, memohon kecukupan dan perlindungan hanya kepada Allah.
Arab: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Latin: Hasbunallahu wa ni'mal-wakil
Artinya: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Doa ini juga dicantumkan oleh Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah dalam bukunya Ruqyah Sihir & Terapinya sebagai zikir yang dianjurkan bagi pasien sihir. Doa ini mengandung makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dan keyakinan bahwa Allah cukup untuk segala urusan.
8. Doa Al-Mu'awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)
Tiga surat pendek ini merupakan benteng perlindungan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Cara mengamalkannya: membaca ketiga surat ini, meniupkannya ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh, terutama bagian yang sakit.
Surat Al-Ikhlas:
Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Qul huwallahu ahad. Allahus-shamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
Surat Al-Falaq:
Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a'udzu birabbil-falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri ghasiqin iza waqab. Wa min syarrin-naffatsati fil-'uqad. Wa min syarri hasidin iza hasad.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." (QS. Al-Falaq: 1-5)
Surat An-Nas:
Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a'udzu birabbin-naas. Malikin-naas. Ilahin-naas. Min syarril-waswasil-khannas. Alladzi yuwaswisu fi shudurin-naas. Minal-jinnati wan-naas.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia." (QS. An-Nas: 1-6)
Aisyah RA meriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW sakit, beliau membaca Al-Mu'awwidzat lalu meniupkannya ke tubuhnya. Ketika sakitnya semakin parah, Aisyah yang membacakannya untuk beliau dan mengusap tubuh beliau dengan tangan beliau sendiri karena tangan beliau lebih banyak keberkahannya. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis ini.
9. Doa Penghancur Sihir (Doa dari Surah Fushshilat)
Doa ini dikutip oleh Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah dalam Ruqyah Sihir & Terapinya sebagai bagian dari rangkaian ruqyah untuk menghilangkan sihir. Setelah membaca ayat-ayat ruqyah, dianjurkan untuk menyentuh pusar dengan tangan kanan lalu membaca ayat-ayat berikut.
Arab (Surah Fushshilat ayat 40-42):
إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا ۚ أَفَمَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Latin: Innalladzina yulhiduna fi ayatina la yakhfauna 'alaina. Afaman yulqa fin-nari khairun am man ya'ti aminan yaumal-qiyamah. I'malu ma syi'tum innahu bima ta'maluna bashir. Innalladzina kafaru bidz-dzikri lamma ja'ahum wa innahu lakitabun 'aziz. La ya'tihil-batilu mim baini yadaihi wa la min khalfih. Tanzilun min hakimin hamid.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka yang lebih baik ataukah mereka yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Lakukanlah apa yang kamu kehendaki! Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika (Al-Qur'an) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah Kitab yang mulia, yang tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji."
Hikmah Doa Ruqyah Penyembuh Penyakit
Berikut adalah lima hikmah utama dari mengamalkan doa-doa ruqyah penyembuh penyakit:
1. Menumbuhkan Ketawakkalan kepada Allah
Doa ruqyah mengajarkan bahwa kesembuhan sejati hanya datang dari Allah. Seperti dalam doa "Allahumma rabban naas" yang menyatakan "laa syifaa-a illaa syifaa-uka" (tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu). Hal ini menumbuhkan kesadaran bahwa segala ikhtiar medis dan spiritual pada hakikatnya adalah wasilah, sedangkan Dzat yang menyembuhkan adalah Allah semata.
2. Membersihkan Hati dari Gangguan Spiritual
Ruqyah tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga membersihkan hati dari bisikan-bisikan setan, was-was, dan gangguan psikologis. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Yunus ayat 57 bahwa Al-Qur'an adalah "syifa'an lima fis-shudur" (penyembuh bagi apa yang ada dalam dada).
3. Memperkuat Benteng Perlindungan Diri
Dengan mengamalkan doa-doa perlindungan seperti Al-Mu'awwidzat dan doa "A'udzu bikalimaatillahit taammah" secara rutin, seorang Muslim membentengi diri dari gangguan jin, sihir, dan hasad. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW yang menganjurkan membaca Al-Mu'awwidzat setiap pagi dan petang.
4. Mengajarkan Kesabaran dan Kepasrahan
Doa-doa ruqyah seperti doa Nabi Yunus "Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin" mengajarkan pengakuan atas kelemahan diri dan kepasrahan total kepada Allah. Sikap ini sangat penting dalam proses penyembuhan, karena stres dan kecemasan justru dapat memperburuk kondisi penyakit.
5. Mempererat Hubungan dengan Al-Qur'an
Mengamalkan ruqyah berarti membiasakan diri membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an. Hal ini menjadikan Al-Qur'an sebagai obat sekaligus petunjuk hidup, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Qayyim bahwa Al-Qur'an adalah obat hati yang menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan berupa bisikan-bisikan dan syahwat-syahwat yang rusak.
Pertanyaan Seputar Doa Ruqyah
1. Apakah boleh meruqyah diri sendiri?
Sangat boleh bahkan dianjurkan. Ruqyah mandiri (self healing) adalah metode penyembuhan mandiri yang diajarkan Rasulullah SAW. Ketika seorang muslim tertimpa sakit, hendaknya dia meruqyah diri sendiri kemudian menempuh usaha lainnya seperti berobat ke dokter. Cara meruqyah diri sendiri sangat sederhana: membaca doa atau ayat ruqyah lalu meniupkannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke tubuh.
2. Doa ruqyah apa yang paling mudah untuk pemula?
Untuk pemula, doa yang paling mudah diamalkan adalah Al-Mu'awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) serta doa "Allahumma rabban naas adzhibil ba'sa". Kedua bacaan ini pendek, mudah dihafal, dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Cukup membacanya lalu meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkannya ke bagian tubuh yang sakit.
3. Berapa kali doa ruqyah harus dibaca?
Beberapa doa ruqyah dianjurkan dibaca dengan hitungan tertentu, misalnya doa perlindungan dari penyakit dibaca 7 kali. Namun pada dasarnya, doa ruqyah dapat dibaca berulang-ulang sesuai kebutuhan dan keyakinan. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keyakinan bahwa kesembuhan datang dari Allah.
4. Apakah ruqyah bisa untuk semua jenis penyakit?
Ruqyah dapat digunakan untuk berbagai jenis penyakit, baik fisik maupun nonfisik. Dalam buku Mukjizat Penyembuhan Ayat Al-Qur'an, Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah menyebutkan bahwa ruqyah dapat digunakan untuk penyakit seperti stroke, kanker, autoimun, sakit kepala, maag, gangguan jin, gangguan sihir, kecanduan, insomnia, dan sesak napas. Ruqyah juga dapat mengobati gigitan ular berbisa, kalajengking, dan penyakit jasmani lainnya.
5. Apakah boleh berobat medis sambil meruqyah?
Sangat boleh dan bahkan dianjurkan. Ruqyah adalah ikhtiar spiritual yang tidak menggantikan ikhtiar medis, tetapi melengkapinya. Seorang Muslim dianjurkan untuk berobat ke dokter sekaligus meruqyah diri sendiri, karena keduanya adalah bentuk ikhtiar yang diperintahkan dalam Islam. Kesembuhan tetap berasal dari Allah, baik melalui jalur medis maupun doa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311275/original/087122900_1785397131-11f6ba91-cbd0-4c59-acf0-ef7c3e5b5211.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386164/original/039099900_1760956903-ilustrasi_membaca_quran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304370/original/093130600_1784713835-01KY4HSN6MCFPS1Q55NE6MHHD3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309375/original/062082400_1785226008-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3292250/original/093623800_1604992396-suzy-turbenson-zpIsUwrIRtY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5018343/original/061776200_1732336344-apa-itu-alam-kubur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307719/original/062767400_1785063931-amg1200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552530/original/095418000_1775812020-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-10T153121.431.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401749/original/084305000_1762228197-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-04T104806.640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909950/original/090842100_1722854822-WhatsApp_Image_2024-08-05_at_17.40.39_50d920d6.jpg)
