Lupa Niat Puasa Senin Kamis, Bagaimana Hukumnya? Pahami Penjelasannya Agar Ibadah Tetap Sah

3 months ago 43

Liputan6.com, Jakarta Seringkali muncul pertanyaan mengenai hukumnya jika seseorang lupa niat puasa Senin Kamis hingga waktu berpuasa telah tiba. Sebab, niat sendiri merupakan fondasi utama dalam setiap amalan ibadah seorang Muslim, termasuk dalam pelaksanaan puasa sunnah Senin Kamis. Kehadiran niat yang tulus menjadi penentu sah atau tidaknya suatu ibadah di mata Allah SWT.

Meskipun demikian, Islam memberikan kemudahan bagi umatnya dalam hal lupa niat puasa Senin Kamis dengan penjelasan yang komprehensif dari para ulama. Memahami hukum dan ketentuan terkait niat puasa akan membantu umat Muslim menjalankan ibadah dengan benar dan tenang.

Niat yang terbersit di hati meskipun tidak terucap secara lisan tetap dianggap sah dalam pelaksanaan ibadah puasa. Hal ini memberikan ketenangan bagi mereka yang khawatir puasanya tidak sah karena lupa mengucapkan niat. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (3/11/2025).

Hukum Lupa Niat Puasa Senin Kamis

Pertanyaan mengenai hukum lupa niat puasa Senin Kamis sering kali menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Muslim. Para ulama telah memberikan penjelasan yang menenangkan bahwa niat yang sudah terbersit di hati tetap dianggap sah meskipun tidak diucapkan secara lisan. Ini merupakan kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya dalam menjalankan ibadah.

Hukum mengucapkan niat di mulut tidak wajib, melainkan sunnah. Artinya, niat yang paling penting adalah yang terbersit dalam hati, bukan sekadar lafal yang diucapkan tanpa kehadiran hati. Buku Al-Fiqh Al-Islamiy wa Adillatuhu menjelaskan bahwa niat hendaknya sudah terbersit pada malam hari sebelum berpuasa.

Jika seseorang telah merencanakan untuk berpuasa Senin atau Kamis pada malam harinya, maka sesungguhnya dia sudah berniat meskipun belum mengucapkannya secara lisan. Bahkan jika seseorang lupa berniat pada malam hari hingga terbit fajar, berdasarkan pendapat ulama besar Abu Hanifah yang dikutip Quraish Shihab, puasa tersebut tetap sah karena niat sudah terucap sebelumnya.

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantaniy menegaskan bahwa niat tidak cukup hanya dengan pengucapan di mulut tanpa kehadiran hati. Pelafalan niat memang tidak mutlak, namun disyaratkan secara sunnah untuk membantu konsentrasi dan kesungguhan dalam beribadah. Oleh karena itu, seorang Muslim yang lupa mengucapkan niat puasa namun di hatinya sudah bertekad untuk berpuasa, maka puasanya tetap sah dan tidak perlu khawatir.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis

Meskipun niat yang paling penting adalah yang terbersit di hati, mengucapkan niat dengan lisan tetap dianjurkan untuk membantu konsentrasi. Niat sebaiknya dibaca dengan bahasa Arab, namun jika masih kesulitan, diperbolehkan menggunakan bahasa lain asalkan makna dan tujuannya sama.

Niat Puasa Hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Hari Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."

Melansir dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Muh Hambali, bacaan niat ini sebaiknya diucapkan pada malam hari sebelum tidur atau pagi hari sebelum terbit fajar. Namun, bagi mereka yang lupa, masih diperbolehkan mengucapkannya di pagi atau siang hari selama belum makan atau minum sama sekali. Pengucapan niat ini akan membantu memantapkan hati dan meningkatkan kesadaran dalam menjalankan ibadah puasa.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis memiliki keutamaan yang sangat besar sehingga Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakannya. Keutamaan ini menjadi motivasi kuat bagi umat Muslim untuk konsisten menjalankan ibadah sunnah ini meskipun tidak diwajibkan.

Berikut keutamaan-keutamaan puasa Senin Kamis:

  • Amal Dilaporkan pada Hari Senin dan Kamis

Berdasarkan situs Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Senin dan Kamis adalah hari ketika amal-amal manusia dilaporkan malaikat kepada Allah SWT. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda bahwa beliau ingin ketika amalnya diperlihatkan, beliau sedang dalam keadaan berpuasa.

  • Hari Istimewa bagi Rasulullah SAW

Hari Senin memiliki makna khusus bagi Rasulullah karena merupakan hari kelahiran beliau dan hari ketika wahyu pertama kali turun. Hal ini diriwayatkan dalam hadits Muslim yang menunjukkan betapa istimewanya hari Senin dalam kehidupan Rasulullah SAW.

  • Puasa yang Selalu Dijaga Rasulullah

Dari Aisyah RA diriwayatkan bahwa Rasulullah senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis. Ini menunjukkan betapa pentingnya puasa ini dalam kehidupan Rasulullah sehingga beliau konsisten melaksanakannya.

  • Dijauhkan dari Api Neraka

Setiap hamba yang berpuasa satu hari karena Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim, sebagaimana sabda Nabi dalam hadits riwayat Muslim.

  • Mendapat Syafaat di Hari Kiamat 

Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata bahwa ia telah menahan hamba tersebut dari makanan dan hawa nafsu di siang hari, sehingga meminta izin untuk memberikan syafaat kepadanya.

  • Melatih Kesabaran dan Ketakwaan

Puasa Senin Kamis melatih seseorang untuk bersabar menahan lapar dan dahaga, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ketaatan yang konsisten.

  • Mendapatkan Pahala Berlimpah

Sebagai ibadah sunnah yang dianjurkan, puasa Senin Kamis memberikan pahala yang berlimpah bagi pelakunya dan menjadi ladang amal saleh yang terus mengalir.

Perbedaan Niat Puasa Wajib dan Sunnah

Memahami perbedaan antara niat puasa wajib dan sunnah penting untuk mengetahui ketentuan yang berlaku pada masing-masing jenis puasa. Perbedaan ini mencakup waktu niat, syarat keabsahan, dan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

Puasa wajib seperti Ramadhan memiliki ketentuan yang lebih ketat dibanding puasa sunnah. Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar, dan tidak boleh ditunda hingga siang hari. Hal ini berbeda dengan puasa sunnah yang memiliki fleksibilitas waktu niat lebih besar. Ulama sepakat bahwa niat puasa wajib harus sudah ada sebelum terbit fajar, sementara puasa sunnah masih bisa diniatkan hingga menjelang dhuhur selama belum ada yang membatalkan.

Melansir dari berbagai kitab fiqih klasik, perbedaan ini didasarkan pada tingkat kewajiban dan konsekuensi hukumnya. Puasa wajib yang ditinggalkan atau tidak sah harus diganti (qadha), sedangkan puasa sunnah tidak ada kewajiban mengganti jika dibatalkan atau tidak sah. Ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam ibadah sunnah, termasuk dalam hal niat puasa Senin Kamis yang lebih fleksibel.

Namun demikian, baik puasa wajib maupun sunnah sama-sama mensyaratkan keikhlasan niat karena Allah SWT. Tanpa keikhlasan, ibadah tidak akan bernilai di sisi-Nya. Oleh karena itu, meskipun puasa sunnah memiliki fleksibilitas lebih besar, seorang Muslim tetap harus memperhatikan kualitas niat dan pelaksanaan ibadahnya agar mendapat pahala optimal.

FAQ

  1. Apakah puasa Senin Kamis sah jika lupa berniat pada malam hari?Ya, puasa Senin Kamis tetap sah jika niat sudah terbersit di hati, meskipun lupa diucapkan pada malam hari.
  2. Kapan waktu paling lambat untuk berniat puasa Senin Kamis?Niat puasa Senin Kamis bisa dilakukan hingga sebelum waktu zawal (tergelincir matahari) pada hari puasa, asalkan belum makan atau minum.
  3. Apakah harus melafalkan niat puasa Senin Kamis dalam bahasa Arab?Tidak wajib, niat boleh diucapkan dalam bahasa apa pun yang dipahami, yang terpenting adalah kehendak hati.
  4. Apa perbedaan hukum niat puasa wajib dan puasa sunnah?Niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari, sedangkan niat puasa sunnah lebih fleksibel dan bisa dilakukan di pagi/siang hari.
  5. Jika sudah makan atau minum di pagi hari, apakah masih bisa berniat puasa Senin Kamis?Tidak, jika sudah makan atau minum setelah fajar, maka tidak bisa lagi berniat puasa untuk hari itu.
  6. Mengapa pengucapan niat secara lisan itu sunnah?Pengucapan niat secara lisan adalah sunnah karena dapat membantu menguatkan konsentrasi hati dan menegaskan tujuan ibadah.
  7. Apakah niat dalam hati saja sudah cukup untuk puasa Senin Kamis?Ya, niat yang terbersit di hati sudah cukup untuk mengesahkan puasa sunnah Senin Kamis.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |