Liputan6.com, Jakarta Membaca Al-Quran menjadi salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh kaum muslimin. Namun, membaca Al-Quran tidak bisa asal-asalan. Ada aturan agar pelafalan setiap kalimatnya terdengar benar, indah, dan sesuai dengan kaidah tajwid. Ilmu tajwid sendiri merupakan panduan penting untuk menjaga kemurnian bacaan ayat-ayat Allah sehingga makna di dalamnya tidak berubah dan keindahan lafaznya tetap terjaga. Salah satu hukum tajwid yang sering muncul dalam bacaan Al-Quran adalah Mad Layyin.
Memahami Mad Layyin bukan sekadar soal teknis panjang-pendek bacaan, melainkan juga tentang kelembutan dalam membaca kalam Allah. Hukum ini menunjukkan bagaimana Al-Quran menuntun pembacanya untuk melafalkan huruf dengan halus dan lembut sesuai makhraj dan sifatnya.
Pengertian Mad Layyin
Dalam ilmu tajwid, Mad Layyin memiliki makna yang positif baik secara bahasa maupun istilah. Kata mad berarti “memanjangkan suara”, sementara layyin berarti “lembut” atau “lunak”. Jadi, istilah Mad Layyin ini menggambarkan bacaan yang mengalir dengan lembut, tidak keras, namun tetap jelas dan penuh keseimbangan. Suara yang muncul ketika membaca kelimat dengan Mad Layyin ini terdengar tenang dan damai, seolah mengajarkan pembacanya untuk melafalkan kalam Allah dengan hati yang teduh.
Secara istilah, Mad Layyin terjadi ketika sebuah huruf yang berharakat fathah diikuti oleh huruf waw sukun (وْ) atau ya sukun (يْ) dalam satu rangkaian. Kedua huruf ini disebut huruf layyinah karena sifatnya yang lentur dan mudah dilafalkan tanpa tekanan. Disebut mad karena ada unsur pemanjangan, dan disebut layyin karena cara membacanya yang lembut.
Yang menarik, Mad Layyin termasuk ke dalam kelompok Mad Far’i, bukan karena huruf mad asli. Sama seperti hukum tajwid lainnya, seperti iqlab dan idgham bighunnah, keberadaan Mad Layyin ini dapat menjaga keindahan bacaan Al-Quran dan membantu kita untuk mengatur tempo nada agar tidak selalu tinggi.
Hukum Bacaan Mad Layyin
Hukum Mad Layyin berlaku dalam kondisi ketika huruf berharakat fathah bertemu dengan huruf waw sukun atau ya sukun dalam satu kalimat. Anda bisa menemukan contohnya pada kalimat قُرَيْشٍ (Quraisy) dan خَوْفٍ (khauf). Jika Anda melanjutkan bacaan tanpa berhenti di kata tersebut, maka cukup dibaca dengan lembut tanpa pemanjangan yang berlebihan. Di sinilah terlihat bagaimana ciri khas dari Mad Layyin yang lembut, ringan, dan mengalir.
Namun, jika Anda berhenti di akhir kata yang mengandung Mad Layyin (dalam istilah tajwid disebut waqaf) maka hukum bacaan ini juga berubah. Saat berhenti, Mad Layyin dapat dipanjangkan seperti Mad ‘Arid Lissukun, yaitu mad yang dipanjangkan karena huruf hidup di akhir kata menjadi mati ketika waqaf. Dalam situasi ini, panjang bacaan bisa 2, 4, atau 6 harakat, tergantung pada pilihan pembaca dan gaya tilawah yang digunakan.
Hal menarik dari Mad Layyin adalah panjang bacaannya yang bersifat fleksibel. Ketika menemukan Mad Layyin, Anda bebas memilih seberapa panjang bacaan sesuai kebutuhan irama, asalkan tetap mempertahankan kelembutan dan ketenangan dalam pelafalan. Dengan begitu, Mad Layyin juga berperan untuk menjaga irama dan harmoni antara makhraj huruf, napas, dan rasa dalam membaca ayat.
Cara Membaca Mad Layyin dengan Benar
Untuk membaca Mad Layyin dengan baik membutuhkan pemahaman tentang posisi huruf serta kepekaan terhadap irama suara. Karena sifatnya lembut, bacaan Mad Layyin tidak boleh dilafalkan secara keras atau terputus-putus. Fokus utamanya bukan pada seberapa kuat suara keluar, tetapi pada bagaimana suara itu mengalir dan berpadu dengan napas yang tenang.
Langkah-langkah membaca Mad Layyin secara tepat adalah sebagai berikut:
- Pastikan huruf sebelumnya berharakat fathah.
- Pastikan huruf setelahnya wau sukun (وْ) atau ya sukun (يْ).
- Jika melanjutkan bacaan, ucapkan dengan lembut tanpa pemanjangan.
- Jika berhenti (waqaf), panjangkan suara 2, 4, atau 6 harakat dengan nada yang halus dan tenang.
Latihan yang konsisten akan membantu pembaca menguasai keseimbangan antara panjang, irama, dan kelembutan suara. Bacaan Mad Layyin yang dilafalkan dengan benar akan terdengar merdu, tartil, dan menenangkan pendengar.
Contoh Mad Layyin dalam Al-Qur’an
Tanpa Anda sadari, ada banyak ayat yang mengandung Mad Layyin yang telah Anda baca. Beberapa contoh Mad Layyin yang dapat ditemukan dalam Al-Qur’an antara lain:
- رَيْبَ (raiba) – QS. Al-Baqarah: 2
- بَيْنَهُمْ (bainahum) – QS. Al-Baqarah: 6
- قُرَيْشٍ (Quraisy) – QS. Quraisy: 1
- الْبَيْتِ (al-bayt) – QS. Quraisy: 3
- خَوْفٍ (khauf) – QS. Quraisy: 4
- دَعَوْهُمْ (da‘auhum) – QS. Al-Baqarah: 6
Seluruh lafaz tersebut menunjukkan pertemuan antara huruf fathah dengan wau atau ya sukun, yang menjadi ciri khas dari hukum Mad Layyin.
Hikmah Mempelajari Mad Layyin
Agar sesuatu yang kita baca itu benar dan sesuai dengan maknanya, maka penting untuk mengetahui aturan dalam membacanya. Begitu juga aturan Mad Layyin untuk membaca Al-Quran. Dengan memahaminya, maka dapat meningkatkan kefasihan membaca. Selain itu, adanya Mad Layyin juga membuat kita merasakan keindahan spiritual dalam bacaan Al-Quran sebagai sumber hukum Islam.
Mad Layyin juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketenangan dalam tilawah. Seorang qari yang mampu mengatur napas dan irama dengan lembut akan melahirkan bacaan yang khusyuk, menggugah, dan penuh makna. Itulah makna sejati dari perintah membaca secara tartil, yaitu perlahan, jelas, dan penuh dengan penghayatan.
Lebih dari sekadar aturan tajwid, Mad Layyin adalah simbol keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan. Dengan mempelajari dan menerapkannya dengan benar, seorang muslim bukan hanya membaca Al-Quran dengan benar, tetapi juga belajar menundukkan hati di hadapan firman Allah, sebagaimana ia menundukkan suara di hadapan makna yang agung.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa yang dimaksud dengan Mad Layyin?
Mad Layyin adalah bacaan lembut yang terjadi jika huruf fathah bertemu wau sukun atau ya sukun.
2. Kapan Mad Layyin dibaca panjang?
Dibaca panjang hanya ketika berhenti (waqaf) di akhir kata.
3. Berapa panjang bacaan Mad Layyin saat waqaf?
Bisa 2, 4, atau 6 harakat tergantung irama bacaan.
4. Apakah Mad Lin dan Mad Layyin sama?
Ya, keduanya memiliki makna dan aturan yang sama.
5. Surat apa yang sering mengandung Mad Layyin?
Antara lain surat Al-Baqarah dan Al-Quraisy.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









