Mengetahui Adab Saat Mendengar Azan dan Iqamah Lengkap Beserta Doanya

3 months ago 34

Liputan6.com, Jakarta Azan dan iqamah merupakan panggilan suci dalam Islam yang mengumandang lima kali sehari untuk mengajak umat muslim menunaikan salat. Ketika mendengar lantunan azan berkumandang, terdapat beberapa adab saat mendengar azan dan iqamah yang perlu dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim.

Memahami adab yang benar saat mendengar azan dan iqamah bukan sekadar pengetahuan, melainkan bagian dari pengamalan ajaran Islam yang sempurna. Rasulullah SAW telah mengajarkan tata cara dan doa-doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca ketika mendengar seruan ini.

Mengutip dari Imam An Nawawi dalam Adab Berdamping dengan Al-Qur'an, Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa muslim yang sedang membaca Al-Qur'an ketika mendengar azan berkumandang diperlukan untuk menghentikan bacaannya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (11/11/2025).

Adab Saat Mendengar Azan

Ketika azan berkumandang, seorang muslim dianjurkan untuk menghentikan aktivitasnya sejenak dan menjawab azan tersebut. Adab pertama dan paling utama adalah mengikuti lafaz yang diucapkan oleh muazin dengan suara pelan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya: "Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muazin."

Namun terdapat pengecualian ketika muazin mengucapkan "hayya 'alash shalah" dan "hayya 'alal falah". Berdasarkan hadits dari Umar RA yang diriwayatkan oleh Muslim, ketika mendengar dua lafaz tersebut, pendengar tidak mengikutinya melainkan mengucapkan "laa hawla wa laa quwwata illa billah" yang bermakna tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.

Melansir dari berbagai ulama Mazhab Syafi'i, Maliki, dan lainnya, hukumnya makruh bila berbicara saat terdengar azan berkumandang dan sangat dianjurkan untuk menjawab azan tersebut. Namun jika dalam keadaan terdesak, dibolehkan untuk berbicara seperlunya dengan tetap memperhatikan adab.

Berikut rincian adab saat mendengar azan:

  • Menghentikan Aktivitas - Ketika azan berkumandang, hendaknya menghentikan sejenak pekerjaan atau percakapan yang sedang dilakukan untuk fokus menjawab azan.
  • Menjawab Lafaz Azan - Mengikuti setiap lafaz yang diucapkan muazin dengan suara pelan, kecuali pada lafaz "hayya 'alash shalah" dan "hayya 'alal falah" diganti dengan "laa hawla wa laa quwwata illa billah".
  • Menghentikan Bacaan Al-Qur'an - Bagi yang sedang membaca Al-Qur'an, hendaknya menghentikan bacaannya untuk menjawab azan, kemudian melanjutkan kembali setelah selesai.
  • Tidak Berbicara - Menghindari pembicaraan yang tidak perlu saat azan berkumandang, kecuali dalam kondisi darurat atau keperluan mendesak.
  • Duduk dengan Khusyuk - Mengambil posisi duduk yang tenang dan khusyuk sambil mendengarkan serta menjawab azan dengan penuh perhatian.
  • Menghadap Kiblat - Dianjurkan menghadap kiblat saat menjawab azan meskipun hal ini tidak wajib, namun lebih utama untuk menunjukkan penghormatan.

Adab Saat Mendengar Iqamah

Adab saat mendengar iqamah pada dasarnya sama dengan ketika mendengar azan, yaitu mengikuti lafaz yang diucapkan dengan suara pelan. Ketika iqamah dikumandangkan, jamaah yang sudah berada di masjid hendaknya mempersiapkan diri untuk berdiri dan melaksanakan salat berjamaah. Namun tidak dianjurkan untuk berdiri terlalu cepat sebelum iqamah selesai atau sebelum imam berdiri.

Perbedaan khusus pada iqamah adalah ketika muazin mengucapkan "qad qaamatis shalah" (sungguh telah tegak salat), pendengar juga mengikutinya dengan mengucapkan lafaz yang sama. Hal ini berbeda dengan lafaz "hayya 'alash shalah" dan "hayya 'alal falah" pada azan yang dijawab dengan "laa hawla wa laa quwwata illa billah".

Mengutip dari Kitab Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa jamaah hendaknya tetap tenang dan tidak tergesa-gesa saat mendengar iqamah. Jamaah dianjurkan untuk tetap duduk dengan khusyuk sambil menjawab iqamah hingga selesai, baru kemudian berdiri ketika imam telah berdiri untuk memulai salat.

Berikut panduan lengkap adab saat mendengar iqamah:

  • Menjawab Setiap Lafaz - Mengikuti bacaan muazin yang mengumandangkan iqamah dengan suara pelan, termasuk lafaz "qad qaamatis shalah".
  • Tetap Tenang dan Tidak Tergesa-gesa - Meskipun salat akan segera dimulai, jamaah hendaknya tetap tenang dan tidak terburu-buru hingga iqamah selesai.
  • Meluruskan dan Merapatkan Shaf - Setelah iqamah selesai, jamaah hendaknya meluruskan dan merapatkan shaf sebelum salat dimulai sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.
  • Berdiri Saat Imam Berdiri - Waktu yang tepat untuk berdiri adalah ketika imam sudah berdiri untuk memulai salat, bukan saat iqamah baru dimulai.
  • Fokus dan Bersiap Salat - Mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk mengikuti salat berjamaah dengan khusyuk dan konsentrasi penuh.

Doa Setelah Mendengar Azan

Setelah azan selesai dikumandangkan, terdapat doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membaca doa setelah azan, maka akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Doa ini merupakan bentuk penghormatan dan permohonan kepada Allah SWT agar memberikan kedudukan mulia kepada Nabi Muhammad SAW.

  • Doa Setelah Azan:

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Latin: Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'ats-hu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtah, innaka laa tukhliful mii'aad.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur di surga) dan keutamaan, serta tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak melupakan janji."

Melansir dari buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati tulisan Thoriq Aziz Jayana, dijelaskan bahwa membaca doa setelah azan merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki fadilah yang besar. Waktu antara azan dan iqamah juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa sesuai dengan kebutuhan masing-masing, karena pada waktu tersebut doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Bacaan Sholawat Setelah Azan

Selain membaca doa setelah azan, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak bacaan sholawat kepada beliau. Membaca sholawat merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa risalah Islam kepada umat manusia. Sholawat dapat dibaca dengan berbagai versi, baik yang singkat maupun yang panjang.

Sholawat Setelah Azan (Versi Singkat):

Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad."

Umat muslim juga dapat membaca sholawat yang lebih panjang seperti Sholawat Ibrahimiyyah yang biasa dibaca dalam tahiyat akhir salat. Sholawat ini lebih lengkap dan komprehensif dalam memohonkan rahmat dan berkah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sebagaimana rahmat dan berkah yang dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Mengutip dari berbagai kitab hadits, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendapatkan sepuluh rahmat dari Allah SWT, diangkat sepuluh derajat, dan dihapus sepuluh kesalahan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak sholawat setelah mendengar azan sebagai bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Keutamaan Menjawab Azan dan Iqamah

Menjawab azan dan iqamah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Rasulullah SAW telah menjanjikan syafaat di hari kiamat bagi orang yang membaca doa setelah azan. Ini merupakan karunia yang sangat agung mengingat hari kiamat adalah hari yang sangat berat dan setiap orang sangat membutuhkan pertolongan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Selain mendapatkan syafaat, menjawab azan juga termasuk dalam amalan sunnah yang sangat dicintai Allah SWT. Ketika seorang muslim mengikuti lafaz azan yang dikumandangkan muazin, ia sedang mengingat Allah dan mengucapkan kalimat-kalimat tauhid yang agung. Hal ini menunjukkan ketaatan dan keseriusan dalam menjalankan syariat Islam dengan sempurna.

Waktu antara azan dan iqamah juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa doa yang dipanjatkan antara azan dan iqamah tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT.

Menjawab azan dengan benar juga melatih kedisiplinan dan kepekaan terhadap waktu salat. Ketika seorang muslim terbiasa mendengarkan dan menjawab azan, ia akan lebih mudah mengatur waktu untuk segera menunaikan salat. Kebiasaan baik ini akan membentuk karakter muslim yang taat beribadah dan selalu mengutamakan kewajiban kepada Allah SWT di atas urusan duniawi.

FAQ

1. Apakah wajib menjawab azan setiap kali mendengarnya?

Menjawab azan hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), bukan wajib, namun memiliki keutamaan yang besar dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

2. Bagaimana jika mendengar azan saat sedang salat?

Ketika sedang melaksanakan salat, tidak perlu menjawab azan dan lebih baik fokus menyelesaikan salat dengan khusyuk, doa setelah azan dapat dibaca setelah selesai salat.

3. Apakah boleh menjawab azan dari rekaman atau pengeras suara?

Mayoritas ulama kontemporer membolehkan menjawab azan dari rekaman, pengeras suara, atau media elektronik karena tetap termasuk mendengar azan yang dikumandangkan.

4. Apa perbedaan cara menjawab azan dan iqamah?

Cara menjawab azan dan iqamah pada dasarnya sama, yaitu mengikuti lafaz yang diucapkan muazin, termasuk mengikuti lafaz "qad qaamatis shalah" pada iqamah.

5. Bagaimana hukum berbicara saat azan berkumandang?

Hukumnya makruh (tidak disukai) berbicara saat azan kecuali dalam keadaan darurat atau keperluan yang sangat mendesak, lebih baik menghentikan pembicaraan untuk menjawab azan.

6. Apakah wanita haid boleh menjawab azan?

Wanita yang sedang haid atau nifas boleh dan dianjurkan untuk menjawab azan serta membaca doa setelah azan karena tidak mensyaratkan kondisi suci.

7. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa setelah azan?

Doa setelah azan dibaca segera setelah azan selesai dikumandangkan, dilanjutkan dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum iqamah dikumandangkan. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |