Liputan6.com, Jakarta Cara menghadapi anak tantrum sesuai ajaran Islam mengedepankan pendekatan penuh kasih sayang dan kesabaran. Metode ini merupakan teladan dari Rasulullah SAW yang selalu lembut dalam mendidik anak-anak.
Menghadapi anak yang mengalami tantrum menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua Muslim. Ledakan emosi yang tiba-tiba ini seringkali membuat orang tua bingung dan kewalahan dalam mengatasinya.
Melansir dari jurnal Pendidikan Anak dalam Keluarga Perspektif Islam oleh Mufaithatut Taubah, Rasulullah memberi kesempatan pada umat Muslim untuk mengembangkan pola asuh sendiri selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (7/11/2025).
Cara Menghadapi Anak Tantrum Sesuai Ajaran Islam
Melansir dari Buku Pintar Parenting karya Nur'ibad, salah satu penyebab anak mengalami tantrum adalah kurangnya perhatian dari orang tua. Anak mencari cara untuk mendapatkan perhatian, termasuk melalui ledakan emosi yang seringkali membuat orang tua kewalahan.
Memahami tantrum sebagai fase perkembangan normal akan membantu orang tua bersikap lebih tenang dan bijaksana. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat menerapkan cara-cara Islami dalam menghadapi kondisi ini tanpa harus menggunakan kekerasan atau amarah.
Islam memberikan panduan lengkap dalam menghadapi anak yang sedang tantrum dengan pendekatan yang penuh hikmah. Berikut adalah cara-cara yang dapat diterapkan oleh orang tua Muslim:
1. Tetap Tenang dan Bersabar
Kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi tantrum anak. Ketika anak sedang mengamuk, orang tua harus mampu mengendalikan emosi dan tidak ikut terpancing amarah. Allah SWT berfirman tentang pentingnya sabar dalam menghadapi ujian, termasuk dalam mendidik anak.
2. Peluk dan Tenangkan Anak
Memberikan pelukan hangat dapat membantu menenangkan anak yang sedang tantrum. Sentuhan fisik yang penuh kasih sayang ini akan membuat anak merasa aman dan dicintai, sehingga emosinya perlahan mereda.
3. Berikan Perhatian Penuh
Mengutip dari Buku Pintar Parenting, kurangnya perhatian dari orang tua menjadi salah satu pemicu anak mencari perhatian melalui perilaku tantrum. Luangkan waktu khusus untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan anak tanpa gangguan.
4. Hindari Membentak atau Memuku
lIslam melarang keras kekerasan dalam mendidik anak. Rasulullah SAW tidak pernah memukul anak-anak, bahkan ketika mereka melakukan kesalahan. Gunakan suara yang lembut namun tegas dalam memberikan arahan.
5. Alihkan Perhatian Anak
Ketika anak mulai tantrum, alihkan perhatiannya ke hal lain yang lebih positif. Tunjukkan mainan kesukaan, ajak bermain, atau pindah ke tempat yang lebih tenang untuk meredakan emosinya.
6. Ajarkan Cara Mengungkapkan Emosi
Bantu anak mengenali dan menyebutkan emosinya dengan kata-kata sederhana seperti "Adik sedih ya?" atau "Adik marah?". Ini akan membantu anak belajar mengekspresikan perasaan tanpa harus tantrum.
7. Berdoa untuk Ketenangan
Bacakan doa atau dzikir pendek ketika anak sedang tantrum. Ajaklah anak untuk menarik napas dalam-dalam sambil mengucapkan "Bismillah" untuk menenangkan diri.
8. Konsisten dalam Aturan
Tetapkan aturan yang jelas dan konsisten dalam keluarga. Jika anak tahu batasan yang tidak boleh dilanggar, mereka akan belajar mengendalikan keinginannya dan mengurangi frekuensi tantrum.
Doa untuk Anak yang Susah Diatur
Selain penanganan secara langsung, orang tua Muslim juga dapat berdoa kepada Allah SWT untuk kemudahan dalam mendidik anak. Doa merupakan senjata orang tua yang sangat ampuh dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan.
- Doa untuk Anak
Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Latin: Robbi hab lii mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka samii'ud du'aa.
Terjemahan"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)
- Doa Lainnya
Arab: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى تَرْبِيَةِ أَوْلاَدِي وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي
Latin: Allahumma a'inni 'ala tarbiyati auladi wa ashlih lii fii dzurriyyatii.
Terjemahan"Ya Allah, tolonglah aku dalam mendidik anak-anakku dan perbaikilah keturunanku."
Berdoa dengan khusyuk dan penuh keyakinan akan memberikan ketenangan hati bagi orang tua. Allah SWT akan memberikan jalan keluar dan kemudahan dalam menghadapi setiap tantangan dalam mendidik anak, termasuk ketika anak sedang mengalami tantrum.
Memberikan Nasihat dengan Lemah Lembut
Nasihat merupakan metode mendidik yang sangat dianjurkan dalam Islam, namun cara penyampaiannya harus penuh kelembutan dan kasih sayang. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 125 tentang pentingnya menyeru dengan hikmah dan nasihat yang baik.
Ketika anak mengalami tantrum atau berperilaku susah diatur, tunggulah hingga emosinya reda sebelum memberikan nasihat. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak sesuai usianya. Hindari menyampaikan nasihat dengan nada mengancam atau memaksa karena hal ini justru akan membuat anak semakin memberontak.
Nasihat yang efektif adalah yang disampaikan dengan contoh konkret dan kisah-kisah inspiratif. Ceritakan kisah para nabi dan sahabat yang memiliki akhlak mulia sebagai teladan. Anak-anak sangat menyukai cerita, sehingga nasihat yang dikemas dalam bentuk cerita akan lebih mudah mereka terima dan pahami.
Berikan nasihat secara konsisten namun tidak berlebihan. Terlalu banyak nasihat justru akan membuat anak bosan dan tidak mendengarkan. Pilihlah momen yang tepat, misalnya setelah sholat bersama atau sebelum tidur, untuk menyampaikan nasihat dengan suasana yang tenang dan penuh kehangatan.
Menerapkan Hukuman yang Mendidik
Islam membolehkan pemberian hukuman sebagai langkah terakhir dalam mendidik anak, namun dengan syarat dan batasan yang jelas. Hukuman dalam Islam bukan berarti kekerasan fisik atau verbal yang menyakiti anak. Rasulullah SAW mengajarkan untuk memberikan hukuman yang mendidik dan sesuai dengan tingkat kesalahan anak.
Mulailah dengan teguran lisan yang lembut, kemudian tingkatkan menjadi teguran yang lebih tegas jika anak tetap tidak menurut. Jenis hukuman yang dapat diberikan antara lain mengurangi waktu bermain, tidak memberikan mainan kesukaan untuk sementara, atau meminta anak mengerjakan tugas tambahan di rumah. Pastikan hukuman yang diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan anak, serta tidak menyebabkan trauma atau rasa dendam.
Paling terpenting, setelah memberikan hukuman, jelaskan kepada anak mengapa mereka dihukum dan apa yang seharusnya dilakukan. Akhiri dengan pelukan dan kata-kata penyemangat bahwa orang tua tetap mencintai mereka. Dengan demikian, anak akan memahami bahwa hukuman diberikan untuk kebaikan mereka, bukan karena orang tua tidak menyayangi mereka.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan tantrum pada anak? Tantrum adalah ledakan emosi yang ditunjukkan anak melalui menangis, berteriak, atau memukul karena belum mampu mengekspresikan perasaan dengan baik.
2. Bagaimana cara menghadapi anak tantrum menurut Islam? Tetap tenang, berikan pelukan, hindari kekerasan, alihkan perhatian, dan berdoa kepada Allah SWT untuk diberi kesabaran dan kemudahan.
3. Bolehkah memukul anak yang tantrum dalam Islam? Tidak boleh, Islam melarang kekerasan dalam mendidik anak karena Rasulullah SAW tidak pernah memukul anak-anak bahkan ketika mereka berbuat salah.
4. Apa doa untuk anak yang susah diatur? Salah satunya adalah "Allahumma a'inni 'ala tarbiyati auladi" yang artinya "Ya Allah, tolonglah aku dalam mendidik anak-anakku."
5. Mengapa anak sering tantrum? Anak tantrum biasanya karena kurang perhatian, belum bisa mengungkapkan emosi, lelah, lapar, atau keinginannya tidak terpenuhi.
6. Bagaimana cara mencegah tantrum pada anak? Berikan perhatian cukup, ajarkan cara mengungkapkan emosi, tetapkan rutinitas yang konsisten, dan penuhi kebutuhan dasar anak dengan baik.
7. Kapan harus memberikan hukuman pada anak yang tantrum? Hukuman diberikan sebagai jalan terakhir setelah cara lain tidak berhasil, dan hanya untuk perilaku yang sudah melewati batas dengan tetap memperhatikan usia dan kondisi anak.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









