Menguak Bahaya Syirik Kecil yang Sering Tidak Disadari dalam Kehidupan Modern, Contoh dan Solusinya

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Syirik, atau perbuatan menyekutukan Allah, seringkali diasosiasikan dengan praktik-praktik kuno seperti penyembahan berhala atau ritual animisme. Namun, dalam kehidupan modern, syirik justru muncul dalam bentuk yang lebih halus, tersamar, dan sering kali tidak disadari, dikenal sebagai syirik asghar atau syirik khafi (syirik kecil/samar).

Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi keimanan individu dan harmoni sosial, terutama di tengah arus globalisasi, materialisme, dan ketergantungan pada teknologi. Bahaya syirik kecil yang sering tidak disadari ini mestinya dikenali oleh umat Islam di era modern. Sebab, syirik itu bisa tersembunyi dalam perilaku sehari-hari.

Dalam Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, Membedah Syirik: Bahaya Tersembunyi Yang Mengancam Umat Manusia oleh Arimbi Pramesty, dkk menjelaskan syirik asghar didefinisikan sebagai perbuatan yang secara implisit mengakui adanya kekuatan selain Allah, meskipun pelakunya tetap meyakini keesaan-Nya.

Berikut ini adalah ulasan mengenai bahaya syirik kecil dalam konteks kehidupan modern, contoh hingga cara mengatasinya, berdasar studi Arimbi Pramesty dkk dan Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, Syirik Dalam Kehidupan Modern: Bahaya Yang Tak Terduga Dan Solusi Masa Kini, oleh Muhammad Agam Nalf Saujani, dkk, yang merujuk berbagai literatur klasik dan kontemporer.

Menurut Ibrahim (2010) dalam Ensiklopedi Islam Al-Kamil, syirik kecil tidak mengeluarkan pelaku dari Islam, tetapi mengurangi kesempurnaan tauhid dan menjadi pintu menuju syirik besar. Syirik kecil ini kerap dianggap remeh. Padahal syirik kecil sangat berbahaya, baik terhadap diri maupun lingkungan sosialnya. Berikut ulasannya.

1. Dampak Spiritual: Mengurangi Bahkan Menghapus Pahala Ibadah

Syirik kecil merusak keikhlasan, yang merupakan ruh diterimanya amal ibadah. Allah berfirman, yang artinya:

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: ‘Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.’” (QS. Az-Zumar: 65)

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa syirik kecil bagai “semut hitam di atas batu hitam pada malam gelap”.  sulit dilihat, namun jika dibiarkan akan merusak bangunan iman secara perlahan. Ia menekankan bahwa riya’ (ingin dilihat orang) adalah penyakit hati yang dapat menghancurkan pahala shalat, puasa, dan sedekah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Kitabut Tauhid mengutip hadis: “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil: riya’.” (HR. Ahmad)Beliau menjelaskan bahwa syirik ini mengurangi tauhid dan menjadi washilah (jembatan) menuju syirik besar.

Dalam konteks modern, ketika seseorang beramal untuk dilihat di media sosial (seperti sedekah yang difilmkan atau ibadah yang dipamerkan), secara tidak sadar ia telah mencampuri keikhlasan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut ini sebagai “pencuri yang tak terlihat” yang mencuri pahala tanpa pelaku menyadarinya.

2. Dampak Psikologis: Kecemasan, Ketidakpuasan, dan Hilangnya Rasa Aman

Syirik kecil membuat manusia menggantungkan harapan pada selain Allah, sesuatu yang bersifat fana dan tidak pasti. Ini menciptakan kegelisahan eksistensial.

Allah berfirman, yang artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82)

Dr. ‘Aidh Al-Qarni dalam La Tahzan menjelaskan bahwa ketergantungan pada materi, popularitas, atau makhluk akan selalu berujung pada kekecewaan, karena semua itu bersifat sementara. Hanya dengan bertawakal kepada Allah hati menjadi tenang.

Prof. Dr. Muhammad ‘Utsman Najati dalam Al-Qur’an wa ‘Ilmun Nafs menyebutkan bahwa syirik khafi seperti materialisme ekstrem dapat menyebabkan alienasi spiritual, perasaan kosong dan tidak bermakna meski secara materi berkecukupan.

Dalam konteks modern, obsesi terhadap likes, followers, atau pencitraan di media sosial menciptakan approval addiction (kecanduan pengakuan). Ketika ekspektasi tidak terpenuhi, muncul kecemasan sosial (social anxiety), depresi, dan rasa tidak aman. Ibnul Qayyim dalam Al-Fawa’id menyebutnya “penjara hati” karena terbelenggu oleh penilaian manusia.

3. Dampak Sosial: Kesenjangan, Individualisme, dan Konflik Antar-Kelompok

Syirik kecil yang termanifestasi dalam materialisme, fanatisme golongan, atau kultus individu dapat merusak struktur sosial.

Dalil Al-Qur'an: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas.” (QS. Ali Imran: 105)

Yusuf Al-Qaradawi dalam Al-‘Aqidah wa Al-Mujtama’ menegaskan bahwa ketika harta, jabatan, atau suku menjadi “tuhan” baru, solidaritas sosial akan runtuh. Masyarakat akan terpecah berdasarkan strata ekonomi atau identitas kelompok.

Syaikh ‘Ali Jumu’ah dalam Al-Bayan Lima Yusyghil Al-Adzhan menjelaskan bahwa konflik bermula ketika masing-masing kelompok merasa paling benar dan mengabaikan prinsip tauhid sebagai pemersatu.

Fenomena hedonisme dan conspicuous consumption (pamer kekayaan) memperlebar jarak sosial. Di sisi lain, fanatisme terhadap figur tertentu, baik politisi, selebritas, atau pemimpin agama, dapat memicu polarisasi dan permusuhan, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Karakter (2025) tentang dampak syirik terhadap harmoni sosial.

4. Dampak Moral: Perilaku Tidak Jujur, Manipulatif, dan Kriminal

Syirik kecil menggeser standar moral dari ketakwaan kepada Allah menjadi pengejaran duniawi dengan segala cara.

Allah berfirman, yang artinya: “Dan barangsiapa yang berpaling dari pengingat Tuhan Yang Maha Pengasih, Kami biarkan setan menyertainya. Dan sesungguhnya setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar, namun mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS. Az-Zukhruf: 36–37).

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menjelaskan bahwa orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama akan mudah menghalalkan segala cara, karena tidak ada lagi rasa takut terhadap pengawasan Allah (muraqabah).

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin mengutip hadis tentang bahaya syirik khafi yang mendorong seseorang berlaku curang dalam bisnis, korupsi, atau memanipulasi hak orang lain demi keuntungan pribadi.

Dalam konteks modern, dalam dunia kerja, karyawan mungkin melakukan ghisy (kecurangan) untuk mendapat promosi. Di dunia politik, fitnah dan hoaks disebarkan untuk menjatuhkan lawan. Jurnal JBPAI (2024) menyebut ini sebagai “syirik niat dan tujuan”, ketika niat baik dikorbankan untuk kepentingan duniawi.

Contoh Nyata Syirik Kecil dalam Kehidupan Modern

Syirik kecil tidak hanya merusak akidah, tetapi juga menggerus moralitas dan kohesi sosial. Syirik kecil terbagi menjadi dua:

  • Syirik Zhahir (Nyata). Contoh: Bersumpah dengan nama selain Allah, menggunakan jimat, atau percaya pada ramalan.
  • Syirik Khafi (Tersembunyi). Contoh: Riya’ (ingin dipuji) dalam beribadah, atau menjadikan dunia sebagai tujuan utama tanpa mengaitkannya dengan akhirat.

Adapun bentuk-bentuk syirik kecil yang sering muncul di era modern adalah:

1. Materialisme dan Konsumerisme

Menjadikan harta, jabatan, atau popularitas sebagai sumber kebahagiaan utama, sehingga mengabaikan ketergantungan kepada Allah. Hal ini sejalan dengan teori Baudrillard tentang masyarakat konsumsi yang dikutip dalam jurnal JBPAI (2024).

2. Riya’ di Media Sosial

Memamerkan amal, ibadah, atau gaya hidup untuk mendapatkan pengakuan sosial—sebuah bentuk syirik khafi yang massif di era digital.

3. Ketergantungan Berlebihan pada Teknologi atau Ilmuwan

Meyakini bahwa kesuksesan semata-mata berasal dari usaha manusia, tanpa menyadari peran Allah sebagai pemberi rezeki dan kemudahan.

4. Percaya pada Ramalan, Zodiak, atau Feng Shui

Meskipun dianggap sebagai “hiburan”, keyakinan bahwa benda atau sistem tertentu dapat menentukan nasib termasuk syirik zhahir.

5. Menyembah “Berhala Modern”

Seperti idolisasi berlebihan terhadap selebriti, pemimpin, atau simbol-simbol duniawi hingga mengalahkan kecintaan kepada Allah.

Hadis Rasulullah SAW: “Yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad)

Yusuf al-Qaradawi dalam Fikih Prioritas menyatakan bahwa syirik modern sering bersembunyi di balik tradisi dan budaya populer.

Cara Mengatasi Syirik Kecil

Dalam Al-Qur'an disebutkan, “Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahf: 110)

Syirik kecil sangat dilarang dalam Islam. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui cara mengatasi syirik keci.

1. Pendidikan Tauhid yang Kontekstual

Materi akidah harus disampaikan dengan contoh konkret dalam kehidupan modern, termasuk bahaya syirik di media sosial dan budaya pop.

2. Penguatan Literasi Agama Digital

Kampanye melalui konten kreatif untuk mengedukasi generasi muda tentang syirik khafi.

3. Peran Keluarga dan Lembaga Pendidikan

Menanamkan nilai ikhlas, qanaah (merasa cukup), dan tawakal sejak dini.

4. Regulasi Konten dan Praktik Syirik

Pemerintah dan platform digital perlu membatasi konten yang mendukung perdukunan, ramalan, atau kultus individu.

5. Konseling Spiritual dan Psikologis

Membantu individu yang terjebak dalam materialisme atau ketergantungan pada pengakuan sosial.

People Also Ask:

Apakah Allah mengampuni dosa syirik kecil?

Dosa Syirik: Jangan Lakukan! Dosa Ini Tidak Diampuni Oleh ...Ya, sebagian ulama berpendapat syirik kecil (syirik asghar) berpotensi diampuni oleh Allah SWT, terutama jika pelakunya menyesal dan bertobat, karena tidak menyebabkan keluar dari Islam seperti syirik besar (syirik akbar), namun ada juga ulama yang berpendapat syirik kecil tetap tidak diampuni jika dibawa mati, sehingga sangat penting untuk dijauhi dan ditobat secara sungguh-sungguh, seperti dijelaskan dalam berbagai sumber tentang hukum syirik.

Sebutkan 3 Bahaya dari perbuatan syirik?

Tiga bahaya utama syirik (menyekutukan Allah) adalah terhapusnya seluruh amal ibadah, tidak diampuninya dosa syirik akbar (jika mati dalam keadaan musyrik), dan kekal di dalam neraka serta haram masuk surga, selain itu syirik juga menghinakan derajat manusia dan menimbulkan rasa takut serta kesesatan di dunia dan akhirat.

Apa balasan bagi orang yang sirik?

10 Dosa Besar dalam Islam yang Harus Dihindari Umat MuslimHukuman bagi pelaku syirik (menyekutukan Allah) adalah haram masuk surga, tempatnya di neraka, dan seluruh amal baiknya terhapus jika ia mati dalam keadaan syirik tanpa bertobat; namun, jika syiriknya syirik ashghar (kecil) dan ia bertaubat, ia bisa diazab sesuai kehendak Allah lalu dikeluarkan dari neraka, sementara syirik besar (akbar) yang tidak diampuni bisa menyebabkan kekal di neraka.

Sebutkan 3 contoh syirik seperti apa?

Tiga contoh perbuatan syirik adalah menyembah berhala/kuburan, beribadah karena ingin pujian (riya'), dan bersumpah dengan nama selain Allah; syirik terjadi saat menyekutukan Allah SWT dengan makhluk-Nya dalam ibadah, niat, atau keyakinan, baik secara besar (syirik akbar) maupun kecil (syirik asghar).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |