Liputan6.com, Jakarta Konsep law of attraction dalam Islam menawarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana pikiran dan keyakinan seseorang dapat memengaruhi realitas hidupnya. Ini bukan sekadar teori psikologis, melainkan sebuah prinsip yang telah diajarkan melalui Al-Quran dan hadits.
Dalam psikologi, law of attraction atau hukum ketertarikan menjelaskan bahwa segala sesuatu yang dipikirkan baik hal positif maupun negatif, itulah yang akan terjadi dalam kehidupan. Namun dalam perspektif Islam, apa pun yang disangka dan diyakini dalam pikiran akan direalisasikan oleh Allah SWT.
Mengutip jurnal Makna Law of Attraction: Mengungkap Rahasia Minat Belajar Matematika Siswa tulisan Asep Sujana dkk., jika seseorang berpikir berhasil, maka ia akan berhasil. Sebaliknya, jika dirinya berpikir gagal, maka ia juga akan gagal. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (11/11/2025).
Pengertian Law of Attraction dalam Islam
Law of attraction dalam Islam merupakan hukum tarik-menarik yang secara langsung melibatkan peran Allah SWT dalam memengaruhi tercapainya tujuan hidup manusia. Konsep ini bukan sekadar kekuatan pikiran semata, melainkan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan apa yang hamba-Nya yakini dan pikirkan.
Hukum ketertarikan ini berlaku untuk semua hamba Allah tanpa mengenal tabiat, ketakwaannya, ataupun kemaksiatannya. Namun yang membedakan adalah bagaimana seorang Muslim menerapkannya dengan tetap berpegang pada tauhid dan tidak menyekutukan Allah dalam prosesnya.
Law of attraction dalam Alquran mengarah pada tiga term utama yakni doa, dzan (prasangka), dan syukur. Ketiga elemen ini menjadi fondasi kuat dalam memahami konsep hukum ketertarikan menurut ajaran Islam.
Sebagai umat yang beriman, kaum Muslimin harus selalu berpikir positif dan menghindari prasangka buruk (suudzon), baik kepada Allah maupun sesama manusia. Dengan demikian, energi positif yang dipancarkan akan kembali dalam bentuk keberkahan dan kemudahan dalam kehidupan.
Dalil Alquran tentang Law of Attraction
Konsep law of attraction dalam Islam telah tertuang jelas dalam Alquran jauh sebelum istilah ini dikenal luas. Salah satu dalil paling kuat adalah surat Az-Zalzalah ayat 7-8 yang berbunyi: "Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap perbuatan, pikiran, dan niat sekecil apapun akan mendapatkan balasan yang setimpal. Ini adalah bentuk hukum sebab-akibat yang Allah tetapkan di alam semesta, termasuk dalam kehidupan manusia.
Dalil lain terdapat dalam surat Al-Mu'min ayat 60 yang artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.'" Ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah yang akan dikabulkan sesuai dengan kehendak-Nya.
Dalam surat Ar-Ra'd ayat 11, Allah juga berfirman bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Ini menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari dalam diri, dari pikiran dan niat yang kemudian diwujudkan dalam perbuatan nyata.
Hadits tentang Husnudzan dan Kekuatan Prasangka
Rasulullah SAW telah mengajarkan pentingnya berprasangka baik kepada Allah melalui hadits qudsi yang sangat terkenal. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Aku tergantung persangkaan hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka." (HR. Bukhori)
Hadits ini menjelaskan dengan gamblang bahwa Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka hamba tersebut kepada-Nya. Jika seorang Muslim berprasangka baik bahwa Allah akan memberinya kemudahan, maka Allah akan mewujudkannya.
Konsep husnudzan ini menjadi inti dari law of attraction dalam Islam yang membedakannya dengan konsep serupa di luar Islam. Dalam Islam, hukum ketertarikan tidak berdiri sendiri melainkan selalu terkait dengan keyakinan kepada kekuasaan Allah sebagai penentu segala sesuatu.
Rasulullah juga mengajarkan agar umatnya menghindari suudzon atau prasangka buruk, terutama kepada Allah. Prasangka buruk akan menghalangi datangnya pertolongan dan rahmat Allah karena hati dipenuhi keraguan dan ketidakyakinan terhadap kemurahan-Nya.
Peran Doa dalam Mewujudkan Keinginan
Doa merupakan senjata ampuh bagi setiap Muslim dalam mewujudkan keinginannya. Dalam konsep law of attraction dalam Islam, doa bukan sekadar ucapan harapan melainkan bentuk ikhtiar spiritual yang sangat kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa dengan tulus dan ikhlas. Namun pengabulan doa tidak selalu dalam bentuk yang diharapkan, melainkan dalam bentuk yang terbaik menurut Allah, bisa berupa pengabulan langsung, penundaan untuk waktu yang tepat, atau penggantian dengan yang lebih baik.
Melansir dari Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, doa yang mustajab memiliki beberapa syarat antara lain dilakukan dengan penuh keyakinan, tidak terburu-buru meminta dikabulkan, dan disertai dengan usaha nyata. Doa tanpa usaha adalah harapan kosong yang tidak sejalan dengan sunnatullah.
Waktu-waktu mustajab untuk berdoa juga perlu diperhatikan seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, saat hujan turun, dan ketika berbuka puasa. Memanfaatkan momen-momen ini akan meningkatkan kemungkinan dikabulkannya doa sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Pentingnya Husnudzan (Prasangka Baik) kepada Allah
Husnudzan, atau berprasangka baik kepada Allah SWT adalah komponen krusial dalam law of attraction Islam. Seseorang yang senantiasa berprasangka baik kepada Tuhannya niscaya akan menerima hal-hal positif dalam hidupnya. Ini didasarkan pada hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendatanginya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Bukhori).
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka hamba tersebut kepada-Nya. Jika seorang hamba memiliki keyakinan kuat bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, maka Allah akan mewujudkannya.
Ini mendorong umat Muslim untuk selalu memelihara pikiran positif dan keyakinan teguh akan rahmat dan karunia Allah, sehingga menarik kebaikan ke dalam hidup mereka. Husnudzan menjadi jembatan antara harapan dan realisasi.
Amalan Praktis Menerapkan Law of Attraction Islami
Untuk menerapkan law of attraction dalam Islam secara praktis, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan setiap hari. Amalan-amalan ini telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan terbukti membawa keberkahan dalam kehidupan.
- Shalat Tahajud: Bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada Allah merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Saat itulah Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya yang tulus.
- Dzikir Pagi dan Petang: Membaca dzikir ma'tsur setiap pagi dan petang akan melindungi dari gangguan negatif dan menarik energi positif sepanjang hari.
- Membaca Alquran: Tadarus Alquran setiap hari akan menenangkan hati dan membuka pintu-pintu pemahaman serta petunjuk Allah dalam menjalani kehidupan.
- Shalat Dhuha: Shalat sunnah ini dikenal sebagai salat rezeki yang akan membukakan pintu-pintu rizki bagi yang rutin mengerjakannya dengan khusyuk.
- Sedekah: Memberi sedekah secara rutin, meskipun sedikit, akan mengundang keberkahan dan melipat gandakan harta. Allah berjanji akan mengganti setiap rupiah yang disedekahkan dengan yang lebih baik.
- Silaturahmi: Menyambung tali silaturahmi dengan keluarga dan sahabat akan memanjangkan umur dan melapangkan rezeki sebagaimana sabda Rasulullah.
- Berprasangka Baik: Selalu berprasangka baik kepada Allah dan sesama manusia dalam setiap situasi. Husnudzan akan membuka pintu-pintu kebaikan yang tak terduga.
- Istighfar: Memperbanyak istighfar akan menghapus dosa dan membuka pintu rahmat Allah yang tertutup karena maksiat. Istighfar adalah kunci dari segala kesulitan.
FAQ
1. Apa itu law of attraction dalam Islam? Law of attraction dalam Islam adalah hukum tarik-menarik yang melibatkan peran Allah SWT dalam mewujudkan apa yang hamba-Nya pikirkan, yakini, dan usahakan dengan tetap berserah diri kepada-Nya.
2. Apakah law of attraction bertentangan dengan aqidah Islam? Law of attraction tidak bertentangan dengan Islam jika dipahami dengan benar, yakni dengan menempatkan Allah sebagai penentu segala sesuatu, bukan kekuatan pikiran manusia semata.
3. Bagaimana cara menerapkan law of attraction secara Islami? Menerapkannya dengan berdoa, berpikir positif (husnudzan), bersyukur, berikhtiar maksimal, dan bertawakal kepada Allah dalam setiap urusan.
4. Apa dalil Alquran tentang law of attraction? Dalil utamanya adalah QS. Az-Zalzalah ayat 7-8 tentang balasan amal, QS. Al-Mu'min ayat 60 tentang janji Allah mengabulkan doa, dan QS. Ar-Ra'd ayat 11 tentang perubahan nasib.
5. Apakah berpikir positif saja cukup untuk mewujudkan keinginan? Tidak cukup, harus disertai dengan doa, ikhtiar nyata, tawakal kepada Allah, dan menerima dengan ridha apapun keputusan-Nya.
6. Mengapa doa belum dikabulkan meski sudah berpikir positif? Allah memiliki waktu terbaik untuk mengabulkan setiap doa, mungkin ditunda untuk kebaikan yang lebih besar atau diganti dengan yang lebih baik menurut-Nya.
7. Apa perbedaan law of attraction Islam dengan konsep Barat? Law of attraction Islam menempatkan Allah sebagai penentu utama dan mengharuskan tauhid, sedangkan konsep Barat cenderung menekankan kekuatan pikiran manusia tanpa melibatkan Tuhan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









