BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap dua tersangka penjualan phishing tools yang beroperasi lintas negara. Polisi meringkus keduanya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. “Polisi menangkap dua tersangka berinisial GWL dan FYTP pada Kamis, 9 April 2026,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.
Johnny menjelaskan peran masing-masing tersangka. GWL bertindak sebagai pembuat sekaligus pengelola tools dan sarana distribusinya. Sementara itu, FYTP mengelola aliran dana hasil kejahatan melalui kripto dan rekening bank. “Modus transaksi beralih dari situs web ke Telegram dengan pembayaran berbasis kripto,” ujar Johnny.
Johnny menjelaskan, kasus ini terungkap dari patroli siber yang menemukan situs mencurigakan yang menjual naskah atau skrip phishing. Penelusuran lanjutan mengarah pada platform w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi toolsmelalui bot Telegram.
Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya praktik penjualan tools phishing yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan siber. “Hasilnya, tools tersebut terbukti dapat digunakan untuk aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” ujarnya.
Alat tersebut bekerja dengan menyedot data saat korban memasukkan nama pengguna (username) dan kata sandi. Alat ini juga mampu mengambil alih sesi login pengguna sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa memerlukan kode OTP.
Hasil penyidikan menunjukkan bahwa korban tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri sehingga menjadikan kejahatan ini sebagai kejahatan siber transnasional (cybercrime). Oleh karena itu, Polri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI) Atlanta, Amerika Serikat, untuk mengungkap kasus ini.
Mengutip CBS News Atlanta yang merujuk pada laman resmi FBI Atlanta, para pelaku menjual alat tersebut seharga sekitar 500 dolar AS melalui pasar daring (marketplace) yang memungkinkan penjahat siber membeli dan menjual kredensial curian serta mengakses sistem yang telah diretas. Sepanjang 2019 hingga 2023, pelaku menjual lebih dari 25 ribu akun melalui platform tersebut.
Para pelaku menargetkan lebih dari 17 ribu korban di seluruh dunia sepanjang 2023 hingga 2024. Secara keseluruhan, skema ini terkait dengan upaya pencurian lebih dari 20 juta dolar AS.
Pilihan Editor: Bagaimana Judi Online Dikendalikan dari Kamboja-Tangerang































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446684/original/008166500_1765938578-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-17T092732.158.jpg)