Presiden Kenya Setujui Karantina Ebola atas Permintaan Trump

3 hours ago 2

PRESIDEN Kenya William Ruto mengatakan pada Senin malam 1 Juni 2026 bahwa ia telah mengizinkan pendirian fasilitas karantina Ebola Amerika Serikat di Pangkalan Udara Laikipia. Ia membela proyek tersebut di tengah meningkatnya penentangan publik. Seperti dilaporkan Anadolu, pendirian fasilitas ini dilakukan Ruto setelah Presiden Donald Trump secara pribadi meminta dukungan Kenya.

Komentar Ruto adalah pertama kalinya ia secara terbuka mengkonfirmasi bahwa Trump mengajukan permintaan untuk fasilitas tersebut, menempatkan perselisihan tersebut di pusat hubungan Kenya-AS dan kontroversi politik domestik yang berkembang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berbicara dalam Diskusi Meja Bundar Media Timur Laut di Wajir setelah perayaan Hari Madaraka, Ruto mengatakan keputusan itu didasarkan pada kemitraan jangka panjang Kenya dengan AS. Kemitraan ini terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit, dan penelitian medis.

“Ketika Presiden Trump meminta pemerintah Kenya untuk mendukung mereka dengan mendirikan pusat karantina di Pangkalan Udara Laikipia, saya menyetujuinya. Sebab, itu adalah kesepakatan dan kemitraan dengan teman-teman yang telah berjalan bersama Kenya selama 30-40 tahun,” kata Ruto.

Pernyataan presiden tersebut disampaikan beberapa jam setelah ratusan warga dan pemuda berunjuk rasa di luar fasilitas di Pangkalan Udara Laikipia di Nanyuki. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru tajam ke udara saat para demonstran mencoba bergerak menuju lokasi tersebut.

Ban yang terbakar, barikade jalan, dan konfrontasi dengan pasukan keamanan mengganggu sebagian kota.

Nanyuki terletak sekitar 200 kilometer di utara ibu kota Kenya, Nairobi, dan berfungsi sebagai pusat kota utama di Kabupaten Laikipia.

Ruto menolak klaim bahwa pusat tersebut merupakan pengaturan yang tidak biasa. Ia beralasan bahwa Kenya memiliki sejarah panjang kerja sama dengan AS dan mitra internasional dalam tantangan kesehatan utama.

“Pemerintah Amerika telah mendukung kami. Mereka telah mengerahkan sumber daya yang besar di Kenya untuk bekerja sama dengan kami dalam penanganan HIV/AIDS, untuk bekerja sama dengan kami dalam penanganan penyakit lain. Mereka bekerja sama dengan kami dalam penanganan Ebola,” katanya.

“Bahkan, KEMRI adalah salah satu lembaga yang melakukan penelitian tentang vaksin untuk COVID-19 karena kami memiliki kemitraan yang solid dengan Amerika dan mitra lainnya. Jadi fasilitas yang ada di Pangkalan Udara Laikipia bukanlah fasilitas yang berbeda dari semua fasilitas lain yang kami miliki di seluruh Kenya,” tambah Ruto.

Fasilitas tersebut telah menjadi fokus perdebatan nasional yang sengit menyusul laporan bahwa fasilitas tersebut akan digunakan untuk mengkarantina dan memantau warga Amerika yang berpotensi terpapar Ebola selama wabah yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo.

Para kritikus mempertanyakan mengapa fasilitas semacam itu harus berlokasi di Kenya. Mereka telah menyampaikan kekhawatiran tentang risiko kesehatan masyarakat, transparansi, dan kedaulatan nasional.

Kontroversi ini juga telah sampai ke pengadilan. Pekan lalu, Pengadilan Tinggi Kenya untuk sementara menangguhkan pendirian dan pengoperasian fasilitas tersebut sambil menunggu sidang petisi konstitusional yang menentang proyek tersebut.

AS telah membela pengaturan tersebut, dengan Kantor Jeremy P. Lewin, wakil menteri luar negeri AS untuk bantuan luar negeri, urusan kemanusiaan, dan kebebasan beragama, mengatakan bahwa Washington menyadari tindakan pengadilan tersebut. Lewin optimistis bahwa kekhawatiran itu dapat diselesaikan melalui keterlibatan dengan otoritas Kenya.

Kenya belum mencatat kasus Ebola apa pun. Namun, pejabat kesehatan telah meningkatkan pengawasan dan langkah-langkah penyaringan di bandara, perbatasan, dan fasilitas kesehatan karena pihak berwenang memantau wabah regional tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |