WAKIL Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad berkomunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang di sela pertemuan dengan mahasiswa di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026. Dasco berkomunikasi dengan Nanik untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa soal hentikan sementara proyek makan bergizi gratis (MBG).
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan Dasco berkomunikasi dengan Nanik untuk melaporkan tuntutan mahasiswa. Kata Saan, BGN saat ini sedang melakukan penghematan anggaran MBG. Berdasarkan hasil penyisiran BGN, penghematan mencapai sekitar Rp 70 triliun.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Dalam sisa waktu itu, ada penghematan tata kelola sekitar Rp 70 triliun dari hasil penyisiran dari program MBG yang tidak efisien," kata dia di Gedung DPR, Jumat, 19 Juni 2026.
Adapun sejumlah elemen mahasiswa melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR siang ini. Mahasiswa dari BEM Universitas Trisakti misalnya menuntut pemulihan ekonomi dan politik secara nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, dan pengembalian supremasi sipil.
Setelah melakukan aksi, pimpinan DPR menerima perwakilan mahasiswa dari HMI MPO, BEM Universitas Trisakti, BEM Esa Unggul, BEM Universitas Mercu Buana, dan beberapa elemen mahasiswa lain.
Usai pertemuan, Saan mengatakan Dasco juga berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai tuntutan mahasiswa. Mahasiswa menemukan ada kenaikan harga BBM seperti pertamax dan kelangkaan BBM bersubsidi.
"Dasco komunikasi dengan menteri ESDM didengar langsung mahasiswa," kata dia.
Saan mengatakan Bahlil berjanji akan memenuhi kebutuhan subsidi dan mengatasi kelangkaan BBM dalam waktu dekat. Selain itu, mahasiswa juga meminta DPR untuk menghentikan proses hukum 15 mahasiswa Universitas Trisakti yang ditetapkan sebagai tersangka buntut kericuhan dalam unjuk rasa memperingati 27 tahun Tragedi Reformasi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta pada 21 Mei 2025.
Kata Saan, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sedang berkomunikasi dengan kepolisian mengatasi masalah itu. "Dua mahasiswa Mercu Buana yang ditahan ketika mau berangkat ke DPR 2 juga sudah dikomunikasikan. Selesai ini mudah lepas," kata dia.
Saan mengatakan DPR berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Bagi dia, tidak adanya stabilitas berdampak ke berbagai sektor.
Pada kesempatan sama, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dhenni Ribowo mengatakan sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada DPR sebagai penentu kebijkan. Kata dia, DPR berkomitmen untuk mengatasi kelangkaan BBM subsidi. "Itu sudah disampaikan jajaran DPR. Tapi ini efek domino terhadap bahan pokok," kata dia.
Meski DPR sudah menyampaikan komitmen, dia mengatakan akan ada gelombang perjuangan lagi bila pemerintah tidak memenuhi janjinya. "Isu perut jangan dicoba ke masyarakat. Karena masyarakat sudah lapar emosi. Pasti pemerintah kena," kata dia.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut stabilitas ekonomi di kebijakan moneter dan fiskal. "Kami tunggu janjinya bisa kami lihat hasilnya," ujar dia.
Sebelumnya, ribuan mahasiswa dari Universitas Trisakti dan Esa Unggul berdemonstrasi di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat sore, 19 Juni 2026. Mereka tiba di depan kompleks DPR menyusul massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Universitas Mercubuana yang sudah tiba lebih dulu.
Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, menjelaskan bahwa demonstrasi yang digelar bukan merupakan aksi spontan, melainkan hasil konsolidasi dan persiapan yang telah dilakukan selama beberapa hari terakhir.
“Kami sudah melakukan persiapan sejak kurang lebih dua hari lalu, mulai dari konsolidasi, inventarisasi isu, hingga bagaimana akumulasi gerakan dan kemarahan ini dapat berbuah menjadi sebuah gerakan,” kata Arief saat ditemui sebelum aksi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengusung tiga tuntutan utama. Pertama, pemulihan ekonomi dan politik secara nasional. Kedua, pemberantasan inkompetensi pejabat negara. Ketiga, pengembalian supremasi sipil.
Sementara itu, Ketua BEM Universitas Esa Unggul, David Gointruth Sebastian, menyampaikan empat tuntutan dalam aksi tersebut. Empat tuntutan itu hampir mirip dengan yang diusung oleh mahasiswa Universitas Trisakti.
“Pertama, kami menolak nilai-nilai militerisme di ranah sipil dan akademik karena kampus kami sempat didatangi TNI dan kami tidak mengetahui kepentingannya apa. Menurut kami, hal itu bersifat intimidatif," ujar dia.
Mahasiswa juga meminta DPR menjaga fungsi checks and balances terhadap seluruh program strategis nasional. DPR harus mampu menilai program-program mana yang sekiranya berpotensi memboroskan APBN, sehingga fungsi pengawasan terhadap pemerintahan dapat diperkuat.
Ketiga, mahasiswa meminta agar tidak ada lagi pemborosan APBN oleh pemerintah. Kami memahami bahwa APBN berasal dari pajak rakyat. Karena itu, mereka menekankan agar pemerintah mengelola APBN dengan baik serta segera mengevaluasi seluruh proyek strategis nasional agar bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
"Keempat, kami menuntut agar seluruh kasus korupsi diberantas dengan seadil-adilnya,” ujar David.
Pilihan Editor: Mengapa BGN Mengusulkan Dana Pendidikan 2027 Tetap buat MBG

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)















