Sholawat Bani Hasyim Teks Arab, Latin, Arti: Lengkap Asal-usul

3 months ago 64

Liputan6.com, Jakarta - Amalan sholawat Bani Hasyim hingga tahun 2025 ini masih terus dijaga melalui kegiatan kajian rutin termasuk kegiatan majelis dzikir di pondok pesantren.

Meski sholawat ini tidak sepopuler sholawat Ibrahimiyah, sholawat Munjiyat, dan Sholawat Jibril, tetapi pengamalan pribadi sholawat Nabi yang disebut Bani Hasyim ini masih banyak dilakukan di kalangan masyarakat.

Dilansir dari Website IAILM Suryalaya Tasikmalaya, pengamalan sholawat tersebut, yakni di waktu pagi dan sore. Bisa juga dilakukan dengan riyadhah (Latihan) secara khusus seperti membaca sholawat ini sebanyak dua puluh lima kali (25x) selama 40 hari berturut-turut.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang bacaan sholawat, asal-usul, dan keutamaan mengamalkannya.

Bacaan Sholawat Bani Hasyim

Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 56 sebagai berikut:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab ayat 56)

Sholawat Bani Hasyim menjadi salah satu sholawat Nabi yang bisa dibaca. Sholawat yang isinya berupa pujian kepada Nabi Muhammad SAW sebagai keturunan dari Bani Hasyim.

Sholawat Bani Hasyim cukup dikenal di kalangan para murid-murid di pondok pesantren seperti TQN (Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah) Pondok Pesantren Suryalaya dan sering dilantunkan dalam berbagai kegiatan majelis dzikir Nahdlatul Ulama (NU).

Ini bacaan sholawat teks Arab, latin, dan artinya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِىِّ الْهَاشِمِىِّ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا

Arab latin: Allaahumma shalli 'alan-nabiyil Haasyimiyyi Muhammadiw wa'alaa aalihi wa sallim tasliiman

Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semoga tetap selamat dan sejahtera."

Asal-usul Sholawat Tersebut

Sholawat Bani Hasyim asal-usul sejarahnya diciptakan oleh seorang tokoh TQN bernama Abah Sepuh (Syaikh Abdullah Mubarok). Abah Sepuh dalam catatan sejarah disebut telah mendapatkan ijazah kalimat-kalimat sholawat ini dari Syaikh Kholil di Bangkalan, Madura.

Tak hanya sendirian, tetapi bersama 11 murid yang lainnya. Perjalanan mereka tempuh dengan berjalan kaki sampai Madura dari Cirebon.

Setelah mendapat ijazah tersebut, Abah Sepuh yang kemudian mulai mempopulerkan penerapannya di pondok pesantren Suryalaya. Beberapa sumber menyebutkan sholawat Bani Hasyim sudah menjadi bagian penting dari amalan sunnah para pengikut tarekat tersebut.

Mengutip dari “Kehebatan Shalawat Bani hasyim, Nuqthoh: Bacaan Pembuka Hati.  No. 7 Tahun IV. 1 Syaban 1426 H” yang ditulis oleh Ayi Abdul Jabbar, Abah Sepuh diantar pulang ke tepi pantai dengan perahu tanpa sebuah dayung yang hanya muat untuk satu orang saja.

Lalu dengan keyakinan penuh, ia membaca sholawat Bani Hasyim. Baru saja membaca “Allahumma,” ajaib perahu tersebut bisa bergerak sendiri menuju Cirebon. Di sana ia sudah disambut oleh Guru Agung sebagai murid terbaik yang berhasil menyelesaikan tugas penting tersebut.

Keutamaan Membacanya

Sholawat Bani Hasyim memiliki keutamaan yang sama dengan sholawat nabi lainnya.

1. Dilapangkan di waktu sempit

Membaca sholawat ini akan mendatangkan keutamaan seperti dalam kisah Abah Sepuh yang sebelumnya sudah dibahas. Kelapangan di waktu sempit bisa diperoleh jika sholawat Nabi yang disebut Bani Hasyim ini dilafalkan dengan niat dan kesungguhan agar Allah meridhai yang diperbuatnya.

2. Hajatnya akan dikabulkan oleh Allah SWT

Allah SWT berjanji akan mengabulkan segala hajat melalui doa-doa yang dipanjatkan oleh umat muslim mengisi hidupnya dengan sholawat. Mengutip dari kitab Al-Shawa'iq, Ibnu Hajar mengisahkan seperti ini:

Imam Ja'far meriwayatkan secara marfu': siapa saja yang membaca sholawat kepada Nabi SAW (sebagaimana Allah SWT perintahkan) dan ahli baitnya sebanyak seratus kali (100x), maka Allah SWT akan mengabulkan hajatnya sebanyak seratus hajat (100), sementara tujuh puluh (70) di antaranya akan diberikan di akhirat kelak."

3. Derajat orang-orang yang tidak melupakan amalan sholawat akan ditinggikan

Derajat seorang muslim akan ditinggikan, terutama bagi mereka yang selalu menyertakan sholawat Nabi dalam aktivitas hariannya semata untuk mendapat ridha Allah.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i:

"Siapa saja yang membaca sholawat kepadaku (Nabi Muhammad SAW) sekali, niscaya Allah SWT bersholawat kepadanya sepuluh kali (10X), menghapus sepuluh (10) dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh (10) tingkatan."

4. Di akhirat akan menjadi orang yang dekat dengan Nabi Muhammad SAW dan mendapat pertolongan

Menjadi orang yang mulia bisa dilakukan dengan mengamalkan sholawat Nabi atas dasar perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 56. Kemuliaan yang dimaksudkan adalah berupa kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW di akhirat khususnya di Hari Kiamat kelak.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibban sebagai berikut:

إن أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة

 “Sesungguhnya manusia yang paling dekat denganku (Nabi Muhammad SAW) di Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku (Nabi Muhammad SAW).”

Kemudian dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa umat muslim yang akan memperoleh pertolongan darinya karena diridhai Allah SWT adalah mereka yang mengamalkan sholawat semata karena perintah-Nya.

Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW mengatakan sebagai berikut:

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

"Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku (Nabi Muhammad SAW) di Hari Kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku (Nabi Muhammad SAW)."

FAQ

1. Apa itu sholawat Bani Hasyim?

Sholawat yang berisi pujian untuk Nabi Muhammad SAW sebagai keturunan Bani Hasyim.

2. Siapa yang mengenalkan sholawat Bani Hasyim?

Sholawat ini dipopulerkan Abah Sepuh, tokoh TQN Suryalaya.

3. Kapan sholawat Bani Hasyim biasa diamalkan?

Umumnya dibaca pada pagi dan sore atau dilakukan sebagai riyadhah khusus.

4. Apa saja keutamaannya?

Keutamaan meliputi kelapangan dalam kesulitan, terkabulnya hajat, peningkatan derajat, serta kedekatan dengan Nabi SAW.

5. Di mana sholawat ini populer?

Banyak diamalkan di lingkungan pesantren dan majelis dzikir, terutama dalam tradisi TQN Suryalaya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |