Sholawat Mahalul Qiyam Lirik Lengkap Arab Artinya, Ketahui Maknanya

3 months ago 38

Liputan6.com, Jakarta Sholawat mahalul qiyam tentu sudah tidak asing di kalangan santri di pondok pesantren. Doa dalam lantunan sholawat ini berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pelita bagi umat manusia. Sholawat mahalul qiyam juga sering dipraktikkan untuk menyambut maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurut buku Paradigma Pendidikan Praktis dalam Pembelajaran Seni Musik untuk Anak di Sekolah Dasar karya Nur Fajrie, dkk, 2023 halaman 25, kitab Al-Barzanji terdiri atas enam bagian yang masing-masing memiliki ciri khas lantunan tersendiri. Pada bagian keempat terdapat sesi Mahalul Qiyam.

Pada mahalul qiyam yang dipraktikkan di pesantren, seluruh santri yang hadir dihimbau untuk berdiri dengan maksud menyambut kedatangan ruh Rasulullah SAW. Saat mahalul qiyam juga melantunkan sholawat-sholawat dengan iringan rebana. 

Sholawat mahalul qiyam memiliki makna mendalam yang menyatakan kerinduan yang mendalam umat terhadap Nabi.

Sholawat Mahalul Qiyam Lengkap

Berikut lafal sholawat mahalul qiyam menurut buku Malam Cinta Rasul Maulid Ad-Diba'I oleh Syaikh Abdurrahman Ad-Diba'i halaman 37. Tercantum Sholawat Mahalul Qiyam arab, latin, dan terjemahnya agar mudah dipahami.

 يَا نَبِي سَلَامٌ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلُ سَلَامٌ عَلَيْكَ يَا حَبِيبُ سَلَامٌ عَلَيْكَ ، صَلَوَاتُ اللهُ عَلَيْكَ

Yā nabī salām 'alayka, yā rasūl salām 'alayka Yā habīb salām 'alayka, shalawātullāh 'alayka

Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu, shalawat (rahmat) Allah untukmu

أَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا . فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُورُ مِثْلَ حُسْنِكَ مَا رَأَيْنَا ، قَطَّ يَا وَجْهَ السُّرُورِ

Asyraqal badru 'alayna, fakhtafat minhul budūru Mitsla husnik mā ra'aynā, qaththu ya wajhus surūri

Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lain karenanya Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang gembira

أَنتَ شَمْسُ أَنتَ بَدْرُ، أَنْتَ نُوْرُ فَوْقَ نُوْرِ أَنتَ اكْسِيرُ وَغَالِي ، أَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُورِ

Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri Anta iksīruw wa ghālī, anta mishbāhus shudūri

Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya Kau laksana obat segala guna lagi mahal, kau adalah lentera hati

يَا حَبِيبِي يَا مُحَمَّدُ ، يَا عَرُوسَ الْخَافِقَيْنِ يَا مُؤَيّد يَا مُمَجِدْ ، يَا إِمَامَ الْقِبْلَتَيْنِ

Yã habībi ya Muhammad, yā 'arūsal khāfiqayni Yã muayyad yā mumajjad, yā imāmal qiblatayni

Wahai Kekasih, wahai Muhammad saw, wahai pengantin Timur dan BaratWahai Rasul yang diperkuat (oleh wahyu), wahai Nabi yang agung, wahai imam dua kiblat

مَنْ رَأَى وَجْهَكَ يَسْعَدْ ، يَا كَرِيمَ الْوَالِدَيْنِ حَوْضُكَ الصَّافِي الْمُبَرَّدْ ، وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُورِ

Man ra'a wajhaka yas'ad, yā karimal wālidayni Hawdhukas shäfil mubarrad, wirdunā yawman nusyūri

Siapapun yang memandang wajahmu pasti bahagia, wahai manusia yang memiliki orang tua mulia. Telagamu berair jernih dan sejuk, yang kelak kami datangi pada hari kebangkitan

مَا رَأَيْنَا الْعِيْسَ حَنْتْ بِالسَّرَى إِلَّا إِلَيْكَ وَالْغَمَامَةَ قَدْ أَظَلَّتْ وَالْمَلَا صَلَّوْا عَلَيْكَ

Mã ra'aynal 'īsa hannat, bis surā illā ilayka Wal ghamāmah qad azhallat, wal malā shallū 'alayka

Belum pernah kami melihat unta peranakan unggul yang bersuara sambil berjalan malam hari, kecuali menuju kepadamu

وَأَتَاكَ العُودُ يَبْكِي - وَتَذَلَّلْ بَيْنَ يَدَيْكَ

Wa atâkal ‘ûdu yabkî, wa tadzallal baina Yadaika

Pohon pohon datang kepadamu menangis bersimpuh merasa hina di hadapanmu.

وَاسْتَجَارَتْ يَا حَبِيبِي - عِنْدَكَ الظَّيِّ النُّفُورُ

Wastajârot yâ habîbî, ‘indakadh-dhobyunnufûru

Kijang gesit datang memohon keselamatan kepadamu wahai kekasih.

عِنْدَمَا شَدُّوا الْمَحَامِلَ - وَتَنَادُوا لِلرَّحِيل

‘Indamâ syaddûl mahâmil, wa tanâdau lirrohîli

Ketika serombongan berkemas dan menyerukan untuk berangkat

جِئْتُهُمْ وَالدَّمْعُ سَائِلَ - قُلْتُ قِفْ لِي يَا دَلِيلٌ

Ji'tuhum waddam’u sã-il, qultu qif lî yâ dalîlu

Kudatangi mereka dengan berlinang air mata seraya kuucapkan tunggulah wahai pemimpin rombongan

وَتَحَمَّلْ لِي رَسَائِلَ - أَيُّهَا الشَّوْقَ الجَزِيلُ

Wa tahammal lî rosã-il, ayyuhâsy-syauqul Jazîlu

Bawakan aku surat yang berisikan kerinduan yang mendalam

نَحْوَهَاتِيْكَ المَنَازِل - فِي العَشِيِّ والبُكور

Nahwa hâtîkal manâzil, fîl ‘asyiyyi wal bukûri

Membawakan ke tempat yang jauh ketika petang dan paginya.

كُلُّ مَنْ فِي الكَوْن هَامُوا - فِيكَ يَا بَاهِي الجبين

Kullu man fîl kauni hâmû, fîka yâ bâhîl jabîni

Setiap orang di jagad raya ini bingung (karena sangat rindu) kepadamu wahai orang yang bersinar kedua keningnya.

وَلَهُمْ فِيكَ غَرَامَ - وَاشْتِيَاقَ وَحَنِيْنَ

Wa lahum fîka ghorômun, wasytiyâqun wa Hanînu

Mereka terpikat, tergila-gila dan meronta-ronta dengan mu tentang sifatmu.

فِي مَعَانِيكَ الأَنَامُ - قَدْ تَبَدَّتْ حَائِرِينَ

Fî ma’ânîkal anâmu, qod tabaddat hã-irîna

Para makhluk berbeda pendapat dan bingung (tidak mampu menyifati dengan sempurna) 

أَنْتَ لِلرُّسُلَ خِتَامُ - أَنْتَ لِلْمَوْلَى شَكُورُ

Anta lirrusli khitâmun, anta lil maulâ syakûru

Engkau penutup para Nabi, engkau syukur dari para hamba

عَبْدُكَ المِسْكِينُ يَرْجُو - فَضْلَكَ الجَمَّ الغَفِير

‘Abdukal miskînu yarjû, fadl-lakal jammal ghofîru

Budakmu yang miskin mengharapkan keutamaanmu yang besar

فِيكَ قَدْ أَحْسَنْتُ ظَنِّي - يَا بَشِيرُ يَا نَذِيرُ

Fîka qod ahsantu dhonnî, yâ basyîru yâ nadzîru

Padamu aku bersangka baik, wahai pemberi kabar gembira, wahai pemberi peringatan

فَاغِثْنِي وَأَجِرْنِي - يَا مُجِيْرُ مِنَ السَّعِيرِ

Fa-aghitsnî wa ajirnî, yâ mujîru minas-sa’îri

Maka tolonglah aku, selamatkanlah aku, wahai sang penyelamat dari api neraka

يا غياثي يَا مَلَاذِي - فِي مُهِمَّاتِ الْأُمُورِ

Yâ ghiyâtsî yâ malâdzî, fî muhimmâtil umûri

Wahai penolong, wahai pelindung dalam urusan-urusan genting

سَعِدَ عَبْدٌ قَدْ تَمَلَّى - وَانْجَلَى عَنْهُ الحَزِيْنُ

Sa’id ‘abdun qod tamallâ, wanjalâ ‘anhul huzûna

Bahagianya hamba merasa senang, hilanglah darinya kesedihan

فِيكَ يَا بَدْرٌ تَجَلِّي - فَلَكَ الوَصْفُ الحَسِينُ

Fîka yâ badrun tajallâ, falakal washful hasînu

Padamu nampak purnama, padamu ada sifat yang indah

لَيْسَ أَزْكَى مِنْكَ أَصْلًا - قَطُّ يَا جَدَّ الحُسَيْنِ

Laisa azkâ minka ashlân, qotthu yâ jaddal husaini

Tidak ada yang lebih bersih asalnya sama sekali dari padamu wahai kakeknya Hasan dan Husain.

فَعَلَيْكَ اللَّهُ صَلَّى - دَائِمَا طُولَ الدُّهُورِ

Fa’alaikallâhu shollâ, dã-imân thûlad-duhûri

Allah haruskan sholawat untukmu selamanya sepanjang masa.

- يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ يَا وَلِيُّ الْحَسَنَاتِ

yâ rofî’ad-darojâti Yâ waliyyal hasanâti,

Wahai Allah penguasa kebaikan-kebaikan, wahai Allah yang Maha tinggi kedudukannya.

كَفَرُ عَنِّي الذُّنُوبَ - وَاغْفِرْ عَنِّي السَّيِّئَاتِ

Kafuro ‘annyadz-dzunûba, waghr ‘annîs-sayyiâti

Palingkan dariku dosa, dan ampunilah keburukan-keburukanku.

انتَ غَفَّارُ الخطيا - وَالذُّنُوبِ المُوْبِقَاتِ

Anta ghoffârul khothôyâ, wadz-dzunûbil mûbiqôti

Engkau maha pengampun kesalahan-kesalahan dan dosa yang membinasakan.

انتَ سَتَارُ المَساوِي - وَمُقِيلُ العَثَرَاتِ

Anta sattârul masâwî, wa muqîlul ‘atsarôti

Engkau maha penutup aib-aih, dan pemaaf atas kesalahan-kesalahan.

عالم السر وأخفى - مُسْتَجِيبُ الدَّعَوَاتِ

Engkau maha tahu yang samar dan tersembunyi, yang mengabulkan doa-doa.

رَبِّ فَارْحَمْنَا جَمِيعًا - بِجَمِيعِ الصَّالِحَاتِ

Robbi farhamnâ jamî’an, bijamî’ish-shôlihâti

Ya Allah ya tuhanku kasihilah kami semua dengan seluruh kebaikan-kebaikan.

وصلاة الله تغشا عد تحریر السطورأحمد الھادی محمد صاحب الوجھ المنیر

Wa sholâtullâhi taghsyâ ‘adda tahrîris-suthûri

Ahmadal hâdî Muhammad shôhibal wajhil Munîri

Dan sholawat Allah semoga tercurah atas

Ahmad sang petunjuk yaitu Nabi Muhammad pemilik wajah yang bersinar..

Makna Sholawat Mahalul Qiyam

Bagi umat Islam yang mengamalkannya, Mahalul Qiyam bermakna momen berdiri untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. Hal ini sering dikaitkan dengan momen pembacaan maulid seperti Simtudduror atau Al Barzanji.

Secara keseluruhan, sholawat ini merupakan ungkapan kerinduan yang mendalam kepada Rasulullah SAW. Bait-bait awal seperti ya nabi salam ‘alayka adalah salam penghormatan personal. Selain itu mengandung makna permohonan curahan rahmat dan keselamatan baginya.

Sholawat mahalul Qiyam menggambarkan keagungan spiritual Nabi Muhammad SAW. Ungkapan seperti syamsun dan badrun menggambarkan Nabi bak mentari dan purnama. Selain itu, terdapat ungkapan tentang cahaya di atas cahaya hingga misbahus-suduri atau ‘lentera hati’, yang melambangkan kemuliaan spiritual beliau.

Pada bagian akhir, makna salawat Mahallul Qiyam bergeser menjadi doa permohonan syafaat dan pertolongan. Ada juga bait-bait yang menyebut mukjizat alam yang tunduk kepada Nabi, seperti unta, awan, pohon, hingga kijang

Para pembacanya menyatakan keyakinan penuh dan berbaik sangka kepada beliau sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Puncaknya mereka memohon keselamatan dari api neraka dan penutupnya doa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan dan diterima amal kebaikan.

QNA Seputar Topik

Apa yang dimaksud mahalul qiyam?

Mahalul qiyam adalah sebuah ritual berdiri saat membaca sholawat dan pujian untuk Nabi Muhammad SAW, terutama saat peringatan Maulid Nabi.

Doa mahalul qiyam untuk apa?

Mahalul qiyam adalah tradisi berdiri saat Maulid Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan rasa hormat, takzim, dan kecintaan kepada beliau

Mahalul qiyam apakah termasuk shalawat?

Ya, mahalul qiyam termasuk sholawat, karena pada dasarnya mahalul qiyam adalah pembacaan sholawat yang dilakukan sambil berdiri sebagai bentuk penghormatan saat maulid nabi.

Apa hukumnya mahalul qiyam?

Hukum berdiri saat mahalul qiyam (momen membaca shalawat saat maulid) tidak diwajibkan, namun dianjurkan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Hukumnya adalah sunnah, dan tidak berdiri tidak berdosa selama tidak disebabkan oleh sikap meremehkan atau malas.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |