Liputan6.com, Jakarta Stoikisme dalam islam merupakan pertemuan konsep filosofis Yunani kuno dengan nilai-nilai spiritual Islam yang mengajarkan tentang bagaimana menghadapi kehidupan dengan bijaksana. Kedua tradisi ini sama-sama menekankan pentingnya mengendalikan reaksi terhadap kejadian luar dan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan.
Konsep ini bukan berarti umat Islam mengadopsi filosofi Barat secara utuh, melainkan menemukan kesamaan nilai universal tentang ketahanan jiwa. Stoikisme mengajarkan bahwa ketenangan batin diperoleh dengan menerima apa yang tidak bisa diubah dan fokus pada kebajikan internal. Konsep ini memiliki resonansi kuat dengan ajaran Islam tentang tawakal dan sabar.
Dalam menghadapi berbagai cobaan, umat Islam memiliki tuntunan Al-Qur'an dan hadis yang mengajarkan kesabaran, penerimaan takdir, dan pengendalian diri yang sejalan dengan prinsip-prinsip stoikisme dalam islam. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (12/11/2025).
Pengertian Stoikisme dalam Islam
Stoikisme dalam islam adalah integrasi pemahaman antara filosofi stoikisme Yunani klasik dengan ajaran Islam yang menekankan pada pengendalian emosi, penerimaan takdir Allah, dan fokus pada pengembangan karakter mulia. Meskipun stoikisme berasal dari tradisi filsafat Barat yang dikembangkan oleh Zeno dari Citium, banyak prinsip dasarnya yang selaras dengan ajaran Islam tentang kesabaran (sabr), ketawakalan (tawakkal), dan kerelaan (ridha).
Dalam perspektif Islam, stoikisme tidak dipandang sebagai adopsi filosofi asing, melainkan sebagai kesamaan nilai universal tentang kebijaksanaan hidup. Konsep stoik tentang membedakan antara apa yang bisa dan tidak bisa dikendalikan sangat sejalan dengan ajaran Islam tentang menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah berusaha maksimal.
Melansir dari Islamic Philosophy and Theology, para ulama klasik Islam seperti Al-Ghazali telah mengidentifikasi kesamaan antara konsep stoik tentang apatheia (ketenangan dari gangguan nafsu) dengan konsep Islam tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Kedua tradisi sama-sama mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati datang dari penguasaan diri dan kebajikan, bukan dari kepemilikan materi atau kenikmatan sementara.
Perbedaan mendasar terletak pada fondasi spiritualnya, di mana stoikisme berlandaskan pada logos atau akal universal, sementara Islam berlandaskan pada wahyu Ilahi dan ketaatan kepada Allah. Namun, kedua tradisi ini sama-sama mengajarkan pentingnya hidup sesuai dengan fitrah atau nature yang benar, mengendalikan hawa nafsu, dan mengembangkan karakter yang mulia.
Prinsip Dasar Stoikisme yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Dikotomi Kendali (Dichotomy of Control)
Prinsip stoik tentang membedakan apa yang bisa dan tidak bisa dikendalikan sangat sejalan dengan konsep tawakkal dalam Islam. Dalam ajaran Islam, manusia diperintahkan untuk berusaha maksimal (ikhtiar) namun menyerahkan hasilnya kepada Allah. Prinsip ini mengajarkan untuk fokus pada usaha dan niat, bukan pada hasil yang berada di luar kendali.
Amor Fati (Cinta pada Takdir)
Konsep stoik tentang mencintai takdir memiliki kesamaan dengan ajaran Islam tentang ridha (kerelaan terhadap ketentuan Allah). Al-Qur'an mengajarkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya, yang mendorong umat Islam untuk menerima cobaan dengan lapang dada.
Virtue as the Sole Good (Kebajikan sebagai Kebaikan Sejati)
Stoikisme mengajarkan bahwa kebajikan adalah satu-satunya kebaikan sejati, terlepas dari kondisi eksternal. Dalam Islam, konsep ini tercermin dalam ajaran bahwa ketakwaan dan amal saleh adalah harta yang paling berharga, sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang "kaya yang sebenarnya adalah kaya hati."
Pengendalian Emosi (Emotional Regulation)
Stoikisme menekankan pentingnya mengendalikan reaksi emosional terhadap kejadian eksternal. Islam juga mengajarkan pengendalian amarah dan emosi negatif, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda bahwa orang kuat bukanlah yang menang gulat, melainkan yang mampu mengendalikan diri saat marah.
Memento Mori (Mengingat Kematian)
Praktik stoik tentang merenungkan kematian memiliki kesamaan kuat dengan ajaran Islam tentang mengingat mati (dzikrul maut). Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk sering mengingat kematian sebagai pengingat akan kehidupan akhirat dan pentingnya mempersiapkan bekal amal.
Hidup Sederhana (Simple Living)
Stoikisme dalam Islam mengajarkan kehidupan sederhana dan tidak bergantung pada kenikmatan materi. Islam juga mengajarkan zuhud, yaitu tidak terpaut pada dunia meskipun memilikinya, dan fokus pada persiapan akhirat sebagai tujuan akhir kehidupan.
Melansir dari The Cambridge Companion to the Stoics, diterbitkan oleh Cambridge University Press, filosofi stoik menekankan bahwa kebijaksanaan sejati terletak pada kemampuan membedakan antara apa yang bernilai intrinsik (kebajikan) dan apa yang bersifat eksternal (kekayaan, kesehatan, reputasi). Perspektif ini memiliki kesamaan mendalam dengan ajaran Islam tentang prioritas akhirat di atas dunia.
Konsep Sabar dan Tawakkal sebagai Inti Stoikisme Islam
Kesabaran (sabr) dan ketawakalan (tawakkal) merupakan dua pilar utama dalam ajaran Islam yang memiliki kesamaan filosofis dengan stoikisme. Sabr dalam Islam bukan hanya tentang menahan diri dari keluhan, tetapi juga tentang ketahanan aktif dalam menghadapi cobaan sambil tetap berusaha dengan sungguh-sungguh. Konsep ini paralel dengan konsep stoik tentang endurance dan resilience yang mengajarkan ketahanan mental dalam menghadapi adversity.
Tawakkal, yang sering diterjemahkan sebagai kepercayaan kepada Allah, mengajarkan umat Islam untuk berusaha maksimal kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Ini sejalan dengan prinsip stoik tentang dikotomi kendali, di mana seseorang fokus pada proses yang bisa dikendalikan (usaha, niat, sikap) namun menerima dengan lapang dada hasil yang tidak bisa dikendalikan. Al-Qur'an menyebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 159 tentang pentingnya bermusyawarah, memutuskan, lalu bertawakkal kepada Allah.
Praktik sabr dalam Islam mencakup tiga dimensi utama, yaitu sabar dalam ketaatan (bersabar melakukan ibadah), sabar dari kemaksiatan (menahan diri dari larangan), dan sabar menghadapi musibah. Dimensi ketiga ini yang paling dekat dengan konsep stoik tentang menerima apa yang tidak bisa diubah dengan sikap equanimity atau ketenangan jiwa.
Menurut Journal of Islamic Ethics yang diterbitkan oleh Leiden University, para ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa sabar sejati adalah ketika seseorang tidak hanya menahan diri dari keluhan lahiriah, tetapi juga mencapai ketenangan batiniah dan ridha terhadap ketentuan Allah. Konsep ini memiliki kesamaan dengan konsep stoikisme dalam islam tentang apatheia, yaitu kebebasan dari nafsu yang mengganggu ketenangan jiwa, namun dengan fondasi spiritual yang berbeda.
FAQ
1. Apa itu stoikisme dalam Islam?Stoikisme dalam Islam adalah pendekatan yang mengintegrasikan prinsip Stoik dengan ajaran Islam untuk ketenangan batin.
2. Apakah stoikisme bertentangan dengan ajaran Islam?Tidak, jika dipahami sebagai alat bantu untuk memperkuat akhlak dan ketahanan mental, bukan pengganti akidah Islam.
3. Bagaimana konsep takdir Stoik selaras dengan Islam?Konsep amor fati Stoik tentang menerima takdir mirip dengan iman kepada qada dan qadar dalam Islam.
4. Apa peran kesabaran (sabr) dalam stoikisme dalam Islam?Sabr adalah manifestasi utama ketabahan Stoik dalam Islam, mengajarkan keteguhan hati menghadapi kesulitan.
5. Bagaimana pengendalian emosi diajarkan dalam kedua tradisi ini?Keduanya menekankan pentingnya mengelola emosi dan hawa nafsu agar tidak dikuasai olehnya.
6. Apakah stoikisme dalam Islam mengajarkan untuk pasrah tanpa usaha?Tidak, ia mengajarkan untuk fokus pada ikhtiar (usaha) yang bisa dikendalikan, lalu tawakal (berserah diri) pada hasil.
7. Apa perbedaan utama antara Stoikisme dan Islam?Perbedaan utama terletak pada sumber otoritas, konsep Tuhan, dan adanya ibadah formal serta konsep dosa-pahala dalam Islam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









