Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Imran ayat 8 mengandung doa agung tentang permohonan keteguhan hati dan rahmat Allah. Ali Imran merupakan surah Madaniyah yang terdiri dari 200 ayat dan dikenal sebagai salah satu dari dua surah yang disebut Az-Zahrawain (dua yang cemerlang) bersama Surah Al-Baqarah.
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang mendalam ilmunya (rāsikhūna fil 'ilm) agar hati mereka tidak condong kepada kesesatan setelah Allah berikan petunjuk. Doa adalah sarana paling ampuh untuk menjaga keistiqamahan seseorang.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa semua hati anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman, dan Allah membolak-balikkannya sekehendak-Nya (HR. Muslim). Ayat ini merupakan doa para ulama yang mendalam ilmunya. Mereka berdoa agar Allah tidak mencondongkan hati mereka kepada kesesatan setelah diberi petunjuk, karena mereka sadar bahwa hidayah adalah anugerah yang sangat berharga.
Maka itu, Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir juga menegaskan pentingnya doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an untuk menjaga keimanan.
Bacaan Lengkap Surat Al-Imran Ayat 8
Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḫmah, innaka antal-wahhāb
Artinya: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali Imran: 8)
Ayat ini menggambarkan sikap orang yang ilmu pengetahuannya telah mendalam. Mereka selalu berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT bila mereka tidak sanggup lagi memikirkan ayat-ayat Allah.
Mereka menyadari bahwa menggunakan akal semata akan membuat seseorang mudah tergelincir. Oleh karenanya, orang-orang yang mendalam ilmunya dan mantap imannya selalu berdoa agar Allah tidak menjadikan hati mereka condong kepada kesesatan sebagaimana halnya mereka yang mencari-cari takwil ayat-ayat mutasyabih untuk menimbulkan keraguan.
Mereka memohon agar Allah mengaruniakan rahmat yang mencakup segala jenis dan macamnya, antara lain berupa kemantapan iman, ketenangan batin, kemudahan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Rahmat itu bersumber dan langsung dari sisi Allah, turun secara berkesinambungan dan tanpa mengharap imbalan apa pun, sebab sesungguhnya Allah Maha Pemberi (Al-Wahhāb).
Kandungan Surat Al-Imran Ayat 8
1. Doa Para Ulama yang Mendalam Ilmunya Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan doa para ulama yang mendalam ilmunya (rāsikhūna fil 'ilm). Mereka berdoa agar Allah tidak mencondongkan hati mereka kepada kesesatan setelah diberi petunjuk. Ini menunjukkan bahwa semakin dalam ilmu seseorang, semakin besar rasa takutnya kepada Allah dan semakin tulus doanya untuk menjaga keimanan.
2. Pengakuan akan Kelemahan Diri
Menurut Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Surat Ali Imran ayat 8 merupakan doa yang mencerminkan ketakwaan hamba-hamba Allah serta rasa takut mereka terhadap godaan dan rayuan yang dapat menyesatkan hati. Mereka sadar bahwa Allah telah menganugerahkan petunjuk, tetapi tetap khawatir jika hati mereka cenderung kepada kesesatan akibat kerancuan pemahaman atau godaan duniawi.
3. Permohonan Rahmat yang Berkesinambungan
Profesor Quraish Shihab juga menjelaskan bahwa penyebutan "dari sisi-Mu" (مِنْ لَّدُنْكَ) dalam permohonan tersebut menandakan bahwa meskipun rahmat yang dimohonkan sangat besar bagi para pemohon, bagi Allah itu adalah sesuatu yang kecil dan mudah diberikan. Rahmat itu bersumber dan langsung dari sisi Allah, turun secara berkesinambungan dan tanpa mengharap imbalan apa pun, sebab sesungguhnya Allah Maha Pemberi.
4. Pengakuan atas Nama Allah Al-Wahhāb
Ayat ini ditutup dengan menyebut nama Allah Al-Wahhāb (Yang Maha Pemberi). Menurut Tafsir Al-Misbah, pada ujung ayat digunakan salah satu dari nama Allah yang mulia, yakni Wahhāb, yaitu Dzat yang memberi tanpa diminta dan tanpa mengharap imbalan, baik di dunia maupun di akhirat. Mengutip Imam Al-Ghazali, beliau menjelaskan bahwa pada hakikatnya tidak ada yang mampu memberi dengan sifat seperti itu kecuali Allah semata.
5. Keseimbangan antara Hidayah dan Rahmat
Ayat ini mengajarkan bahwa hidayah dan rahmat adalah dua anugerah yang saling terkait. Hidayah adalah petunjuk kepada jalan yang benar, sedangkan rahmat adalah kekuatan dan kemantapan untuk tetap berada di jalan tersebut. Dengan memohon keduanya, seorang hamba memohon perlindungan yang sempurna dari Allah.
Hikmah Memahami Surat Al-Imran Ayat 8
1. Terjaganya Hati dari Kesesatan
Hikmah pertama adalah terjaganya hati dari kesesatan. Dalam doa Rabbanā lā Tuzigh Qulūbanā, seorang hamba memohon agar Allah tidak membiarkan hatinya menyimpang setelah diberi petunjuk. Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung permohonan agar Allah melindungi hati kita agar tidak condong kepada pemahaman yang sesat dan salah justru setelah diberi petunjuk masuk agama Islam.
2. Mendapatkan Ketenangan Jiwa
Hikmah kedua adalah ketenangan jiwa. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa memohon keteguhan hati memberikan efek psikologis yang menenangkan. Seorang hamba yang menyerahkan pengarahan hatinya kepada Allah akan merasakan kedamaian dan ketenteraman, karena ia yakin bahwa Allah akan selalu membimbingnya ke jalan yang lurus.
3. Memperkuat Tauhid dan Iman
Hikmah ketiga adalah penguatan tauhid. Doa ini mengandung pengakuan bahwa Allah-lah Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati. Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa dengan mengucapkan doa ini, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah yang berkuasa mengarahkan hati, dan ini merupakan bentuk tauhid yang sempurna.
4. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Hikmah keempat adalah meneladani sunnah. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam berdoa, dan doa-doa yang beliau ajarkan adalah doa-doa yang paling lengkap dan penuh berkah. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menekankan bahwa mengamalkan doa-doa yang diajarkan Nabi SAW merupakan bentuk cinta kepada beliau dan sunnahnya.
5. Meraih Husnul Khatimah
Hikmah kelima adalah meraih husnul khatimah (akhir hidup yang baik). Dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa memohon keteguhan hati bukanlah semata-mata untuk keselamatan dan kebahagiaan duniawi, tetapi juga untuk kebahagiaan dan keselamatan di akhirat. Dengan istiqamah hingga akhir hayat, seorang Muslim akan meraih husnul khatimah.
Pertanyaan Seputar Surat Ali Imran
1. Apa arti Surat Al-Imran ayat 8?
Artinya: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali Imran: 8).
2. Mengapa Surat Al-Imran ayat 8 disebut doa keteguhan hati?
Karena ayat ini berisi permohonan kepada Allah agar hati tidak menyimpang dari kebenaran setelah mendapat petunjuk. Doa ini dipanjatkan oleh orang-orang yang mendalam ilmunya (rāsikhūna fil 'ilm) yang sadar akan kelemahan diri dan besarnya godaan yang dapat menyesatkan hati.
3. Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Imran ayat 8?
Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama setelah salat fardhu, antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, ketika sujud dalam salat, hari Jumat, serta ketika menghadapi ujian atau musibah.
4. Apa keutamaan membaca Surat Al-Imran ayat 8?
Keutamaannya antara lain: terjaganya hati dari kesesatan, mendapatkan ketenangan jiwa, memperkuat tauhid dan iman, meneladani sunnah Rasulullah SAW, serta meraih husnul khatimah. Doa ini juga merupakan doa para ulama yang mendalam ilmunya.
5. Apakah Surat Al-Imran ayat 8 termasuk ayat mutasyabihat?
Tidak, ayat ini termasuk ayat muhkamat yang maknanya jelas dan menjadi pedoman bagi orang beriman. Ayat ini justru menjadi doa bagi orang-orang yang mendalam ilmunya agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan ketika memahami ayat-ayat mutasyabihat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507305/original/081482200_1771489245-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546690/original/011878700_1775361202-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-05T105210.824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7588958/original/019147200_1780371293-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-02T103304.534.jpg)