Tata Cara Wudhu yang Sah Sesuai Sunnah, Lengkap Doa dan Urutannya

3 months ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui dan mempraktikkan tata cara wudhu yang sah sesuai sunnah merupakan fondasi utama dalam ibadah seorang Muslim. Sebab, wudhu adalah kunci sahnya sholat, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Tidak akan diterima shalat seseorang tanpa bersuci” (HR. Muslim).

Sedangkan sholat merupakan amalan yang akan dihisab di hari kiamat dan menjadi barometer baik dan tidaknya amal seseorang. Oleh karena itu, umat Islam penting memahami tata cara wudhu yang sah agar ibadah-ibadahnya juga absah.

Wudhu bukan sekadar mencuci anggota tubuh, tetapi ibadah yang memiliki niat, rukun, dan tertib tertentu sebagaimana diajarkan oleh Nabi SAW. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmū‘ Syarh al-Muhadzdzab menegaskan, ilmu mengenai rukun wudhu maupun sunnahnya menjadi ilmu yang wajib diketahui muslim. 

Dengan mengikuti sunnah wudhu, seorang hamba tidak hanya menjaga kesahihan shalatnya, tetapi juga memperoleh keutamaan spiritual dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Merujuk Buku Terjemah Safinatun Najah; Pedoman Fiqih Islam Madzhab Syafi'i, Makna Gandul dan Terjemah Indonesia, karya Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami, tata cara wudhu yang sah sesuai sunnah tak lepas dari rukun (wajib) wudhu:

Berikut ini penjelasannya, diperkuat dengan sejumlah kitab syarah.

Syarah dan Penjelasan Masing-Masing Rukun

1. Niat

Niat adalah menyengaja melakukan wudhu untuk mengangkat hadats atau memperbolehkan shalat.

Menurut Hāsyiyah al-Bājūrī karya Imam Ibrāhīm al-Bājūrī, niat dilakukan bersamaan dengan membasuh wajah pertama kali. Lafal niat yang disunnahkan yakni:

“نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَصْغَرِ لِلَّهِ تَعَالَى”

Latin:Nawaitul wudhu-a li raf‘il ḥadaṡil aṣghar lillāhi ta‘ālā

Aku niat berwudhu untuk mengangkat hadats kecil karena Allah Ta‘ala)

Tujuannya agar ibadah menjadi sah secara syar‘i, sebab tanpa niat, wudhu hanya menjadi kebiasaan biasa, bukan ibadah.

2. Membasuh Wajah

Membasuh seluruh wajah mulai dari tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu, dan dari telinga ke telinga.

Dalam Nihāyatul Zain karya Syekh Nawawi al Bantani, batas wajah yang wajib dibasuh adalah:

  • Panjang: dari batas tumbuh rambut kepala (normal) sampai bawah dagu
  • Lebar: antara dua telinga
  • Yang wajib dibasuh termasuk rambut yang tumbuh di wajah, seperti alis, kumis, dan janggut tipis.

“Batas wajah secara panjang ialah dari tempat tumbuh rambut kepala yang biasa hingga ke bawah dagu, dan secara lebar dari kedua telinga kanan dan kiri.”(Nihāyatu az-Zain, hal. 24).

3. Membasuh Kedua Tangan hingga Siku

Membasuh kedua tangan dimulai dari ujung jari hingga meliputi siku (mervaq). Syekh Salim bin Sumair menulis:

“(Dan termasuk rukun wudhu) membasuh kedua tangan beserta kedua sikunya.” (Safīnatun Najāh, hal. 11, cet. Dār al-Minhāj)

Siku termasuk bagian yang wajib dibasuh. Dalam syarah Kifāyatul Akhyār, disebutkan bahwa membasuh sebagian saja tidak cukup; seluruh permukaan kulit tangan harus terkena air, termasuk sela-sela jari.

Cara Membasuh Tangan Menurut Sunnah:

Para ulama syarah Safīnah menjelaskan tata caranya sebagai berikut:

  • Membasuh tangan kanan terlebih dahulu hingga siku sebanyak tiga kali
  • Pastikan air mengenai sela-sela jari dan bagian bawah kuku.
  • Lanjutkan dengan tangan kiri dengan cara yang sama.

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihāyatu az-Zain menegaskan bahwa membasuh tangan dimulai dari ujung jari ke arah siku, bukan sebaliknya. Beliau juga menambahkan, “Disunnahkan memulai dari tangan kanan dan mengulanginya sebanyak tiga kali.” (Nihāyatu az-Zain, hal. 25)

4. Mengusap Sebagian Kepala

Mengusap sebagian kepala dengan air, walaupun hanya sedikit bagian kepala.

Menurut mazhab Syafi‘i, cukup mengusap sebagian kecil kepala, meskipun hanya satu helai rambut yang masih di kepala (tidak terlepas). Akan tetapi, yang lebih utama adalah mengusap seluruh kepala sebagaimana dilakukan Nabi SAW.

Dalilnya adalah firman Allah Ta‘ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا...

Artinya (Kemenag RI)“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku, usaplah kepalamu, dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah...” (QS. Al-Mā’idah: 6)

Huruf bā’ dalam ayat ini menunjukkan sebagian (tab‘īdh).

5. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki

Mata kaki adalah tulang menonjol di atas telapak kaki bagian luar dan dalam. Dalam syarah disebutkan, wajib memastikan air membasahi seluruh bagian kaki, termasuk sela-sela jari.

Dalilnya adalah, QS. Al-Mā’idah: 6, sebagaimana disebut di atas.

6. Tertib

Dalam pembahasan fiqih wudhu, istilah tertib (الترتيب) merupakan salah satu rukun wudhu yang sangat penting, terutama dalam mazhab Asy-Syafi‘i, sebagaimana disebutkan dalam Safīnatun Najāh dan berbagai kitab fiqih klasik.

Artinya, seseorang wajib mendahulukan rukun yang disebut lebih dahulu dalam ayat wudhu (QS. Al-Mā’idah: 6), yakni muka, tangan, kepala dan kaki.

Jika urutan ini dibalik, maka wudhu dianggap tidak sah menurut mazhab Syafi‘i.

Wajib dan sunah wudhu

Mengutip artikel Cara Wudhu Lengkap dengan Niat, Doa, dan Sunahnya di laman Kemenag RI, sdapun wajib dan sunah wudhu berdasarkan urutan dan rangkaiannya adalah sebagaimana berikut:

1. Bersiwak.

2. Membaca basmalah.

3. Membasuh kedua tangan.

4. Berkumur 3 kali.

5. Menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq) 3 kali.

6. Melafalkan niat.

7. Memasang niat wudhu dalam hati berbarengan dengan membasuh wajah.

8. Membasuh wajah 3 kali.

9. Membasuh tangan hingga siku sebanyak 3 kali.

10. Mengusap sebagian kulit kepala dengan air 3 kali.

11. Menyapu seluruh bagian kepala.

12. Menyapu kedua telinga 3 kali.

13. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak 3 kali.

14. Menghadap kiblat.

15. Membaca doa setelah wudhu.

Doa Setelah Wudhu

Adapun lafal doa setelah wudhu adalah sebagaimana berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka.

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu).

People also Ask:

1. Bagaimana tata cara wudhu yang benar sesuai dengan sunnah Rasulullah?

Tata cara wudhu sesuai sunnah Rasulullah diawali dengan membaca basmalah, dilanjutkan membasuh telapak tangan, berkumur, memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya, membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap kepala dan telinga, dan terakhir membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Semua anggota wudhu dibasuh tiga kali secara berurutan dari yang kanan lalu kiri, dengan menyela-nyelai jari tangan dan kaki, dan diakhiri dengan doa setelah wudhu.

2. 10 sunnah wudhu apa saja?

Poster 10 Sunnah Wudhu - makarameSepuluh sunah wudu yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah membaca basmalah, membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke wadah air, berkumur, menghirup air ke hidung, mengusap seluruh kepala, mengusap kedua telinga dengan air baru, menyela-nyela jari tangan dan kaki, menyela-nyela jenggot yang tebal, mendahulukan anggota tubuh kanan sebelum kiri, dan melakukan wudu secara berturut-turut (muwalat).

3. Apa saja 7 tahapan wajib wudhu?

Tahapan wudu adalah mencuci kedua tangan, membilas mulut dan hidung, mencuci muka, kemudian kedua lengan, kemudian mengusap kepala, kedua telinga, kemudian membasuh atau mengusap kedua kaki , semuanya dilakukan secara berurutan tanpa ada jeda yang panjang.

4. Bagaimana cara berwudhu menurut Imam Syafi'i?

Tata cara wudhu menurut Imam Syafi'i terdiri dari enam rukun wajib yang harus dilakukan secara tertib, yaitu niat saat membasuh wajah, membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dan tartib (berurutan). Selain rukun wajib, terdapat beberapa sunnah seperti membaca basmalah dan doa saat melakukan wudhu, berkumur, menghirup air ke hidung, mengusap telinga, serta menyela-nyela jari tangan dan kaki.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |