Liputan6.com, Jakarta - Sosok Ya'juj dan Ma'juj menjadi dua di antara antagonis yang populer dalam khazanah eskatologi Islam. Diriwayatkan, keduanya menjadi pertanda makin dekatnya kiamat. Periwayatan Yajuj Majuj dalam Al-Qur'an dan Hadits menunjukkan perilakunya yang beringas dan suka berbuat onar.
Buku Ya'Juj & Ma'Juj: Riwayat Sang Penghancur Peradaban Bangsa-Bangsa di Dunia Sepanjang Zaman karya Dr. Asy-Syafi Al-Mahi Ahmad mengulas berbagai kisah Ya'juj dan Ma'juj dari berbagai sumber, termasuk Al-Qur'an, hadis, dan catatan sejarah kuno. Kedua sosok ini menandai fase akhir kehidupan dunia, di mana kekuatan dahsyat dan fitnah besar akan melanda umat manusia.
Dalam penafsiran, para ulama berbeda pandangan tentang hakikat dan bentuk Ya’juj–Ma’juj, apakah bersifat literal (manusia nyata dari ras tertentu) atau simbolik dalam perpektif hermeneutik.
Yajuj Majuj dalam Al-Qur'an dan Hadits
Dalil Keberadaan Ya'juj dalam Al-Qur'anDalil Keberadaan Ya’juj dan Ma’juj yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis shahih.
Ya'juj dan Ma'juj dalam Al-Qur'an
1. Surah Al-Kahfi ayat 94-98
Berikut ini petikan ayat 94:
قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Artinya: Mereka berkata, "Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka dapatkah kami memberikan kepadamu pembayaran supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?".
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Katsir menjelaskan Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa besar dari keturunan Adam yang dikenal sangat merusak dan membuat kekacauan, membunuh, dan menghancurkan tanaman serta harta benda. Mereka tinggal di balik gunung dan sering menyerang kaum tersebut.
2. Surah Al-Anbiya ayat 96-97:
حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
Artinya: Hingga apabila Ya’juj dan Ma’juj dibukakan (tembok penghalangnya) dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al-Anbiya: 96)
وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ
Artinya: Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kiamat); maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), "Aduhai, celakalah kami! Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim."(QS. Al-Anbiya: 97).
Dalam Tafsir Al-Qurthubi, Imam Qurthubi menjelaskan bahwa maksud dari “dibukakan Ya’juj dan Ma’juj” adalah tembok atau penghalang yang membatasi mereka dari manusia akan dibuka oleh Allah di akhir zaman.Setelah tembok itu terbuka, Ya’juj dan Ma’juj akan keluar ke permukaan bumi dan menyebar luas.
Ya'juj dan Ma'juj dalam Hadis
1. Hadis dalam Shahih Muslim (No. 2937)
عن النواس بن سمعان قال: ذكر رسول الله ﷺ الدجال، ثم قالوا: يا رسول الله وما لبثه في الأرض؟ قال: أربعون يومًا... فبينما هم كذلك إذ أوحى الله إلى عيسى أني قد أخرجت عبادًا لي لا يدان لأحد بقتالهم، فحرز عبادي إلى الطور. ويبعث الله يأجوج ومأجوج وهم من كل حدب ينسلون...
Artinya: Nabi ﷺ bersabda: “Allah akan mewahyukan kepada Isa: Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, yaitu Ya’juj dan Ma’juj, yang tak seorang pun mampu melawan mereka. Maka bawalah hamba-hamba-Ku ke gunung Thur. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dari setiap tempat yang tinggi...”
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah peristiwa besar setelah kematian Dajjal. Mereka akan menguasai bumi, meminum seluruh air dan membuat kerusakan luar biasa, hingga Allah membinasakan mereka melalui ulat yang menyerang leher mereka.
Setelah itu, Nabi Isa dan kaum mukmin berdoa, lalu Allah menurunkan hujan yang membersihkan bumi dari jasad-jasad mereka.
3. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
قال النبي ﷺ: “ويل للعرب من شر قد اقترب، فتح اليوم من ردم يأجوج ومأجوج مثل هذه.” وحلّق بإصبعه الإبهام والتي تليها. (HR. Bukhari & Muslim)
Artinya: Rasulullah ﷺ bersabda: “Celakalah bagi bangsa Arab dari keburukan yang telah dekat! Pada hari ini telah terbuka sedikit dari dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini.” Lalu beliau melingkarkan ibu jari dan jari telunjuk beliau.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa ucapan Nabi SAW ini adalah isyarat bahwa dinding Ya’juj dan Ma’juj mulai melemah sedikit demi sedikit, dan hal itu merupakan tanda awal mendekatnya kiamat.
Tafsir “terbukanya sedikit” itu tidak berarti mereka sudah keluar, melainkan dinding tersebut mulai retak secara gaib sesuai kehendak Allah.
3. Hadis Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah
إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ لَيَحْفِرُونَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى إِذَا كَادُوا يَرَوْنَ شُعَاعَ الشَّمْسِ، قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمُ: ارْجِعُوا فَسَنَحْفِرُهُ غَدًا، فَيُعِيدُهُ اللَّهُ أَشَدَّ مِمَّا كَانَ، حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ مُدَّتُهُمْ وَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَهُمْ عَلَى النَّاسِ، قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمُ: ارْجِعُوا فَسَنَحْفِرُهُ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ، فَيَسْتَثْنُونَ، فَيَعُودُونَ إِلَيْهِ وَهُوَ كَهَيْئَتِهِ حِينَ تَرَكُوهُ، فَيَحْفِرُونَهُ وَيَخْرُجُونَ عَلَى النَّاسِ.
Artinya: Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj setiap hari menggali (dinding itu), hingga mereka hampir dapat melihat sinar matahari, maka pemimpin mereka berkata: “Kembalilah, kita akan menggali lagi besok.” Maka Allah mengembalikan dinding itu lebih kuat dari sebelumnya. Hingga apabila waktu yang telah ditentukan Allah tiba, dan Allah hendak mengeluarkan mereka kepada manusia, pemimpin mereka berkata: “Kembalilah, kita akan menggali besok insya Allah.” Maka mereka menyebut nama Allah, lalu ketika mereka datang esoknya, mereka mendapati dinding itu seperti keadaan terakhirnya, lalu mereka menggali dan keluar kepada manusia. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Para ulama berpendapat menyebut nama Allah menjadi sebab dibukanya izin mereka untuk keluar, menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak. Kisah ini menunjukkan bahwa mereka sadar akan waktu, namun tetap dalam kekafiran dan kesombongan.
Hakikat Ya’juj Ma’juj dalam Tafsir Klasik (Literal)
Seperti disebut di atas, ada dua kutub berbeda dalam memaknai Ya'juj dan Ma'juj. Pertama dalam versi ulama klasik, dan yang kedua kontemporer.
Di antara ulama klasik yang membedah sosok Ya'juj dan Ma'juj adalah Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam Kitab Fitnatu Dajjal wa Ya'juj wa Ma'juj.
Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan, Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa besar dari keturunan Yafits bin Nuh, termasuk dalam golongan manusia, bukan jin atau makhluk ghaib. Secara fisik dan ras, beliau mengaitkannya dengan bangsa Turki, Mongolia, Tartar, dan ras-ras serumpun di Asia Utara, yang kemudian berbaur dengan bangsa Eropa dan Amerika.
“Ya’juj dan Ma’juj bukanlah makhluk gaib, mereka adalah umat manusia yang nyata, telah berbaur di tengah-tengah kita, dan menyebabkan kerusakan melalui kekuasaan, kolonialisme, dan peperangan,” demikian dikutip dari Buku Misteri Ya’juj & Ma’juj pentahqiq Dr. Ahmad bin Abdurrahman al-Qadhi.
Istilah Ya’juj dan Ma’juj secara bahasa berasal dari kata “al-ajij” (nyala api) dan “as-sur‘ah” (kecepatan), menggambarkan sifat agresif dan destruktif.
Tafsir Kontemporer, Ya'juj dan Ma'juj Sebagai Cermin Peradaban Modern
Sementara, merujuk Jurnal ilmiah “Ya’juj dan Ma’juj dalam Tafsir Al-Azhar (Pendekatan Hermeneutika Emilio Betti)” oleh Supomo dan M. Riyan Hidayat, Buya Hamka menafsirkan Ya’juj dan Ma’juj bukan hanya bangsa tertentu, melainkan simbol kekuatan peradaban modern yang merusak moral, spiritual, dan alam.
Dia menulis bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah lambang dari manusia-manusia yang dikuasai oleh kemajuan teknologi dan ilmu, tetapi kehilangan kendali iman. Dalam pendekatan Emilio Betti, Hamka melakukan “rekonstruksi makna”, memahami teks sesuai konteks sosial umat Islam modern.
Hamka melihat Ya’juj dan Ma’juj sebagai simbol dari peradaban materialistik yang menghidupkan pabrik-pabrik, api mesin, dan nyala teknologi, namun mematikan nurani dan agama.
Menurut Hamka, berdasar teori Emilio Betti, makna teks suci tidak statis. Penafsir harus aktif merekonstruksi makna sesuai konteks sosial zamannya. Hamka menerapkan prinsip ini dalam Tafsir Al-Azhar dan menjadikan kisah Ya’juj dan Ma’juj sebagai cermin peradaban modern:
“Manusia yang memperalat teknologi untuk merusak, memperkaya diri, dan melupakan Tuhan — itulah Ya’juj dan Ma’juj masa kini.” demikian ditulis Supomo dan Riyan.
Dengan pendekatan hermeneutik ini, Hamka menolak pandangan fatalistik dan mendorong pembaca untuk membangun dinding moral dan spiritual sebagai benteng dari fitnah zaman.
Hikmah 2 Perspektif Tafsir Ya'juj dan Ma'juj
Kisah Ya’juj dan Ma’juj bukan sekadar catatan sejarah atau tanda kiamat, tetapi merupakan pelajaran mendalam tentang hakikat kehidupan, keimanan, dan peradaban manusia. Baik dalam pandangan Syaikh As-Sa’di yang bersifat tekstual dan eskatologis, maupun Buya Hamka yang bersifat simbolik dan moral-sosial, keduanya menghadirkan hikmah universal yang relevan bagi umat Islam sepanjang zaman.
Berikut ini adalah hikmah yang menyatukan kedua pendekatan tersebut:
1. Meneguhkan keimanan terhadap hal gaib dan janji Allah
Kisah Ya’juj dan Ma’juj mengingatkan bahwa semua peristiwa akhir zaman, meskipun belum terlihat, pasti akan terjadi sesuai kehendak Allah. Ini melatih keyakinan umat terhadap kekuasaan Allah atas segala sesuatu.
2. Menguatkan kesadaran tentang kefanaan dunia
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah tanda bahwa dunia akan mendekati akhir; karenanya manusia hendaknya memperbanyak amal saleh dan menjauhi fitnah zaman.
3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap kerusakan global
Menurut As-Sa’di, fitnah mereka telah tampak dalam bentuk peperangan, kolonialisme, dan kehancuran moral. Ini menuntut umat Islam untuk memperkuat iman dan ilmu agar tidak terpengaruh oleh peradaban rusak.
Kisah Ya’juj dan Ma’juj menjadi cermin bagi manusia agar tidak larut dalam kemajuan dunia yang tanpa nilai ketuhanan. Dinding Dzulqarnain diartikan sebagai “benteng iman” yang harus dibangun dalam diri.
5. Mendorong tanggung jawab sosial umat Islam
Hamka menekankan agar umat Islam tidak hanya menunggu tanda kiamat, tetapi aktif memperbaiki peradaban, menegakkan keadilan, dan menahan diri dari menjadi bagian “Ya’juj dan Ma’juj masa kini.”
6. Mengajak kepada tafakur peradaban
Fitnah global bukan sekadar gejala fisik, melainkan kehancuran spiritual. Dengan memahami makna simboliknya, umat dapat lebih bijak menghadapi kemajuan teknologi tanpa kehilangan arah iman.
Pertanyaan Seputar Yajuj dan Majuj
1. Apakah yajuj majuj ada di Alquran?
Bangsa ini dinamakan dengan Yajuj dan Majuj. Dalam Alquran, dua kata ini disebut sebanyak dua kali, yaitu dalam surah al-Kahfi ayat 94 dan surah al-Anbiya ayat 96. Dalam surah al-Kahfi diterangkan, Yajuj dan Majuj adalah..
2. Apa hadits tentang Ya’juj dan Ma’juj?
Yājūj and Mājūj | Gog and Magog, End Times Prophecy ...Sebuah hadis (riwayat Nabi Muhammad) menyatakan bahwa mereka menggali kolong tembok setiap malam untuk melarikan diri, tetapi setiap pagi mereka mendapati tembok itu telah dipugar oleh Allah . Hanya pada waktu yang ditentukan, Allah akan membiarkan tembok itu runtuh, membebaskan Yajuj dan Majuj.
3. Yajuj majuj ada di surat apa?
Surat Al-Kahfi ayat 94: Ya'juj dan Ma'juj adalah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol.
4. Dimana tembok yajuj majuj menurut Al Quran?
Rahasia Letak Tembok Yajuj Majuj Menurut Al-Quran - Sarung ...Keterangan yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, bahwa Yajuj dan Majuj berada di dekat sebuah tempat antara dua gunung. Artinya: Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









