Liputan6.com, Jakarta Bunga pinjaman dalam Islam disebut dengan riba. Seringkali kita terjebak dalam lilitan hutang berbunga yang tidak berkesudahan. Oleh karena itu, Islam datang bukan untuk menyulitkan transaksi ekonomi, melainkan untuk menjaga keadilan dan keberkahan harta. Ayat tentang riba dalam Al Quran berisi pedoman dari Allah SWT kepada hamba-Nya.
Salah satu ayat tentang riba menegaskan Allah mengharamkan riba. Dalam ayat tersebut, Allah lebih menganjurkan dengan jual beli tanpa riba. Pasalnya, riba punya dampak buruk bagi orang yang melakukannya.
Seperti dijelaskan dalam buku Haruskah Hidup Dengan Riba Oleh Yusuf Al Qaradhawi (1991:77), praktek riba akan merusak pribadi dan akhlak seseorang. Riba tidak mungkin mendatangkan keuntungan, bahkan perilaku ini bisa merusak kehidupan rukun dalam kemasyarakatan. Pasalnya, riba menghasilkan rasa serakah, mementingkan diri sendiri, bahkan menipu.
Ayat tentang riba berikut ini dikelompokkan ke dalam empat fase sebagai pedoman dari Allah SWT yang mempermudah hamba-Nya.
Membedakan Keuntungan Semu dan Abadi
Fase pertama ini, Allah SWT menghadirkan pendidikan dasar untuk mengubah pola pikir masyarakat jahiliyah. Ayat tentang riba ini menjelaskan bahwa riba secara kasat mata tampak memperkaya seseorang, sebaliknya di sisi Allah, riba mengurangi keberkahan.
Riba Tidak Menambah Harga di Sisi Allah (QS Ar Rum: 39)
Arab: وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ
Latin: Wa maa aataytum mir ribal liyarbuwa fii amwaalin naasi falaa yarbuu 'indallaah, wa maa aataytum min zakaatin turiiduuna wajhallaahi fa ulaa'ika humul mudh'ifuun.
Terjemah: "Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)."
Penjelasan: Ayat tentang riba ini, Allah membandingkan riba dengan zakat. Riba secara matematika memang menguntungkan. Seperti orang meminjam uang 100, ia harus membayar 110. Namun berbeda dengan zakat, secara matematika memang mengurangi harta. Namun zakat tumbuh berlipat ganda di mata Allah SWT.
Larangan Tegas dan Sejarah Riba
Larangan Memakan Harta Riba (QS Ali Imran: 130)
Arab: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًا مُّضَٰعَفَةً ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Latin: Yaa ayyuhalladzina aamanuu laa ta'kulur ribaa adh'aafam mudhaa'afah, wattaqullaaha la'allakum tuflihuun.
Terjemah: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
Penjelasan: Ayat ini menegaskan praktik riba di masa sebelum datang Islam atau jahiliyah yang mirip dengan riba seperti zaman sekarang ini. Di mana utang yang tidak berbayar akan terus menerus berbunga. Allah melarang orang beriman memakan riba dengan berlipat ganda. Tujuannya agar menjadi seseorang yang bertakwa, ayat tentang riba ini mengaitkan keberuntungan hidup (falah) dengan meninggalkan riba.
Sifat Buruk Kaum Terdahulu
Arab: وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Latin: Wa akhdzihimur ribaa wa qad nuhuu 'anhu wa aklihim amwaalan naasi bil baathil, wa a'tadnaa lil kaafiriina minhum 'adzaaban aliimaa.
Terjemah: "Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih."
Penjelasan: Allah SWT sekali lagi menjelaskan sejarah keburukan riba. Ketika sebagian kaum Yahudi di masa lampau memanipulasi ekonomi dengan riba, padahal kitab suci mereka sudah melarangnya. Hal ini menjadi pengingat keras bagi kita agar tidak mencari dalih untuk menghalalkan yang haram.
Allah Memerangi Riba
Perilaku Riba Seperti Kerasukan Setan (QS: Al Baqarah: 275
Arab: ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ...
Latin: Alladziina ya'kuluunar ribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumulladzii yatakhabba-thuhusy syaithaanu minal mass...
Terjemah: "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila..."
Penjelasan: Ayat tentang riba tersebut memberikan gambaran secara tegas tentang riba. Orang yang riba disebutkan dalam Al-Quran seperti orang gila yang kerasukan setan. Ini adalah gambaran psikologis dan spiritual tentang riba.
Orang yang bergelut dengan riba hidupnya tidak akan tenang, selalu gelisah, dan tidak seimbang seolah dirasuki setan. Mereka berdalih bahwa jual beli sama dengan riba, padahal Allah telah membedakan keduanya, menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Allah Memusnahkan Riba (QS: Al Baqarah: 276)
Arab: يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Latin: Yamhaqullaahur ribaa wa yurbish shadaqaat, wallaahu laa yuhibbu kulla kaffarin atsiim.
Terjemah: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa."
Penjelasan: Dalam ayat tersebut, ulama sepakat memahami bahwa kata memusnahkan riba berarti hilangnya keberkahan. Atau bisa jadi hilangnya harta itu sendiri melalui bencana, penyakit, hingga kebangkrutan.
Perintah Meninggalkan Sisa Riba (QS: Al Baqarah: 278)
Arab: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Latin: Yaa ayyuhalladziina aamanut taqullaaha wa dzaruu maa baqiya minar ribaa in kuntum mu'miniin.
Terjemah: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman."
Penjelasan: Potongan ayat tentang riba selanjutnya ini merupakan bagian dari ujian keimanan. Jika kita mengaku beriman, maka orang yang tahu larangan riba harus berani memutihkan atau meninggalkan sisa bunga riba yang seharusnya diterima.
Tantangan Perang dari Allah SWT (QS: Al Baqarah: 279)
Arab: فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ فَأْذَنُوا۟ بِحَرْبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ ...
Latin: Fa il lam taf'aluu fa'dzanuu biharbim minallaahi wa rasuulih...
Terjemah: "Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya..."
Penjelasan: Berasal dari kelanjutan ayat sebelumnya, ayat ini menegaskan tidak ada dosa lain dalam Al Quran yang ancamannya adalah perang dari Allah selain riba. Tentu tidak ada yang mampu melawan Allah Yang Maha Kuasa.
Solusi Riba dan Etika Muamalah
Agama Islam datang bukan untuk mempersulit orang yang memeluknya. Islam tidak hanya melarang riba, namun juga memberikan jalan keluar. Ayat tentang riba selanjutnya mengajarkan bagaimana sikap seorang mukmin menangani utang piutang dengan kasih sayang.
Keseimbangan dengan Sedekah (QS Al Baqarah: 227)
Arab: إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ ...
Latin: Innalladziina aamanuu wa 'amilush shaalihaati wa aq aamush shalaata wa aatawuz zakaata lahum ajruhum 'inda rabbihim...
Terjemah: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya..."
Penjelasan: Ayat tersebut disisipkan di antara ayat yang membahas tentang riba. Ayat ini menegaskan bahwa obat dari materialisme dunia seperti riba adalah mengerjakan sholat dan melakukan zakat.
Memberi Tangguh Kepada yang Berhutang (QS Al Baqarah: 280
Arab: وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Latin: Wa in kaana dzuu 'usratin fanazhiratun ilaa maysarah, wa an tashaddaquu khairul lakum in kuntum ta'lamuun.
Terjemah: "Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
Penjelasan: Denda keterlambatan sering dilakukan dalam praktik riba. Namun Islam hadir dengan kedamaiannya. Islam mengajarkan untuk memberi penangguhan waktu hutang. Bahkan mengikhlaskannya sebagai bentuk sedekah. Inilah solusi yang diajarkan terhadap larangan riba.
Selalu Ingat Hari Pembalasan
Arab: وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Latin: Wattaquu yauman turja'uuna fiihi ilallaah, tsumma tuwaffaa kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzhlamuun.
Penjelasan: Ayat penutup seputar riba ini menjadi pengingat dengan makna mendalam. Semua transaksi keuangan sekecil apapun bunganya akan dihisab di hari ketika harta tak lagi berguna, yakni hari akhirat.
Hikmah Meninggalkan Riba
Menelaah rangkaian ayat tentang riba di atas akan menyadarkan kita, bahwa Islam sangat protektif terhadap ekonomi umat. Maka meninggalkan riba sangat ditekankan dalam Al Quran.
Ditegaskan dalam buku Kita Hidup Hanya Tiga Hari Oleh Faisal Kunhi, (2022:29), bahwa siapa yang meninggalkan riba maka Allah akan menggantinya dengan harta yang halal dan berkah walau tidak banyak jumlahnya.
Riba menciptakan kesenjangan: yang kaya makin kaya tanpa kerja, yang miskin makin tercekik. Menjauhi riba tidak hanya menyelamatkan diri dari azab, tetapi juga membangun masyarakat yang saling tolong-menolong (ta'awun).
Beralih dari ekonomi ribawi memang tidak mudah, terutama dalam sistem yang sudah mengakar. Namun, janji Allah itu pasti. Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Mulailah dengan langkah kecil seperti melunasi hutang riba yang ada secepatnya, dan bertekad tidak membuka pintu utang baru yang mengandung bunga.
QNA
Di surat apa saja terdapat ayat tentang riba dalam Al-Qur'an?
Jawab: Ayat tentang riba tersebar dalam beberapa surat, utamanya QS. Ar-Rum (39), QS. An-Nisa (161), QS. Ali 'Imran (130), dan yang paling tegas dalam QS. Al-Baqarah (275-281).
Apa ancaman terberat yang disebutkan dalam ayat tentang riba?
Jawab: Dalam QS. Al-Baqarah ayat 279, Allah SWT dan Rasul-Nya mengumumkan "perang" terhadap mereka yang tidak mau meninggalkan sisa riba.
Bagaimana solusi ekonomi yang ditawarkan ayat tentang riba?
Jawab: Al-Qur'an menawarkan solusi berupa memperbanyak sedekah, memberi tangguh waktu bagi yang kesulitan bayar utang, atau memutihkan utang tersebut sebagai amal jariyah.
Mengapa ayat tentang riba melarang bunga berlipat ganda?
Jawab: Karena sistem bunga berlipat (compound interest) menzalimi peminjam, menciptakan ketidakadilan sosial, dan menghilangkan keberkahan harta, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali 'Imran ayat 130.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)