Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal saleh karena setiap ibadah dijanjikan ganjaran pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Rasulullah SAW memberi kabar gembira bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah di mana pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.
Ahmad Syaikhu dalam tulisannya di ebook Ramadhan di Tengah Wabah, mengutip Hadis Qudsi di mana Allah SWT berfirman: "Setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya" (HR. Bukhari-Muslim).
Dalil ini menunjukkan keistimewaan luar biasa bulan suci ini. Kualitas keimanan diuji secara langsung melalui penggabungan tiga jenis kesabaran, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi larangan, dan sabar atas takdir lapar serta dahaga yang dialami sepanjang berpuasa.
Dr. Rianawati, M.Ag, dalam ebook Agar Ramadhan Tidak Sekedar Seremonial, Antologi Esai Ramadhan 1435 H, merujuk pemikiran Imam al-Ghazali tentang tingkatan puasa (awam, khusus, dan khusus bil khusus), menjelaskan bahwa ibadah yang berkualitas menuntut penjagaan seluruh pancaindra dan hati dari noda dosa.
Berikut ini adalah amalan Ramadhan yang pahalanya berlipat ganda, meliputi dimensi ibadah dan muamalah, merujuk sumber di atas dan berbagai sumber lain yang relevan.
1. Puasa: Ibadah Tanpa Tanding dan Perisai Jiwa
Puasa adalah fondasi utama yang pahalanya diserahkan langsung kepada Allah SWT tanpa batasan tertentu.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Umamah Al Bahili, "Hendaknya engkau berpuasa karena puasa itu ibadah yang tidak ada tandingannya".
Allah SWT berfirman dalam Hadits Qudsi, "Setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya".
Ibadah ini juga berfungsi sebagai junnah atau perisai yang melindungi pelakunya dari siksa api neraka.
2. Membaca Al-Qur’an, Syafaat di Akhirat dan Pahala Setiap Huruf
Dalam QS. Al-Baqarah: 185 disebutkan:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.”
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan lebih ditekankan karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan. Setiap huruf yang dibaca diganjar dengan sepuluh kebaikan (HR. Tirmidzi).
Nabi Muhammad juga memperbanyak tadarus bersama Jibril setiap Ramadhan, menunjukkan keutamaan yang luar biasa.
Al-Qur'an tidak boleh hanya berhenti pada teks, melainkan harus meresap ke dalam dada dan tercermin dalam perilaku nyata. Al-Qur'an bersama dengan puasa akan datang memberikan pembelaan (syafaat) bagi hamba di akhirat kelak.
Di tengah kondisi tak menentu, interaksi dengan Al-Qur'an dipercaya dapat meningkatkan ketenangan jiwa yang berujung pada penguatan imunitas tubuh.
3. Sedekah
Salah satu amalan yang paling menonjol dari perilaku Nabi SAW saat Ramadhan adalah kedermawanannya yang meningkat drastis. Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril menemui beliau".
Ibadah ini melatih emotional awareness dan empati kepada kaum miskin yang terbiasa menahan lapar setiap hari. Bersedekah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya.
Ibn Abbas menyatakan bahwa Nabi adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya memuncak di bulan Ramadhan.
Dalam hadis lain disebutkan: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).
4. Shalat Tarawih Berjamaah: Ibadah Khusus Ramadhan
Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Rasulullah menyebutkan: “Barangsiapa menegakkan Ramadhan dengan penuh iman dan pengharapan, diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari-Muslim). Shalat berjamaah juga dilipatgandakan pahalanya hingga 27 kali lipat (HR. Muslim).
Mohammad Iqbal Ghazali, MA, dalam ebook Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan menjelaskan, shalat Tarawih atau Qiyam Ramadhan adalah sarana utama untuk menghidupkan malam-malam bulan suci.
Ulama menekankan bahwa frasa "Imanan wa Ihtisaban" (penuh iman dan pengharapan) dalam dalil yang Anda sebutkan berarti ibadah tersebut harus dilakukan dengan keyakinan penuh akan janji Allah dan semata-mata mengharap ridha-Nya, bukan karena kebiasaan atau formalitas.
Dengan kualitas batin seperti ini, Tarawih efektif menjadi penghapus dosa-dosa kecil di masa lalu.
5. Ibadah di Malam Lailatul Qadar: Lebih Baik dari 1000 Bulan
QS. Al-Qadr: 3
وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa beribadah pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu.”
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang nilainya melebihi seribu bulan. Amalan pada malam ini dilipatgandakan pahalanya secara luar biasa.
Ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa, shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama malam-malam ganjil.
6. I’tikaf: Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir
Hal ini berdasar hadis riwayat Bukhari-Muslim:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
“Nabi biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
I’tikaf adalah sunnah yang sangat ditekankan pada akhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar. Imam Nawawi menyebutkan bahwa i’tikaf merupakan sarana untuk menyendiri dengan Allah, meningkatkan kualitas ibadah, dan meraih pahala yang besar.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat. Tujuan utamanya adalah meraih Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
7. Umrah di Bulan Ramadhan: Setara dengan Haji
Hadis riwayat Bukhari-Muslim:
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah di bulan Ramadhan sama dengan haji.”
Umrah pada bulan Ramadhan memiliki pahala yang sangat besar, bahkan disetarakan dengan ibadah haji. Ini menunjukkan betapa Allah melipatgandakan ganjaran bagi hamba-Nya yang beribadah di bulan mulia ini.
Melaksanakan umrah di bulan ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam timbangan pahala. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nilai pahala umrah di bulan Ramadhan setara dengan melaksanakan ibadah haji.
8. Zikir, Istighfar, dan Doa
Selain tilawah, menghidupkan waktu dengan zikir dan istighfar merupakan amalan yang sangat ditekankan untuk menjernihkan jiwa.
Allah SWT berfirman mengenai pentingnya zikir: "Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya...".
Hati (fuad, albab, qalbu) perlu diasah dan dicerahkan dengan nutrisi lain selain puasa, yakni melalui qiyam al-lail, zikir (termasuk Asmaul Husna), dan istighfar.
Menghayati perintah dan larangan Allah serta mengingat nikmat-Nya juga dikategorikan sebagai bentuk zikir yang menghidupkan hati.+3
9. Penguatan Kesabaran
Ramadhan adalah sekolah kesabaran yang mencakup seluruh dimensi ketaatan dan ujian hidup. Allah menjanjikan pahala besar bagi orang yang sabar:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10).
Puasa menggabungkan tiga jenis kesabaran sekaligus:
(1) sabar dalam menjalankan ketaatan,
(2) sabar dalam menjauhi larangan, dan
(3) sabar terhadap takdir Allah berupa rasa lapar dan kesulitan fisik selama berpuasa.
Dengan mengintegrasikan ketiga jenis sabar ini, pahala yang didapat menjadi tidak terbatas.
10 Syukur atas Nikmat Ramadhan
Banyak umat Islam lupa bahwa dipertemukan kembali dengan Ramadhan adalah nikmat besar yang menuntut kesyukuran.
"Dan agar kamu mencukupkan bilangannya dan agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185).
Syukur adalah kunci agar nikmat ibadah ditambah oleh Allah. Mengingat banyak orang yang telah dipanggil Allah lebih dulu, perjumpaan dengan Ramadhan harus dimaksimalkan sebagai bentuk syukur agar tidak menjadi sekadar seremonial tanpa makna.
11. Peningkatan Kecerdasan Emosional dan Empati
Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi sarana melatih kearifan sosial dan pengendalian emosi. Rasulullah SAW bersabda:
"Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berteriak-teriak...".
Puasa melatih seseorang untuk memahami keinginan dan perasaan diri sendiri maupun orang lain (empati). Melalui rasa lapar, seorang mukmin belajar berbaik sangka (husnudzon) dan lebih mudah menerima kekurangan orang lain, sehingga mengurangi dorongan untuk menyalahkan orang lain.
12. Zakat Fitrah sebagai Penyempurna
Amalan ini merupakan penutup rangkaian ibadah Ramadhan yang berfungsi membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia.
Hal ini berdasar Hadits Nabi SAW menyebutkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari hal-hal yang tidak berguna dan kata-kata kotor.
Zakat fitrah adalah penyempurna ibadah Ramadhan yang menjembatani hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia yang membutuhkan.
13. Harmoni Keluarga
Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki atau meningkatkan komunikasi dan keharmonisan di dalam rumah tangga. Ahmad Syaikhu menyebut Ramadhan sebagai bulan membina keluarga.
Dr. Rianawati menambahkan bahwa kebersamaan saat sahur dan berbuka menciptakan keleluasaan bagi anggota keluarga untuk saling berkomunikasi, membicarakan masalah, dan mencari solusi terbaik bersama, yang sangat penting bagi keharmonisan keluarga.
People also Ask:
Amalan apa saja yang dilipat gandakan pahalanya waktu puasa?
Amalan yang Dianjurkan Saat Puasa RamadhanMemperbanyak Membaca Al-Quran. ...Mendirikan Salat Tarawih. ...Memperbanyak Sedekah. ...Berdoa dan Berdzikir. ...I'tikaf di Masjid. ...Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur. ...Menjaga Lisan dan Perbuatan. ...Memberi Makan Orang yang Berpuasa.
Amalan di bulan Ramadhan dilipatgandakan?
Rasulullah SAW juga bersabda, “Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan.” (HR Muslim).
Apa amalan di bulan Ramadan yang pahalanya lebih besar?
Amalan sederhana seperti membaca Al-Qur'an, memberi makan orang lain, berdzikir, menjaga lisan, bersedekah, serta memperbanyak doa dan istighfar bisa menjadi ladang pahala yang luar biasa. Tidak perlu menunggu kesempatan besar, karena kebaikan sekecil apa pun dapat bernilai tinggi di sisi Allah.
Apa saja 3 amalan di bulan Ramadhan?
Berbagai Amalan Bulan RamadhanMeningkatkan Salat. Untuk meningkatkan amalan di bulan puasa, Sahabat bisa meningkatkan salat dengan cara menambah salat sunah lain di luar salat fardu. ...2. Tadarus Al-Quran. ...3. Bersedekah. ...Menjalin Silaturahmi. ...Ibadah Malam. ...6. Itikaf. ...7. Mengakhiri Sahur. ...Menyegerakan Berbuka Puasa.
Apakah dosa saat Ramadhan dilipatgandakan?
Pada bulan ini semua pahala ibadah serba berlipat ganda. Namun tak hanya itu, Allah juga melipatkgandakan dosa dalam setiap maksiat. Keistimewaan bulan Ramadhan memang tidak bisa dihitung banyaknya, mulai dari dilipatgandakannya pahala, hingga dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






