20 Keutamaan Sholawat dan Manfaatnya untuk Kehidupan Dunia Akhirat

3 months ago 35

Liputan6.com, Jakarta Sholawat menjadi salah satu jalan pintas untuk mendapatkan ketenangan batin di tengah hiruk-pukuk dunia modern yang penuh tekanan. Sholawat bukan sekadar bacaan atau ritual keagamaan, tetapi ungkapan cinta tulus kepada Rasulullah Muhammad SAW. Keutamaan sholawat juga bisa melepaskan beban pikiran dan menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang kita dapatkan.

Para ulama sejak dahulu menegaskan bahwa keutamaan sholawat tidak hanya berkaitan dengan pahala di akhirat, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kehidupan dunia. Dari ketenangan hati, kemudahan rezeki, hingga terbukanya pintu keberkahan, semua bersumber dari kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak ulama menyebut sholawat sebagai kunci segala kebaikan. Ada banyak jenis sholawat yang bisa kita baca sebagai amalan sehari-hari, seperti sholawat jibril, sholawat pembuka rezeki, sholawat nariyah, sholawat busyro, sholawat adrikni, sholawat badar, sholawat syifa, sholawat asyghil, sholawat fatih, sholawat burdah, sholawat nabi pendek, sholawat rajab, sholawat songo, sholawat ibrahimiyah, dan masih banyak lagi.

1. Waktu Terbaik untuk Bersholawat 

مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ... فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Min afdhal ayyāmikum yaum al-jumu‘ah... fa-akṡirū ‘alayya minaṣ-ṣalāti fīhi, fa-inna ṣalātakum ma‘rūḍatun ‘alayya.

“Di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian akan disampaikan kepadaku.” (HR Ahmad)

Hari Jumat merupakan momen terbaik untuk memperbanyak sholawat dan menenangkan hati. Setiap lantunannya menjadi pengingat cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW sekaligus sumber ketenteraman batin. Amalan ini mengajarkan kita untuk melambat sejenak di tengah kesibukan dunia. 

2. Terhindar dari Sifat Pelit

البَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Al-bakhīlu alladzī man żukirtu ‘indahu fa lam yuṣalli ‘alayya.

“Orang yang pelit adalah yang ketika namaku disebutkan, namun ia tidak bersholawat kepadaku.” (HR Ahmad, Tirmidzi)

Pelit bukan hanya soal harta, tetapi juga hati yang enggan menunjukkan cinta. Seseorang yang tidak bersholawat ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut sama dengan menutup pintu kelembutan dalam dirinya. Dengan membiasakan sholawat, hati kita menjadi lebih semringah. Sholawat menumbuhkan sikap murah hati untuk memberi sesuatu kepada orang lain maupun mendoakan orang lain.

3. Jalan Menuju Surga

مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ خَطِئَ بِهِ طَرِيق الْجَنَّةِ

Man nasiya aṣ-ṣalāta ‘alayya khaṭi’a bihi ṭarīq al-jannah.

“Siapa yang lupa bersholawat kepadaku, maka ia telah salah jalan menuju surga.” (HR Baihaqi)

Sholawat menjadi jembatan menuju jalan kebaikan. Ketika seseorang lupa sholawat, arah hidupnya mudah goyah dan jauh dari ketenangan. Sholawat ibarat kompas spiritual yang membawa kita lebih dekat ke arah surga. Setiap bacaan sholawat adalah langkah kecil menuju kedamaian abadi.

4. Menyucikan Jiwa

صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ عَلَيَّ زَكَاةٌ لَكُمْ

Ṣallū ‘alayya fa inna ṣalātakum ‘alayya zakātun lakum.

“Bersholawat lah kepadaku, karena sholawat kalian kepadaku akan mensucikan kalian.” (HR Ismail Qadhi)

Sholawat membersihkan batin dari kesombongan dan gelisah. Setiap lantunannya meneduhkan hati dan melembutkan jiwa. Amalan ini juga bisa mengubah beban batin menjadi rasa tenang dan syukur. 

5. Mendapat Syafaat Rasulullah Muhammad SAW

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِيَ الْوَسِيلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Man ṣallā ‘alayya aw sa’ala lī al-wasīlata ḥaqqat ‘alayhi syafā‘atī yauma al-qiyāmah.

“Siapa yang bersholawat kepadaku atau memintakan wasilah untukku, maka pasti baginya syafaatku pada hari kiamat.” (HR Ismail Qadhi)

Sholawat menjadi jalan menuju kasih sayang Rasulullah Muhammad SAW di hari akhir. Membaca sholawat menunjukkan cinta dan penghormatan yang tulus kepada nabi akhir zaman. Membaca sholawat membuat hati kita terasa selalu dekat dengan Rasulullah. Kelak, beliau lah yang akan memberi syafaat bagi umatnya yang setia bersholawat.

6. Mendapat Syafaat Khusus

مَنْ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَنْزِلْهُ الْمَقْعَدَ الْمُقَرَّبَ مِنْكَ... وَجَبَتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad, wa anzilhu al-maq‘ada al-muqarraba minka... wajabat lahu asy-syafā‘ah.

“Siapa yang membaca: ‘Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan tempatkanlah ia di tempat yang dekat dengan-Mu di hari kiamat’, maka wajib baginya mendapatkan syafaat.” (HR Thabrani dan Al Bazzar)

Setiap kali sholawat dibaca dengan tulus, doa itu naik bersama harapan akan pertolongan Nabi Muhammad SAW. Sholawat mengajarkan kita tidak mudah putus asa berbagai cobaan dalam hidup. Ia menumbuhkan optimisme dan keyakinan bahwa Allah selalu dekat.

7. Majelis Tanpa Sholawat Menjadi Rugi

مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَا يَذْكُرُونَ فِيهِ اللهَ وَلَا يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً

Mā qa‘ada qaumun maq‘adan lā yażkurūna fīhi Allāha wa lā yuṣallūna ‘alā an-nabī illā kāna ‘alayhim ḥasrah.

“Tidaklah suatu kaum duduk dalam majelis tanpa menyebut nama Allah dan bersholawat kepada Nabi, kecuali majelis itu menjadi kerugian bagi mereka.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

Majelis tanpa dzikir dan sholawat bagaikan tubuh tanpa ruh. Sholawat menghadirkan aura kasih dan kelembutan dalam pertemuan. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan yang diridhai Allah selalu dimulai dengan doa.

8. Doa Tertahan Tanpa Sholawat 

كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ

Kullu du‘ā’in maḥjūbun ḥattā yuṣallā ‘alā Muḥammad.

“Setiap doa tertahan sampai diucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.” (HR Thabrani)

Sholawat adalah pembuka jalan bagi setiap doa. Dengan memulainya, kita menata adab di hadapan Allah sebelum memohon apa pun. Amalan ini membuat doa terasa lebih hidup dan bermakna. Hati pun menjadi lebih lembut dan siap menerima ketetapan-Nya.

9. Tidak Tergesa dalam Berdoa

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ... ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ

Idzā ṣallā aḥadukum fal yabda’ bitamjīdi rabbih... ṡumma yuṣallī ‘alā an-nabī.

“Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Tuhan, kemudian bersholawat kepada Nabi.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Doa yang disertai sholawat membuat kita lebih tenang dan tidak terburu-buru. Ia mengajarkan adab berdoa dengan penuh rasa hormat dan kesadaran. Dengan melafalkan sholawat di awal, hati menjadi lebih siap untuk berbicara kepada Allah. 

10. Doa Lebih Mustajab

سَلْ تُعْطَهْ، سَلْ تُعْطَهْ

Sal tu‘ṭah, sal tu‘ṭah.

“Mintalah, engkau akan diberi. Mintalah, engkau akan diberi.” (HR Ahmad, dari kisah Ibnu Mas‘ud yang memuji Allah dan bersholawat sebelum berdoa)

Sholawat membuka ruang batin agar permohonan disampaikan dengan ikhlas dan penuh harap. Hati yang bersholawat lebih mudah merasakan kedekatan dengan Allah. Dari kedekatan itulah, doa menjadi lebih mustajab dan penuh berkah.

11. Pahala Sebesar Gunung

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً كَتَبَ اللهُ لَهُ قِيرَاطًا، وَالْقِيرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ

Man ṣallā ‘alayya ṣalāh, kataba Allāhu lahu qīrāṭan, wal-qīrāṭu miṡlu Uhud.

“Siapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan mencatat baginya satu qirath pahala, dan satu qirath itu sebesar Gunung Uhud.” (HR Abdur Razzaq)

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan sholawat, bahkan satu kali ucapannya bisa bernilai setinggi Gunung Uhud. Bagi hati yang mudah merasa kecil di tengah dunia yang keras, pesan ini begitu menenangkan. Ia mengingatkan bahwa setiap amal baik, sekecil apapun, tetap berharga di sisi Allah. 

12. Memudahkan Menyeberangi Shirath

رَأَيْتُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي يَزْحَفُ عَلَى الصِّرَاطِ... فَجَاءَتْهُ صَلَاتُهُ عَلَيَّ فَأَقَامَتْهُ

Ra'aytu rajulan min ummatī yazḥafu ‘alā aṣ-ṣirāṭ... fa jā’at-hu ṣalātuhu ‘alayya fa aqāmat-hu.

“Aku melihat seorang dari umatku merayap di atas shirath, lalu datang sholawat nya kepadaku, menegakkannya hingga ia berhasil melewatinya.” (HR Thabrani)

Sholawat digambarkan sebagai penolong di jalan shirath, jembatan yang amat sulit dilewati. Dalam kehidupan nyata, shirath bisa diibaratkan perjalanan berat manusia menghadapi ujian. Saat seseorang terbiasa bersholawat, hatinya menjadi lebih teguh dan tidak mudah terjatuh dalam keputusasaan. 

13. Menyingkirkan Kefakiran

كَثْرَةُ الذِّكْرِ وَالصَّلَاةُ عَلَيَّ تَنْفِي الْفَقْرَ

Katsratuż-żikri waṣ-ṣalātu ‘alayya tanfī al-faqr.

“Banyak berdzikir dan bersholawat kepadaku dapat menyingkirkan kefakiran.” (HR Abu Nu‘aim)

Orang yang rajin membaca sholawat jibril atau sholawat pembuka rezeki, misalnya, bukan sekadar berharap materi, tapi juga ketenangan dan rasa cukup. Dalam psikologi modern, ini menumbuhkan pola pikir kelimpahan yakni keyakinan bahwa rahmat Allah selalu cukup bagi yang bersyukur.

14. Sumber Segala Kebaikan

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَمِدَ الرَّبَّ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ وَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ فَقَدْ طَلَبَ الْخَيْرَ مِنْ مَظَانِّهِ

Man qara’a al-Qur’ān wa ḥamida ar-rabba wa ṣallā ‘ala an-nabiyy wa istaghfara rabbahu faqad ṭalaba al-khaira min maẓānih.

“Siapa yang membaca Al-Qur’an, memuji Tuhannya, bersholawat kepada Nabi, dan beristighfar, maka ia telah mencari kebaikan dari sumbernya.” (HR Baihaqi)

Hadis ini menegaskan bahwa sholawat berada di jantung segala kebaikan. Ia menjadi energi spiritual yang menjaga keseimbangan antara dzikir, doa, dan istighfar. Membaca sholawat nariyah atau sholawat busyro, misalnya, seseorang menanamkan getaran positif yang membersihkan hati sekaligus memperkuat koneksi dengan Allah.

15. Menghapus Dosa dalam Pertemuan

مَا مِنْ عَبْدَيْنِ يَتَحَابَّانِ... وَيُصَلِّيَانِ عَلَى النَّبِيِّ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا

Mā min ‘abdayni yataḥābbāni... wa yuṣalliyāni ‘ala an-nabiyy illā ghufira lahumā.

“Tidak ada dua hamba yang saling mencintai dan bersholawat kepada Nabi, kecuali keduanya diampuni dosanya, yang dahulu dan yang kemudian.” (HR Abu Ya‘la)

Sholawat yang dilantunkan bersama sahabat atau keluarga menciptakan suasana cinta yang bersih dan damai. Ia menumbuhkan kedekatan yang tulus, bebas dari iri dan benci. Menariknya, dalam psikologi sosial, amalan bersama seperti ini memperkuat hubungan emosional.

16. Menghapus Stres dan Menenangkan Hati

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

Inna Allāha ḥarrama ‘ala al-arḍi an ta’kula ajsāda al-anbiyā’.

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para nabi.” (HR Ahmad)

Hadis ini menegaskan kemuliaan Rasulullah, dan setiap kali kita bersholawat kepadanya entah sholawat syifa untuk penyembuhan hati atau sholawat adrikni untuk memohon pertolongan, ada rasa haru dan kagum yang menenangkan batin. 

17. Membuka Rezeki dan Ketenangan Hati

وَالصَّلَاةُ عَلَيَّ تَنْفِي الْفَقْرَ

Waṣ-ṣalātu ‘alayya tanfī al-faqr.

“Bersholawat kepadaku dapat menyingkirkan kefakiran.” (HR Abu Nu‘aim)

Orang yang rajin bersholawat cenderung lebih tenang, mudah melihat peluang, dan tidak larut dalam keluhan. Secara spiritual, sholawat melatih hati agar yakin bahwa keberkahan datang dari rasa cukup, bukan dari jumlah harta.

18. Menjadi Cahaya di Tengah Kegelapan Hati

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً نُورَتْ لَهُ طَرِيقَهُ

Man ṣallā ‘alayya ṣalāh nūrat lahu ṭarīqah.

“Siapa yang bersholawat kepadaku, maka sholawat itu akan menerangi jalannya.”

Dalam hidup, ada masa ketika hati terasa gelap dan langkah seolah kehilangan arah. Di saat seperti itu, sholawat badar, sholawat fatih, atau sholawat asyghil bisa menjadi pelita yang menuntun batin. Setiap lantunan mengandung doa dan ketenangan, menyalakan harapan baru di tengah kelelahan jiwa.

19. Membersihkan Pikiran 

صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ عَلَيَّ زَكَاةٌ لَكُمْ

Ṣallū ‘alayya, fa inna ṣalātakum ‘alayya zakātun lakum.

“Bersholawat lah kepadaku, sebab sholawat kalian kepadaku adalah penyuci bagi kalian.” (HR Ismail Qadhi)

Setiap kali seseorang melantunkan sholawat ibrahimiyah atau sholawat mughrom, ia sedang membersihkan pikirannya dari hal-hal negatif. sholawat bekerja seperti terapi jiwa yang menenangkan, membawa ketenangan dari kegelisahan. 

20. Menambah Semangat Hidup

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Man ṣallā ‘alayya ṣalāh ṣallā Allāhu ‘alayhi ‘ashrā.

“Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)

Saat seseorang mengamalkan sholawat tunjina atau sholawat ummi, ia belajar tentang hukum spiritual timbal balik: memberi cinta akan menerima cinta, memberi doa akan mendapat doa. Dari sinilah keutamaan sholawat menguatkan optimisme dan semangat hidup yang penuh cahaya.

Pertanyaan seputar Keutamaan Sholawat

1. Apa manfaat sholawat bagi kesehatan mental?

sholawat membantu mengurangi stres dan kecemasan karena melibatkan fokus, ritme pernapasan, dan pengulangan positif. Mirip efek meditasi yang menenangkan saraf.

2. Apakah bersholawat bisa membuka rezeki?

Berdasarkan banyak hadis, sholawat mendatangkan keberkahan hidup. Dari sisi psikologis, orang yang rutin bersholawat lebih tenang dan bersyukur, sehingga mudah melihat peluang rezeki.

3. Kapan waktu terbaik bersholawat ?

Hari Jumat disebut waktu utama, tapi sebenarnya sholawat bisa dilakukan kapan saja terutama saat hati butuh ketenangan.

4. Apakah sholawat harus dengan suara keras?

Tidak harus. Boleh dilafalkan lirih, bahkan dalam hati. Yang terpenting adalah ketulusan dan kesadaran maknanya.

5. Apa efek spiritual dari rutin bersholawat ?

Rutin bersholawat menumbuhkan rasa dekat dengan Rasulullah Muhammad SAW, membersihkan hati dari iri dan amarah, serta menguatkan energi positif dalam diri.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |