Liputan6.com, Jakarta - Umat muslim perlu memahami ayat tentang kematian agar tidak terlena dengan kehidupan duniawi. Ayat-ayat ini mampu menumbuhkan motivasi agar umat muslim lebih bersemangat meningkatkan ibadah, mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat, serta menjadikan kematian pengingat untuk berbuat hal baik.
Memahami hakikat kematian yang sebenarnya, juga dapat membantu seseorang merasa lebih lapang saat mengalami kesulitan. Menahan seseorang untuk tidak menjadi sombong saat hidup sedang senang penuh kebahagiaan.
Selain itu, memahami ayat tentang kematian juga dapat membantu umat muslim sadar bahwa kehidupan dunia adalah ujian. Sementara, kematian adalah akhir dari ujian tersebut. Maka umat muslim, perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi pertanggungjawaban atas amal perbuatan mereka di dunia.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap pembahasannya.
Ayat Tentang Kematian 1-7
1. Surah Ali-Imran Ayat 145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
Wa mā kāna linafsin an tamūta illā bi'iżnillāhi kitābam mu'ajjalā(n), wa may yurid ṡawābad-dun-yā nu'tihī minhā, wa may yurid ṡawābal-ākhirati nu'tihī minhā, wa sanajzisy-syākirīn(a).
Artinya: "Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah SWT sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."
Ayat yang menegaskan kematian adalah ketetapan Allah yang pasti datang pada waktunya, dan tidak bisa dihindari atau diubah. Di dalam ayat ini dijelaskan manusia memiliki kebebasan untuk memilih antara mencari imbalan duniawi atau pahala akhirat. Namun, setiap pilihan tersebut akan mendapatkan balasan sesuai dengan niat masing-masing.
2. Surah An-Nisa Ayat 78
اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
Aina mā takūnū yudrikkumul-mautu wa lau kuntum fī burūjim musyayyadah(tin), wa in tuṣibhum ḥasanatuy yaqūlū hāżihī min 'indillāh(i), wa in tuṣibhum sayyi'atuy yaqūlū hāżihī min 'indik(a), qul kullum min 'indillāh(i), famā lihā'ulā'il-qaumi lā yakādūna yafqahūna ḥadīṡā(n).
Artinya: "Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, "Ini dari sisi Allah" dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, "Ini dari engkau (Nabi Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?"
Ayat tentang kematian ini menerangkan bahwa ajal akan datang kepada siapa saja, di mana pun ia berada. Segala urusan kebaikan maupun keburukan, datangnya hanya dari Allah SWT, bukan dari Nabi Muhammad atau dari usaha manusia semata. Ayat ini ditujukan untuk menyindir orang-orang munafik yang mengaitkan kebaikan dengan Allah, tetapi menyalahkan Nabi Muhammad SAW saat ditimpa kesulitan dalam urusannya.
3. Surah Az-Zumar Ayat 42
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Allāhu yatawaffal-anfusa ḥīna mautihā wal-latī lam tamut fī manāmihā, fayumsikul-latī qaḍā 'alaihal-mauta wa yursilul-ukhrā ilā ajalim musammā(n), inna fī żālika la'āyātil liqaumiy yatafakkarūn(a).
Artinya: "Allah menggenggam nyawa (manusia) pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika dia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir."
Ayat tentang kematian yang menjelaskan bahwa Allah adalah pemegang mutlak semua nyawa, baik ketika seseorang meninggal dunia maupun saat sedang tidur. Allah SWT menahan nyawa mereka yang telah ditakdirkan mati, sementara yang ditakdirkan masih hidup akan dilepaskan (dikembalikan ke tubuhnya) hingga batas waktu yang telah ditentukan Allah SWT.
4. Surah Al-Ankabut Ayat 57
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Kullu nafsin żā'iqatul-maut(i), ṡumma ilainā turja'ūn(a).
Artinya: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
Ayat tentang kematian yang mengingatkan setiap makhluk yang memiliki nyawa akan mengalami kematian. Setelah itu, manusia akan dikembalikan lagi hanya kepada Allah SWT untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya di dunia.
5. Surah Al-Anbiya Ayat 34
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَۗ اَفَا۟ىِٕنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰلِدُوْنَ
Wa mā ja'alnā libasyarim min qablikal-khuld(a), afa'im mitta fahumul-khālidūn(a).
Artinya: "Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelum engkau (Nabi Muhammad). Maka, jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?"
Ayat yang menekankan kematian adalah kepastian bagi semua manusia, termasuk untuk Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya dibahas bahwa tidak ada satu pun manusia yang diciptakan untuk hidup abadi di dunia ini, dan kematian menjadi bagian dari takdir Allah SWT tersebut.
6. Surah As-Sajdah Ayat 11
قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ ࣖ
Qul yatawaffākum malakul-mautil-lażī wukkila bikum ṡumma ilā rabbikum turja'ūn(a).
Artinya: "Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi (tugas) untuk (mencabut nyawa)-mu akan mematikanmu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."
Di dalam ayat ini diterangkan bahwa malaikat maut yang ditugaskan oleh Allah akan mencabut nyawa manusia pada waktunya. Setelah kematian itu, manusia akan dikembalikan kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.
7. Surah Al-Waqi'ah Ayat 83-87
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
Falau lā iżā balagatil-ḥulqūm(a).
83. Artinya: "Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,"
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
Wa antum ḥīna'iżin tanẓurūn(a).
84. Artinya: "Padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?"
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
Wa naḥnu aqrabu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn(a).
85. Artinya: "Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat."
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
Falau lā in kuntum gaira madīnīn(a).
86. Artinya: "Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,"
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Tarji'ūnahā in kuntum ṣādiqīn(a).
87. Artinya: "kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?"
Ayat-ayat tentang kematian tersebut menjelaskan bahwa kematian dan kekuasaan Allah tidak dapat ditandingi oleh manusia. Pada ayat tersebut Allah SWT menantang manusia untuk menahan nyawa seseorang ketika kematian itu tiba, dan mengembalikannya jika mereka meyakini bisa.
Ayat Tentang Kematian 8-14
8. Surah Al-Qiyamah Ayat 26
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ
Kallā iżā balagatit-tarāqiy(a).
Artinya: "Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan."
Ayat yang menekankan kematian pasti datang dan pada saat itu disadari, nyawa sudah ada di tenggorokan, dan tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan dirinya.
9. Surah An-Nahl Ayat 32
الَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ طَيِّبِيْنَ ۙيَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Allażīna tatawafāhumul-malā'ikatu ṭayyibīn(a), yaqūlūna salāmun 'alaikumudkhulul-jannata bimā kuntum ta'malūn(a).
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan baik). Mereka (para malaikat) mengatakan, "Salāmun 'alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu). Masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan."
Ayat tentang kematian berupa gambar kematian orang-orang yang beriman dan beramal baik. Para malaikat akan datang menjemput dengan salam (salāmun 'alaikum), sebagai tanda mereka akan masuk surga.
10. Surah Al-Jumu'ah Ayat 8
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Qul innal-mautal-lażī tafirrūna minhu fa innahū mulāqīkum ṡumma turaddūna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta'malūn(a).
Artinya: "Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan."
Kematian yang ditakuti dan dihindari manusia pasti akan datang, lalu semua manusia akan dikembalikan kepada Allah SWT. Pada saat itu, Allah akan memberitahukan tentang apa saja yang sudah mereka kerjakan di dunia, lalu memberi balasan yang setimpal.
11. Surah Al-An'am Ayat 61
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ
Wa huwal-qāhiru fauqa 'ibādihī wa yursilu 'alaikum ḥafaẓah(tan), ḥattā iżā jā'a aḥadakumul-mautu tawaffathu rusulunā wa hum lā yufarriṭūn(a).
Artinya: "Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya."
Allah SWT memiliki kekuasaan tertinggi atas semua hamba-Nya dan menetapkan malaikat sebagai bagian yang mencabut nyawa mereka. Ketika ajal seseorang tiba, para malaikat penjaga akan menjalankan tugas tanpa adanya kelalaian sedikitpun.
12. Surah Luqman Ayat 34
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ
Innallāha 'indahū 'ilmus-sā'ah(ti), wa yunazzilul-gaiṡ(a), wa ya'lamu mā fil-arḥām(i), wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā(n), wa mā tadrī nafsum bi'ayyi arḍin tamūt(u), innallāha 'alīmun khabīr(un).
Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."
Ayat tentang kematian ini menggarisbawahi bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui secara pasti lima hal yang sama sekali tidak diketahui manusia. Lima hal tersebut adalah waktu terjadinya hari kiamat, siapa yang akan menurunkan hujan, isi rahim seorang perempuan, apa saja yang akan dikerjakan seseorang pada esok hari, dan di mana seseorang akan mati. Manusia tidak memiliki kendali sepenuhnya atas perkara tersebut.
13. Surah Al-Munafiqun Ayat 11
وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Wa lay yu'akhkhirallāhu nafsan iżā jā'a ajaluhā, wallāhu khabīrum bimā ta'malūn(a).
Artinya: "Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Allah menekankan dalam ayat tentang kematian ini, bahwa Allah tidak akan menunda waktu kematian seseorang yang telah ditentukan. Allah Maha Teliti terhadap segala amal perbuatan manusia, sehingga semua tindakan manusia akan selalu diperhitungkan dan tidak ada yang terlewatkan.
14. Surah Yunus Ayat 49
قُلْ لَّآ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Qul lā amliku linafsī ḍarraw wa lā naf'an illā mā syā'allāh(u), likulli ummatin ajal(un), iżā jā'a ajaluhum falā yasta'khirūna sā'ataw wa lā yastaqdimūn(a).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku tidak kuasa (menolak) mudarat dan tidak pula (mendatangkan) manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak (pula) dapat meminta percepatan."
Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala manfaat, mudarat, bahkan kematian (ajal) yang akan dialami oleh setiap manusia. Ajal setiap manusia sudah ditetapkan oleh Allah SWT, tidak bisa dipercepat atau ditunda sedetik pun.
Ayat Tentang Kematian 15-21
15. Surah Ali-Imran Ayat 169
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Wa lā taḥsabannal-lażīna qutilū fī sabīlillāhi amwātā(n), bal aḥyā'un 'inda rabbihim yurzaqūn(a).
Artinya: "Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya."
Ayat tentang kematian ini menunjukkan bahwa mereka yang gugur di jalan Allah tidak mati seperti manusia biasa. Allah menggambarkan mereka tetap hidup di sisi-Nya dan mendapatkan rezeki. Ini adalah gambaran sebuah kehidupan yang tidak dapat dirasakan oleh manusia yang masih hidup di dunia.
16. Surah Al-A'raf Ayat 34
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Wa likulli ummatin ajal(un), fa iżā jā'a ajaluhum lā yasta'khirūna sā'ataw wa lā yastaqdimūn(a).
Artinya: "Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan."
Setiap umat manusia sudah memiliki batas waktu kematian yang telah ditentukan kepastiannya oleh Allah SWT. Maka dari itu, ayat tentang kematian ini menegaskan tidak ada seorang pun yang dapat mempercepat atau menunda hal itu terjadi. Ajal merupakan takdir yang tidak dapat diubah dan kedatangannya tidak bisa dimajukan atau diulur bagaimanapun juga.
17. Surah Al-Mulk Ayat 2
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā(n), wa huwal-'azīzul-gafūr(u).
Artinya: "yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
Allah menciptakan hidup dan mati sebagai ujian bagi manusia, untuk melihat siapa di antara mereka yang paling baik amalnya. Ujian ini dapat berupa kebaikan maupun keburukan yang menimpa mereka.
18. Surah Al-An'am Ayat 93
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَالَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَالَ سَاُنْزِلُ مِثْلَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗوَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ
Wa man aẓlamu mimmaniftarā 'alallāhi każiban au qāla ūḥiya ilayya wa lam yūḥa ilaihi syai'uw wa man qāla sa'unzilu miṡla mā anzalallāh(u), wa lau tarā iżiẓ-ẓālimūna fī gamarātil-mauti wal-malā'ikatu bāsiṭū aidīhim, akhirjū anfusakum, al-yauma tujzauna 'ażābal-hūni bimā kuntum taqūlūna 'alallāhi gairal-ḥaqqi wa kuntum 'an āyātihī tastakbirūn(a).
Artinya: "Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, "Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah." Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), "Keluarkanlah nyawamu!" Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya."
Ayat tentang kematian yang menggambarkan sakitnya sakaratul maut bagi para pendusta. Para malaikat mencabut nyawa sambil memukul tangan mereka.
19. Surah Al-Anbiya Ayat 35
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Kullu nafsin żā'iqatul-maut(i), wa nablūkum bisy-syarri wal-khairi fitnah(tan), wa ilainā turja'ūn(a).
Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan."
Ayat tentang kematian ini menegaskan bahwa kematian adalah hal yang pasti bagi seluruh makhluk hidup. Diterangkan bahwa kehidupan di dunia adalah ujian bagi manusia, yakni berupa cobaan dengan keburukan (hal-hal sulit) dan kebaikan (segala bentuk kemudahan).
Terakhir, ayat kematian ini mengingatkan akhir dari kehidupan dunia adalah kembali kepada Allah SWT untuk sebuah pertanggungjawaban.
20. Surah Ar-Rahman Ayat 26-27
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ
Kullu man 'alaihā fān(in).
26. Artinya: "Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa."
وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ
Wa yabqā wajhu rabbika żul-jalāli wal-ikrām(i).
27. Artinya: "(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal."
Digambarkan dalam ayat tentang kematian tersebut, semua makhluk di bumi akan binasa termasuk manusia, namun zat Allah Yang Maha Agung dan Mulia tetap kekal abadi. Ini sebuah pengingat sifat kefanaan duniawi.
21. Surah Qaf ayat 19
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ
Artinya: “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah perkara yang kamu selalu lari daripadanya.”
Ayat tentang kematian yang mengingatkan bahwa kematian merupakan sebuah hal yang pasti akan datang dan tidak dapat dihindari siapapun.
FAQ
1. Apa makna utama ayat tentang kematian?
Makna utamanya ialah pengingat fana serta dorongan menata amal sebelum ajal datang.
2. Mengapa ayat kematian penting dipelajari?
Agar hati tidak lalai, tetap rendah hati, serta sadar akan ujian dunia.
3. Apakah ajal dapat diubah?
Tidak, ajal telah ditetapkan dan datang pada waktu pasti.
4. Apa pesan terbesar dalam ayat kematian?
Hidup hanyalah ujian, sedangkan akhir adalah saat perhitungan amal.
5. Apa manfaat memahami ayat kematian?
Menenangkan hati saat sulit, menghindarkan kesombongan, serta memotivasi memperbaiki amal.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)