22 Hadist Menuntut Ilmu Beserta Makna dan Hikmahnya

3 months ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Hadist menuntut ilmu penting dipelajari setiap umat muslim karena ini petunjuk hidup di dunia dan akhirat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Menuntut ilmu dan mengajarkannya merupakan hal yang wajib dilakukan dalam Islam.

Ilmu dapat menguatkan iman seseorang karena akan mendekatkan pada pemahaman yang benar soal beragama. Hal ini akan menjauhkan dari laknat Allah SWT, memperoleh ridha-Nya, dan dimudahkan jalannya menuju surga.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap 22 hadist menuntut ilmu yang sudah dirangkum, Senin (17/11/2025).

1. Ilmu Adalah Utama

Ilmu lebih utama dipelajari sebelum mulai berbicara. Tujuannya agar seseorang tersebut tidak tersesat dan menyesatkan.

العلم قبل القول و العمل

Artinya: “Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.” (Hadist Riwayat Bukhari).

2. Anjuran Belajar dan Mengajar

Rasulullah SAWT menganjurkan setiap muslim untuk mencari ilmu dan mengajarkan dalam hadist menuntut ilmu ini.

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ

“Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-guru mu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (Imam Tabrani).

Kemudahan jalan menuju surga bisa diperoleh dengan ilmu, artinya seseorang pasti selalu ditunjukkan jalan yang lurus.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Hadist menuntut ilmu Riwayat Muslim).

4. Ilmu Amalan yang Tak Terputus Setelah Meninggal Dunia

Salah satu amal paling berharga bagi muslim bahkan sampai wafatnya, mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang berdoa untuknya.” (Hadist menuntut ilmu Riwayat Muslim).

5. Disukai oleh Para Malaikat

Nabi Muhammad SAW menceritakan dalam hadist menuntut ilmu, bahwa mereka penuntut ilmu sangat disukai oleh para malaikat Allah.

مَرْحَبًا بطالبِ الْعِلْمِ، طَالِبُ الْعِلْمِ لَتَحُفُّهُ الْمَلَائِكَةُ وَتُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا، ثُمَّ يَرْكَبُ بَعْضُهُ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغُوا السَّمَاءَ الدُّنْيَا مِنْ حُبِّهِمْ لِمَا يَطْلُبُ

“Selamat datang wahai penuntut ilmu. Sesungguhnya penutup ilmu benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaungi dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat dari bumi), karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada ilmu yang dipelajarinya.” (HR. Ath-Thabrani no. 7347 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir yang sahih).

6. Dimohonkan Ampun oleh Penduduk Langit

Ampunan bisa diperoleh seorang muslim hanya dengan menuntut ilmu.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, penduduk langit-langit dan bumi-bumi, hingga semut-semut yang ada di lubangnya, hingga ikat-ikan, benar-benar semuanya bershalawat (memintakan ampun) untuk orang yang mengajari kebaikan kepada manusia.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi no. 2685).

7. Mendekatkan pada Keberkahan

Keberkahan hidup sangat dekat, yakni hanya dengan menuntut ilmu.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ، فَشَكَا المُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ»

“Ada dua orang bersaudara (kakak-adik) di zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di mana salah satu dari keduanya senantiasa mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (untuk mendengarkan hadits) dan yang lainnya sibuk bekerja. Lalu yang bekerja itu mengadukan saudaranya kepada beliau (karena tidak ikut membantu kerja) lalu beliau menjawab: “Boleh jadi kamu diberi rezeki justru gara-gara saudaramu itu.” (HR. At-Tirmidzi no. 2345 yang sahih).

8. Ilmu Warisan Para Nabi

Rasulullah SAW dalam hadist menuntut ilmu, menegaskan warisan terbaik dari para nabi dan ulama adalah ilmu. Ilmu merupakan warisan paling baik dibanding harta kekayaan.

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (Hadist Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Berilmu Dijauhkan dari Laknat Allah SWT

Laknat tidak akan sampai pada orang berilmu, karena mereka pasti memilih jalan lurus dalam hidupnya.

أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya kecuali berdzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang belajar.” (At-Tirmidzi no. 2322 yang Hasan).

10. Memperoleh Pahala yang Berlipat

Orang yang mengajak pada kebaikan akan memperoleh kebaikan sama seperti yang melakukan kebaikan itu.

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (Hadist menuntut ilmu Riwayat Muslim no. 2674).

11. Ketika Ilmu Lebih Baik Dibanding Amal

إِنَّكُمْ قَدْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيلٍ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٍ مُعْطُوهُ، قَلِيلٍ سُؤَّالُهُ، الْعَمَلُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ، وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيلٌ مُعْطُوهُ، الْعِلْمُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ

“Sungguh kalian sekarang benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta. Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu. Akan datang suatu zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya, banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. Ilmu di masa itu lebih baik daripada amal.” (HR. Ath-Thabrani no. 3111 yang sahih).

12. Pahala Belajar dan Mengajar sama Seperti Haji yang Sempurna

Pahala haji bisa diperoleh dengan ikhlasnya hati dalam belajar dan mengajarkannya kembali demi memperoleh ridha-Nya.

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Siapa yang bersegera pergi ke masjid hanya untuk tujuan belajar kebaikan atau mengajarkannya maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang haji secara sempurna.” (HR. Ath-Thabrani no. 7473 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir yang sahih).

13. Ahli Ilmu Lebih Baik daripada Ahli Ibadah

Seorang berilmu lebih baik daripada seorang yang banyak ibadahnya karena orang yang berilmu akan melakukan ibadah dengan kualitas. Mereka juga bisa menebarkan berkah melimpah pada orang sekitar dengan ilmunya.

فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ

“Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang paling rendah dari kalian.” (At-Tirmidzi no. 2685 yang sahih).

14. Ilmu Mendatangkan Ketentraman dan Ketenangan

Rasulullah SAW menganjurkan dalam hadist menuntut ilmu ini untuk mencari ilmu tentram dan tenang, karena itu kenikmatan hidup di dunia.

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: “Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.” (Imam Thabrani).

15. Belajar Akan Mendatangkan Ridha Allah SWT

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti.” (Hadist menuntut ilmu Riwayat Abu Daud).

16. Selamat di Dunia dan Akhirat

Jawaban dari doa sapu jagat, seorang diselamatkan Allah di dunia dan akhirat, akan dimudahkan jalannya menuntut ilmu dan diteguhkan keyakinannya.

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

Artinya: “Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.” (Diriwayatkan Imam Ahmad).

17. Pahalanya Setara dengan yang Diajarkan Ilmu

Petunjuk dalam hadist ini diartikan sebagai ilmu yang lurus dan benar, bukan ilmu kesesatan.

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya akan mendapat pahala sebesar pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa sebesar dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (Hadist Riwayat Muslim)

Digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadist menuntut ilmu bahwa kiamat tidak akan datang sebelum orang yang menuntut ilmu hilang dari muka bumi.

“Tidak akan datang hari kiamat sehingga manusia tidak lagi menuntut ilmu, atau hingga mereka tidak lagi mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak mengetahuinya.” (Diriwayatkan Tirmidzi)

19. Ilmu Hanya Bisa Diperoleh dengan Belajar

إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، مَنْ يَتَحَرَّى الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ

“Ilmu itu hanya (diperoleh) lewat belajar, sementara kesantunan lewat berusaha santun. Siapa yang melatih diri dengan kebaikan maka ia akan diberi dan siapa yang menjaga diri dari keburukan maka ia akan dijaga.” (Hadist Riwayat Ath-Thabrani)

20. Wajahnya Bercahaya

Muslim yang belajar dan mengajarkannya akan diliputi dengan cahaya oleh Allah SWT.

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

“Semoga Allah menjadikan bercahaya seseorang yang mendengar hadits kami lalu menghafalnya hingga menyampaikannya kepada orang lain. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih tetapi tidak faqih.” (HR. At-Tirmidzi no. 2656).

21. Orang Berilmu Pasti Selamat

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia akan menjadikannya mendalami agama. Aku hanya berbagi dan Allah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak akan membahayakan mereka hingga datang hari Kiamat.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari no. 3971 dan Muslim no. 1037).

Belajar ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadist menuntut ilmu adalah hal yang wajib dilakukan.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.” (Hadist Riwayat Ibn Majah)

FAQ

Menuntut ilmu membuka jalan menuju surga serta menghadirkan berkah dalam hidup.

2. Mengapa ilmu disebut warisan para nabi?

Ilmu dianggap warisan paling mulia karena membawa petunjuk bagi seluruh umat.

3. Apa ganjaran bagi pihak yang mengajar kebaikan?

Pahala diperoleh sebesar pahala pihak yang mengamalkan kebaikan tersebut.

4. Bagaimana kedudukan ahli ilmu dibanding ahli ibadah?

Ahli ilmu memiliki keutamaan lebih besar karena ibadahnya lebih terarah.

5. Mengapa belajar menjadi kewajiban setiap muslim?

Belajar memperkuat keimanan serta menjadi fondasi keselamatan dunia dan akhirat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |