Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk meningkatkan intensitas ibadah, baik yang bersifat individual maupun kolektif bersama keluarga. Untuk itu, mulai sekarang umat Islam perlu menyusun ide kegiatan Ramadhan 2026 untuk keluarga muslim di rumah.
Pada Ramadhan, setiap individu dianjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur'an, zikir, dan salat malam sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT. Dalam lingkup keluarga, momen ini sangat tepat, misalnya untuk menghidupkan tradisi sholat berjamaah serta berbagi sedekah bersama, guna mempererat ikatan spiritual antar-anggota keluarga.
Keterlibatan keluarga dalam ibadah dan amalan lain di bulan Ramadhan bertujuan sebagai tarbiyah islamiyah, di luar keutamaan dan pahalanya yang luar biasa. Anjuran ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang menyatakan bahwa barangsiapa yang berdiri melakukan ibadah di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif menjelaskan, Ramadhan adalah waktu di mana pintu-pintu surga dibuka dan segala bentuk ketaatan dilipatgandakan pahalanya. Berikut ini adalah ulasannya.
Ide kegiatan Ramadhan 2026 untuk keluarga muslim di rumah
Merujuk ebook Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan oleh Mohammad Iqbal Ghazali, MA dan sumber relevan lainnya, berikut ini adalah 25 ide kegiatan Ramadhan 2026 untuk keluarga muslim di rumah.
1. Melaksanakan Puasa dengan Niat Ikhlas
Puasa adalah rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap mukmin melalui firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 183. Kegiatan ini bukan sekadar menahan lapar, melainkan bentuk ketaatan untuk mencapai derajat takwa dan menghidupkan pondasi agama dalam keluarga. Sesuai hadis Nabi, puasa yang dilakukan karena iman dan mengharap pahala akan menjadi penghapus dosa-dosa di masa lalu. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak bahwa setiap detik menahan diri dari hal yang membatalkan adalah ibadah yang sangat dicintai Allah.
2. Tadarus Al-Qur'an Bersama
Membaca Al-Qur'an sangat dianjurkan karena ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Di bulan Ramadhan, kegiatan ini memiliki nilai lebih karena bulan ini adalah waktu turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia. Keluarga dapat meneladani Rasulullah SAW yang rutin melakukan tadarus bersama Malaikat Jibril setiap malam Ramadhan. Kegiatan ini bisa dilakukan secara bergantian (satu membaca, yang lain menyimak) untuk mengoreksi bacaan atau tajwid anggota keluarga.
3. Menghidupkan Malam dengan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih berjamaah merupakan syariat yang dicontohkan Rasulullah dan diteruskan oleh para sahabat seperti Umar bin Khattab. Melaksanakannya di rumah bersama keluarga dapat menciptakan suasana masjid di dalam hunian dan mempererat hubungan spiritual antaranggota keluarga. Ibadah ini merupakan sarana untuk mendapatkan ampunan dosa, sebagaimana sabda Nabi bahwa barangsiapa menghidupkan malam Ramadhan dengan iman, maka dosanya akan diampuni. Keluarga dapat mengatur jadwal siapa yang menjadi imam dan memastikan seluruh anggota keluarga ikut serta.
4. Mengejar Keutamaan Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana segala dosa masa lalu dapat dilebur melalui ibadah yang sungguh-sungguh. Pendapat terkuat menyatakan malam ini terjadi pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil. Keluarga dapat meningkatkan intensitas ibadah seperti shalat malam, zikir, dan doa bersama saat memasuki fase sepuluh hari terakhir. Hal ini bertujuan agar tidak ada satu pun anggota keluarga yang terhalang dari kebaikan malam mulia tersebut.
5. Membaca Doa Khusus Lailatul Qadar
Sebagaimana diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA, terdapat doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca berulang kali saat mencari Lailatul Qadar. Doa tersebut adalah: "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni, maka ampunilah aku). Mengajarkan doa ini kepada anak-anak sejak dini membantu mereka memahami sifat Allah yang Maha Pemaaf. Keluarga dapat melantunkan doa ini bersama-sama setelah shalat fardu atau saat bangun di sepertiga malam terakhir.
6. I’tikaf Mandiri di Rumah
I’tikaf secara syar'i berarti berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah dengan cara tertentu. Amalan ini adalah sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW hingga beliau wafat, dan diteruskan oleh istri-istri beliau.
Di rumah, keluarga dapat menentukan satu sudut atau ruangan khusus (mushola rumah) untuk membatasi diri dari aktivitas duniawi (i'tikaf mandiri). Fokus kegiatannya adalah memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur'an tanpa terganggu oleh gawai atau televisi.
7. Memperbanyak Sedekah Keluarga
Rasulullah SAW dikenal sebagai manusia yang paling pemurah, dan kedermawanan beliau meningkat drastis saat bulan Ramadhan. Keluarga dapat meneladani sifat ini dengan menyisihkan sebagian harta setiap hari untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar; bisa berupa pengumpulan uang receh harian dalam celengan keluarga yang kemudian disalurkan di akhir bulan. Hal ini melatih empati anak-anak terhadap kondisi sosial di sekitar mereka.
8. Edukasi Keutamaan Umrah Ramadhan
Dalam literatur hadis, disebutkan bahwa melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang setara dengan ibadah haji. Meskipun mungkin tidak semua keluarga bisa berangkat, mempelajari ilmu dan keutamaannya tetap menjadi amalan yang baik. Keluarga dapat menonton video perjalanan umrah atau membaca buku panduan manasik bersama. Ini bertujuan untuk menumbuhkan niat dan kerinduan (azam) yang kuat dalam hati anggota keluarga agar kelak bisa melaksanakannya.
9. Menyimak Kajian Islam Bersama
Mendengarkan penjelasan ulama atau guru agama membantu keluarga memahami detail amalan yang benar sesuai sunnah. Di era digital, keluarga bisa memilih tayangan kajian online yang relevan dengan problematika harian muslim. Sesi ini sebaiknya diikuti dengan diskusi singkat untuk memastikan setiap anggota keluarga paham. Menuntut ilmu di bulan Ramadhan juga merupakan bentuk ketaatan yang mendatangkan keberkahan.
10. Menghafal Hadis Pendek tentang Puasa
Menghafal hadis-hadis kunci, seperti hadis tentang lima pondasi Islam atau hadis tentang kegembiraan datangnya Ramadhan, sangat baik untuk penguatan akidah. Hadis pendek lebih mudah diingat oleh anak-anak dan menjadi pedoman mereka dalam bertindak. Misalnya, menghafal hadis "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi" membantu menanamkan rasa bahagia terhadap ibadah. Orang tua bisa memberikan apresiasi kecil jika anak berhasil menghafal hadis tersebut beserta artinya.
Kegiatan Edukasi & Kedekatan (Bonding)
11. Kultum Singkat Sebelum Berbuka
Mengadakan sesi berbagi ilmu selama 7 menit sebelum adzan Maghrib tiba dapat melatih kepercayaan diri anggota keluarga. Topiknya bisa diambil dari poin-poin penting dalam amalan Ramadhan, seperti makna kesabaran dalam puasa. Kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengisi waktu ngabuburit dengan hal yang bermanfaat daripada sekadar bermain gawai. Orang tua memberikan contoh terlebih dahulu, lalu anak-anak diberikan giliran pada hari berikutnya.
12. Makan Sahur Bersama
Sahur bukan hanya soal makan, tapi merupakan momen yang penuh berkah dan pembeda antara puasa muslim dengan ahli kitab. Berdasarkan sumber eksternal, sahur bersama menjadi sarana komunikasi penting di pagi buta sebelum memulai aktivitas. Momen ini bisa digunakan untuk mengecek kesiapan fisik dan mental anak-anak yang baru belajar berpuasa. Suasana hangat saat sahur dapat memotivasi anak untuk menjalani puasa hingga waktu berbuka.
13. Menyiapkan Menu Takjil Sehat
Bersama Melibatkan anggota keluarga dalam menyiapkan hidangan berbuka melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab. Anak-anak bisa ditugaskan membantu hal ringan seperti menata meja atau mencuci buah-buahan. Aktivitas ini juga menjadi momen edukasi mengenai pola makan yang benar sesuai sunnah, seperti berbuka dengan kurma atau air putih. Kebersamaan di dapur menciptakan memori indah bagi anak-anak mengenai Ramadhan.
14. Berbagi Takjil ke Tetangga
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari anjuran memperbanyak sedekah yang dilakukan Rasulullah. Mengirimkan makanan ke tetangga terdekat, tanpa memandang status sosial, dapat mempererat tali silaturahmi di lingkungan rumah. Anak-anak yang mengantarkan langsung makanan tersebut akan belajar tentang indahnya berbagi dan peduli pada sesama. Ini adalah praktik langsung dari ajaran agama tentang berbuat baik kepada tetangga.
15. Menonton Film atau Dokumenter Islami
Menonton bersama film sejarah Islam atau kisah para sahabat bisa menjadi alternatif hiburan yang mendidik. Hal ini membantu visualisasi sejarah yang selama ini mungkin hanya didengar melalui cerita atau buku. Setelah menonton, orang tua bisa memberikan ulasan singkat tentang nilai moral yang bisa diambil. Pastikan konten yang dipilih sesuai dengan usia anak-anak agar pesan dakwahnya tersampaikan dengan baik.
16. Membaca Buku Kisah Nabi Sebelum Tidur
Malam hari setelah shalat Tarawih adalah waktu yang tepat untuk storytelling tentang perjuangan para Nabi. Ini merupakan cara efektif untuk menanamkan karakter mulia melalui keteladanan para utusan Allah. Buku-buku seperti "Kisah 25 Nabi dan Rasul" bisa menjadi rujukan utama. Anak-anak cenderung lebih mudah menyerap nilai-nilai kejujuran dan keberanian melalui cerita dibandingkan perintah langsung.
17. Dekorasi Rumah Bertema Ramadhan
Membuat hiasan dinding bertuliskan "Ramadhan Mubarak" atau jadwal imsakiyah yang kreatif dapat meningkatkan antusiasme keluarga. Lingkungan rumah yang tertata dengan nuansa islami akan memberikan dampak psikologis positif bagi penghuninya. Kegiatan ini bisa dilakukan di akhir pekan dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas di rumah. Kreativitas ini membuat anak-anak merasa bahwa bulan Ramadhan adalah tamu istimewa yang layak disambut dengan suka cita.
18. Mengisi Jurnal Amalan Harian
Membuat atau mencetak buku jurnal untuk mencatat progres ibadah seperti shalat lima waktu, jumlah rakaat tarawih, dan halaman Al-Qur'an yang dibaca. Jurnal ini berfungsi sebagai alat evaluasi diri agar kualitas ibadah terus meningkat setiap harinya. Orang tua dapat memberikan stiker atau tanda bintang sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan anak dalam mengisi jurnal. Hal ini melatih kejujuran dan disiplin sejak dini dalam menjalankan ibadah.
Persiapan Idul Fitri & Kebersihan
19. Buka Puasa Bersama Keluarga
Menjadikan waktu berbuka sebagai momen sakral di mana seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan tanpa gangguan televisi atau ponsel. Berdoa bersama saat menjelang berbuka adalah waktu yang mustajab untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat. Diskusi ringan tentang suka duka menjalankan puasa hari itu dapat dilakukan sambil menikmati hidangan. Kebiasaan ini memperkuat kerukunan dan keharmonisan di dalam rumah tangga.
20. Olahraga Ringan Jelang Berbuka
Menjaga kesehatan fisik selama puasa tetap penting agar ibadah bisa maksimal. Olahraga ringan seperti peregangan atau jalan santai di halaman rumah dapat dilakukan 30 menit sebelum berbuka. Aktivitas fisik membantu memperlancar aliran darah dan mengurangi rasa lemas. Keluarga bisa melakukannya bersama-sama sebagai bentuk gaya hidup sehat sesuai anjuran medis.
21. Gotong Royong Membersihkan Rumah
Menjelang Idul Fitri, biasanya intensitas membersihkan rumah meningkat. Melakukannya bersama-sama sebagai satu tim akan membuat pekerjaan terasa ringan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap rumah. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan menyambut hari kemenangan dalam kondisi rumah yang bersih mencerminkan kesucian jiwa yang telah ditempa selama Ramadhan.
22. Diskusi Tentang Kewajiban Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah penyempurna ibadah puasa dan kewajiban bagi setiap muslim. Orang tua perlu menjelaskan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan diri dan membantu fakir miskin agar bisa ikut bergembira di hari raya. Sesi diskusi ini bisa dikaitkan dengan rukun Islam yang ketiga, yakni menunaikan zakat. Memberikan pemahaman bahwa ada hak orang lain di dalam harta kita sangat penting untuk kecerdasan finansial syariah anak.
23. Menimbang dan Menyiapkan Zakat Bersama
Melibatkan anak dalam proses menimbang beras atau menghitung uang zakat fitrah memberikan pengalaman belajar yang nyata. Anak-anak akan mengerti proses teknis bagaimana zakat dikumpulkan sebelum diserahkan ke masjid atau lembaga zakat. Pengalaman langsung ini biasanya lebih membekas di ingatan anak daripada sekadar teori di sekolah. Ini adalah langkah awal membentuk generasi yang taat zakat di masa depan.
24. Saling Memaafkan di Akhir Ramadhan
Mengadakan sesi khusus di malam takbiran atau hari terakhir puasa untuk saling meminta maaf atas kesalahan selama setahun terakhir. Hal ini bertujuan agar saat memasuki hari Idul Fitri, hati setiap anggota keluarga sudah bersih dari penyakit hati. Suasana haru dan penuh kasih sayang dalam sesi ini dapat memperkuat mental dan emosional keluarga. Memulai hari raya dengan hati yang lapang adalah esensi sejati dari "kembali ke fitrah".
25. Rencana Belanja Kebutuhan Lebaran Secara Bijak
Merencanakan belanja baju atau makanan Lebaran tanpa berlebih-lebihan (israf). Fokus utama tetap pada nilai ibadah, bukan sekadar kemewahan duniawi yang bersifat sementara. Keluarga dapat mendiskusikan skala prioritas antara kebutuhan Idul Fitri dengan tabungan untuk pendidikan atau keperluan jangka panjang lainnya. Hal ini mengajarkan gaya hidup sederhana sebagaimana dicontohkan oleh keluarga Rasulullah.
People Also Ask:
Program Ramadhan apa saja?
Ide Kegiatan di Bulan Ramadhan yang BermanfaatMembangunkan Sahur. ...2. Sahur on The Road (SOTR) ...3. Ngabuburit. ...4. Tadarus Al-Qur'an Beserta Artinya. ...Berbagi Takjil. ...6. Ikut Pesantren Kilat. ...7. Ikut Pengajian. ...Mengikuti Kajian Islam.
4 Contoh Sedekah di Bulan Ramadhan?
4 Contoh Sedekah di Bulan Ramadhan, Banjir Pahala! - Digital ...Contoh Sedekah di Bulan RamadhanMenyajikan Hidangan Takjil.Memberi Makan Orang Berpuasa.Menyediakan Hidangan Sahur.Membayar Zakat.
Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan?
Memperbanyak Ibadah Ramadan adalah momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan salat lima waktu, umat Muslim dapat menambah amalan dengan membaca Al-Qur'an, berdzikir, salat tarawih, serta bersedekah kepada yang membutuhkan.
Apa saja 5 sukses Ramadhan?
Lima kesuksesan di bulan Ramadhan—puasa, sholat tarawih, tadarus Al-Qur'an, meraih Lailatul Qadar, dan membayar zakat fitrah—merupakan rangkaian amalan yang tidak hanya menyempurnakan ibadah kita, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






